Kisah Asmara Mahesa

Kisah Asmara Mahesa
BANYAK RAHASIAH


__ADS_3

Ternyata dari ujung pojokan sana Raka juga sedang mendengarkan pembicaraan mereka, bahkan Raka mendengar ucapan mereka sangat jelas.


"Apa!" guman Raka pelan, dia sangat kaget setelah mendengar om nya meyebut Putri sedang ada di sini.


Bukan Cuma Vino dan Raka saja yang mengikuti mereka dan mengintip, mendengar pembicaraan mereka tetapi orang lain juga.


Dari sudut sana ada seseorang suster yang menguping pembicaraan mereka, bahkan orang itu sudah mengikuti Max dari tadi.


"Jadi Om sudah menemukan Adik ku selama ini."


"Tapi kenapa dia menyembunyikan nya dari kita semua."


"Apa ini ada hubungannya dengan kesehatan mama." Raka terus berguman pelan, sambil mendengarkan pembicaraan mereka.


Aqila Putri Mahesa, jadi gadis yang selalu ingin aku lukai itu adalah adik ku, pantas saja Om melarang ku untuk mendekati dan melukai nya.


Vino berusaha mencerna sedikit demi sedikit kalimat dan kata-kata yang terucap dari mulut Maxsin.


Vino mendengar kan dengan begitu fokus agar dia tidak mendapatkan informasi yang tidak tepat. Karena kejadian dulu membuat nya mendapatkan pelajaran baru.


Karena gegabah bertindak dalam hal apapun bisa melukai kita bahkan juga bisa melukai orang-orang di sekitar kita.


"Aku seperti kenal Om ini."

__ADS_1


"Bukankah Om ini sering kali menolong Aqila dalam ke adaan Aqila dalam mara bahaya."


"Jadi selama ini Aqila sudah menemukan Papa nya, tapi dia tidak menyadari itu."


"Tapi kenapa Om ini tidak berterus terang kepada Aqila, entah lah mungkin dia punya alasan tersendiri, aku harus mencari tau nya terlebih dahulu." Vino Selalu berguman dalam hati, menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.


*****


Aqran sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan Papa nya, yaitu sekarang dia satu kota dengan Aqila.


Aqran juga berfikir jika adik nya sudah dekat dengan papa nya, marabahaya akan selalu bertubi-tubi mendekati adik nya.


Aqran berencana untuk beberapa hari akan kembali ke tempat di mana adik nya berada, karna setiap memikirkan papa nya dia selalu akan teringat dengan Aqila.


Ya kali ini aku harus berusaha jujur sama Aqila, siapa aku sebenarnya dan aku akan membawa dia untuk tinggal bersama ku.


Naufal masuk ke dalam kamar Aqran, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Aqran kaget, "Astga!"


"Saudraa aku satu ini, bisa tidak bikin aku ngak jantung." Ucap Aqran kesal. Naufal malah tertawa.


"Sejak kapan si Aqran yang aku kenal tegas, bisa selebay ini." Guman Naufal sambil menahan tawa.

__ADS_1


"Lo bilang apa?" Aqran melotot.


"Kagak, aku ngak bilang apa-apa." jawab Naufal tertawa.


"Aku lagi badmood bercanada Naufal" ucap Aqran tiba-tiba.


"Aku kepikiran adikku, bagaimana reaksi dia kalau tau yang sebenarnya," wajah Aqran sendu.


"Huuff..." Menghelang nafas panjang.


"Aqila bukan gadis kecil lagi Ran,"


"Awalnya dia emang bakalan kecewa, tapi pada akhirnya di pasti akan memahami kenapa kamu melakukan itu semua."


"Kamu tau kan Aqila seperti apa?" Aqran menggangguk.


"Jadi tenang lah, mungkin kalau dia marah itu wajar, tapi lambat laun dia akan memahami nya." Naufal berusaha menenangkan Aqran, dan berusaha membuat Aqran selalu berfikir positif.


Karena selama ini kelemahan Aqran ada pada diri Aqila, karna dia tidak bisa sedikit pun kalau Aqila dalam bahaya dia juga bisa ikut terpengaruh, maknya Aqran berusaha selama ini untuk menjadi sepupu Aqila.


Raka berusaha ingin bertemu dengan Aqila dahulu sebelum om nya menemui Aqila. Raka sudah merencanakan sesuatu untuk berbicara dengan Aqila empat mata.


Vino ingin membawa Aqila pergi dari rumah sakit itu, karna Vino teringat lagi akan kejadian beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


Di saat ada orang yang mengaku bilang kalau Aqila adalah putri nya, dan apa yang terjadi Aqila hampir di jual sama orang yang tidak di kenal di kala itu.


Suster yang mengintip pembicara mereka juga sedang merencanakan sesuatu agar Aqila tidak bertemu dengan Max.


__ADS_2