
Mendengar ucapan Vino rasa nya hati ku sudah mulai sedikit tenang,walaupun belum sepenuh nya.
Setiap perlakuan yang di berikan Vino selalu membuat aku nyaman,walaupun aku tau mungkin Vino hanya menganggap diriku ini sebatas adik nya.
Aku masih merasa takut dan khawatir yang begitu besar. Setelah wanita itu bilang kalau dia bakalan melukai orang di sekitar ku.
Kini pikiran ku hanya tertuju pada Vino,karna aku takut kalau sampai terjadi sesuatu sama Vino,aku selalu berpikir apa yang akan terjadi pada hidup ku setelah ini.
Yang jelas aku selalu berdoa agar sesuatu yang baik selalu berpihak kepada aku dan dia.
Karna aku tidak mau kalau sampai Vino terluka hanya karena aku,sudah terlalu banyak Vino berkorban untuk ku selama ini.
"Aqila sudah jangan menangis terus," ucap Vino sambil menyeka butiran air mata yang jatuh di pipi.
"Aqila,kamu tunggu di sini sebentar ya." ucap Vino lalu aku menoleh ke atas agar bisa melihat Vino.
"Mau kemana?" tanya aku.
"Aku mau keluar sebentar,kamu di sini sama mbak lala dulu ya." perintah Vino sambil membungkuk melihat aku.
Kini wajah ku dan wajah Vino sangat berdekatan,aku merasakan sesuatu yang berbeda ketika Vino yang selalu menatapku seperti ini.
"Aku cuma sebentar," ucap Vino,aku hanya menggeleng kepala,karna tidak mau Vino meninggalkan aku.
"Ayo lah Aqila,sebentar sajaa,aku janji tidak akan lama." ucap Vino memohon,lagi-lagi aku tidak mau.
"Aku tau kamu belum makan dari tadi,maka nya aku mau keluar untuk cari makanan untuk mu,"
"Aku juga tau kamu tidak suka makanan yang di berikan rumah sakit bukan? jadi ayo lah sebentar saja." ucap Vino memohon,aku masih tetap dalam pendirian ku,kini aku memeluk Vino agar dia tidak meninggalkan aku lagi.
Sebenarnya aku takut,jika Vino pergi wanita itu akan melukai nya.
Melihat tingkah ku yang aneh menurut dia,Vino menghempaskan napas nya.
"Sebentar saja Aqila,aku mau membeli makanan ke sukaan mu,biar kamu makan dan cepat sembuh lagi." ucap Vino sambil mengelus kepala ku,mbak lala yang melihat aku sama Vino dia hanya tersenyum begitu tulus cara Vino membuat aku tenang.
"Aku tidak suka kamu berlama-lama di sini,apa kamu mau tinggal di sini selama nya?" ancam Vino kemudian mengacak acak rambut aku,melihat Vino aku semakin kesal.
__ADS_1
Walaupun aku tau Vino melakukan ini semua untuk semata-mata dia ingin menghibur diri ku ini.
"Vinoooo...!!!" triak Aku kesal,aku membuat mbak lala kaget sedangkan Vino malah asik tertawa sambil merapikan rambut aku lagi.
"Kamu jahat...! lihat aku kan malah semakin jelek." ucap ku cemberut karna Vino sudah membuat aku kesal.
"Udah jangan cemberut,kamu emang dasar orang nya cantik,mau di apain pun tetap cantik kok." puji Vino kini dia malah mencubit pipi aku,merunut dia kalau lagi kesal aku menggemaskan.
"Awww...Sakit." rengek ku sambil mengusap pipi yang sedikit nyerih oleh Vino,Vino juga ikutan mengusap pipi yang dia cubit.
"Sebentar saja ya?" tanya Vino lagi.
"Tapi kamu harus janji? jangan lama-lama." lirik ku mengalah dari Vino,karna aku tau sekuat apapun aku berdebat dengan dia pasti juga dia yang bakalan menang.
"Nah gitu dong dari tadi kek." jawab Vino tersenyum melihat Vino tersenyum aku juga ikutan tersenyum.
"Aku janji tidak akan lama." ucap Vino meyakinkan aku.
"Aku tau,kalau aku tidak ngalah kamu malah pasti main ancam aku terus." ucap Aku sinis,Vino malah tertawa sedangkan mbak lala hanya menjadi pendengar kami.
"Aku kan cuma sebut Papa,Mama dan kakak Aqran,kenapa kamu takut?" tanya Vino sambil tertawa.
"Mbak lala,tolong jaga Aqila sebentar ya,aku mau keluar dulu." perintah Vino kepada mbak lala,mbak lala hanya mengangguk pelan.
Kini Vino berjalan keluar dari ruangan tempat aku berada,aku hanya melihat punggu Vino dari arah jauh sampai sudah tidak terlihat lagi,dari tadi mataku tidak berkedip sedikitpun saat Vino mulai melangkah pergi.
Ternyata mbak lala selalu memperhatikan gerak-gerik ku dari tadi,ia hanya tersenyum melihat aku.
"Mbak lala kenapa?" tanya aku binggung dari tadi dia senyum-senyum terus.
"Tidak ada non." jawab mbak lala.
"Kalau tidak ada kenapa senyum-senyum sendiri ayo?" goda Aku biar mbak lala mau bercerita.
"Kalian berdua kalau dekat lucu." ucap mbak lala sambil tertawa kekeh,aku pun juga ikut tertawa mendengar ucapan mbak lala.
Di tempat lain,di dalam sebuah rungan tertutup ada beberapa orang pria seperti anak buah dan Bos nya,mereka sedang membicarakan sesuatu.
__ADS_1
"Kalian Yakin?" tanya Seorang Bos.
"Kami semua yakin tuan." jawab salah satu pria.
"Apa yang membuat kalian merasa yakin?" tanya Bos sambil melihat mereka satu persatu.
"Semua nama dan data yang tuan kasih,semua nya tertuju kepada mereka." jawab pria.
"Tapi bisa saja bukan,data dan nama mereka bisa sama,dunia ini luas." ucap Bos.
"Tuan tenang saja,kami sudah berhasil memasukan seseorang ke dalam kehidupan mereka saat ini." ucap pria menyakinkan bos nya.
"Sambil kami mencari bukti dan data yang lengkap lagi,kita bisa menjalankan rencan dua secara bersamaan sekalian tuan,tuan tenang saja kami akan melakukan yang terbaik untuk tuan." ucap Pria yang satu lagi.
"Bagus kerja kalian bagus,tidak sia-sia aku memilih kalian semua." ucap Bos.
"Tapi saya mau,kalian menjaga mereka dari arah jauah." perintah bos.
"Dan satu lagi kalian juga harus menjaga gadis itu,jangan sampai aku kehilangan dia lagi,sudah lama aku menantikan kehadiran dirinya." ucap bos.
"Jika ada sesuatu yang mencurigai di sekitar gadis itu segera kasih tau saya." perintah bos.
Sayang sebentar lagi kita akan bertemu,aku sudah lama merindukan ini semua,akan aku pastikan ketika kamu kelak sudah bersama ku,aku akan menjandikan dirimu seperti putri layak nya putri kerajaan.
"Jagan sampai aku kehilangan dia lagi,jika kalian berani bermain-main dengan ku,makan kalian semua akan tanggung akibatnya." ancam bos.
"Tenang saja tuan,kami akan selalu menuruti apa kata mu,dan kami juga ingat janji kami kepada tuan." ucap salah satu pria,karna dia tau jika dia gagal dalam misi ini,maka hidup nya akan hancur bahkan keluarga nya juga bakalan jadi korban.
"Aku pegang janji kalian semua,sekarang pergilah!" perinta bos,kemudian mereka semua pergi meninggal kan ruangan itu.
Vino sudah sampai di salah satu Restoran terdekat di Rumah Sakit,restoran itu terletak di pinggir jalan seberang rumah sakit.
Setelah sampai Vino lansung memesan beberapa makanan untuk Aqila dan untuk dirinya.
Sambil menunggu pesanan siap,Vino duduk di salah satu meja yang terletak di pojok reatoran pinggir jendela.
Vino selalu melirik-lirik di setiap sudut yang ada di dalam Restoran itu,karna ini baru pertama kali dia masuk ke dalam restoran ini.
__ADS_1
Hari ini Restoran cukup Ramai dan Vino harus bersabar menunggu sampai tiba giliran pesanan nya siap begitu juga dengan yang lainnya.