Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan

Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan
Kebenaran


__ADS_3

Michael dan Khaira terbangun saat pintu kamar mereka di ketuk. Mendengar itu Michael bangkit dan membuka pintu. Ternyata yang mengetuk adalah Mama Nita.


"Kalian belum bangun." Tanya Mama Nita.


"Ini baru bangun, Ma. Kenapa." Ucap Michael


"Engga Papa. Lebih baik kalian segera bersiap dan turun untuk makan malam. Mama Uda siap masak, ini mau siap siap shalat Maghrib dulu. Kalian juga jangan lupa shalat." Ucap Mama Nita panjang lebar.


"Iya, Mama. Uda sana ganggu aja." Ucap Michael. Dan kemudian menutup pintu setelah mama Nita pergi.


"Kenapa?." Tanya Khaira.


"Itu, Mama nyuruh kita untuk siap siap bentar lagi Maghrib, setelah itu makan malam." Ujar Michael. Ya, keluar Michael memang biasa makan malam setelah selesai shalat Maghrib.


"Ya Uda, aku mandi dulu." Ucap Khaira.


...****************...


Khaira dan Michael berjalan menuruni tangga menuju ke ruang makan, setelah sampai Michael menarik kursi dan mempersilahkan Khaira duduk. Khaira tersenyum dan kemudian duduk di kursi tersebut. Setelahnya mereka semua mulai makan.


Mama Nita dan Papa Adi tersenyum melihat keduanya. Mereka berpikir bahwa menjodohkan mereka berdua memang tidak salah. Mereka berdua terlihat bahagia sekarang.


Selesai makan malam Mereka berempat duduk di ruang keluarga sambil sesekali mengobrol dan bersenda gurau. Mereka terlihat bahagia dan jangan lupa kan Michael yang terus saja mendekap Khaira, Khaira terkadang merasa geli sendiri. Menurut Khaira beberapa hari ini Michael pasti tengah kerasukan. Soalnya sifat dan sikap nya beberapa hari ini itu benar benar bukan seperti Michael. Michael yang biasanya itu dingin dan kaku, dan yang sekarang kenapa terlihat lebih hangat dan lembut.


"Jadi gimana kalian berdua." Tanya Mama Nita tiba tiba.


"Apa nya yang gimana, Ma?." Michael balik bertanya.


"Ya gimana, kapan itunya "


"Itunya apa sih, Ma." Ucap Michael sedikit kesal.


"Kapan mau beri Mama dan Papa cucu." Ujar Mama Nita. Pernyataan itu membuat Khaira dan Michael langsung saling tatap dengan tegang.


"Kami belum memikirkan itu, Ma. Lagian Khaira juga masih mau fokus sama rumah sakit dan kuliahnya. Ya kan, Ra." Ucap Michael Dengan sedikit ketegangan yang berusaha untuk dia tutupi agar Mama dan Papa nya tidak curiga.


"Iya benar, Ma. Kami tidak mau buru buru dulu." Ucap Khaira.


"Kita kan pengen cepet - cepet gendong cucu yakan, Pa." Ucap Mama Nita antusias.


"Iya benar. Teman teman kami sudah banyak cucunya. Kami juga pengen." Ucap Papa Adi.


"Itukan karena kawan Mama dan Papa anaknya banyak, Sedangkan kami kan sama sama anak tunggal." Jawab Michael dengan sedikit kesal.


"Ya nak Khaira ya. Semoga dia cepat hadir." Ucap Mama Nita sambil mengelus perut Khaira. Dia tidak memperdulikan ucapan Michael. Michael yang melihat hanya mendengus kasar.


"Iya Ma. Secepatnya kami usahakan agar cucu kalian segera hadir." ujar Khaira menenangkan.


...****************...

__ADS_1


Setelah berbincang tadi Khaira dan Michael memutuskan untuk segera masuk kamar. Mereka sibuk dengan kegiatannya masing masing. Khaira sibuk dengan handphonenya dan Michael sibuk dengan laptopnya. Entah apa yang mereka berdua lihat dan kerjakan. Kemudian Michael bangkit.


"Aku keluar sebentar ya." Ucap Michael.


"Kamu mau kemana." Tanya Khaira


"Aku ingin menemui, Aldo. Kebetulan dia ada di cafe dekat sini. Boleh kan." Ucap Michael.


"Pergilah. Jangan kemalaman ya pulang nya." Ucap Khaira.


"Takut rindu ya." Ucap Michael menggoda.


"apaan sih." Ucap khaira kesal. Entah kenapa Michael sangat senang menggoda Khaira, mungkin karena setiap di goda muka Khaira bersemu kemerahan. apalagi pipinya, serasa pengen nyubit terus gigit deh.


"Ya Uda, mau nitip sesuatu.?" tawar Michael


"Emm, nggak deh. Eh boleh deh. Eh ga jadi deh. lagi ga pengen apa apa." Ucap Khaira.


"Ga jelas banget sih. Ya Uda aku pergi dulu. Babay sayang." Ucap Michael sambil terkekeh kemudian langsung melangkah cepat keluar kamar. Khaira hanya mendengus kesal. Ia tahu bahwa Michael bkan mengatakan itu karena isi hatinya, tapi karena memang hobi menggoda Khaira.


Setelah kepergian Michael, Khaira bingung mau ngapain, dia tidak bisa tidur. Akhirnya ia melihat lihat isi kamar Michael. Di dalamnya ada satu meja yang mungkin biasanya untuk Michael mengerjakan tugas kantornya, ada laptop juga di atasnya, dan juga ada beberapa dokumen yang entah apa isinya. Namun satu yang menarik perhatian Khaira, foto seorang laki laki kecil di sebuah bingkai di atas nakas.


"Ini Michael. Kenapa ga asing." Khaira tampak memperhatikannya dengan seksama. dia merasa familiar dengan anak kecil di foto itu.


Dia meletakkan kembali bingkai tersebut di atas meja dan sekarang matanya tertuju pada sebuah kotak berwarna biru. Dia ingin membuka tapi dia takut Michael marah.


"Tapi kan Michael ga tahu." Setelah mengatakan itu Khaira membuka kotak tersebut perlahan.


"Jadi selama ini kamu ada di dekat aku. Bahkan kamu adalah suami aku Chael." Ucap Khaira terbata bata, dia bener bener masih terkejut dengan semua ini.


"Tapi kenapa kamu ga ingat sama aku. Maafkan aku Chael karena pernah meninggalkan mu. Apa karena ini kamu marah sama aku. Sampai kamu melupakan aku." Ucap Khaira menangis sambil memeluk foto itu.


Khaira mengusap air matanya, ia segera bangkit dan keluar kamar membawa foto tersebut. Dia menuruni tangga dan melihat ada mama mertuanya di dapur.


"Mama." mendengar itu Mama Nita langsung membalikkan badan.


"Eh Khaira, belum tidur. Tadi Michael kemana, kok terlihat terburu buru." Tanya Mama Nita.


"Dia mau menemui Aldo, Ma." Jawab Khaira.


"Ooh. Kamu kenapa. Saki? kok mukanya kayak lagi sakit?." Tanya Mama Nita sambil memegang dahi Khaira.


"Engga kok, Ma. Khaira ga kenapa kenapa." Jawab Khaira.


"Ya sudah kalo gitu." Ujar Mama Nita.


"Emm, Ma. Khaira boleh nanya sesuatu ga." Ucap Khaira.


"Mau nanya apa sayang." Ucap Mama Nita. Mendengar itu Khaira langsung menyodorkan foto tadi ke Mama Nita. "Tentang ini Ma." Ucap Khaira.

__ADS_1


"Kamu sudah tau, Ya." Ucap Mama Nita.


...****************...


Kini Khaira dan Mama Nita ada di ruang keluarga, Mereka duduk bersebelahan. Ya mereka berdua memutuskan untuk cerita di sini saja. Keadaan masih hening, belum ada yang membuka suara.


"Sebenarnya gini, Ra." Mama Nita mulai bercerita. Khaira mendengarnya dengan seksama


"Memang benar, Michael adalah tema kecilmu dulu, Kalian dulu sering bermain bersama. Dan rumah yang kamu tempati itu adalah rumah kami dulu nak. Seiring berjalannya waktu, keadaan memisahkan kalian karena kamu harus ikut kedua orang tuamu untuk mengurus kantor yang ada di Korea. Setelah kepergian kamu, Michael menjadi pendiam."


"Sampai beberapa tahun lalu, mungkin sekitar 5 tahun setelah kamu kembali dari Korea kami, bertemu kembali dengan orang tuamu di sebuah mall tanpa di sengaja. Kami saling bertukar cerita sampai akhirnya kami membahas akan menjodohkan kalian. Dulu kami hanya bermain main waktu kamu masih berada dalam kandungan kami mengatakan akan menjodohkan mu dengan Michael. Dan pada akhirnya kami menjodohkan kalian beneran. " Jelas mama Nita sambil sesekali menyeka air matanya l.


"Lalu, apakah Michael tahu bahwa aku adalah teman masa kecilnya." Tanya Khaira. Dia susah menangis sejak tadi.


"Michael tidak ingat. Setelah beberapa tahun kepergian kalian ke Korea. Michael mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia amnesia, namun tidak semua hal dia lupakan, ada beberapa yang dia ingat. Salah satunya yang dia lupakan adalah tentang kamu Khaira." Khaira yang mendengar itu semakin terisak.


"Kata dokter kemungkinan Michael bisa mengingatnya kembali hanya ada beberapa persen saja. Inilah salah satu alasan kami menjodohkan kalian, Kami harap Michael dapat mengingat kembali ingatan nya yang telah hilang. Terutama tentang kamu. Kami pernah mencoba membantu Michael untuk mengingat dengan cara menceritakan beberapa kejadian yang kami tahu tentang kalian. Namun nihil, yang ada Michael tidak dapat mengingat nya, itu semua membuat dia memaksa mengingat sampai dia harus kembali di rawat lagi beberapa hari di rumah sakit."


"Kami percaya padamu, Nak. Kamu bisa mengembalikan ingatan cinta masa kecilmu lagi. Buat dia mengingat tentang kalian lagi." Ujar Mama Nita.


"Aku akan usahain Ma. Aku ingin dia mengingat masa itu lagi." Ujar Khaira


"Tapi tolong jangan di paksa ya nak. Jika memang Michael tidak dapat mengingat nya lagi. Kalian cukup jalani masa sekarang saja, Dimana kalian sudah bahagia menjadi suami istri." Ucap Mama Nita.


"Iya Ma." Jawab Khaira kemudian mereka berpelukan.


Setelah beberapa saat, Pintu rumah terbuka menampilkan Michael yang baru pulang dengan beberapa berkas di tangannya. Tenyata dia beneran menemui Aldo. Melihat Michael Khaira dan Mama Nita segera menghapus air mata mereka.


"Ada apa ini. Kalian nangis?." Tanya Michael.


"Ah iya, Kami habis nonton film dan kisahnya sedih banget. Yakan, Ma." Ucap Khaira berbohong. Mama Nita hanya menganggukan kepalanya.


"Ya Uda Mama ke kamar dulu, Ya." Ucap Mama Nita dan berlalu pergi meninggalkan Michael dan Khaira berdua.


"Apakah semua perempuan seperti kalian. Hati lembut sampai nonton film saja menangis." Ucap Michael datar. Khaira hanya diam saja mendengar nya. Tetapi di lihat dari tatapannya dia terlihat kesal.


"Sudah sudah, Ayo ke kamar." Ucap Michael kemudian menggandeng tangan Khaira menaiki tangga dan menuju kamar."


'mungkin kita akan lebih bahagia saat kamu tahu aku adalah Lia kamu Chel.' ucap Khaira dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**B E R S A M B U N G.........


Bantu doa ya guys, biar Michael bisa segera mengingat nya. Rada ga nyambung dikit. Ga dikit tapi mungkin banyak


Maafkan kalau ada kesalahan ya,,, cerita asli hasil pemikiran sendiri. Kadang sampe bingung, kelanjutan nya harus gimana. Takut ngecewain kalian....


Ada yang masih sekolah?? Tau lagi kuliah atau sudah tamat, atau jadi Pengacara (pengangguran banyak acara)🤣🤣

__ADS_1


Oke see you next part❤️🌼😘**


__ADS_2