Kinanty

Kinanty
Bagian 29


__ADS_3

Kinan mengerjapkan matanya, remang remang.


Kinan memegang kepalanya yang masih pusing.


Kinan hendak bangkit, "Lo tiduran aja kin." suara pita.


"Lo udah gak papa kin?" tanya mely duduk di samping kinan.


"Masih ada yang sakit?" lanjut anindy.


kinan tersenyum melihat kekhawatiran sahabatnya


"Jawab ***! malah senyam senyum?" sambar olif.


"Kayaknya dia gila deh. gara gara tuh bola kinan jadi agak geser" lanjut pita.


"Gue gak papa" balas kinan.


"Syukurlah" lega semuanya.


"kalian tau? kalau----"


"Almer sekolah disini?" lanjut feby memotong pembicaraan kinan


"Lo tau?" feby dan semuanya mengangguk.


"dari anindy" lanjut mely.


"Sekarang al dimana?" tanya kinan.


"di ruang Bk sama juna" lanjut olif.


"Gue harus kesana!" kinan bangkit dan berlari.


"KINAAN!" Teriak semua.


kinan berlari keruang Bk. kinan melihat almer dan juna disidang oleh guru guru.


"Kamu juna! kamu itu ketua osis sekarang! Tapi kelakuan kamu itu seperti bukan osis yang bener! dan kamu Kamir!"


"Almer bu" sambung almer tak terima.


"itu maksud ibu, dan kamu almer! kamu itu anak pemilik sekolah disini! Jangan karena kamu anak pemilik sekolah kamu bisa seenaknya!" bentak bu sus.


anak pemilik sekolah? batin kinan


"Dia yang mukul saya kok" almer menatap juna sinis.


"Kok lo nuduh gue sih! harusnya itu lo. lempar bola basket kencengan!" juna tidak terima.


"Kalo gue pelan nanti dikira gue cowok jadi jadian. jadi gue gak terima." almer masih menanggapi dengan tenang.


"Sudah sudah! sekarang kalian minta maaf!" suruh bu sus,almer dan juna hanya saling tatap. tanpa meminta maaf.


"Kalian budek atau tuli?" lanjut bu sus.


"Sama aja" guman juna.


"Cepet kalian maafan atau----"


"GUE MINTA MAAF!" ucap almer dan juna barengan.


Mereka tau kalau bu sus mengancam. ia akan dapat masalah besar.


"Nah gitu dong daritadi. sekarang kalian pelukan" suruh bu sus.


"Ih kagak bu. nanti saya rabies" ucap juna.


"Yee emang gue mau!" balas almer.

__ADS_1


sungguh kinan ingin tertawa melihat pertingkaian mereka berdua.


"saya masih waras bu. gak homo" lanjut almer.


"Saya juga bukan tinki wingki, dipsi, lala ataupun poo bu. jadi saya gak mau pelukan. mending saja peluk mbak mbak yang dijalanan sekseeh itu bu" lawak juna.


"Setres! demen kok sama cewek jadi jadian." sinis almer lalu keluar.


"Bilang aja lo iri kampret!" juna akhirnya keluar.


Juna dan almer menatap kinan. begitu juga kinan. Damar yang disitu hanya jadi penonton. seperti film film cinta segitiga gituh. antara almer kinan dan juna.


"selesaiin masalah ini sekarang juga" suruh kinan.


"Masalah apa?" balas juna dan almer.


"Aku mau kalian sahabatan lagi" pinta kinan. juna dan almer hanya saling memandang kemudian mengalihkan pandangan.


"Almer aku mohon." pinta kinan.


"Juna. aku mohon dengerin almer dulu" pinta kinan pada juna.


mereka sudah berada di taman belakang.


"Almer sekarang jelasin semuanya ke juna" kinan berdiri di depan mereka


"Gue cerita gini karena kinan" ucap almer. lalu menceritakan pada juna bahwa kinan adalah cinta yang selama ini ia ceritakan pada juna faiz dan damar waktu smp. namun karena smp mereka beda,mereka belum pernah bertemu dengan kinan. sampai akhirnya almer memutuskan kinan karena orang tuanya akan pindah kebelanda.


"Gue bahkan gak tau pacar lo dan faiz itu kinan." lanjut almer. juna hanya mengangguk mengerti. karena juna juga tidak bicara pada sahabatnya telah berpacaran dengan kinan.


"Kok gue berasa jadi penonton serial drama ya. tapi bukan drama korea" lanjut damar.


"lo diem bancet" suruh juna.


"Mmm.. kalo gitu sorry ya al. gue udah salah faham sama lo. dan gue juga minta maaf sama lo kin. karena omongan gue" juna merasa bersalah pada almer dan kinan.


"Udah gak papa. Yang penting kalian udah baikan dan mau jadi sahabat lagi kan?"


"Gue juga" sambung damar.


"gue gak tanya lo dodol!" damar mengerutkan bibirnya.


"Hehe. sekarang kalian bertiga tetep sahabat" sahut kinan.


akhirnya mereka bercanda bersama. sampai mereka tidak sadar bahwa ada seseorang yang mengawasinya.


"Lo bebas tertawa. sekarang. tapi tidak untuk besok. kinan"


.


.


.


"Gue balik dulu ya" pamit kinan.


"sama siapa?" tanya mely


"Almer"


"Mmm.. gue tanya sekarang status lo sama almer apa?" tanya pita.


"Gue juga gak tau" jawab kinan jujur. emang jujur saja semenjak ketemu mereka bahkan tidak mengerti status mereka apa? mantan? sahabat? atau mantan jadi sahabat?


"Gue pulang dulu. al udah didepan" kinan berjalan dan menghampiri almer.


"Udah?" tanya almer dibalas anggukan oleh kinan. mereka berjalan bersama dan pulang bersama.


Olif pov

__ADS_1


olif merapihkan bukunya dan segera keluar.


"Gue pulang dulu ya" pamit olif setelah kinan


"Gak mau bareng lif?" tawar feby


"Gak feb." olif pamit dan keluar kelas. olif menuruni tangga. dan berjalan sendiri. Keadaan sekolah yang lumayan sepi. tinggal menyisahkan anak osis.


Olif berjalan melewati koridor kelas hendak menuju parkiran, tiba didepan ruang osis tubuh olif ambruk.


"Sorry" ucapnya.


"Kalo jalan liat li---at. lo!" tunjuk olif dengan telunjuknya. Juna menurunkan telunjuk olif "Gue kan udah minta maaf" lanjutnya.


olif langsung saja melangkah tanpa memikirkan juna. sampai tas ransel olif ditarik hingga badan olif terlanyut ke belakang.


juna menarik tas olif.


"Apaan sih!" sewot olif menatap juna.


"Lo maafin gue kan?"


yaampun masalah secuil bro! batin olif.


"Iya! udah gue mau pulang" bentak olif.


"yaudah sana pulang" usir juna.


"Heloo! gue gak bisa pulang kalo lo masih pegang tas gue dodol!" sewot olif lalu juna melepas tas olif lalu menapakan giginya.


"Aneh!" guman olif masih didengar juna. dan melangkah.


"Lo bilang gue apa? aneh?!" geram juna tiba tiba didepan olif.


"Issh! apaan sih lo. gue mau pulang! keburu ujan! minggir!" sewot olif lalu mengambil jalur kiri. namun juna mengikuti. olif berjalan kekanan. dan sama. juna masih mengikuti.


"Eh kutu! mau lo apaan sih!" olif semakin sewot dibuatnya.


"Gue maunya..... Lo!"


DEG! Ada ban meletus kah? gak ada angin gak ada petir. juna mengatakan hal itu.


"Siapin mental lo. karena gue akan ganggu hidup lo" bisik juna ditelinga olif lalu


cup


juna mencium pipi olif. lalu pergi. membuat olif diam tak bergerak memikirkan tindakan juna. sampai


1 detik


2 detik


3 detik


"WAJUNAAAA FATINOOOO! GUE BENCI LO!"


Olif memegang pipinya lalu berlari.


Author pov


juna terkekeh melihat kelakuan olif itu lalu tersenyum hangat mengingat dimana ia menciumnya.


-------


Haloo readers.


back yaa :)


post malem,

__ADS_1


Huhuu ada olif sama juna. setuju gak? :v


__ADS_2