
Melihat Aqila berlari keluar kelas Vino juga ikutan berlari mengejar Aqila,karena Vino melihat Aqila berlari dalam ke adaan menangis.
Raka yang melihat kejadian itu merasa bersalah karena ulah dia Vino dan Aqila menjadi ribut.
Gara-gara aku mereka berdua jadi ribut,Vino salah paham sama Aqila di melihat aku berduanan sama aqila di dalam kelas ini,tapi bagaimana menjelaskannya.
Aku terus saja berlari,walaupun kaki ku masih sangat sakit tapi aku tidak menghiraukan nya,sampai di depan toilet wanita,aku lansung masuk dan memcuci muka agar terlihat Fres dan mata merah ku akibat menangis sedikit hilang.
Dari arah jauh ada yang melihat Aqila menangis sambil berlari menuju ke toilet.
"Wah kesempatan ini Wil." ucap Dara semangat.
"Kesempatan apa?" tanya Wilona,kemudian Dara menunjuk ke arah Aqila.
"Kita Kerjain,biar dia sedikit kapok," usul Wilona.
"Usul yang bagus." ucap Dara semangat.
"Ayo!" ajak Dara,kemudian mereka melangkah menuju toilet.
Ketika Aqila keluar dari dalam toilet tiba-tiba mereka menarik tangan Aqila.
"Apaan kalian?" tanya Aku kesal.
"Alah cewek murahan,ternyata bisa nangis juga." ledek Dara dengan senyum sinis.
"Yang murahan itu eloo bukan gue." teriak aku yang mulai sangat kesal karena mereka bilang aku gadis murahan.
Plakk..
Satu tamparan Dara mendarat di pipi ku,aku memengang pipi yang di tampan Dara,rasanya sedikit perih,ingin rasanya aku membalas lalu aku mengurungkan niatku takutnya mereka malah menjebakku lagi.
"Apaa-apan lo nampar gue haa?" bentak Aku lagi sambil membelotot ke arah dia.
"Itu pelajaran buat wanita seperti loo." ucap Wilona.
"Apa mau kalian? Perasaan saya tidak pernah ganggu hidup kalian." ucap aku dengan nada semakin kesal.
Dari arah jauh ada Siswa yang melihat Aqila di bully oleh Dara dan Wilona,dia menvideo kan semua apa yang terjadi secara live di grub kelas Aqila. Ternyata dia teman satu kelas Aqila.
__ADS_1
"Seharus nya lo ngaca,lo bilang tidak ganggu hidup gue,lo udah ganggu hidup gue." bentak Dara.
"Gara-gara elo Vino tidak ada waktu untuk aku lagi." lanjut Dara,mendengar ucapan Dara aku malah tertawa.
"Ooh.. Cuma gara Vino doang." ucap ku mulai santai.
"Berani sekali loo yaa!" ucap Wilona,kemudian mendorongku hingga aku jatuh ke lantai dan kepala ku terbentur ke dinding.
"Kalian memang tidak tau malu,sudah tidak di harapkan masih juga berharap,kalian menyakiti diri kalian sendiri." ucap Aku yang mulai semakin kesal lagi.
Di kantin ternyata Farah sudah melihat Video itu,kemudian dia bangkit dan menarik tangan Dita secara paksa,melihat tingkah Farah Dita semankin kaget.
"Ada apa Far?" tanya Dita kaget begitu juga dengan Aldi dan Verel.
"Ayo cepat sebelum terlambat,Aqila di bully di toilet." ucap Farah yang mulai panik,begitu juga dengan yang lain.
"Siapa yang melakukannya?" ucap Aldi khawatir.
"Jangan banyak tanya ayo!" ajak Farah,kemudian mereka semua pergi meninggalkan kantin menuju toilet.
Di toilet Dara dan Wilona masih membully Aqila dan bahkan mereka mencaci Aqila habis-habisan.
"Gue tau lo kurang dapat perhatian dari keluarga,makanya cari perhatian sama cowok-cowok dengan tubuh lo itu,Oops gue keceplosan Elo kan kagak punya keluarga." ledek Dara,sontak membuat aku gerem,aku ingin berdiri tapi aku tidak bisa kaki ku rasanya sangat sakit di tambah lagi kepala ku sedikit berdarah akibat benturan itu.
"Kenapa sakit ya? ngak bisa berdiri lagi ya,itu belum seberapa untuk lo yang bodoh." teriak Dara kemudian menendang kaki sakit aku,aku sedikit merintih menahan sakit.
"Opst tunggu dar,apa jangan-jangan dia juga jadi simpanan Omm-omm di luar sana agar mendapat perhatian." ucap Wilona sambil tertawa kemudian Dara juga ikut tertawa.
Aghr..kenapa tidak ada orang yang masuk mau menolong aku,rasanya kaki dan kepala ku sakit banget.
"Mungkin juga." ucap Dara dengan senyum penuh kemenangan.
"TERSERAH KALIAN MAU BIALANG APA,GUE NGAK PEDULU." bentak Aku. Kini amarah ku sudah tidak terkendali lagi,suara ku sudah menggema di toilet ini.
"TAPI KAYAK NYA KALIAN LEBIH MURAHAN DARI SAYA,BUKTINYA KALAIAN SELALU INGIN MENDAPATKAN PERHATIAN. APA LAGI SAMA VINO." ucap Aku ketus,aku berhasil membut mereka semakin kesal,karena sekian kesalnya Dara mengambil ember yang berisi air lalu menyiramkannya ke tubuhku.
Aku yang melihat Dara ingin menyiramku karna aku tidak bisa ngapain-ngapain lagi aku hanya pasrah,aku membungkukkan badan ke lantai,tapi tiba-tiba baju ku tidak basah,aku menoleh ke atas ternyata Vino melindungiku.
"Vinooo" gumanku pelan.
__ADS_1
Kini semua orang yang telah melihat video itu lansung berlari menuju ke toilet. Farah,Dita,Aldi dan Verel pun juga sudah ada di sana,mereka juga melihat apa yang terjadi.
Melihat Aqila di bully sama mereka berduan. Vino menjadi semakin kesal bahkan merasa jijik melihat mereka.
Aku tidak bisa lagi menahan rasa sakit,kini air mataku kembali membasahi wajahku,Rasa sakit hati dan rasa sakit di tubuhku sudah bercampur aduk menjadi satu.
"Vino!" ucap Dara kaget dan Wilona juga ikutan kaget.
"Apa?" teriak Vino dengan suara meninggi bahkan semua orang yang ada di sana juga kaget dengan suara Vino.
"Lo apakan dia?" tanya Vino namun Dara dan Wilona tidak menjawab.
"Ayo jawab." teriak Vono lagi.
"Kam..u... cuma salah paham Vin.." ucap Dara gugup karena dia tidak pernah melihat Vino semarah ini.
"Kamu bilang salah paham,lo pikir gue bodoh,gue melihat semuanya dengan mata kepala gue," teriak Vino.
"Kalau sampai terjadi apa-apa kalian berdua bakalan berurusan sama gue." ancam Vino,kemudian dia membantu aku untuk berdiri namun aku sudah tidak kuat,Vino menyeka rambut yang menutupi wajahku ia melihat ada darah di jidat ku dia mulai panik.
"Darah." ucap Vino,sontak membuat semua orang di situ merasa khawatir,Farah,Dita,Aldi dan Verel lansung menghampiri aku.
Kini aku tidak bisa berbuat apa lagi,badanku terasa begitu lemas,kepala pusing,pandangan ku mulai buram,saat Vino berusaha membantuku berdiri tiba-tiba aku jatuh pingsan dangan cepat Vino memelukku agar tidak jatuh ke lantai.
"Aqila,bangun Aqila...Aqila..." teriak Vino sambil menepuk-nepuk pipiku pelan,aku mendengar suara mereka tapi mataku tidak bisa dibuka rasanya sangat berat.
Saat ke adaan Aqila sudah pingsan,Arya dan yang lain baru datang ke tempat kejadian Aqila di bully oleh Dara dan Wilona.
"Vinn ayo cepat angkat." ucap Dita yang mulai menangis.
"Aldi tolong siapkan mobil mu,kita bawa ke rumah sakit saja." ucap Farah yang mulai panik,kemudian Aldi berlari menuju parkiran.
Dan Verel melihat ke adaan Aqila yang terluka ia semakin kesal melihat Dara dan Wilona.
"Kalian berdua benar-benar keterlaluan." ucap Verel dengan nada kesal.
"Pantas saja Vino tidak menyukai kalian berdua,ternyata seperti ini kelakuan asli kalian." ucap Verel sambil menunjuk ke arah mereka berdua,namun mereka hanya diam.
"Kalau samapi terjadi apa-apa kalian siap-siap saja atau mungkin ke jalur hukum,kalian tidak tau siapa vino bukan." ancam Verel kemudian pergi.
__ADS_1
Tak lama kemudian pihak Sekolah mengetahui kejadian itu,Dara dan Wilona di panggil ke ruang BK.