
Aku merasa binggung kenapa aku bisa akrab dengan mbak lala begitu mudah nya,padahal aku ini tipe orang yang tidak terlalu suka sama orang baru.
"Non.. mbak lala boleh bertanya ngak?" tanya mbak lala mintak izin sambil melihat aku,aku hanya mengangguk.
"Non Aqila ini pacar nya tuan Vino ya?" tanya mbak lala.
"Ehh...mbak lala." ucap Aku kaget sama pertanyaan mbak lala.
"Tidak mbak,aku ini cuma orang asing yang datang ke dalam kehidupan Vino dan Keluarga nya." ucap Aku sambil menjelaskan semuanya kepada mbak lala.
Aku juga tidak tau entah kenapa aku bisa semudah itu menceritakan masalah pribadi ku kepada mbak lala,pada hal aku baru kenal beberapa jam dengan dia.
"Maaf..non mbak lala tidak bermaksud begitu." ucap mbak lala,ia merasa bersalah telah membuat ku mengingat kenangan lama yang selama ini telah aku simpan rapat-rapat.
"Tidak apa-apa mbak,Aqila sudah ikhlas kok." ucap ku berusaha untuk tersenyum.
Di saat kami sedang asik bercerita,tiba-tiba phonsel mbak lala berdering,tapi mbak lala tidak mau mengangkat nya.
"Kenapa ngak di angkat?" tanya Aku,melihat mbak lala mematikan notifikasi panggilan.
"Ngak penting non,ini no baru." jawab mbak lala.
"Angkat saja,mana tau itu penting mbak,kalau kita jauh dari orang tua,kita tidak tau dari siapa? mana tau tenangga yang mau kasih tau sesuatu kepada kita." ucap aku berusaha meyakin kan mbak lala agar mau mengangkat televon itu.
Aku tidak mau kejadian yang dulu aku alami di alami mbak lala juga,andai dulu aku mengangkat penelvon no baru yang masuk ke dalam phonsel ku,mungkin dulu aku bisa cepat membawa oom kerumah sakit.
"Tapi non." ucap mbak lala,belum sampai dia berbicara aku lansung memotong pembicaraan nya.
"Tidak ada tapi-tapi mbak,dari pada nanti mbak nyesal,mana tau penting,itu orang dari tadi nelvon melulukan mbak?" tanya aku,kemudian mbak lala mengangguk.
"Ya udah angkat,tunggu apa lagi." perintah ku.
Kemudian mbak lala mintak izin keluar sebentar untuk mengangkat televon dari no orang yang tidak di kenal itu.
Belum lama mbak lala pergi,tiba-tiba ada orang yang masuk ke dalam ruangan ku,aku pikir itu yang datang adalah Vino.
Brek..
Suara gangga pintu di bukak oleh seseorang.
"Vino" guman Aku,kemudian aku melihat siapa yang datang ternyata aku salah.
"Raka!" ucap Aku kaget bahwa yang datang itu adalah Raka,Raka melangkah masuk ke dalam kemudian dia mendekati aku.
__ADS_1
"Ngapain lo kesini?" tanya ku kesal,dia masuk ke dalam ruangan ku tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Eh..Kenapa? Memang aku tidak boleh menjenguk kamu?" tanya Raka yang semakin mendekat ke arah aku.
"Mending lo pergi saja,gue juga tidak perlu lo jengguk,lagian gue juga tidak mau kalau Vino salah paham lagi." ucap Aku biar dia tidak mendekati aku lagi.
"Kenapa kamu sepeduli itu dengan dia? padahal aku tau dia bukan siapa-siapa kamu." ucap Raka,aku kaget mendengar ucapan Raka,dari mana di tau tentang aku dan Vino.
Tampa aku sadari ternyata di luar ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan kami.
"Siapa pun dia itu bukan urusan lo,sekarang lo pergi sekarang juga!" perintah ku sambil mengusir dia,tapi dia tidak juga mau keluar.
"Apa kamu mencintai dia?" tanya Raka sambil melihat aku semakin dekat.
"Stopp..! Jangan lo dekati aku lagi." teriak aku kini aku benar-benar sangat kesal dengan dia.
"Kenapa lo mau ikut campur dalam urusan pribadi gue? mencintai dia atau tidak itu bukan urusan lo,jadi berhentilah jangan campuri urusan gue lagi." ucap ku dengan suara meninggi.
"Kenapa kamu begitu kasar?" tanya Raka,yang melihat aku dari tadi selalu berbicara kasar.
"Gue sudah bilang ini bukan urusan lo." ucap aku berusaha bicara sedikit agak lembut.
"Apa karna kejadian tadi pagi dan siang? Maaf tadi aku sudah menambarak mu,eh salah maksud nya kamu yang menabrak aku,dan maaf juga aku sudah membuatmu dan Vino salah paham." ucap Raka panjang lebar,namun aku tidak memperdulikan dia.
Dia luar ruangan ada tampak seorang cowok yang mesara sangat kesal,ingin rasa nya dia masuk ke dalam ruangan tapi dia mengurungkan niat nya dulu,dia mendengarkan semua percakapan Aqila dan Raka secara seksama,ia adalah Vino.
Jadi dia juga yang sudah membuat Aqila terluka,lihat saja kau sudah bermain-main dengan ku,kau juga sudah membuatku marah kepada Aqila tadi.
Saat Vino berdiri di luar ruangan tiba-tiba sahabat Vino dan Aqila datang bersamaan.
"Vin?" sapa Dita sambil berlari ke arah Vino,namun Vino memberi kode agar mereka mengecilkan suara nya.
"Ada apa?" tanya Arya pelan,semua orang menatap Vino dengan tatapan binggung.
"Sekarang kalian kasih tau sama gue,siapa yang sudah memberi tau Aqila di rawat di sini?" tanya Vino sambil melihat ke arah mereka satu persatu.
"Apa maksud mu?" tanya farah karna dia binggung dia tidak tau apa yang sebenar nya terjadi,kemudian Vino memberi kode agar mereka mengintip ke dalam ruangan Aqila.
"Raka." ucap Dita kaget,Vino hanya mengangguk.
"Sejak kapan dia sampai ke sini,bukannya tadi kita lebih duluan dari dia?" tanya Aldi binggung.
"Iya benar,bukan nya tadi dia berbicara dulu sama seseorang." ucap Verel.
__ADS_1
Vino melihat ke arah Arya dan teman-temannya.
"Eh..Bro sumpah,bukan kita yang kasih tau,mana mungkin kita kasih tau dia,yang ada malah mambah teman saing untuk dekat sama Aqila." ucap Arya,yang melihat Vino melihat dirinya dengan tatapan tajam.
"Apa lagi kami,kan lo sendiri tau kalau kita takut kalau lo marah ngak jelas sama kita." ucap Alex,kemudain Brayen dan leo mengangguk.
"Lo juga ngak percaya sama kita?" tanya farah melihat ke arah Vino.
"Gue juga ngak percaya sama kalian berdua." ucap Vino sambil melihat Farah dan Dita bergantian.
"Lah emang kita salah apa?" tanya Dita.
"Salah kalian,kenapa kalian tidak kasih tau yang sebenarnya kepada gue,kalau Aqila terluka tadi pagi gara-gara itu cowok." ucap Vino dengan tatapan serius,Farah dan Dita kaget dari mana Vino mengetahui nya.
Tak lama kemudian mbak lala datang dari arah belakang Vino.
"Loh tuan,kanapa di luar? Kenapa tidak lansung masuk saja?" tanya mbak lala yang tiba-tiba datang,kemudian Vino menoleh ke sumbar suara mbak lala.
Yang lain hanya diam melihat siapa dia,ingin sekali mereka bertanya tapi malah takut kalau Vino bakalan marah,karna mereka sudah mulai melihat kalau Vino sudah mulai kesal.
"Siapa yang menyuruh mu meninggalkan Aqila sendirian di dalam,bukankah tadi aku sudah bilang,tolong jagain dia." ucap Vino kesal.
"Maaf tuan,tadi ada panggilan masuk jadi aku mengangkatnya." ucap mbak lala menunduk.
"Cuma angkat panggilan televon saja,kenapa harus keluar." ucap Vino dengan tatapan tajam,dia membuat mbak lala semakin takut
Di dalam ruangan Aqila dia semakin risih dengan kedatangan Raka,dia takut kalau Vino bakalan marah lagi sama dia apa lagi cuma gara-gara Raka.
"Gue tidak perlu maaf lo,sekarang juga lo keluar dari sini." teriak Aku,sambil menangis karna aku takut kalau Vino bakalan marah sama aku.
"Gue tidak mau melihat lo ada disini." ucap ku dengan suara tagias.
"Tapi aku tidak melukaimu lagi bukan?" tanya Raka yang masih berusaha mendekatiku.
Mereka semua yang ada di luar mendengar Aqila berteriak sambil menangis,mereka semua cepat-cepat masuk ke dalam ruangan Aqila di rawat.
"Apa-apan lo." ucap Vino kesal karna dia melihat aku menangis,kemudian dia melangkah mendekati ku.
"Lo apakan dia?" tanya Vino lagi,kini vino sedang memeluk aku,biar aku merasa sedikit tenang.
Semua mereka yang masuk ke dalam ruangan menatap Raka dengan tatapan bertanya-tanya.
"Tadi gue meninggalin dia di sini,dia sudah baik-baik saja dan sekarang gue tanya sama lo lagi,lo apakan Aqila sampai dia menangis?" ucap Vino berusaha lembut agar aku tidak merasa takut,Vino mengelus kepala ku sambil berbicara kepada Raka.
__ADS_1
"Gue tidak melakukan apa-apa,gue tadi cuma bertanya saja,tiba-tiba dia menangis begitu saja." jawab Raka membela dirinya sendiri,padahal Vino tau apa yang sebenarnya terjadi namun dia pura-pura tidak tau.