Kinanty

Kinanty
Bagian 36


__ADS_3

Hal terindah...


โ€ขkinantyโ€ข


Kinan sudah berada di rumah Almer. duduk bersama kedua orang tua almer. Rahma dan Aldito sekaligus pemilik gedung sekolah.


bukan sekali ia bertemu orang tua kinan, sudah sejak dulu. Sejak Kinan masih dengan Almer. dan berpisah sejak mereka pindah.


Kinan bahkan sedang bersama Andin kakak kandung Almer.


Almer anak terakhir, Yang pertama andin athaya dity. dan kedua Almer adity. Andin sekarang kuliah di Jerman. Usia mereka tidak terlalu jauh hanya berjarak 2 tahun dengan almer. Terkadang mereka salah mengartikan bahwa almer adalah kakak dan andin itu adik. ya memang karena sifat andin cenderung manja. lebih dewasa almer.


Kinan asik mengobrol dengan Andin. sambil berfoto foto dan di post di akun kinan


1.523 Likes


Kinantyaulia @Andintania


@FebyQueen uluh uluh fotbar sama calon


@egathaolif bikin irii๐Ÿ˜ซ


@Kinantyaulia @FebyQueen calon apa galon๐Ÿ˜


@Kinantyaulia minta dong sama bang @Wajunatino biar ditemuin sama calon juga


@egathaolif apaan dih, -


@Wajunatino haloo i'm coming baby @egathaolif


@egathaolif kabur!


@Wajunatino anjay, -


@chikatania pelakor aja bangga! ck


@Andindity pelakor apaan dah tu


@pitamhndra biasa kak. orang gak ada kerjaan mah gitu. ya gak @egathaolif @FebyQueen @Kinantyaulia @Melyana_


@egathaolif sip!


@FebyQueen sip!


@Melyana_ sip!


@kinantyauliaย  iyain aja


kinan menutup akunnya karena almer sudah datang dan duduk disamping.


"Udah mandinya" almer hanya mengangguk.


"Jalan yuk" ajak almer lalu menarik tangan kinan untuk kedapur.


"Mih, almer sama kinan keluar." pamit almer pada Rahma.


"Iya hati hati. Kinan makasih ya udah mau mampir" ucap rahma mencubit pipi kinan.


"jangan pegang" tukas almer.


"Yaampun almer. mamih kan cuman cubit pipi kinan. gak bakalan mamih rebut kok." ledek rahma.


"Gak!" tegas almer. kinan hanya menyembunyikan wajahnya. ia yakin sekarang pipinya merah "Ah mamih kaya sama siapa aja. kinan pamit ya mih" kinan mencium pipi rahma.

__ADS_1


"Aku gak?" pinta almer membuat kinan melotot.


"Gak!" bentak rahma.


"Kenapa? mamih boleh masa almer pacarnya gak?" sumpah baru pertama kali kinan melihat almer seperti ini. jadi makin pingin cubit.


"Bukan.muhrim!"


"Yayaya. bye mih" pamit almer dan keluar.


Mereka pergi kesuatu cafe lalu berakhir di taman. seperti biasa.


mereka duduk menikmati angin. rambut yang dibiarkan terurai semakin menambah pesona kinan. Almer tanpa kedip memandang kinan lalu memotret saat kinan sedang tertawa


2.125 Likes


Almeradity_ โค


@Sisyasiii potek! ๐Ÿ’”


@Giseeel tidaaaak! ๐Ÿ’”


@Mauliidya ๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”


@FebyQueen tadi kakaknya sekarang adeknya. sungguh luar biasaa :v


@Almeradity_ yang iri bilang :v


@FebyQueen kampret bgt lo!


@Melyana_ Jalan muluuu. gue kapan?


@egathaolif kapan kapan huaaaaa๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


@Pitamhndra Ngakak :v


@FaizAlfarz Pasangin dijari manis aduh sweet


@Almeradity_ lo pada mikirin apa!


@FaizAlfarz lola!


almer menutup akunnya dan terfokus pada kinan. ia sedang bermain bersama anak kecil yang sedang bermain ayunan. Almer tersenyum lalu berdiri. almer mendekati kinan lalu menarik tangan kinan lembut. kinan kaget dengan kedatangan almer yang tiba tiba menariknya dan menyuruh nya duduk di ayunan.


Almer mulai mendorong ayunan. pelan.


Kinan menoleh, melihat almer. ada sedikit keresahan.


"Al?" panggil kinan.


"Hm," Almer mendekat dan jongkok di depan kinan.


"Ada apa?" to the point kinan.


"Gak ada apa apa" almer mencoba tersenyum.


"Jujur sama aku" Almer menghela nafas.


"Mmm.. Besok aku berangkat"


Demi apapun, sakit rasanya hati kinan. seperti banyak jarum yang menusuk hatinya.


"Be-berangkat kemana?" tanya kinan dengan mata yang sudah memanas.

__ADS_1


"Prancis" lirih almer sambil menunduk. jujur saja ia tidak pernah mau untuk kuliah disana dan meninggalkan kekasihnya Lagi! namun bagaimana? ia anak laki laki satu satunya dikeluarga nya dan diharuskan meneruskan perusahaan Aldito.


Air mata kinan sudah jatuh entah sejak kapan. Almer tidak pernah mau kinan menangis karena ulahnya. sungguh. masih mending ia dipukul oleh banyak orang daripada melihat kinan menangis. Sakit yang tak terwujud.


Almer menarik dagu kinan. mengarahkan pandangan ke arah kinan dan menyakinkan kinan.


"Jangan pernah peranggapan kalau aku bakal tinggalin kamu setelah disana." tulus almer. Almer membantu kinan bangun dan langsung memeluk tubuh kinan erat.


"Satu hal terindah yaitu karena tuhan telah mempertemukanku dengan mu dan satu hal yang tidak pernah aku bayangkan itu bakal terjadi,kepergian. suatu perpisahan" seru kinan.


"Satu hal yang paling berharga untukku. Kehadiranmu yang dapat merubah hidupku" Almer menutup matanya dan mencium kening kinan lama.


lalu melepaskan ciumannya,


"Jangan pernah menangis, aku gak mau kamu nangis karena aku pergi. Jaga hati kamu buat aku. sebut satu nama saja dalam hati kamu yaitu aku" lanjut almer.


Kinan masih tak kuasa, air matanya terus saja mengalir.


Almer mengambil kedua tangan kinan dan menyatukan kedua tangannya. Almer mencium kedua tangan kinan bergantian. dan beralih mencium kedua mata kinan yang bengkak akibat menangis.


"Kamu boleh menangis. tapi hanya satu. tangisan kebahagiaan saja" senyum almer lalu memeluk kinan lagi.


"Only you, only you in my heart. i love you" lirih almer di telinga kinan.


"Promise. Only you and always you! love you too" senyum kinan lalu menenggelamkan kepalanya di dada almer.


Almer dan kinan sedang duduk makan eskrim disana. tiba tiba juna dan Faiz. datang dengan nafas yang tidak karuan. Faiz yang awalnya sedang mengantar pita langsung mengantar pita pulang. dan ikut juna


"Hossh hossh..." deru juna lalu mengambil nafas.


"Lo kenapa?" tanya almer menatap juna.


"Damar" ucap Juna.


"Kenapa sama damar,jun?" tanya kinan.


"Dia balapan!" almer bangkit karena terkejut. bukan terkejut karena damar ikut balapan tapi karena kesehatan damar. Baru kemarin malam damar keluar dari rumah sakit. Ya dia mempunyai asma. Almer faiz dan juna khawatir kalau asma damar kambuh


sudah jam 8 malam. jam 10 nanti damar akan bertanding.


"Kenapa damar bisa balapan??? dia punya asma! apa dia gak takut kalo asma nya kambuh?!" kinan yang ikut emosi.


"Ini semua gara gara feby" juna menyalahkan feby.


"Kok lo nyalahin feby sih!" kinan tidak terima.


"Bukan gitu maksud gue kinan. Jangan salah paham dulu. Lo tau alesan damar ngajak feby ketengah lapang?" kinan menggeleng.


"Dia mau ungkapin perasaannya sama feby. tapi apa yang dia lihat? feby pelukan sama cowok lain didepannya. dan yang lebih parahnya lagi dia calon suami.dan damar frustasi!" terang juna.


"Calon suami?" kaget kinan.


"Maksud lo Faren?" lanjut kinan. juna mengedikan bahunya.


"Damar salah paham!" Juna faiz dan almer kaget. 'salah paham?'


"Dia itu saudara feby. udah lama dia gak disini dan secara tiba tiba dia dateng kesekolah feby dan itu bikin feby syok sekaligus seneng." jelas kinan. juna hanya mengangguk.


"Terus gimana sama damar?" frustasi Faiz.


"Kita kerumah Feby!" usul Juna diangguki mereka.


----

__ADS_1


Aku post 2 sekaligus yaa


Happy Reading


__ADS_2