Kinanty

Kinanty
Bagian 6


__ADS_3

kriiing istirahat tiba. kinan memasukan bukunya dilaci dan tidak berniat kekantin.


"Kin ayo kantin." ajak nindy.


"Gak ah. males" kinan membuka ponselnya.


"Ih yaudah gue kantin duluan yah. laper soalnya" kinan hanya mengangguk dan nindy pergi meninggalkan kelas.


kelas sepi hanya beberapa anak yang ada didalamnya.


Kinan bangkit hendak keperpus,namun


brukk! seseorang menabrak kinan hingga kinan terjatuh.


"Aww" rintih kinan sesekali memegang bokongnya yang sakit.


"Sorry sorry gue gak sengaja sumpah" ucapnya lalu jongkok disamping kinan. "Lo gak papa?" lanjutnya.


kinan menatapnya lama.


"woy! lo gak papa?" tanya nya lagi.


"gak" ketus kinan lalu bangkit sambil memegang bokongnya yang sakit.


"gue gak sengaja sumpah. lagian lo tiba tiba nongol didepan kelas waktu gue lari."


"kok lo nyalain gue?" sewot kinan.


"Hehe gak gak. Nama lo siapa?" tanya nya.


"Kinanty" jawab kinan


"gue faiz alfarizi." faiz yang tiba tiba menarik tangan kinan lalu menggenggamnya. kinan hanya menatap faiz.


suka


batin kinan.


"lo mau kemana?" tanya faiz lalu melepas tangan kinan.


"perpus"


"Yaudah ayo" faiz menarik tangan kinan lalu berjalan bersama. sementara kinan menatap faiz dengan tatapan beda dengan siapapun.


"Sampe"


"Kok lo bengong mulu sih" lanjut faiz. kinan sadar.


"e-eh gak. Yaudah gue masuk" pamit kinan. faiz mengacak acak poni kinan.


"lucu" pamit faiz lalu meninggalkan kinan diperpustakaan.


kenapa lo begitu mirip sama dia?


Batin kinan. lalu masuk ke perpustakaan.


disisi lain juna sedang mencari kinan di kelas kinan namun nihin,kinan tidak ada.


"Ki. Lo liat kinan gak" tanya juna pada kiki ketua kelas dikelas kinan.


"Tadi sih jalan kearah perpustakaan. tapi gak tau" jelas kiki.


Juna berlari kearah perpustakaan. rambut yang bergoyang karena angin membuat para cewek tambah tambah menyukai juna. Juna berhenti didepan perpus. dan Ya! dia melihat kinan. juna tersenyum dan masuk.


"Sendirian aja"

__ADS_1


kinan menoleh kearah suara dan ya juna.


"Eh iya" jawab kinan lalu mengalihkan pandangan ke novelnya.


"Ikut yuk" ajak juna lalu menarik tangan kinan lembut. kinan berdiri mengikuti juna. Mereka berhenti ditengah tengah lapangan basket.


"Juna ngapain disini?" tanya kinan menatap kearah lapangan. Tatapan sinis mengarah ke kinan.


"Gue emang gak tau gimana caranya menyatakan perasaan secara romantis. Gue bahkan belum pernah menyatakan ini pada cewek manapun."


"gue gak bisa kaya dilan dengan seribu kata kata indahnya. bahkan gue gak tau gimana caranya ngomong."


"Sejak pertama gue ketemu lo. Gue rasain aneh. gue rasain gimana detak jantung gue berdetak hebat. saat gue pegang tangan lo, keringet dingin turun. Detak jantung yang mulai berdegup kencang. ya ini mungkin lebay tapi baru pertama kali gue rasain ini sama lo. cewek pertama yang udah buat gue merasakan hal ini."


Kinan tidak mengerti apa maksud juna. kinan hanya mendengarkan apapun kata yang diucapkan juna. sampai akhirnya.....


"Kinanty audrelia. Gue suka sama lo."


Deg!


"Lo mau jadi pacar gue?"


Juna nembak gue?


kinan bingung hendak menjawab. kinan menutup matanya sebentar.


lalu membuka kembali matanya dan..


"Ya!"


"Ya? gue gak salah denger"


Kinan hanya menggeleng kepalanya dan menunduk malu.


juna tersenyum lalu menarik tangan kinan. Teriakan histeris dari kaum hawa membuat kinan malu setengah mati. bayangkan saja juna mengklaimnya ditengah tengah lapangan basket diwaktu istirahat.


gue gak terima


begitulah komentar mereka.


Juna berjalan kearah taman belakang sekolah diikuti kinan. tangan juna bahkan tak lepas sedari tadi.


Mereka duduk di bangku taman.


"Kinan" panggil juna. kinan menatap juna "Ya?"


juna bangkit dan jongkok didepan kinan.


"Juna lo ngapain sih" kinan yang risih karena juna duduk didepannya.


"Udah lo duduk aja." juna mengambil sesuatu di dalam saku celananya.


cincin?


"Gue bahkan gak tau bunga apa yang lo suka." juna memasangkan cincin putih yang indah dengan tulisan kinanty dijari tengahnya.


"Suatu hari nanti gue bakal pasangin cincin emas dijari manis lo." juna yang menatap kinan sambil tersenyum.


"makasih juna" kinan membalas senyuman juna.


"Kekelas" ajak juna lalu menggandeng tangan kinan menuju kelasnya.


semua tatapan orang bahkan tak lepas dari dirinya dan juna.


pingin gue colok tuh mata

__ADS_1


batin kinan.


"Belajar yang bener. Jangan bolos ya" juna sambil mengacak acak poni kinan.


kinan tersenyum lalu masuk kelas.


"Ciee gue bilang apa? Gak lama lagi dia nembak lo. dan bener kan apa kata gue. dia nembak lo ditengah lapangan lagi." ledek nindy.


"Udah diem lo" sewot kinan.


Tapi kenapa rasanya kok beda


Batin kinan. Melamun.


BRAAK!


kinan tersadar dari lamunannya.


"Gak tau diri banget sih lo!" bentaknya


Ya chika!


"Mau lo apa sih! Gue udah pernah bilang jangan pernah deketin juna! juna itu cuman punya chika!" bentak chika. Kinan diam.


"Punya mulut kan! Ngomong!" bentaknya lagi.


"Mau lo apasih" kinan mulai bicara dan menatap chika.


"Putusin Juna!"


"Kalo gue gak mau gimana?"


Chika tersenyum licik dan


Plak! Chika menampar pipi kiri Kinan. kinan memegang pipinya yang merah.


"Chika!" teriak nindy.


"Diem lo pengkhianat!" sinis chika ke nindy.


"Gue udah pernah bilang kalo gue bukan pengkhianat!" nindy tak kalah dengan chika.


"Cuman sahabat pengkhianat yang berani ngambil pacar sahabatnya! termasuk lo Anindy!" chika menatap nindy sinis. Kinan hanya bisa diam dan memegang pipinya yang panas.


"Pergi lo dari kelas gue!" bentak nindy.


"Kita liat gimana lo bisa tenang sekolah disini kinan!" Bisik chika ditelinga kinan lalu pergi.


kinan duduk dan memegangi lututnya.


"Udah lo gak usah masukin hati soal omongan chika tadi." nindy memegang punggung kinan.


"Lo sahabatan sama chika?" tanya kinan menoleh nindy. Nindy diam dan mengalihkan pandangannya.


"Kalo lo gak cerita juga gak papa nin. gue gak kepo kok" kinan tersenyum kearah nindy.


"Iya dulu gue sahabatan sama chika. dia dulu baik sama semua orang kaya lo. Tapi kejadian satu tahun lalu chika berubah. Chika pacaran sama farhan. gue awalnya gak tau dia pacaran sama farhan. Farhan nembak gue terus gue terima memang dari dulu gue suka sama dia. akhirnya gue sama farhan pacaran. Gue jalan sama farhan,chika liat. Awalnya gue niat ngenalin farhan tapi tatapan farhan ke chika beda. Akhirnya gue diem dan ya chika nampar gue. setelah kejadian itu chika memutuskan persahabatan kita tanpa mau dengerin penjelasan gue terlebih dahulu" jelas nindy menahan air matanya.


"Lo sabar ya. gue yakin nanti chika mau sahabatan lagi sama lo" kinan memeluk nindy.


"Gak akan. Dia benci banget sama gue kin."


"Gak. Pasti nanti dia bakalan mau dengerin penjelasan lo dan mau sahabatan lagi kayak dulu" kinan menatap nindy lalu mereka tersenyum.


"Makasih kin" nindy membalas pelukan kinan.

__ADS_1


----------


Disebuah persahabatan pasti ada halangan tersendiri.


__ADS_2