Kisah Asmara Mahesa

Kisah Asmara Mahesa
KEHAWATIRAN NARA TERHADAP AQILA


__ADS_3

Nara lansung memeriksa ke adaan Aqila, ketika dia sudah berjongkok di depan Aqila dan Natan, dia tidak menghiraukan tempat terlebih dahulu. Menurut dia keselamatan Aqila jauh lebih penting.


"Bagaimana dek, Apa yang terjadi dengan Aqila?" tanya Natan ketika Nara sudah selesai memeriksa Aqila.


Nara sudah memberi tahu apa yang telah terjadi kemaren dan semalam kepada Natan, karna itulah Natan sangat khawatir dengan ke adaan Aqila. Apa lagi Aqila hari ini bertemu dengan orang yang tidak dia kenal.


"Apa tidak sebaik nya kita bawah dia ke rumah sakit dulu?" tanya Max, dia masih sangat khawatir dengan ke adaan Aqila.


"Dia pasti lupa meminum obat yang aku beri semalam kak." jawab Nara sambil melihat ke arah Natan.


"Tidak perlu pak, kami akan membawa adik kami pulang saja." jawab Nara, dia tidak ingin membawa Aqila kembali ke rumah sakit.


Nara takut hal itu akan terjadi lagi jika dia membawa Aqila kembali ke rumah sakit, meskipun Max tidak menyukai perkataan Nara namun dia tidak bisa apa-apa.


Natan menggendong Aqila masuk ke dalam mobil, mereka ingin membawa Aqila pulang, Max yang awal nya mau ikut tapi di cegah oleh Nara dengan alasan Istrinya kembali histris di dalam rumah sakit.


Mendengar perkataan Nara, Max lansung berlari meninggalkan tempat itu, dan dia masuk ke dalam rumah sakit.


Di tempat lain,


Zito dan Citra sedang mengurus keberangkatan pulang, dia mendapat kabar dari salah satu kerabat nya yang ada di sekolah anak nya, dia mengatakan kalau Aqila di bully dan sedang di rawat di rumah sakit.


Sebenar nya mereka ingin pulang semalam, tapi karena cuaca di sana kurang mendukung mau tidak mau mereka harus menunda keberangkatan pulang. Dan siang ini mereka akan kembali.


Zito dan Citra hanya memaklumi tingkah laku putra dan putri nya, mereka juga tau kalau anak nya sengaja tidak memberi tahu mereka apa yang telah terjadi.


Di dalam mobil Natan.


"Kakak, sebentar lagi aku akan kembali ke rumah sakit yang satu lagi, kita bawa Aqila ke kontor kakak saja. Biar Aqila aman bersama kakak saat kerja." ucap Nara sambil mengelus elus kepala Aqila.


"Kamu benar Nara, biar kakak saja yang jaga dia." ucap Natan sambil melirik mereka dari kaca depan.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan Aqila, dia akan aman bersama ku,"


"Tapi kenapa dia bisa jalan sendirian, Apa jangan-jangan dia ribut sama Vino?" tanya Natan.


"Enatah lah kak, aku juga tidak tau. Tapi mungkin bisa jadi juga." jawab Nara.

__ADS_1


"Kenapa kamu bicara seperti itu dek?" tanya Natan sesekali melirik Nara ke belakang.


"Aku kurang tau pasti kak, sebelum malam itu Aqila dan yang lain sedang ribut di ruangan Aqila lagi,"


"Dan Farah juga bilang sama aku, kalau Aqila di bully setelah dia ribut bersama Vino dan Raka." jawab Nara, Farah sudah menceritakan yang terjadi kepada Nara, saat Farah mencari Nara ke ruangan dia.


"Raka! Siapa anak itu?" tanya Natan penasaran, karna Natan mengetahui siapa saja yang berteman bersama Aqila.


"Aku kurang jelas tau siapa dia kak, kakak tidak perlu khawatir. Vino dan teman nya pasti akan melindungi Aqila kalau di sekolah." Jawab Nara.


"Kakak juga tau kan, Seberapa sayang nya Arya dan sahabatnya kepada Aqila?" tanya Nara untuk meyakinkan Natan. Natan hanya mengangguk.


Natan tau kalau teman laki-laki Aqila menyukai diri nya. Namun selalu di halang oleh Vino, setiap orang yang mendekati Aqila akan berurusan terlebih dahulu sama Vino.


"Apa tidak sebaiknya kita hubungi Vino?" tanya Natan.


"Tidak usah dulu kak, seperti nya mereka memang ada masalah kak, tadi Vino menelfon aku. Dia menanyakan keberadaan Aqila." ucap Nara, sambil menyeka rambut yang menutupi wajah Aqila.


"Mungkin tadi pagi Aqila keluar rumah tanpa sepengetahuan dari Vino."


"Jadi maksud kamu Aqila pergi diam-diam?" tanya Natan, Nara mengangguk kalau pertanda mungkin saja iya.


"Ada apa?" tanya Natan balik.


"Kenapa ada Tuan Max di samping kakak dan Aqila?" tanya Nara, karna dia sempat kaget melihat Max sangat merasa khawitir melihat Aqila pingsan.


"Kau mengenal om Max itu?" tanya balik.


"Tentu saja aku mengenali dia kak, Istri nya kan sedang di rawat di tempat aku bekerja." jawab Nara.


"Apa kau juga tau siapa dia?" tanya Natan.


"Mengenal jelas siapa dia aku tidak tau kak, aku cuma tau nama dia saja, dan aku juga tidak tau latar belakang dia." jawab Nara.


"Dia adalah CEO terbesar di kota ini Nara. Dan kamu juga harus tau, kalau om Max lah yang menolong Aqila tadi." ucap Natan, dia ingin menjelaskan kepada Nara.


"Apa yang sebenarnya terjadi kak?" Menatap Natan dengan tatapan binggung.

__ADS_1


"Tadi sebelum Aqila pingsan dia bilang kepada ku kalau dia di selamatkan oleh om Max, Aqila hampir di tabrak oleh orang yang tidak di kenal." jawan Natan. Berusaha menjelaskan kepada Nara.


"Maksud kakak, Aqila ingin di lukai seseorang?" tanya Nara, Natan mengangguk.


"Siapa orang yang ingin mencelakai Aqila itu lak? Aku tidak bisa tenang kalau orang itu belum ketemu juga." tanya Nara yang mulai khawatir akan ke selamatan Aqila.


"Tenanglah, kakak akan mencari tau siapa orang-orang itu,"


"Dan kakak akan memberitau Aqran masalah Aqila yang terjadi hari ini, mana tau orang suruhan Aqran juga bisa membantu aku." ucap Natan berusaha menenangkan Nara agar tidak terlalu khawatir berlebihan.


Kalau Nara khawatir berlebihan yang ada akan malah menimbulkan masalah baru, bagaimana tidak! Jika musuh mengetahui kelemahan mereka maka mereka akan kalah.


****


Di dalam mobil ada seseorang Wanita sedang dalam ke adaan kesal. Dia meluapkan semua amarah nya di dalam mobil.


"Agrah!" Mendesah fustasi.


"SIALL! Kenapa aku gagal lagi dan lagi,"


"Kenapa selalu saja ada orang yang menolong gadis itu."


"Rencana di Rs gagal dan ini gagal juga." berguman sendiri.


"Kenapa aku tidak bisa menyingkirkan gadis itu? Kalau gadis itu masih ada di dunia ini, Hidup aku tidak akan pernah tenang." ucap Dia.


"Aku akan merencanakan sesuatu yang baru lagi. Agar aku kali ini bisa berhasil." ucap nya lagi.


Di sebuah Cafe B Raka sedang menemui seorang gadis. Tampak Raka sedang berbicara, Mereka saling berbicara sambil memakan sebuah makanan yang sudah ada di meja.


"Apa kau sudah bisa mengambi hati nya sayang?" tanya seorang gadis.


"Aku belum bisa menaklubkan dia sayang. Jadi tenanglah! Aku akan berusaha lagi."


"Lagian itu baru hari pertama aku mendekati dia. Suatu saat mana mungkin dia bisa menolak aku." jawab Raka sambil menggengam tangan gadis itu. Lalu tersenyum.


Membalas senyuman Raka. "Baiklah! Akan aku pengang janji mu sayang,"

__ADS_1


"Tapi ingin. jangan sampai kau menyukai dia benaran, jika itu sempat terjadi aku tidak akan memaafkan diri mu." Ancam gadis, sebenar nya dia sangat cemburu tapi dia tidak bisa berbuat apa lagi.


Raka terkekeh. "Mana mungkin aku berpaling dari kamu sayang, kamu taukan seberapa besar cintaku kepada mu?" tanya Raka, gadis itu mengangguk sambil tersenyum legah mendengar tutur kata Raka.


__ADS_2