Kisah Asmara Mahesa

Kisah Asmara Mahesa
KASIH SAYANG DARI ORANG YANG TIDAK DI KENAL


__ADS_3

Semua orang yang ada di taman melihat ke arah Aqila,mereka menatap Aqila dengan berbagai macam cara,dan bahkan mereka juga membicarakan Aqila.Ada yang bicara Memuji ada juga yang mengejek.


"Kalian lihat itu gadis kecil,dia tidak takut sama Wanita stres itu."


"Baik sekali hati dia,"


"Kenapa dia membawa orang kurang waras ke Taman Kota,jika dia bikin masalah bagaimana?"


"Loh bukankah itu Aqila,Adik nya Aqran ya?"


"Seperti nya mereka Ibu dan Anak."


"Kok dia tidak takut sama wanita itu,kalau dia melukai gadis itu bagaimana?"


"Merusak pemandangan Keluarga Aku saja itu gadis."


Pertanyaan demi pertayaan,dan Ucapan demi ucapan keluar dari mulut mereka semua,Aqila yang mendengar ucapan Mereka hanya diam saja.


Pelukan Wanita itu semakin kuat,sehingga membuat Aqila sedikit sesak napas di buat nya,Aqila melihat boneka yang di pegang wanita itu waktu di berada di Rumah Sakit.


Aqila membuka suara agar Wanita itu tidak lagi memeluk tubuh dia,dia juga berusaha melatih lidah nya agar bisa memanggil wanita itu dengan sebutan Mama.


Aqila sebenar nya mulai sedikit merasa takut,jika dia salah bicara saja,bisa-bisa wanita itu kembali histris.


"Hmmm,Maaa itu boneka mama ya?" Tanya Aku,kemudian wanita itu melepas pelukannya sambil mengangguk.


Dia tersenyum manja, "Anak mama suka?" tanya Wanita balik.


Aqila menganggu. "Kalau anak Mama suka,ini untuk anak Mama saja." Sambil memberikan boneka itu kepada Aku.


Aku sedikit rada Ragu mengambil nya,tapi karna Aku takut tante ini kecewa,Akhirnya aku mengambilnya.


"Kalau masih kurang,nanti Mama mintak belikan sama Papa yang lebih banyak! Kalau perlu kita beli Toko nya sekalian." ucap Dia sambil tertawa geli.


Mendengar ucapan Tante ini rasa nya aku senang sekali,dia bisa membuat aku merasa Haru,bahkan dia juga mampu membuat mataku berkaca-kaca.


Aku tersenyum, "Trimaksih Tante." ucap Aku,Aku tidak sadar kalau aku memanggil dia dengan sebutan tante.


Mata nya melotot ke arah Aku. "Kenapa Tante? Aku ini kan mama kamu." ucap Dia cemberut.


"Ehh...Maaf Mama.. Aqila tadi panggil Mama ko,"


"Mungkin Mama salah dengar kali." elak Aku.


"Udah Mama jangan Cemberut dong! Kalau mama seperti ini kan Aqila makin sedih." memasang Wajah seimut mungkin,agar dia tidak marah.


"Iya Sayang,Mama tidak cemberut kok." Seulas Senyuman untuk ku.


Aku mengalihkan pembicaraan,aku berusaha membujuk dia agar lebih dekat dengan aku,biar nanti aku mudah membawa dia untuk kembali ke Rumah Sakit.


"Mama?" tanya Aku sambil melihat sorot matanya.

__ADS_1


"Hmm.." Dia menyahut.


Mendengus, "Menyebalkan!"


"Jawaban macam apa itu maa?" tanya Aku sedikit kesal,entah kenapa aku tidak suka tante ini mencuekan aku.


Dia terkekeh. "Kamu sama seperti Papa,suka marah tidak jelas jika di cuekin." ucap Dia sambil membekap mulut nya.


Aku merasa sangat heran,kenapa dia di rawat,sedangkan berbicara dengan dia sangat menyambung sekali,layak nya orang normal biasa nya.


Aku tidak menjawab,aku hanya diam saja melihat dia tertawa.Kini air mata ku mulai jatuh ke pipi ketika dia menyebut nama Papa,aku teringat akan Om Fran.


Dia menyeka air mata di pipi ku. "Sayang kenapa kamu menagis lagi? Apa mama menyakitimu?" tanya Dia,Aku menggeleng kepala sambil menghapus air mata ku juga.


"Maa,kita cari sarapan yuk? Aqila belum makan." ucap Aku,dengan senang hati dia mengangguk.


Aku berjalan sama tante sambil bergandengan tangan,dia tidak henti-henti tersenyum melihat wajah aku.


RUMAH SAKI.


Dokter dan para Suster sedang sibuk mencari pasien yang hilang,mereka sudah berpencar kesana kemari namun tidak juga menemukan nya.


"Bagaiman?" tanya Dokter Pria.


"Kami belum juga menemukan dia dok," ucap Suster.


"Kami sudah mencari ke beradaan dia di sekitar Rumah Sakit,namun tidak ada petunjuk." ucap nya lagi.


"Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali,Kalian tau hari ini adalah hari Minggu,anak-anak banyak di luar sana." ucap Dokter,dia mengingatkan para Suster agar cepat menemukan dia kembali.


"Kalau tuan Maxsi mengetahui Istri nya menghilang lagi,kita para Rumah Sakit akan kena imbas semua nya." ucap Dokter.


*****


Hingga pada akhir nya aku menemukan penjual bubur Ayam.Aku mengajak tante untuk sarapan di sini bersama dia.


"Maa,kita makan di sini ya?" tanya Aku,dengan cepat dia menggeleng kepala.


"Kenapa Maa?" tanya Aku sambil melihat dia.


"Kita makan di Restoran saja,disini kurang bersih,kalau anak mama sakit bagaimana?" tanya Dia,Aku malah tersenyum di buat nya,sebegitu perhatian nya dia sama aku.


Penjual Bubur pun juga ikut tersenyum melihat Tante ini,ia tersenyum ke arah aku,soal nya penjual bubur ini tempat langganan aku sama Vino jika sedang berolahraga di Taman.


"Siapa dia Non,kenapa dia sangat menyayangi kamu?" tanya Bapak penjul bubur sambil berbisik.


"Aku menemukan dia di taman pak." jawab Aku pelan.


Tante itu melihat Penjual Bubur mendekati aku,dengan cepat dia melihat ke arah penjual dengan tatapan tajam.


"Jangan sentuh anak ku,!" Protes dia.

__ADS_1


"Dia tidak cocok dengan orang tua seperti Anda." ucap Dia dengan tegas.


Aku menghenpas napas melihat tingkah tante, "Maa,Mama tidak boleh berbicara seperti itu,tidak baik maa.Apa lagi berbicara kasar kepada orang lain." Aku memberi sedikit nasehat.


"Kita pergi dari sini!" perintah Dia.


"Mama tidak mau makan dagangan dia." lanjut nya lagi,Bapak penjual bubur hanya tersenyum saja melihat perdebatan kami.


"Bapak? Maafkan Ibu ini ya?" pinta Aku.


"Setiap kata-kata nya tidak perlu di ambil hati." ucap Aku lagi.


"Tidak apa-apa non,Bapak maklumi kok." seulas senyuman.


Aku kembali melihat ke arah Tante. "Jika mama tidak mau makan di sini ya udah,Aqila tidak jadi makan! Ajo pergi!" ajak Aku dengan nada sedikit mengancam.


"Sayang jangan Marah." bujuk Dia.


"Iya.... mama akan turuti kemauan kamu,kita makan disini." ucap Dia mengalah,mendengar jawaban dia aku tersenyum puas begitu juga dengan si Bapak.


Tuhan itu adil,aku tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh tapi dia malah memberikan aku kasih sayang lewat orang yang tidak aku kenal.


"Dua ya pak!" ucap Aku,lalu Bapak penjual bubur mengangguk.


Pintar sekali nona Aqila,selain cantik dia juga baik,bahkan dia berani menolong orang stres yang tidak dia kenal.


"Pesanan sudah datang! Sialahkan minikmati Nona." Ucap Bapak penjual,seperti biasa dia selalu membuat aku tertawa.


"Jangan sok imut! Putri saya tidak akan tertarik dengan Anda." ucap Dia sinis.


Aku dan Bapak penjual bubur terkekeh di buat oleh tingkah laku tante,setelah mendengar ocehan yang keluar dari dalam mulut dia.


RUMAH VINO.


Vino sedang mencari keberadaan Aqila,dari tadi Vino tidak menemukan sosok Aqila,dia juga sudah memeriksa kamar namun juga tidak menemukan Aqila.


Hingga akhirnya di bertemu dengan Lala. "Mbak Lala,Lihat Aqila tidak?" tanya Vino sambil menggarut kepala yang tidak gatal.


"Non Aqila sudah pergi tuan,"


"Bahkan sudah dari 3 jam yang lewat." ucap Lala.


"Pergi?" tanya Vino,dengan cepat Lala mengangguk.


"Kemana Mbak? Kok dia tidak bilang sama aku?" tanya Vino binggung,tiba-tiba Aqila pergi.


"Mbak Lala kurang tau tuan,tadi non Aqila cuma bilang cari angin,"


"Tadi pagi dia juga nanyain tuan Vino,jadi Mbak lala jawab kalau tuan baru pulang subuh tadi." ucap Lala jujur.


Agrah...Apa Aqila pergi karna takut dengan sikap aku semalam? Sehingga dia pergi tidak pamit dengan aku terlebih dahulu,mana hp nya tidak aktif lagi.

__ADS_1


Aqila kamu di mana sih,kamu kan baru keluar dari Rumah Sakit,kalau orang itu melukai kamu lagi gimana? Kenapa kau selalu membuat aku khawatir Aqila.


__ADS_2