
Mereka sudah berada di rumah faiz, mengadakan pesta barbeque bersama keluarga faiz.
Disana sudah ada kinan almer dan semuanya,
Kinan datang bersama almer, Faiz datang bersama pita. Mely bersama pian. entah dengan feby dan damar.
"Halo bunda" sapa kinan pada mawar. ya kinan masih memanggil mawar dengan sebutan 'bunda'
"Kamu cantik banget kinan" puji mawar.
"makasih" senyum kinan.
"mmm. bunda?" panggil kinan.
"Iya sayang?"
"Gimana sama Anindy?" tanya kinan was was.
"Dia udah di amerika" balasnya.
"kapan?"
"Waktu malam penembakan faiz. Itu semua juga berkat nak Almer"
"Almer?"
"Iya. Dia yang sudah menangkap anindy. dan dia juga yang membebaskan anindy. Dia melepaskan anindy dengan satu syarat. dia tidak boleh ada di indonesia. bunda malu sekali. maafkan ponakan bunda ya sayang"
"Iya bunda. kinan udah maafin anindy kok. Dia juga sahabat kinan" senyum tulus kinan.
"bunda kedalam dulu ya. kamu nikmatin suasana ini" mawar pamit kedalam.
Almer?
"Berarti waktu dirumah sakit. almer pamit itu untuk mencari anindy?" lirih kinan. lalu seseorang menepuk pundak kinan. membuat kinan menoleh
"Almer?"
"Kenapa bengong? mikirin apa?" tanya almer. kinan hanya menggeleng
"Ayo" almer menarik tangan kinan menuju taman belakang rumah faiz.
"Kenapa kesini?" tanya kinan.
"Mmm..." Almer mengeluarkan seikat bunga dari belakang tubuhnya. Lalu memberikannya pada kinan. kinan menerima lalu tersenyum "Makasih"
almer memegang tangan kinan lalu menggenggam erat, duduk menghadap kinan.
"Aku bahkan gak tau gimana caranya ungkapin dengan romantis. tapi jujur ini dari hati paling dalam." jelas almer.
"Will you be my girlfriend,again?" almer jongkok didepan kinan. kinan merasa matanya memanas. ditaruhnya seikat bunga disampingnya. lalu membantu almer agar bangkit dan memeluknya erat.
"Kamu tau apa isi hati aku, dengan kamu tidak mengatakan itupun aku akan jawab iya untuk kamu" ucap kinan di dalam pelukan almer. almer memeluk kinan tak kalah eratnya. senyumnya tak akan pernah pudar dari malam ini hingga nanti.
Ting ting!
Kinan dan almer melepas pelukannya dan menoleh.
"Tuh kan kamu sih yang, udah aku bilang gak usah bawa sendok segala. kan ketauan" sewot mely pada pian.
"salah siapa. aku mau makan kamu malah nyuruh kesini." balas pian.
"kok kamu malah nyalahin aku si?" sewot mely pada pian. mereka bangkit.
"Ya bukan gitu maksud aku yang" lerai pian
"Udah ya. Aku marah sama kamu" ucap mely lalu pergi.
"Aduuh serba salah mulu" pian menggaruk tengkuknya lalu menusul mely "Yang maaf" teriaknya.
almer dan kinan hanya tertawa, melihat kelakuan sahabatnya itu.
__ADS_1
Olif dan juna pov
"Haloo olif" sapa juna hangat.
"Kenapa?" tanya olif.
"Kok gitu sih"
"to the point aja juna"
"temenin yuk" pinta juna.
"Kemana?"
"Hatimu"
"Junaaaa!" teriak olif membuat juna menutup telinganya.
"Udah sih orang becanda doang. pake teriak segala" juna mendekati olif.
"Habisnya lo bikin gue sewot mulu si"
"Ya maaf yang" balas juna
"Yang yang pala lo peyang!" bentak olif lalu melangkah maju. namun tangannya langsung dicegat oleh juna.
"Kenapa lagi?" sabar olif menatap juna.
"Ayo ikut sebentar" lembut juna lalu menarik olif.
Sampai,
tempat dimana sebuah taman dihias seindah mungkin, balon dan lampu. nuansa warna merah muda menghiasi taman. mampu menghipnotis mata olif.
"Suka?" tanya juna
"Banget" olif refleks memeluk juna. Juna tersenyum. Belum pernah ia merasakan hal bahagia seperti ini, Olif cewek jutek dengan perkataan menyebalkannya. mampu membuat hati wajuna fatino bisa melupakan kinan dan berpindah mencintainya.
"Gak papa. gue malah seneng dipeluk sama lo" jujur juna.
"Modus" cibir olif dibalas kekehan oleh juna.
Mereka menikmati malam indah ini,
"Jun?" Panggil Olif. Juna menengok
"Iya?"
"Boleh pinjem bahu lo bentar gak?" Pinta olif lembut, Juna tersenyum.
"Boleh. sampai lo bosen lif. Apa sih yang gak buat lo" Kekeh juna dan olif.
Olif menyender di pundak juna lalu menutup mata.
.
.
.
.
.
Tidak terasa baru kemarin kelas 11 dan kemarin kelas 12. sekarang hampir aja ujian nasional. jabatan mulai bergeser ke adik kelas.
Kelas 12 yang digulati oleh soal soal.
"***** pusing gue liatnya" damar memegang keningnya. melihat soal matematika membuatnya pening.
"Makanya belajar" cibir almer.
__ADS_1
"Iya tau orang pinter" balas damar.
"baru tau lo" bangga almer
"*****. gue bacok lo ya"
"Silahkan"
"kagak! masih sayang gue sama tangan" almer hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah damar.
"selesai, coba kalian kumpulkan anak anak" ucap guru didepan,
"*****! gue belum jadi. mer,minjem dong" pinta damar
"Kerjain sendiri" almer berjalan meninggalkan damar.
"Terlaknat lo!" cibir damar lalu menconteng pilga dengan asal.
Bel pulang,
Mereka sudah ada di kantin.
"seminggu lagi kita Ujian." ucap juna.
"Berarti gak lama lagi kita pisah" lanjutnya.
"Gue gak setuju sama ucapan lo. kita bukan pisah cuman nentuin masa depan kita masin masing" tolak Faiz.
"Gue gak bakal lupain kenangan kita yang udah lama kita bangun sampai sekarang" lanjut almer.
"Gue baper" ucap mely,matanya udah memerah dan berair.
"Guys. kita bakal jarang main bareng lagi dong" lanjut mely.
"Aaaaa gue gak bisa pisah dari kalian" lanjut pita.
"Aaa gue juga" lanjut feby memeluk pita
"Alah lebay lo kutu" cibir damar merusak acara melow Mereka
"Lo kurang belaian atau gimana sih. pms ya lo. sewot mulu" samber feby.
"Iya gue kurang belaian lo!" balas damar.
"Sinting!"
"Udah ih! kalian kalo satu tempat mesti berantem! awas ya lo kalo nanti kangen kangenan" lerai kinan menatap damar dan feby bergantian.
"gak.bakal." ucap mereka barengan.
kinan terkekeh melihatnya,
"Udah ah. ayo pulang." ajak kinan. almer bangkit dan menggandeng kinan.
"Mer! lo bisa gak sih. gak usah bikin gue iri!" almer menatap mely bingung "Kenapa?" tanya almer.
"Gue tau pasangan gue gak disini. jadi stop ya kalian bikin Romansa yang sweet didepan gue! ngerti kalian" mely menujuk mereka. lalu berjalan didepan dengan mengeluarkan umpatan.
yang lainnya melihat mely dengan terkekeh.
"Please deh! gak usah ketawa! gue lempar pake sepatu gue,baru tau rasa lo pada!" semua berhenti tertawa lalu berjalan keluar gerbang.
Kinan pulang bersama almer, diikuti pita dan faiz walaupun sebenarnya pita sudah menolak namun faiz memaksa. sama halnya olif dan feby. mereka cekcok dulu dan akhirnya mau. Sewot sewot tapi mau judulnya.
sedangkan mely masih menggerutu gak jelas karena pian terlat jemput. ya karena dia bekerja dan harus izin dulu pada atasannya.
begitu lah mereka, cinta dengan begitu ceritanya masing masing.
--------
Huhuu
__ADS_1
siap ending gak 😂