Kinanty

Kinanty
Bagian 22


__ADS_3

aku percaya setelah hujan pasti ada pelangi tapi kenapa kadang awan menutupinya?


•Kinanty•


-------


Kinan menangis sambil memeluk lututnya dan menenggelamkan kepalanya diantara tangan.


"Kak..." kinan menoleh.


sasha


Kinan langsung memeluk sasha dan menangis, sasha menangis dalam pelukan kinan.


"Kak.. kenapa bisa gini?" tanya sasha dengan sesegukan.


"Ayah sama bunda kamu dimana?" tanya kinan. orangtua faiz sudah mengenal kinan,


"Kinan." panggil Mawar-bunda faiz-


"Bunda" kinan memeluk mawar dan menangis.


"Kenapa bisa seperti ini kinan?" tanya mawar yang masih menangis. Disamping mawar ada aldo-ayah faiz-


"Kamu ceritakan semuanya sama kami, kinan" ucap aldo sambil memeluk mawar dari samping.


Flashback on


kinan keluar dari alfamart. dan mendengar decitan mobil dengan keras. kinan kaget dan banyak orang yang berlari untuk melihat.


kinan berlari dan memasuki kerumunan.


"Permisi.. " kinan berusaha menerobos banyak orang.


"ada apa sih pak" tanya kinan.


"Kecelakaan mba. orangnya masih muda" jawabnya. Perasaan kinan tidak enak. dan menerobos terus sampai dia diam dan melihat darah berceceran dihadapannya.


air mata yang keluar.


"FAIIIZ!!" Teriak kinan lalu berjongkok memangku kepala faiz yang sudah berlumuran darah. jeans putih yang sudah berganti warna merah akibat cairan kental.


"Faiz! Bangun! jangan tinggalin aku" teriak kinan yang masih menangis keras


"PANGGIL AMBULAN! CEPET!" Teriak kinan pada semua orang.


"Aku mohon bertahan iz. buka mata mu dan tatap aku faiz!"


"Ki.. nan" titah faiz mencoba mengangkat tangan kanannya. kinan langsung meraih tangan faiz dan menempelkan dipipi kinan.


"Aku mohon bertahan"


"Pak cepet pa-panggil ambulan" kinan menangis keras dan meminta tolong pada sekitarnya.


"Ja-jangan na-nangis ki-nan. a-aku ga-gak su-ka ka-kamu ce-cengeng" ucapan faiz membuat kinan semakin menangis.


tuiii tuiii ambulan datang. dan langsung membawa faiz,kinan disamping faiz yang masih memegang tangan faiz "Faiz kamu bertahan ya. Kamu kuat. jangan tutup mata kamu. aku mohon" kinan menatap faiz dan memegang pipi faiz. faiz masih bisa tersenyum.


pandangan faiz mulai redup.


"Faiz jangan tutup mata kamu. aku mohon." kinan yang menepuk pelan pipi faiz. faiz tersenyum dan memandang langit langit mobil.


"faiz kamu kuat. aku mohon kamu kuat. demi aku faiz" kinan yang memeluk faiz.


Sudah berada di rumah sakit. petugas langsung menurunkan faiz dan langsung dilarikan kedalam ruang gawat darurat.


Flashback off


"Bunda. faiz pasti baik baik aja kan? iya kan bunda" tangis kinan didekapan mawar.


"Kita doakan saja supaya faiz baik baik saja ya sayang" mawar masih memeluk kinan dan menangis.


Sudah beberapa jam mereka menunggu akhirnya dokter keluar.

__ADS_1


"Dok gimana keadaan anak saya?" tanya mawar.


"Anak anda koma."


Deg!


"dia kehilangan banyak darah dan benturan keras pada kepala." badan mawar ambruk dan langsung ditangkap oleh aldo dan dibawa keruang inap.


"Gak.. faiz kamu harus bangun" tubuh kinan merosot kelantai.


"ENGGAK! FAIZ GAK BOLEH KOMA!" teriak kinan. sasha langsung memeluk kinan "kakak.. jangan gini,kak kinan harus sabar. hiks hiks" sasha yang berusaha tenang dan memeluk kinan.


"Dia harus bangun sha," ucap kinan menatap sasha.


"Kita doakan saja yang terbaik buat bang faiz kak" sasha yang sudah tidak bisa menahan air matanya.


"KINAN!" teriak mely feby olif pita dan anindy.


Mely langsung memeluk tubuh kinan,


"Dia pasti baik baik aja kan mel" kinan yang menatap mely sendu.


"Dia pasti baik kin." mely yang mulai menitihkan air matanya karena tak kuasa melihat sahabatnya. feby dan lainnya juga menangis melihat keadaan kinan.


"Kenapa tuhan gak adil sama gue mel? kenapa!" tangis kinan.


"Kenapa gak adil! disaat gue udah sayang dan cinta sama faiz! dia buat faiz gini mel! gue salah apa!" kinan terduduk dan mulai menangis keras.


"Kinan. lo tenangin diri lo dulu" pita yang memeluk kinan dari samping.


"kita doakan aja supaya faiz gak papa" lanjut feby.


"gue pamit ke ruangan tante mawar dulu" pamit anindy lalu pergi bersama sasha.


"Kenapa gak adil hidup gue pit. hiks. gue gak ngerti dengan jalan hidup gue. Pertama tuhan pisahin gue sama almer akibat jarak. dan sekarang waktu gue udah sayang sama faiz. dia buat faiz gini. apa gue gak pantes bahagia??" tangis kinan.


"Lo jangan gini kinan." ucap olif yang menangis.


tangis kinan yang semakin menjadi. Matanya yang sudah membengkak dan garis hitam disekitar mata.


Kinan bangun dan berjalan keruangan faiz.


ruangan putih, yang kinan benci.


Ia menatap seseorang yang ia sayang tengah berbaring sedang tidur lama. dengan wajah pucat. air mata kinan sudah tak bisa di bendung dan langsung memeluk faiz.


"Faiz aku mohon bangun hiks hiks"


"Jangan tinggalin aku. faiz buka mata kamu. dan liat aku" tanginya lagi.


"Faiz... "


"Aku mohon bangun. hiks hiks" faiz masih saja dengan posisinya tidak ada pergerakan apapun.


"Faiz. gue mohon bangun." lirihnya dan terduduk sambil menatap wajah faiz.


kenapa begitu sakit tuhan.


Aku sudah tau bagaimana rasanya dipisahkan dan ditinggal. Apa sekarang aku akan merasakannya untuk yang kedua kalinya?


Kinan menatap faiz sendu. air mata yang sudah tak jatuh. seakan akan habis.


Ceklek


"Kinan" lirih juna.


"Kinan" panggil juna. Kinan yang namanya terpanggil langsung menoleh.


"Juna" guman kinan. Kinan berlari kearah juna dan langsung menubruk tubuh juna. kinan memeluknya


hiks.. hiks.. kinan menangis kembali.


"Hey. Jangan nangis. Gue yakin faiz akan bangun" juna mengelus rambut kinan. damar yang tidak mengerti apa apa hanya menatap satu temannya dan pacar sahabatnya.

__ADS_1


"Gu-gue gak mau faiz pergi... " kinan yang melepas pelukannya.


"Dia gak akan pergi." juna meraup pipi kinan dengan kedua tangannya.


"Dia akan bertahan demi lo" lanjutnya.


"Lo janji dia bakal bangun?" tanya kinan menatap juna sendu.


"Iya. gue pastiin dia bangun." kinan tersenyum kecut.


"Sekarang gue anter lo pulang. dan jaga diri lo. gue gak mau kalau pacar sahabat gue jelek. Apa yang bakal faiz bilang kegue kalau pacarnya acak acakan gini?" ledek juna.


"tapi.. "


"Faiz biar damar yang jaga. temen temen lo udah gue suruh pulang." ucap juna. kinan hanya mengangguk.


"Mar. gue anter kinan pulang dulu. nanti kesini lagi" pamit juna lalu menggandeng kinan keluar rumah sakit dan pulang.


.


.


.


.


setelah juna mengantar kinan. juna langsung menuju rumah sakit.


Damar masih setia menatap sahabat nya itu.


"Mar." panggil juna,damar menoleh. juna tau damar habis menangis.


"Kita doakan aja. faiz pasti bangun" ucap juna.


"Lo kenal sama kinan?" tanya damar.


"Kenal. Dia sahabat gue" jawab juna lalu duduk di sebelah damar. damar hanya mengangguk lalu kembali menatap faiz.


"Kapan lo bangun iz? jujur gue gak mau lo kayak gini." ucap damar manatap faiz.


"Gak janji deh iz. gak bakal nonton film jepang lagi. Gue bakal stay sama lo terus. bahkan kalo lo mau, gue siap deh jadi bahan amukan lo. tapi gue mohon bangun iz. lo gak kasian sama kita? jujur iz gue kangen lo yang aktif bukan tidur tiduran kayak gini." Juna mencerna setiap ucapan damar. Ia juga merasa kehilangan sama seperti damar.


"Iz. Bangun. lo gak kasian sama kinan? Dia nangisin lo. apa lo gak kasian sama dia? lo gak punya niatan buat bangun iz." ucap juna, faiz masih betah dengan posisi tidurnya.


"He anjing. bangun. Gue mau lo yang sering tawuran. berantem. bolos. bukan tiduran gini. lembek tau gak iz. cepet lo bangun" lanjut juna entah kapan air matanya menetes.


Damar memegang bahu juna "apa almer udah tau keadaan faiz?",juna menghapus kasar air matanya "Jangan beri tau dia. Dia disana juga lagi berduka. kita kabarin nanti" lanjut juna.


ceklek


Muncul orang tua faiz dan juga kakak serta adiknya.


"Nak Damar. Nak Juna. sebaiknya kalian pulang saja. biar ayah sama bunda aja yang jagain faiz. kalian istirahat" suruh mawar.


"Tapi bun.. "


"Udah gak papa. nanti kalo ada perkembangan, bunda telvon kalian" potong mawar.


"Mm.. yaudah juna sama damar pamit pulang dulu ya bun Yah. Kalo ada apa apa telvon juna sama damar" pinta juna lalu mereka menyalami tangan aldo dan mawar lalu pamit


-------


😫😫😫


Faiz kenapa??


baper aing teh😫


simak yak simak.


budidayakan vote + komen


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2