Kisah Asmara Mahesa

Kisah Asmara Mahesa
RUMAH SAKIT XXX


__ADS_3

RS Kejiwaan.


45 Menit kemudian, Mereka memasuki kawasan pekarangan Rumah Sakit.


Vino memarkirkan Mobil di tempat parkiran yang telah di sediakan oleh pihak rumah sakit.


Aqila keluar dari dalam mobil terlebih dahulu, Sebelum Vino membukakan pintu mobil, Melihat Aqila Vino menganggkat asik sebelah.


Kenapa Aqila seperti buru-buru benar, Apa yang dia cari dan temui di RS Kejiwaan ini?


Aqila melangkahkan kaki masuk ke dalam lorong rumah sakit dengan penuh rasa Semangat dan Senang.


Tante bentar lagi kita bakalan bertemu, Eh lupa aku kan panggil dia mama. Berjalan sambil Tersenyum.


Mama kenapa ya? Jika Aqila tidak bertemu mama Aqila merasa ada yang kurang. Apa ini kah yang di namakan kurang kasih sayang dari seorang Ibu.


Tampa aku sadari Air mata menetes bigitu saja, membasahi pipi.


Vino yang berlari pelan mengejar Aqila, berusaha menyeimbagi langkahnya dengan Aqila.


Kenapa itu anak, tadi senang sekarang malah sedikit murung? Aneh. Guman Vino.


Aqila menyeka air matanya, karna melihat Vino sudah mendekatinya.


"Aqila?" Sapa Vino.


"Hmm," menyaut lalu menoleh kebelakang, ke arah sumber suara.


"Iya kenapa Vin?" Tanya ku.


"Kamu kenapa?" Tanya Vino ketika mendapat Aqila bertanya balik.


"Lah,"


"Memangnya Aku kenapa Vin?" Tanya Aku lagi sambil mengangkat bahu.


"Eh.. kok malah tanya balik sih." Jawab Vino


"Tidak jadi,"


Mereka berjalan masuk ke lorong-lorong ruangan yang sedikit menyeramkan.

__ADS_1


"Ayo!" Ajak Vino.


"Kalau boleh tau kamu mau apa kesini?" Tanya Vino penasaran.


Ketika Vino melirik-lirik ruangan yang di tempati oleh orang-orang yang hilang kendali, Suster dan Dokter berusaha menenangkan mereka satu persatu.


Aku melihat Vino merasa ngeri melihat pasien yang histeris. Aku tertawa melihat tingkah laku Vino.


"Hilih,"


"Malah ketawa ini anak,"


"Kenapa tidak di jawab?" Tanya Vino lagi.


"Aku jawab apa Vin?" Tanya Aku balik, padahal aku tau apa yang di maksud Vino. Tapi aku pura-pura tidak tau.


"Lah kamu kok bikin kesal Aqila." Jawab Vino.


Seulas senyuman, "Kamu takut ya Vin?" Tanya Aku, ketika Vino mempercepat langkahnya mendahului Aku.


"Tidak!"


"Cuma sedikit ngeri saja Aqila,"


"Mereka menyiksa dirinya sendiri." Jawab Vino polos.


Aqila malah iseng ingin mengerjai Vino, ketika Vino bilang kalau dia ngeri melihat orang-orang menyaksikan dirinya sendiri.


"Semakin kita ke dalam semakin lebih parah lagi Lo Vin," ucap Aku serius.


"Hah!" Ucap Vino kaget.


"Kamu yakin?" Tanya Vino, Aku berusaha menahan tawa demi menakuti-nakuti dia.


"Iya Vin,"


"Kamu lihat aja itu ibu-ibu." Sambil menunjuk ke arah ibu yang ingin melukai dirinya dengan sendok garpu.


Dokter dan Suster berusaha untuk mengambil sendok itu dari tangan pasien.


Vino menahan Rasa Takut nya, Agar Aqila tidak mengetahui kalau dia sedang merasakan takut.

__ADS_1


Bukan takut karna melihat mereka, tapi Vino takut jika pasien itu melukai dia dan Aqila.


"Iya aku sudah lihat kok," celetus Vino.


Aqila melakukan itu agar Vino mau kembali ke tempat parkir agar dia leluasa menemui Wanita itu, tapi dugaan Aqila salah.


Vino malah menjaga dia semakin ketak. Karna Vino takut salah satu dari mereka melukai Aqila.


"Qila?" Sapa Vino lagi, memegang pergelangan tangan Aqila.


"Iya Vin." Jawab Aqila.


"Kamu mau ngapain kesini sih?" Tanya Vino,


"Mau menemui kakak Nara ya?" Tebak Vino, Aku menggeleng.


"Lah,"


"Terus, mau ngapain?" Tanya Vino lagi.


Aqila merasa tidak bisa menjauh Vino dan Akhirnya dia berkata jujur.


"Aku mau menemui Tante yang aku tolong tempo lalu Vin," jawab ku, memasang wajah yang sedikit sedih. Karna takut kalau Vino marah.


Menemui Tante? Apa dia tidak takut ya, Aqila kamu benar-benar ya, kalau tau gini aku tadi bakalan cari alasan agar kita tidak bisa kesini.


"Ooh..." Ucap Vino singkat.


"Yaudah, ayo temui Tante itu," ajak Vino.


"Agar kita bisa pergi cepat dari tempat ini." Ucap Vino, Aku hanya mengangguk pelan.


Ketika mau masuk ke salah satu lorong gang RS Vino melihat Raka. Raka abis keluar dari dalam salah satu ruangan.


Tapi Aqila tidak melihat Raka, karena Aqila sedang berjongkok membenarkan tali sepatu yang lepas.


Raka!


Apa yang sedang dia lakukan di tempat ini?


Kini rasa penasaran Vino tertuju ke Raka, karna dia melihat Raka berjalan dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


__ADS_2