
Kinan keluar rumah dan akan pergi kesekolah.
tin tin
kinan menoleh. mobil faiz. ia kira faiz akan membencinya namun tidak. faiz keluar dan menghampiri kinan.
"udah?" tanya faiz. kinan tersenyum dan mengangguk.
"Yaudah ayo berangkat." faiz mengambil tangan kinan lalu menggengam erat menuju mobil.
faiz masuk. faiz menyalahkan musik agak tidak hening.
jika teringat tentang dikau jauh dimata dekat dihati...
sempat berfikir tuk mencoba walau berat akan kujalani...
kinan mulai menikmati musiknya dan bernyanyi.
Tak ada niat untuk selama nya pergi [kinan dan Faiz]
kinan tersenyum saat faiz juga mulai bernyanyi
Jika memang masih bisa mulutku berbicara santun kata yang ingin terucap kan ku dengar caci dan puji dirimu padaku [kinan dan faiz]
kinan menatap faiz sama halnya dengan faiz mereka tersenyum bahagia.
Kita masih mudah dalam mencari keputusan
Maafkan daku ingin kembali
Seumpama ada jalan tuk kembali
Kinan dan faiz mengakhiri musik dengan tertawa bahagia.
"Akan ada kebahagian diakhir cerita yang pahit. jangan berfikir kepahitan adalah akhir segalanya. namun bangkit dan jadikan sekitar sebuah kebahagiaan jangan pernah terbawa suasana."
Mereka berjalan melewati koridor dengan tawa. sesekali faiz menggoda kinan. namun akhirnya tertawa bersama. pasang mata pun tak lepas dari tatapan kearah faiz dan kinan.
"Jangan lupa masuk kelas. jangan banyak bolos" sindir kinan pada faiz. faiz hanya tertawa sambil menggaruk kepalanya.
"Iya sayangnya paiz" pipi kinan merona akibat ucapan faiz.
"Udah sana masuk" suruh faiz akhirnya kinan masuk dan faiz berjalan ke kelasnya.
"Aduh gue iri banget sama kalian. mana pacar gue belum kesini lagi" gerutu mely.
"Siapa? pian? emang mau ngapain dia kesini?" tanya feby
"Mau nemuin gue dong. Btw sebentar lagi kan dia Lulus nih. pasti bakal lanjut. nah pasti dia kesini." cerocos mely dengan senyum nya.
"serah lo mel" Ucap feby.
"Jadi makin keket aja sama bang faiz" goda nindy.
"Apaan sih nin" balas kinan
mely duduk disebelah kinan "Baik baik lah ya sama faiz."
kinan menoleh dan hanya mengangguk.
"Mm.. Lo udah move on?" tanya olif
"Aww sakit pita" pita mencubit lengan olif
"Lagian lo tanya disituasi salah! kinan itu lagi bahagia tau gak!" sewot pita
"Iya iya sorry"
"Mm.. gue coba buka hati gue sama faiz. tapi gue belum sepenuhnya bisa lupain dia" jawab kinan sambil mencoret coret buku nya.
"Yaudah lah gak usah bahas itu. yang penting sekarang lo udah seneng" mely mencubit pipi kinan dan memeluknya.
Melupakan sebuah kenangan yang sangat berarti itu sulit,tak mudah seperti kertas yang diberi air lalu hanyut bersamanya.
Faiz masuk kedalam kelasnya dan menaruh tas yang tadi ia sampirkan di tangan kanannya. Ia duduk disamping Almer dan menyenderkan punggunya dikursi,kaki nya ia naikkan di meja. Tak peduli sekitar. memang kebiasaan faiz begitu.
"Tumben lo udah berangkat" Tanya Almer
__ADS_1
"Gue berangkat sama cewek gue. gak afdol dong kalo berangkat sama cewek tapi terlat" balas faiz santai dan melipat tangannya didada.
"Si kutu kupret belum dateng?" tanya faiz pada Almer. Almer hanya mengedikan bahunya.
"SELAMAT PAGI EVERYBODY!" teriak seseorang yang baru saja masuk. siapa lagi kalau bukan damar? diikuti satu ekor damar,ya Juna.
"Berisik!" Kata Almer
"Suka suka dong! mulut mulut gue gitulOh" balas damar sambil menekan kata loh.
"Mulut lo bau bangke ****!" balas faiz sambil menutup hidungnya. Damar mengerutkan bibirnya dan membuang nafas didepan tangannya dan dihirup sendiri "Gak bau kok. ngaco lo! cakep cakep gini gue juga sering sikat gigi. satu hari 10 kali" damar dengan menunjukan cengirannya.
"*****. gue jamin bulu sikat gigi lo ancur kalo lo pake" kekeh juna.
"Iya. sampe sampe sehari gue ganti bisa 2 atau 3 sikap gigi" balas damar membuat kekeh semua. tentu saja semua itu hanya lelucon. anggap saja guyonan pagi.
Bel masuk bunyi. semua siswa masuk kekelas diikuti bu Sri--Guru Math menyebalkan sekaligus wali kelas--
Semua siswa yang diajar bu Sri pasti mengeluh. Sekaligus murid yang sudah pintar matematika sejak smp pun kalau sudah bertemu dengan guru ini pasti akan nyerah. dia memilih kembali ke smp daripada diajar oleh guru ini. bagaimana tidak? Semua pelajaran yang mencangkup materi ujian tidak ada yang paham dengan penjelasannya. mungkin salah pemerintah. sudah jelas guru itu ngambil jurusan bahasa kenapa disuruh ngajar matematika??
Mustahil!
Bu sri mulai menjelaskan trigonometri ya sin cos tan. apa itu? entahlah faiz tak pernah mendengarkan. Juna Damar tidur. Almer yang notabene nya murid pandai itu pun memilih tidur. Apalah daya faiz? Dia memilih tidur mengikuti ketiga sahabat soak nya itu. Tak memikirkan ocehan bu unyil itu. Bu unyil sebutan dari bu sri karena tubuhnya yang pendek dan agak gemuk.
Mereka terlelap di kelasnya,dan
Brak! Juna faiz damar dan Almer kaget sampai mereka bangun dan berdiri dengan mata yang masih belum membuka.
"KALIAN TIDUR DIJAM SAYA?!" tanya bu sri
"Molor" jawab faiz enteng.
"Cuci muka kalian dan kembali kekelas!" suruh nya. Faiz dan lainnya sudah mulai sadar. "Masih pagi! kenapa kalian tidur? semalam tidur jam berapa hah!" bentaknya.
"saya tidur lebih awal kok bu" jawab Damar.
"Lalu kenapa kamu tidur di pagi pagi buta?!"
"Yah karena ibu dongeng didepan jadi saya tidur sama dongengan ibu" jawab damar santai.
"Lah ibu menerangkan apa? dari pertemuan kemarin ibu bahas materi itu terus tapi gak pernah bisa dipahami" balas faiz dengan santainya.
"Issh! Kalian yang tidak memperhatikan ibu! jadi kalian tidak mengerti!"
"Tanya saja sama si kamer,murid pintar ibu. apakah dia paham bu?" tanya Juna.
"Kamu paham kan almer?" tanya bu sri. almer hanya menggeleng "Kamu sama saja dengan temanmu" kata bu sri.
"Kalian lari lapangan 5 putaran! sekarang" suruh bu sri.
"Katanya suruh cuci muka" gerutu juna. "Juna! kamu itu ketua osis! harusnya kamu itu mencontohkan yang baik! bukannya malah menjerumuskan yang negatif!" ceramahnya. Juna hanya memutar bola matanya malas.
"Sekarang kalian lari dan ya bersihkan sampah yang ada dilapangan juga. sekarang!" suruh bu sri.
"Iya bu" jawab mereka berempat. mereka keluar dan akhirnya berlari.
"Dasar anak anak sekarang gak tau sopan santun" oceh bu sri selepas juna dan lainnya keluar.
Sementara mereka?
"Mending disuruh lari daripada disuruh dengerin penjelasan bodoh yang gak pernah sampe otak" kata faiz sambil lari
"Itu guru jurusan bahasa tapi ko ngajar matematika? sedeng tuh menjerumuskan siswa siswa agar lebih ***** itumah" balas damar.
"Anjing. lapangan basket udah kaya tempat sampah" gerutu almer saat melihat sampah berserakan.
"Udah lah habis ini kita kerooftop aja. gak usah balik kelas. males gue" usul juna.
"Lo ketos apaan sih jun. Sekolah nyesel gak ya pilih ketos soak kayak lo" ledek Damar.
"Eiits jangan salah. gue jadi ketos disini juga bermanfaat bro. Selain bisa makan gue juga bisa bikin proposan" bangganya
"*****! apa hubungannya makan sama proposal?" balas faiz.
"Gak ada" cengir juna
"**** dipelihara" sindir Almer.
__ADS_1
"Yang penting ganteng. ya gak mar" juna menyenggol lengan damar.
"Sesuka lo jun" Ucap damar lalu menyalip semuanya.
setelah mereka berlari dan membersihkan lapangan. mereka langsunh ke rooftop,tidak masuk kelas. di rooftop sudah ada Almer dan juna. sedangkan faiz dan damar kekantin untuk membeli minum.
"Mm.. Al lo pernah gak rasain jatuh cinta sampai takut kehilangan?" tanya juna tiba tiba membuat lamunan almer buyar.
"Kenapa lo tanya gitu?" balas almer menatap juna.
"Gue tanya ****. pernah gak?" ulangnya
"Pernah" singkat Almer.
"Terus sekarang gimana?" tanya juna lagi.
"Apanya"
"Sekarang cinta lo gimana? apa lo masih dengan cewek lo itu atau ya lo tau"
"Gak"
"Gak? maksud lo?"
"Gue kehilangan dia. dan gue udah gak pernah ketemu sama dia." jawab almer masih dengan wajah datarnya
"kehilangan?" tanya juna bingung. Almer hanya mengangguk.
"Cewek lo meninggal maksud lo?" juna meyakinkan almer.
"Bukan! Maksud gue, gue kehilangan dia. sekarang gue sama dia udah gak pernah ketemu lagi sejak gue dipindahin ke belanda waktu smp dulu. Gue mutusin dia. padahal gue gak mau pisah sama dia. karna kata ayah gue, gue bakal pindah kewarganegaraan dibelanda tapi nyatanya? gue pulang kesini. kalo gue tau bakal pulang dan gak menetap disana. gue gak akan pernah mutusin dia." jelas almer
"Lo kan udah disini,kenapa lo gak susulin dia?" usul juna
"Gue udah pernah susulin dia,samperin rumah dia tapi keluarganya gak pernah mau bilang dia dimana. karena waktu gue putusin dia. dia frustasi banget dan gak pernah mau makan ataupun lainnya. itu pun kata neneknya. dan ya sudah setahun lebih lamanya gue gak pernah ketemu sama dia."
baru pertama kalinya juna mendengar almer bicara panjang.
"Lo rindu?" tanya juna
"Rindu? Pasti! Gue dibelanda gak pernah betah disana. Gue terus memikirkan nya. Dia cinta pertama gue. Dia selalu ada buat gue. dan sampai akhirnya tuhan memilih agar kita sama sama melepaskan dan berjauhan seperti sekarang" jawab almer sendu.
"Cinta pertama memang sulit ya dilupain. gak semudah lo tiup lilin" juna tersenyum getir.
"Lo tenang aja gue yakin pasti suatu saat nanti lo bakal temuin cewek lo itu. gue yakin. Tuhan pasti sedang merencanakan skenario yang indah buat lo."
"Sok bijak lo" ledek almer.
"Yee gue serius." balasnya.
"Siapa nama cewek lo itu?" lanjut juna
"Kepo!" balas almer membuat juna sewot. Almer melihat wajah juna tertawa lepas. "Namanya Kin---"
"Woy!" potong damar dan faiz.
"Tadi ada masalah dikit makanya lama" jelas faiz
"gue gak nanya" ketus almer.
"*** lo mer!" sewot faiz.
"Masalah apaan?" tanya juna.
"Itu burung si damar kejepit resleting makanya lama. HAHAAA" tawa faiz.
"Apaan sih lo! orang gak sengaja. Gue mau pipis gue lupa kalo gue laki eh gue tongkrong" polos damar.
"*****!!" Sontak mereka tertawa dengan kekonyolan Damar
------
Happy Reading 🤗
Halooo back yaa.
udah lama gak post😅
__ADS_1