
mereka sudah berada dirumah feby.
tok tok kinan mengetok pintu feby
ceklek
Faren!
"Kak, feby ada?" tanya kinan langsung. Disana sudah ada mely olif pita juna almer dan faiz.
"Ada. feby ada temen kamu" teriak faren, feby keluar. faren masuk membiarkan feby dengan temannya.
"eh kalian, ada apa?" feby masih santai.
"Lo harus ikut gue" kinan sudah menarik tangan feby. feby bingung lalu berhenti "kemana?" tanya feby bingung.
"Udah cepet!" olif menarik tangan feby hendak menghampiri mobil.
"Stop! gue masih pake piyama!" tukas feby.
"Gak ada waktu!" Feby akhirnya masuk disusul mereka. ada 2 mobil yaitu mobil juna dan mely.
"Kenapa sih?" tanya feby.
Akhirnya kinan menceritakan semuanya dengan feby awal damar mengajaknya ketengah lapang, salah faham, penyakit, dan yang terakhir balapan!
feby syok! jadi ini penyebab hatinya tidak tenang.
Mereka sampai di area balapan. Feby turun.
"Dia dimana?!" bentak feby pada almer juna dan faiz.
"Dia didepan!" jawab almer sama khawatirnya.
Feby berlari menerobos penonton balapan. Sampai ia melihat damar dengan memakai jaket kulit hitam lengkap dengan sarung tangan dan helm!
Gue gak akan maafin lo! batin feby lalu mendekat. belum sampai.
feby sudah dilarang oleh salah satu orang disana.
"Mau kemana lo? Ini area balapan! lo gak boleh seenak jidat. lo mau mati!" bentaknya
"Sama perempuan bisa slow dikit gak lo!" bentak Almer. laki laki itu menoleh dan berguman nama almer lalu membiarkan feby masuk area.
dia sudah berada di belakang,agak jauh dari motor damar. Deru motor sudah mereka bunyikan. Sapu tangan hampir dijatuhkan sebagai tanda mulai, namun feby langsung berteriak sekencang mungkin
"DAMAR! KALO LO GAK BERHENTI! GUE GAK BAKAL MAAFIN LO!" teriak nya. Damar mendengar itupun langsung mematikan mesinnya dan menoleh kebelakang.
feby!
Damar turun dari motornya,
"Bro! jadi balap gak!" ucap lawan damar. Damar mencari seseorang dan ya ketemu
Juna!
__ADS_1
"Jun. gantiin gue" juna mendumel sewot. bisa bisanya dia seenak jidat.
Juna menggantikan damar balapan. disisi itu olif, olif gelisah melihat juna akan balapan hanya menutup mata dan berdoa. dan ya juna mulai melajukan motornya.
Damar melangkah menghampiri feby,
"Kenapa lo kesini?" dingin damar.
"Lo tanya kenapa?? itu karna lo!" balas feby. damar menatap intens feby.
"Dengan mudahnya lo nyerah gitu mar?" damar dibuat bingung oleh feby.
Damar mencoba mengabaikan feby dan hendak melangkah ke area balapan lagi. namun feby cepat mengambil tangan damar membuat damar menoleh.
"Kalo lo coba balapan lagi. gue gak akan pernah mau kenal sama lo dan----" feby menggantungkan kalimatnya.
"Dan gak bakal mau nerima cinta lo!" feby dengan mantep.
"Maksud lo?" tanya damar menghadap kembali didepan feby. jarak tinggi damar dan feby beda. sehingga feby menatap damar dengan mendongkak.
"Gue juga suka sama lo!" lirihnya masih menatap damar.
"Tapi sorry. gue gak mau macarin cewek yang udah punya calon laki." dingin damar lalu berbalik. ada perasaan kecewa di hati feby.
"gue cuman mau bilang ini. KALO FAREN SAUDARA GUE DAN DIA BERCANDA NGOMONG SOAL CALON ISTRI! ITUPUN KALO LO MASIH PERCAYA SAMA GUE. terserah apa mau lo. lo mau balapan? oke! asal jangan pernah lagi ngarepin gue bisa jadi temen lo!" ucap feby penuh emosi lalu berbalik. damar mendengar semua itu berhenti dan menarik sudut bibirnya lalu berbalik.
dilihatnya feby berjalan meninggalkan area. dengan cepat damar berlari mengejar feby dan
Hup! Damar memeluk feby dari belakang membuat feby melotot kaget!
sementara yang lain? menatap haru. Beda dengan olif dia terus berdoa agar juna,cowok rusuhnya baik baik saja. dan Ya
Juna menang! olif membuka matanya dan berlari kearah juna mengoreksi apakah ada yang luka pada diri juna. Juna yang diperlakukan sperti itu bingung dan akhirnya turun dan memeluk olif. "I love you!" bisik juna. pipi olif memanas lalu menjawab "I hate you but I love you too!" Juna tersenyum lebar lalu memeluk erat olif dan mencium puncak rambut olif.
Mereka sudah ada didalam cafe. Sesekali feby mengumpat.
bayangkan saja ditengah keramaian, dicafe. semua berpakaian rapi. sedangkan dirinya? pakai piyama! rambut yang asal asalan tanpa make up!
"udahlah. gak usah panik gitu" damar mencoba menenangkan feby.
"Gimana bisa tenang? lo bayangin! gue kesini pake piyama mar! piyama!" lirih feby menatap damar.
"Lo pake apa aja tetep cantik kok dimata gue" goda damar. pipi feby memerah.
"Acieee baru jadian mah bedaa" cibir mely
"Aduh senengnyaa dapat ketemu sama calon" ledek kinan menyindir olif.
"Gaje!" kompak olif dan feby
"Hari ini gratis! kalian boleh makan apa aja. Yang bayar juna sama damar! oke deal!" seru faiz mendapat pelototan dari juna dan damar. Yang disuruh bayar hanya meneguk salivah. nasib dompetnya ludes.
Mereka menikmati malamnya. dan sebagai malam kelulusan mereka. sementara kinan? gelisah. besok almer akan berangkat dan meninggalkan kinan.
"Kinan!" teriak Mely feby olif dan pita
__ADS_1
Mereka sudah berada di bandara.
menemani keberangkatan almer.
ada perasaan sedih dihati kinan karena almer akan meninggalkannya dan jauh oleh jarak.
Seseorang menepuk bahu kinan membuat kinan menoleh.
Almer!
"Jaga diri kamu baik baik!" seru almer lalu memeluk kinan, kinan sudah menangis.
"Jangan lupa telvon aku kalau kamu udah sampai" lirih kinan ditengah sesegukan.
"Aku sayang kamu" lirih almer mengusap kepala kinan dengan lembut
"Aku sayang kamu" balas kinan menatap almer sendu
"Dimohon para penumpang untuk segera naik. karena sebentar lagi pesawat akan diterbangkan" ucap petugas. Almer mengambil kopernya dan lagi lagi menatap kinan serta keluarga dan temannya, berat rasanya berpisah dengan kinan saat mereka sudah bersama kembali.
"Aku berangkat" Ucap Almer tersenyum pada kinan dan berpamit kepada kedua orang tuanya serta kakaknya dan para sahabatnya.
"Hati hati bro" ucap damar memeluk almer.
"Jaga diri lo baik baik" sambung faiz.
"See you next time good boy!" juna memeluk almer erat.
"Gue pamit! jaga kinan" pinta nya lalu berlari dan masuk kepintu pesawat. sebelum masuk almer memberi lambaian tangan dan masuk.
mely dan lainnya mencoba menenangkan kinan,
Pesawat almer berangkat. kinan hanya menatap nanar lalu berbalik.
"Almer akan pulang" lembut Rahma lalu berbalik pulang.
"Sabar elah. kita kan disini" mely dan lainnya mencoba menghibur.
Kinan benar mereka masih punya sahabat seperti mely sofian damar feby olif juna pita dan Faiz.
Dia bahagia. Hanya menunggu almer kembali semuanya akan kembali.
Terima kasih tuhan. telah memberiku kesempatan untuk bertemu dengannya lagi. Berpisah jarak jauh memang sudah kehendak ku. Dia disana jauh beribu ribu kilometer. sedangkan ku disini? menunggu kehadirannya. walau tak menentu.
terima kasih telah memberikan dia padaku. pada hidupku
•Kinanty Audrelia•
TAMAT!
satu bagian lagii yeey
Selamat menunaikan ibadah puasaa bagi yang menjalankan yaa
oke tamat yaa. tinggal nunggu epilog nya. see you bye 👋
__ADS_1