Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan

Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan
Khaira & Michael


__ADS_3

Siang ini Khaira hanya duduk santai di taman belakang rumah mereka. Ga tau kenapa, tapi memang hari ini bagi Khaira dia itu lagi malas ngapa-ngapain. Kalian ngerti lah ya gimana mood nya wanita yang sedang pms.


"Bi, Bi Sri." Panggil Khaira kepada Bu Sri.


Yang belum tau siapa Bi Sri. Dia adalah pembantu atau art juga di rumah mereka. Tugas Bi Tuti di bagian dapur dan cuci mencuci, Bi Sri bagian membersihkan rumah dan halaman, Namun terkadang mereka saling membantu. Namun memang setiap hari Bi Sri pulang karena rumah nya tidak terlalu jauh.


"Iya, non. Ada apa, non manggil saya." Ucap Bi Sri.


"Engga, saya cuma mau bilang, tolong lantai atas di bersihkan ya, Bi. Besok saya mau ajak teman saya Barbeque-an di atas. Kan besok malam Minggu, Kalau hari ini ga selesai di lanjut besok juga ga papa, Bi." Ucap Khaira.


"Baik, Non. Saya permisi dulu." Setelah mengatakan itu Bi Sri langsung melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.


Khaira berjalan ke arah tanaman bunga mawar. Mendekat kan wajahnya ke arah bunga dan menghirup aroma Yang ada di mawar.


"Cantik." Tiba tiba sebuah suara mengagetkan nya. Ternyata suara itu berasal dari Michael.


"apa nya yang cantik." Tanya Khaira


"Bunga nya,,." Belum selesai Michael melanjutkan ucapannya, Khaira sudah memotong ucapannya, dan Michael melihat wajah Khaira yang sudah cemberut.


"Oh bunga nya." Ucap Khaira Lesuh.


"Makanya, kalau ada orang bicara itu di dengarin dulu. Maksud aku tadi, bunganya kalah cantik dari kamu." Ucap Michael, mendengar itu Khaira langsung salah tingkah sendiri.


"Eh, Mas Uda pulang." Ucap Khaira mengalihkan pembicaraan.


"Sudah dong, ini pesanan kamu." Jawab Michael.


"Dan ya, ini untuk kamu." Ucap Michael menyodorkan sebuah Tote bag.


"Pemba..."


"Iya untuk kamu, aku tidak tahu mana yang biasa kamu pakai, jadi aku ambil semua merk. Dan tadi juga di bantu sama mbak mbak yang ada di situ. Masa kata mbak nya pilih saja yang ada sayapnya. Emang nya bisa untuk terbang?." Ucap Michael panjang lebar.


"Hihihi, Uda jangan di pikirin. Intinya makasih ya mas." Ucap Khaira.


"Ya Uda, aku ke atas dulu ya, mau siap siap untuk shalat." Ucap Michael kemudian pergi meninggalkan Khaira.


...****************...


Michael baru pulang dari masjid selepas shalat Jum'at. Ia langsung masuk ke dalam rumah dan menemukan Khaira tengah berada di ruang keluarga dengan menonton film dan menikmati makanan yang tadi ia beli kan.


"Assalamualaikum." Ucap Michael.


"Waalaikumussalam. Mas Uda pulang." Jawab Khaira kemudian mengambil tangan Michael dan mencium nya.


Khaira masih terus melanjutkan kegiatannya, namun kali ini di temani Michael. Michael hanya memandangi Khaira yang tengah menikmati makanannya dan sesekali tertawa karena filmnya.


"Apa dengan memandang ku, mas bisa kenyang." Ucap Khaira.


"Tidak, namun tawamu adalah canduku." Ujar Michael. Khaira dengan sekuat tenaga menahan agar tidak menunjukkan betapa rasanya dia ingin melayang karena ucapan Michael.


"Eh, Mas. Besok kamu libur kan." Tanya Khaira.

__ADS_1


"Iya kenapa. Mau jalan?."


"Tidak. Besok malam aku akan undang Lala, mau Barbeque-an di atas. Kamu mau ikut, undang Aldo ya." Ucap Khaira


"Niat banget jodohin mereka." Ucap Michael kemudian mengacak rambut Khaira.


"Isss, jangan di berantakin, Mas. Liat nih jadi rusak. Jadi gimana, mau ga." Tanya Khaira


"iya, nanti aku hubungi Aldo."


"Yes." Ucap Khaira, kemudian mereka kembali melanjutkan kegiatannya. Dengan Khaira yang asik bersama film dan cemilannya. Dan Michael yang masih stay memandangi wajah Khaira.


...****************...


Pagi ini, Khaira sudah sibuk membangun kan Michael, pasalnya tadi malam Michael sudah janji akan membawanya pergi belanja untuk keperluan nanti malam. Tapi Michael tak kunjung bangun.


"Mas, Ayo ihhh. Bangunnn."


"Iya, Lima menit lagi."


"Dari setengah jam yang lalu juga mas bilang nya lima menit lagi." Ucap Khaira kesal.


"Kan acaranya nanti malam, Ra. Kita bisa pergi nanti siang atau sore." Ucap Michael.


"Ihhh nanti kelamaan. Entar kalau macet gimana. Terus juga kalau kesiangan nanti panas, Mas." Ujar Khaira.


"CK, Ya Uda nanti Aldo saja yang suruh beli dan bawa kesini."


"Jadi kamu mau nya gimana, Khaira."


"Aku mau kita yang belanja. Sekalian jalan jalan. Ayooooo." Ucap Khaira sambil menarik tangan Michael.


"Tuan Michael Jordan Anandita. Kalau kamu ga bangun. Saya akan pergi sendiri." Ucap Khaira sambil menghempas kasar tangan Michael.


Mendengar itu Michael langsung lompat dari tempat tidur dan lari ke kamar mandi. Dia tidak akan membiarkan Khaira pergi sendiri. Nanti kalau istrinya di culik sama Om Om perut buncit gimana. Oh tidak, Michael tidak akan membiarkan itu.


...****************...


Kini Khaira dan Michael berada di sebuah mall, mereka sudah selesai membeli apa yang mereka butuhkan untuk acara nanti malam. Michael menggunakan kaos berwarna putih di lapisi jaket jeans berwarna hitam. sedangkan Khaira menggunakan dress berwarna putih senada dengan warna Kaos Michael. Dan kebetulan memang mereka membelinya bersama kemarin itu.


Dan sekarang Khaira sedang merengek minta di belikan es krim. Khaira sudah dewasa, namun saat meminta es krim, dia seperti anak kecil berusia 5 tahun yang terus saja merengek ke ayah nya.


"Ayo lah, mas. aku mau es krim."


"Jangan, Ra. Nanti kamu sakit."


"Aku tidak akan sakit, janji deh." Ucap Khaira sambil mengangkat dia jari nya membentuk huruf V.


"Ya sudah, Tapi jangan banyak-banyak ya." Ucap Michael pasrah.


Mendengar itu Khaira langsung menarik lengan Michael ke toko es krim yang ada di mall tersebut.


Khaira masih memilih rasa yang akan dia beli

__ADS_1


"Kamu mau rasa apa?." Tanya Michael. Sedangkan Khaira masih terus memilih, dia bingung mau rasa yang mana.


"Kalau bingung beli semua rasa aja." Ucap Michael


"Ini Michael kenapa sih, tadi ga boleh banyak-banyak katanya. Sekarang di suruh beli semua rasa." Ucap Khaira dalam hati.


"Kamu pilih saja, aku mau ke toilet dulu. Kamu tunggu disini ya."


"Jangan lama lama ya." Ucap Khaira. Setelah itu Michael langsung keluar dari toko dan pergi ke toilet.


Setelah beberapa menit, Michael kembali dan melihat Khaira tengah asik dengan es krim nya. Diam diam Michael mengulas senyum.


"Uda?." Tanya Khaira. Michael hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Kamu mau." Ucap khaira Sabil menyodorkan mangkuk eskrim yang tinggal setengah isinya ke Michael.


"Tidak, untuk kamu saja." jawab Michael.


"Alhamdulillah, oke lah kalau begitu." Ucap Khaira kemudian kembali menikmati es krim nya.


"Setelah ini mau kemana lagi?." Tanya Michael.


"Terserah."


"Mau jalan atau langsung pulang?." Tanya Michael.


"Terserah." Jawab Khaira sambil terus menikmati es krim.


"Jangan terserah dong, Ra."


"Terserah." ucap Khaira tanpa mengalihkan pandangannya pada es krim.


Khaira mendongak dan melihat wajah Michael yang sudah kesal, Khaira hanya terkekeh.


"Hihi, oke deh. Kita langsung pulang aja. Aku capek." Ucap Khaira.


"Gitu dong dari tadi. Ya Uda cepat habisin, setelah itu kita langsung pulang. " Ucap Michael di angguki khaira


Khair kembali melanjutkan makan es krim nya. Michael hanya terus memandangi istrinya yang bertingkah layak nya bocah yang baru pertama kali makan es krim. Setelah es krim Khaira Habis, mereka langsung beranjak dari duduk. Dan keluar dari toko es krim tersebut.


Khaira jalan di depan Michael, Michael memperhatikan punggung Khaira, dan yah. Ada bercak darah di dress Khaira. Michael dengan sigap langsung melepaskan jaketnya dan mengikat kan nya ke pinggang Khaira, menutupi bercak tersebut. Khaira sedikit terkejut.


"Kenapa?."


"Tidak apa, dingin." Alasan Michael sungguh tidak masuk akal.


"Apakah aku..." Belum selesai bicara Khaira melihat Michael menganggukan kepalanya, berarti benar tebak Khaira.


"Sudah ayo." Ucap Michael kemudian mengambil tangan Khaira dan menggandeng nya keluar dari Mall.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2