Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan

Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan
Malu


__ADS_3

Khaira masih berusaha untuk mengambil koper yang ada di atas lemari. Namun karena kurang keseimbangan akhirnya Khaira terjatuh.


Michael yang melihat istrinya hampir terjatuh langsung dengan sigap menangkap Khaira. Alhasil Khai dan Michael terjatuh bersama dengan Khaira berada di atas Michael. Kini muka mereka sangat dekat hanya tinggal beberapa senti saja. Jantung kedua nya sama sama berdegup kencang


'ada apa dengan jantung ku. Tidak biasa nya seperti ini.' ucap Michael dalam hati


'Kenapa jantung ku jadi berdebar seperti ini. Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini walaupun selalu berada di dekat Michael.' Gumam Khaira dalam hati.


Dan Khaira yang telah sadar langsung berdiri.


"Maaf." Ucap Khaira sambil mengulurkan tangan bermaksud membantu Michael. Michael pun menerima uluran tangan dari Khaira.


"Makanya, lain kali jangan keras kepala. kalau tidak bisa bilang saja tidak. Biar aku saja sini yang mengambil." Ucap Michael kesal. Dan Michael mengambil kan koper milik Khaira.


"Iya maaf." Ucap Khaira. Dan kini lagi lagi dia merasa malu.


' mimpi apa aku tadi malam. Hari ini aku Uda di buat malu dua kali oleh michael.' gumam Khaira dalam hati.


"Nih koper nya. Kalau butuh apa apa lagi bilang ya." Ucap Michael dan kembali duduk. Melanjutkan kesibukan nya dengan HP. Ntah apa yang Michael lihat hanya dia yang tahu.


Khaira pun menyusun pakaian nya ke dalam koper. Tidak lupa ia membawa skin care nya juga. Dia juga meninggalkan beberapa baju disana. Karena jika suatu saat dia ingin menginap di rumah orang tua nya tidak perlu membawa baju lagi.


"Michael, Baju kamu mana?." tanya Khaira


"Itu masih di dalam koper. Tinggalkan saja di sini, di rumah yang mau kita tinggali sudah ada pakaian ku. Itu untuk cadangan kalau kita menginap saja." Ucap Michael


"Baiklah." Ucap Khaira

__ADS_1


Setelah selesai menyusun semua nya. Khaira turun ke bawah karena sebentar lagi jam makan siang, jadi Khaira berniat untuk membantu Bi Sumi di dapur. Dia takut di buat malu lagi jika berlama lamaan di kamar bareng Michael.


"Bi Sumi. Lagi ngapain, Bi" Ucap Khaira setelah sampai di belakang Bi Sumi.


"Ih Non. Ngagetin Bibi aja. Kalau Bibi punya penyakit jantung kan sudah..." Ucap Bi Sumi


"Ihh Bibi, sudah ah jangan lebay." Ucap Khaira memotong ucapan Bi Sumi.


"Eh Bibi, Khaira. Lagi ngapain." Ucap Mama Rika tiba tiba setelah berada di dapur.


"Ini, Ma. Khaira mau bantuin Bi Sumi bikin makan siang." Ucap Khaira


"Suami kamu mana? " Tanya Mama Rika


"Ada Ma di kamar, emang nya knapa Ma kok Mama nyariin Michael.? " Jawab dan tanya Khaira.


"Tapi Ma," Ucap Khaira


"Ga ada tapi tapian. Uda sana temani suami kamu." Ucap Mama Rika memotong ucapan Khaira.


'Ih Mama. Aku keluar kamar kan karena ga mau malu lagi. aku malu ma bertemu dengan Michael. Ya biar pun Michael ga masalah tapi tetap saja aku malu Ma. Tapi ya Uda lah turutin saja dari pada Mama marah.' Gumam Khaira dalam hati.


"Baiklah. Oh iya Ma, Mama sudah telepon Papa?." Tanya Khaira


"Astaga, Iya Mama lupa. Untung kamu ingetin. Ya Uda deh Mama mau telpon Papa kamu dulu. Bi, saya tinggal dulu ya sebentar." Ucap Mama Rika


"Iya nyonya." Jawab Bi Sumi.

__ADS_1


"Ya Uda Bi, Saya ke kamar dulu ya Bi." Ucap Khaira


"Iya Non silahkan." Jawab Bi Sumi.


Khaira pun pergi ke kamar nya. Walau pun dengan langkah yang berat. Sedangkan Mama juga pergi ke kamar nya untuk mengambil handphone dan menelepon Papa Adi.


Telepon tersambung


"Halo, Assalamualaikum, Pa" Mama Rika mengucap salam setelah telepon terhubung


"Waalaikumsalam, ada apa Ma." Tanya Papa Adi dari seberang telepon


"Gini Pa. Papa sibuk gak?" Tanya Mama Rika


"Ga terlalu sih Ma. Emang nya ada apa Ma? Tanya Papa Adi.


"Gini Lo Pa, Papa bisa pulang untuk makan siang ga. Kan Uda lama Papa ga makan siang di rumah. Mama Uda masakin buat Papa. Sekali sekali Pa makan siang bareng istri, anak, sama menantu." Ucap Mama Rika sambil cengengesan.


"Ya sudah Ma. Nanti jam makan siang Papa pulang dan makan siang di rumah." Ucap Papa Adi


"Oke Pa. Ya sudah Papa lanjut kerja saja dulu ya. Dah Papaa." Ucap Mama Rika sambil mematikan telepon.


...***Bersambung................


Jangan lupa dukungan nya ya ❣️❣️❣️


I love you para reader😘🥰🤦🏻‍♀️🤣***

__ADS_1


__ADS_2