Kinanty

Kinanty
Bagian 32


__ADS_3

Faiz, juna, damar, almer,dan kinan sedang asik mengobrol di ruangan faiz.


Ceklek


"Faiz kamu gak pa---pa kalian?"


"Pita"


"Kinan"


ucap mereka bersamaan.


semua hening. Kinan menatap tajam kearah faiz, terutama pita.


"Ada yang perlu lo jelasin pit?" tanya kinan.


"Mmmm.... " pita menoleh kearah faiz. sedangkan faiz hanya mengedikan bahunya. menyebalkan begitu lah batin pita.


"Gini... Gue emang tau kalau faiz masih idup. tapi gue gak kasih tau lo karna tuh anak yang gak mau gue kasih tau" pita menunjuk faiz. si faiz hanya menunjukan deretan giginya yang putih.


"maaf ya kinan. maaf" rengek pita memegang tangan kinan. Kinan pura pura mikir "mmm.. maafin gak ya?" ledek kinan.


"Kinan maaf" rengeknya lagi. Kinan menatap pita lalu tersenyum "gue maafin kok" kinan memeluk pita.


"Mmm tapi lo harus janji" ucap kinan. Pita mengerutkan keningnya "Apa?"


"Lo harus jagain Faiz!" tegasnya. pita tak bisa berkata apa apa. ia melirik ke faiz dan "DEAL!" tentu bukan pita tapi Faiz.


"Ceilee semangat banget bro" ledek Damar.


memang, jujur saya faiz memang sudah jatuh hati pada teman kinan. Pita.


bukan bermaksud untuk menyepik teman kinan. tapi memang sudah perasaan mau gimana lagi toh?


Daripada nunggu kepastian dari orang yang gak cinta sama kita. mending kita cari orang yang beneran sayang aja.


Faiz menatap pita lalu tersenyum hangat. Begitupun pita.


"Mmm... gue pertimbangin" ucap pita membuat senyum faiz pudar


Pita pov


pita sudah berada di taman. sendiri


pita menopang dagunya dengan tangan diatas meja. melamun.


Flashback on


Pita berjalan dilorong rumah sakit. Hari ini ia menjenguk kakeknya yang dirumah sakit. sebelum ia masuk keruangan kakeknya.


Braakk!


Pita menoleh dan berbalik


seseorang tengah jatuh dari kursi rodanya. pita segera mendekat dan membantu nya untuk duduk.


"Lain kali hati ha......ti Faiz!" kaget pita lalu mundur.


"bu-bukannya lo udah----"


"Mati maksud lo?" sambung faiz. Pita hanya mengerutkan keningnya.


"Lo pita kan? temennya Kinan?" tanya faiz. pita mengangguk.


"Saudara faiz harap masuk ruangan." salah satu perawat menghampiri faiz dan pita.


"Lo mau ngapain?" tanya pita pada faiz.


"Terapi"


"Mm.. yaudah gue duluan ya" pamit pita tapi faiz menahan lengannya.


"Kenapa?" tanya pita.


"Mmm.. lo--mau gak temenin gue terapi"


"Kalo gak mau gak papa si" sambung faiz.


"Belum apa apa udah putus asa dulu" guman pita terdengar oleh faiz.


"Apa?" seru faiz


"Eh gak gak. Yaudah ayo masuk" pita yang sudah berdiri di belakang faiz.

__ADS_1


Mereka masuk dan melakukan terapi.


setelah sudah terapi. Faiz berbaring di tempat tidurnya. Kakinya sudah mulai bisa digerakan. waktu kecelakaan faiz sempat mengalami kelumpuhan sementara.


Faiz bangun dan duduk. pita melihatnya bingung lalu "kenapa?" tanya pita.


"Gue mau keluar. gue bosen disini" faiz mencoba mengangkat kakinya, sudah berada di samping tinggal mencoba berdiri. pita menghampiri faiz


"Perlu bantuan?" tawar pita lalu memegang kedua tangan faiz. begitupula faiz.


Faiz melangkah perlahan. namun keseimbangan tubuh faiz oleng. Tubuh faiz menubruk tubuh pita. kedua nya jatuh di lantai.


"Aww" pekik pita menutup matanya. kemudian membuka matanya. Dilihatnya faiz yang berada di atas nya. Pandangan mereka cukup lama.


sampai pita berdehem. "Ehem.." lamunan faiz buyar dan langsung menggeser tubuhnya "Sorry"


Pita bangkit dan membantu faiz agar duduk dikursi roda lalu pergi ketaman


flashback off


sudah hampir satu bulan pita bersama faiz. mengajari faiz berjalan. dan menemaninya terapi.


"Mmm... kok gue ngerasain beda ya" ucap pita sendiri.


"Apa gue suka sama faiz?"


"Gue pengkhianat dong kalo gue suka sama mantan sahabat sendiri"


Lo harus jagain faiz. kalimat itu terus mengeliang di pikiran pita.


"Apa maksud perkataan kinan?" pita mulai bertanya tanya. dan tentunya bingung.


"Apa kinan gak marah ya? kalau gue suka sama faiz?"


"Aaarrgh stres gue kalo gini" pita mengacak rambutnya.


"Kamu ngomong sendiri dari tadi?" tanya seseorang membuat pita menoleh.


Perempuan cantik dengan style kalem.


"Eh... mmm anu... " pita gelagepan.


"Tenang aja. sama saya" ucapnya. pita hanya tersenyum kikuk.


"Ada masalah? dari tadi saya liatin kamu. kayaknya bingung"


"panggil aja Hasna" sahutnya


"Pita"


"Mmm, menurut mbak hasna gimana? kalau kita suka sama mantan sahabat kita sendiri?" tanya pita.


"Wajar saja. Cinta itu buta kan? tapi cinta dapat memilih siapa yang berhak atas cintanya. Tak peduli itu mantan sahabat kek atau apalah. yang penting kan hati. Jangan pernah beranggapan kalau kamu orang ketiga ataupun pelakor. Liat, Dia sudah menjadi mantan kan? tak ada hak lagi. Dan untuk sahabat kamu. kalaupun memang dia sudah memiliki hati lain. apa salahnya jika kamu memilikinya?"


"Tapi----"


"Kamu mencintainya?" potong hasna.


"Hah? aanuu.. Iya" lirih pita sambil menunduk.


"Terus apa yang kamu pikirkan?"


"Aku takut mbak. Aku takut menyakiti hati sahabat ku" lanjut pita.


"Kalau sahabatmu masih mencintainya. itu terserah kamu saja. mau mempertahankan persahabatanmu atau mengorbankan cintamu" lanjut hasna.


"Mmm.. pita,mbak pulang dulu. Sudah hampir malam. kamu juga pulang" pamit hasna.


"Baiklah mbak. hati hati"


"Kamu juga hati hati" hasna mulai melangkah menjauh.


Pita sedang memikirkan setiap ucapan hasna tadi.


"Mempertahankan atau mengorbankan" guman pita.


"Aaarrgh! **** issh. belum tentu faiz suka sama lo" Pita bangkit dan pulang.


.


.


.

__ADS_1


.


Kinan,olif,feby,mely dan pita sudah berada dikelas.


"Kok bisa ya tuh anak kaya psikopat aja" sewot pita. Feby tak kalah sewotnya ia mengepal tangannya "Sebel gue! awas aja kalo gue ketemu sama tu anak. gue bikin daging cincang ntar!" ucapnya


"Yeee kayak lo berani aja" ledek mely.


"Abisnya gue greget mel" lanjut feby.


"Husss udah udah" lerai kinan.


"Mana tuh anak. gak berangkat lagi? kabur?" sewot olif. semuanya hanya mengedikkan pundaknya.


ya anindy sudah beberapa hari tidak masuk sekolah setelah kejadian kemarin.


"Woy! ngrumpi ae lo. tuh ditungguin cowok cowok lo pada" ucap Tari satu kelas kinan.


"Hah?" bingung pita


"Cowok? siapa?" tanya kinan.


"Lo keluar aja" tari pergi. Kinan menatap feby dan lainnya lalu pergi keluar.


"Kalian? ngapain?" tanya kinan.


"Nunggu kalian lah. ngapain lagi" ucap damar menyender di tembok kelas.


ya mereka damar juna faiz dan almer.


sempat kaget seluruh penjuru sekolah. bahwa faiz masih hidup. itupun berlaku oleh kepsek. namun setelah itu semua kembali semula. fans fans faiz maupun sharen. ya sharen sekarang dia baik. ia sudah menjadi teman baik faiz.


"Emang mau kemana?" tanya Feby


"ciee kepo ya" ledek damar.


"Ah gak jadi nanya gue!" sewot Feby


"Aelah ngambek"


"Diem lo!" sewot Feby


"Udah!" lerai kinan.


"Al mau kemana?" tanya kinan.


"Yang disini banyak lo ya. kok cuman almer aja sih yang ditanya" sindir faiz lalu terkekeh.


"iih bukan gitu... "


"Yaiya.. Kita mau ajak kalian ke rumah faiz nanti malam. mau gak?" ajak damar.


"Heran deh gue. Acaranya dimana yang nawarin siapa?" lirih feby masih didengar oleh damar.


"gue masih denger cintah" ledek damar.


"Baguslah setidaknya kuping lo masih berfungsi. gak kaya otak lo bebel!" balas feby. Damar tidak terima langsung berdiri disamping feby. "Bilang apa lo? ulangi coba" ucap damar.


"Tuh kan baru aja dipuji eh langsung konslet" balas feby.


"Isshh lo---"


"Woy! pacaran mulu! jadi kekantin gak!" seru faiz membubarkan ocehan feby dan damar.


satu hal yang kalian harus tau readers, Damar dan feby itu tidak pernah akur.


"Kita? pacaran?" Omel feby.


"Ogah!" Ucap Feby dan Damar bersamaan.


"Tuh kan barengan. jodoh berarti" ucap Al sambil menggandeng kinan lalu pergi. diikuti semua. nah yang paling belakang? Mely. mely menggerutu sendiri.


"*****! berasa obat nyamuk gue. Beb lo ngulang esema lagi deeh! biar gue ada yang nemenin." Ucap mely lantang lalu menyusul mereka.


-------


Haloo. back yaa :)


Gimana part ini??


Pita sama faiz. cocok gak ya :v


next yaa

__ADS_1


budidayakan vote dan komen ya


Happy Reading


__ADS_2