Kinanty

Kinanty
Bagian 8


__ADS_3

Kinan yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung terkejut dengan keadaan kamarnya.


Handuk yang ia pegang untuk mengeringkan rambutnya yang basah jatuh.


oke kesabaran gue ilang!


"FEBYYYYYYYY"


"PITAAAAAAAA"


"OLIIIIIIIIIIIIIF"


"MELYYYYYYYY"


"LO SEMUA APAIN KAMAR GUE!" Teriak kinan melihat baju baju berserakan dimana mana. bantal yang dilantai. seprei yang berantakan. selimut yang tergantung di meja belajar. oke kalian bayangkan betapa pecahnya kamar kinan.


"Apa sih teriak teriak" febby dan lainnya masuk tanpa rasa berdosa.


"Heh tuyul! lo apain kamar gue hah!" sewot kinan memunguti beberapa baju yang ada di kasur.


"eh anu... anu" cengir mereka dan tanpa berdosanya hanya melihat kinan tanpa membantu.


"*** lo pada. cepet beresin atau gue buang lo di hutan seberang!" ancam kinan membuat febby pita olif dan mely segera masuk dan mulai merapihkan kamar.


15 menit


Mereka selesai merapihkan kamar dan berbaring diatas kasur.


"Capek ya" keluh feby


"Pegel tangan gue" keluh oliv


"Lagian lo berantakin kamar orang!" sewot kinan.


"Gue penasaran aja sih sama lemari lo. yaudah gue coba semua baju baju lo" cengir mely yang tampak tidak merasa bersalah.


"Kampret!" Kinan melempar bantal guling kearah wajah mely.


"Sakit ****" mely tak terima membalas pukulan kinan menggunakan bantal.


"Eh lo kok ribut sih nanti kalo kamar ini berantakan lagi lo berdua mau beresin hah!" sewot feby, kinan dan mely hanya tersenyum menampakan deretan giginya yang putih sambil membawa bantal.


"Eh Kalian kesini emang gak sekolah?" tanya kinan tiba tiba membuat semua saling tatap.


"KITAA PINDAH KEJAKARTA SEKARAAANG" ucap mereka kompak.


"Serius!!!" kinan tak kalah girang.


"Iya kata bokap gue, perusahaan dia kerja sama, sama perusahaan bokap lo. jadi gue pindak kejakarta." jelas pita.


"Nyokap bokap gue beli rumah dijakarta. Katanya biar mudah berangkat kerjanya. gak bolak balik semarang-jakarta" jelas febby lalu memeluk kinan.


"Gue sama olif kesini tapi gak sama nyokap bokap. Kita mandiri. jadi bokap gue sama bokapnya olif beliin kita apartment yang gak jauh dari sini." jelas mely


"Gue seneng banget" kinan sambil memeluk keempat sahabatnya.


"oh iya satu lagi. Kita juga sekolah di sekolah lo kin" ucap pita girang.


"Sumpah?! Aaaa gue seneng pake banget!" kinan memeluk mereka erat.


ceklek


Mereka melepas pelukan mereka karena menyadari ada orang yang membuka pintu kamar kinan. Ya! tata

__ADS_1


"Ada apa sih kayaknya seneng banget. Mama boleh ikutan gak ni" tata sambil mendekat dan duduk di kasur kinan.


"Mah mereka bakal tinggal di jakarta bareng kinan. jadi kinan gak kesepian lagi deh" Kinan sambil memeluk tata.


"mereka udah cerita kok sama mama."


"Iya udah ayo turun makan malam dulu papa udah pulang" tata berdiri diikuti kinan dan lainnya.


mereka turun dan makan bersama,sesekali mengeluarkan cerita mereka diwaktu kecil bersama. seperti hujan hujanan. main petak umpet pada saat mati lampu. bisa bayangi gimana serunya dulu.


setelah makan malam mereka naik kekamar dan tidur bersama. ukuran kamar kinan memang sangat besar. kasurnya pun besar dan empuk. muat untuk 5 orang. apalagi badan mereka yang kecil namun jangan salah walaupun badan mereka kecil soal makan mereka nomor satu.


Disini Juna,


sedang berdiri di balkon kamarnya sambil menikmati sebatang rokok. Suasana tenang yang juna impikan.


tiba tiba sebuah mobil berhenti didepan rumah juna.


si curut kesini


Batin juna lalu mematikan benda racun itu.


tok tok


"Juna, Dibawah ada temen temen kamu. ayo turun nak" teriak Nana--Bunda juna. juna berjalan mendekat dan membuka pintu.


"Kamu habis rokok ya" Tanya nana yang hanya mendapat cengiran dari juna.


"Yaudah turun gih. itu faiz damar sama almer udah dibawah" nana akhirnya turun diikutk juna.


"Ngapain lo pada kerumah gue" juna yang duduk disamping damar.


"Aelah. sinis banget sih" damar yang mencolek dagu juna membuat juna bergidik ngeri dan pindah tempat duduk.


"Tampang aja yang kaya" cletuk juna.


"Pinjem charger" almer sambil mengangkat satu kakinya dan menompang di satu kaki lainnya.


"yang punya rumah siapa sih. berasa pembantu tau gak" Sewot juna lalu bangkit untuk mengambil charger untuk almer. Juna datang sambil membawa charger dan benerapa stik Gamenya.


"Nih" juna menyerahkan charger ke arah almer.


"Ps yuk" ajak juna, Faiz dan damar langsung mengambil stik dari tangan juna.


Mereka semua sibuk dengan stik PS nya.


"Mampus lo iz," umpat damar fokus pada layar.


"Gue bales lo mar. Karma nunggu!" cletuk faiz. Almer dan juna fokus pada stik dan layarnya tidak mengeluarkan umpatan umpatan seperti juna dan faiz.


Driit ponsel bunyi.


juna sibuk dengan stiknya namun telingannya masih berfungsi. ia mendengar suara ponsel bunyi. ia melirik almer sekilas "Hp lo bunyi mer" Almer bangkit dan mengambil ponselnya.


"Gue cabut!" almer mengambil jaket dan langsung berlari.


"Kamer kenapa?" tanya Faiz pada juna. juna hanya mengedikan bahunya.


Mereka sibuk dengan stik PS masing masing. sampe mereka lupa kalau sudah jam 01.00


"balik yuk iz. mata gue udah 5 watt" Damar sambila mengucek ngucek matanya.


"Gue balik dulu jun" pamit faiz

__ADS_1


"Oke. Hati hati dengan hati bro. eh maksud gue hati hati dijalan" cengir juna.


"Dasar bocah cinta" omel damar yang sudah benar benar ngantuk.


Mereka melajukan motornya dengan kecepatan penuh untung saja jalanan sepi. Juna masuk dan mengunci pintu lalu kekamar.


Juna mengotak atik ponselnya dan mencari nama kinan. jangan tanya juna mendapat nomor kinan dari siapa. yang penting bukan dari gosokan ale ale.


besok pagi aku jemput kamu.


Nice dream kinanty❤


Setelah mengirim pesan ke kinan. Juna mematikan lampu dan tidur.


.


.


.


06.00 juna terbangun karena suara bising dari bawah, Ya! mama papa nya juna Nana dan Ferdy.


juna keluar kamar dan berdiri didepan kamar belum menuruni tangga.


"SEHARUSNYA KAMU TAU! KAMU SUDAH PUNYA ANAK FER! KAMU SUDAH PUNYA ISTRI! BISA BISANYA KAMU SELINGKUH TANPA MEMIKIRKAN NASIB ANAKMU!" teriak Nana.


"AKU SEPERTI INI JUGA KARENAMU! YANG SIBUK DIDUNIA KERJAMU TANPA MEMIKIRKAN JUNA YANG MASIH BUTUH KASIH SAYANG SEORANG IBU!" ferdy membalas omongan nana. Juna menatap kedua orangtuanya nanar. Kedua matanya mulai panas. Satu buliran air mata jatuh langsung juna hilangkan.


"CUKUP AKU YANG KERJA! KAMU TAK USAH!" bentak ferdy pada nana. juna sudah tak sanggup mendengar pertingkaian ini. semalam baik baik saja namun kenapa pagi ini begini?


"AKU TAK MENGERTI JALAN FIKIRANMU! bersenang senanglah kau dengan wanita ****** dikantormu itu! Akan ku ajukan surat perceraian untukmu!" Nana yang sudah menangis hebat dan tanpa sadar sudah mengatakan kata cerai yang tidak boleh untuk main main.


Juna yang sudah tak bisa mengontrol emosinya langsung turun dan menghentikan pertengkaran ini. "STOP! GUE BILANG STOP!" bentak juna.


Nana dan ferdy menoleh pada juna. Melihat putra semata wayangnya tengah berdiri ditengah tengah pertengkaran mereka. tak seharusnya mereka bertengkar dipagi pagi buta seperti ini! apalagi ada juna disini.


Nana mendekat dan hendak memeluk juna namun juna mengangkat telapak tangannya mengisyaratkan 'tidak'


"kalian mau cerai? Cerai lah! gue akan pindah dan gak sudi lagi tinggal dirumah ini!" nada bicara juna yang datar tanpa marah namun menunjukan kekecewaan yang mendalam. Nana menutup mulutnya dengan tangannya.


"Ma-ma ma tidak bermaksud begitu nak. dengarkan mama mu ini" nana yang menangis hendak memeluk juna,namun juna menggeleng gelengkan kepala 'tidak menyangka' lalu berlari menaiki tangga kekamarnya.


Nana dan ferdy terus terusan mengetok pintu kamar juna.


"Junaa dengerin mama ngomong dulu nak... "


"Junaa papa mohon keluarlah"


begitulah rengekan kedua orang tua juna. Juna muak dengan keadaan ini! dia tidak menginginkan seperti ini! Juna mengambil tas dan juga kontak motornya lalu membuka pintu kamarnya.


Ceklek sudah ada kedua orangtua juna. namun juna mengabaikan dan langsung pergi tanpa mengucap kata apapun.


Hatinya sakit! melihat 2 orang yang amat dia sayang harus beradu bentrok. Juna menangis saat berkendara lalu langsung menghapus kasar air matanya karena sudah sampai dirumah kinan. juna segera melihat kedua matanya lewat spion agar kinan tak curiga kalau juna habis menangis.


-----


Bwang dedek mau nangis :(


pinjemin pundak abwang dong


hhhe.. Gimana feel nya? kasian ya abang juna. semoga aja dia gak kabur kemana pun. kecuali kalo kaburnya ke hati author sih gak papa lah yaa :v


jangan lupa vote guys. komennya

__ADS_1


Happy Reading :)


__ADS_2