
Satu harapan yang paling kuimpikan
~kamu!~
•Almer Adity•
Mood baik :)
budidayakan vote
Almer sudah kembali kesekolah satu jam yang lalu, Di kelas bersama kedua sahabatnya Juna dan Damar.
Triiing bel masuk setelah istirahat
"Jamkos yaallah jamkos" damar sambil menempelkan kedua telapak tangannya berdoa.
"Jamkos mulu kapan lo pinternya dodol!" juna sambil menonyor kening damar. Almer tetap seperti biasa diam tak menggubris kedua sahabatnya.
"gue udah pinter keless" sahut damar sambil memukul dadanya bangga.
"Pinter dari bokong! eh salah hongkong"
"*** lo! ngomong aja belum lancar sok sokan ngatain gue kapan pinter!" damar menatap sinis juna. sedangkan juna yang ditatap hanya menyengir. almer? hanya menggeleng tingkah kedua sahabatnya lalu fokus ke ponselnya.
"Selamat siang anak anak" sapa guru. semua murid yang tadinya bergerombol. ada yang rumpi. nyanyi nyanyi gak jelas. bubar dan menempati kursi masing masing
"Siang buuuu" kompaknya. Bu arum--Matematika Umum--duduk dimeja dan mulai mengabsen muridnya dari huruf pertama.
"Damar Bimantara"
"I'm here baby" sahut damar mendapat sorakan dari teman sekelasnya. Bu arum hanya menggeleng tingkah laku damar.
"Faiz Alfarizi?"
Diam, Damar yang notabene nya siswa nakal pun ikut diam dan terpukul atas nama sahabatnya itu.
"Astagfirullah ibu minta maaf. Kita doakan saja semoga alm. faiz bahagia disana" ucap bu arum.
"Amin" seru seluruh anak kelas. dan melanjutkan absensi.
dan melanjutkan kegiatan pelajaran dengan tenang yang terkadang ribut.
* *
Bel pulang sudah 5 menit yang lalu. Kinan masih didalam kelasnya bersama sahabatnya.
"Lo mau pulang kapan kin?" tanya mely pada kinan yang masih memasukan buku bukunya.
"Mm.. Bentar lagi. lo pulang dulu gih" Kinan menatap mely.
"Gak papa nih? kalo gue pulang dulu?" mely mengambil tas nya.
__ADS_1
"Gak papa." balas kinan
"Lo pada pulang sana." lanjut kinan menyuruh feby pita anindy dan olif.
"mau bareng gak?" tawar olif
"Gak ah. Gue ada urusan bentar" balas kinan.
"Yaudah kita pulang dulu ya" pamit pita mencubit pipi kinan. kinan tersenyum sambil mengangguk. semua keluar hanya kinan yang masih ada di dalam kelas.
Kinan berjalan pelan keluar kelas sambil memakai earphone nya.
Menuruni tangga hendak sampai di tangga bawah, mata kinan ditutup dengan tangan dan diseret.
tubuh kinan terlanyut jatuh kelantai. dibuka mata kinan dan mengerjap matanya.
Sharen!
Kinan menatap sharen bingung.
sekarang apalagi?
"Bangun lo!" suruh Niken,geng sharen. Kinan masih belum bergerak. sampai Niken dan Anis menarik tangan kinan keras sehingga kinan terbangun dan berdiri didepan sharen.
"Ada apa?" tanya kinan menatap sharen. Sharen mengangkat satu alisnya "Ada apa lo bilang" sharen masih memelankan suaranya.
"Tau gak kesalahan lo apa anjing!" bentak sharen menarik rambut kinan sampai kinan memekik kesakitan.
"Dasar gak tau malu lo! Faiz udah gak ada! dan itu semua karena lo ****!" bentak sharen tepat didepan wajah kinan. Kinan memejamkan matanya menahan sakit dikepala.
"Itu semua udah takdir tuhan ren! jadi udah. biarin tuhan yang rencanain" balas kinan. Sharen tertawa miring.
"Gue gak terima! Faiz orang yang gue sayang udah gak ada. Ya walaupun gue tau faiz gak pernah suka sama gue. dan dia---ya dia hanya suka sama cewek cupu kaya lo!" sharen menekan kata cupu sambil memandang kinan. kinan melihat sharen,air mata yang sharen tahan agar tidak keluar.
"Gue tau lo sakit. sama hal nya gue. gue juga sakit ditinggal pergi selamanya sama faiz." kinan mulai bersuara. sharen menunduk menahan air mata yang sedari tadi ingin keluar. akhirnya keluar. sharen melepas cekalan tangannya dari rambut kinan.
"Gue bahkan gak tau kenapa faiz gak pernah noleh ke gue sedikitpun." sharen mulai terisak. mengingat sosok faiz membuatnya sesak.
Sharen mulai terduduk sambil meremas roknya. Menangis!
Kinan berjongkok didepan sharen "Gue ngerti rasanya ditinggal seseorang yang amat kita sayang. Seseorang yang sangat berharga. seseorang yang sudah menjadi prioritas kita. Gue tau ren. Gue tau gimana rasanya itu" sharen mulai tidak bersuara. Mendengar setiap omongan Kinan. "Itu sakit bagi gue. bahkan lebih lebih sakit. " lanjut kinan.
"Tapi gue sadar, seseorang yang udah pergi. mungkin bukan ditakdirkan untuk gue. dan gue selalu yakin bahwa setiap permainan tuhan itu indah." Sharen mulai menatap kinan dengan tatapan sendu.
"Jangan lo pikir,dulu sampai sekarang faiz gak suka lirik lo. Lebih tepatnya menunjukan hal sayang atau cintanya ke lo. mungkin faiz cuman ingin lo jadi temen untuk dia. Temen yang selalu ada buat faiz. gak perlu pakai status pacaran atau lainnya."
"Berarti maksud lo faiz cuman gak mau ada hubungan selain temen?" tanya sharen pelan.
"Bukan gak mau cuman gak ingin sewaktu waktu lo pacaran terus putus. bisa jadi kalian gak bakalan berteman akrab lagi" lanjut kinan.
Sharen tersenyum dan kemudian berdiri,begitupula kinan. Sharen berdiri lalu memeluk kinan. kinan terkejut begitu pula ketiga teman sharen.
__ADS_1
"Makasih. karena lo udah nyadarin gue. Dan... maaf karena waktu itu gue ngomong yang gak bener tentang faiz" sharen melepas pelukannya dan menunduk. Kinan tersenyum lalu menarik sharen kedalam pelukannya. "yang lalu biarlah berlalu" ucapnya. sharen membalas pelukan kinan.
"Teman?" sharen mengacungkan telapak tangannya, mengarah pada Anis, Niken dan Aura. Terakhir, sharen menatap kinan. Kinan tersenyum lalu menaruh tangannya "Teman" ucap kinan. akhirnya mereka tersenyum penuh arti.
Selepas dari sekolah kinan tidak langsung pulang kerumah,kinan berhenti di sebuah lahan dengan berbagai patokan nama serta pohon pohon besar
ya Pemakaman!
kinan berjalan dan sampai di sebuah gundukan tanah. Bertulis nama seseorang yang pernah membuatnya merasa bahagia walau hanya sebentar.
Kinan duduk, menyatukan kedua telapak tangan berdoa.
"Hai faiz. maaf ya baru dateng."
"Kinan baru sempet kesini. karena kemarin kinan belum bener bener nerima kalau faiz beneran gak ada.
Kinan menahan air matanya
"Faiz tau gak betapa terpukulnya kinan. Saat faiz beneran ninggalin kinan. Terpuruknya kinan. kinan syok iz."
"Tapi sekarang kinan udah berusaha biat ikhlasin faiz. Kinan tau tuhan lebih sayang sama faiz, makanya tuhan ambil faiz dulu dari pada kinan."
air mata kinan sudah menetes.
"Mmm.. kinan cengeng ya iz. beda waktu dulu sama faiz. Kinan kuat. tapi sekarang? kinan kayak gak punya semangat hidup lagi. Faiz tau dong kinan gini karena apa?" kinan terkekeh kecut memandang keramik dengan nama Faiz.
"Oh iya iz. Sharen sama kinan udah temenan loh gak musuhan kayak dulu. faiz seneng kan? iya kinan juga seneng. akhirnya gak akan ada lagi musuh. Kinan makin banyak temen. faiz disana banyak kan temennya?"
kinan menghapus air matanya,.
"Mmm.. kayaknya kinan banyak omong deh. Tapi kinan seneng kok bisa dateng kesini dan obrolin tentang sekolah kinan. kinan juga bisa temenin faiz disini. faiz seneng kan?" kinan tersenyum kecut sambil mengusap keramik.
"Mmm.. Kamu tau hari ini hari apa iz? tanggal berapa? Ya ini adalah hari anniversari kita ke satu bulan. dimana semua pasangan merayakan hal ini bersama sama. tapi kinan gak. kinan sama faiz udah beda alam. jadi kinan hanya bisa berangan ya iz" kinan kembali mengeluarkan air matanya menunduk memegangi seikat bunga.
"Kinan udah lama ngomongnya. Capek. Oh iya ini kinan bawa bunga buat faiz. Kinan pulang ya, mendung soalnya" pamit kinan lalu meninggalkan seikat bunga diatas makam faiz.
Kinan berbalik dan betapa terkejutnya kinan dengan seorang laki laki yang membuat jantung kinan berasa seperti maraton!
"Kinan" ucapnya
--------
back yaaa.
menurut kamu siapa??
Juna
Almer
Damar
__ADS_1
atau Faiz?