
Pagi hari Khaira baru bangun, Khaira melihat jam di ponselnya ternyata sudah pukul 06.34 Khaira melihat di sampingnya ternyata kosong, Khaira melihat sekeliling kamar nya mencari Michael namun tidak menemukan keberadaan Michael. Khaira turun dari ranjang dan memanggil suaminya
"Mass, kamu dimana." Khaira melihat kamar mandi tidak di kunci, masuk ke kamar mandi ternyata tidak ada orang. Khaira keluar kamar dan menuruni tangga.
Khaira ke dapur, sampai di dapur Khaira bertemu dengan Bi Tuti. (kalian merasa ga sih, Bi Tuti selalu di dapur tapi tidak tahu apa yang dia kerjakan, perasaan Khaira jarang makan di rumah, yakan. Tapi ya sudah lah, Author saja tidak tahu).
"Bi, Lihat Tuan." Tanya Khaira
"Loh, bukan nya tuan sudah pergi tadi pagi ya, Non. Selesai shalat subuh tuh tadi pagi tuan pamit, Non."
"Pamit, kemana Bi." Tanya Khaira lagi.
"Iya pamit kata nya mau keluar kota gitu, Non. Tuan juga bawa koper, Non. Kata nya sih selama satu Minggu gitu deh kalau ga salah, Non." Ucap Bi Tuti.
"Benar kah." Ucap Khaira tak percaya. Pasalnya Michael tidak ada bilang apa pun soal perjalanan ke luar kota nya.
"Apa Non tidak tahu." Tanya Bi Tuti.
"Engga, Bi. Ya sudah makasih ya, Bi. kalau gitu saya ke kamar dulu ya, Bi."
"Iya non, jangan lupa turun ya Non. Sudah saya siapin sarapan nya." Ucap Bi Tuti
"Iya, Bi." Setelah mengucap kan itu Khaira langsung pergi ke kamar nya.
"Michael pergi? Tanpa pamit?. Apa dia marah karena tadi malam aku tidur ya. Masa iya sih. Sekarang lebih baik aku mandi dulu." Ucap Khaira saat sampai di kamar. Setelah itu dia langsung mandi.
Selesai mandi dan beres-beres kamar nya, Khaira langsung turun ke bawah untuk sarapan. Khaira menikmati sarapan nya. Tapi pikiran nya selalu ke Michael Selesai sarapan Khaira langsung mengambil ponselnya di kamar dan mencoba menghubungi Michael.
"Kok ga di angkat sih." Ucap Khaira.
Khaira menelpon berkali kali dan ponsel Michael malah ga aktif, Khaira mengirimi banyak chat namun hanya centang satu. "kok perasaan ku ga enak ya." Ucap Khaira.
"Kamu kemana sih mas."
Khaira keluar lagi dari kamarnya, menuruni tangga dan menuju ke ruang keluarga, dia masih terus mencoba menghubungi Michael.
"Apa aku telpon Aldo saja, ya." Ucap Khaira ke mencoba menghubungi Aldo. Namun nihil, jawabannya masih sama. Ponsel mereka berdua tidak aktif.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 08.45 namun belum juga ada kabar dari Michael. Khaira sedari tadi tidak berhenti mencoba menelpon Michael. Bahkan sudah sampai ratusan panggilan mungkin.
"Kok Belum ada kabar sih, Mas. Atau aku telpon Papa Adi saja ya." Ucap Khaira kemudian dia mencari kontak papa Adi dan mulai menelponnya
"Kok mereka sama-sama ga aktif sih, di saat begini kok kompak banget sih." Ucap Khaira sedikit kesal.
Tiba tiba Lala datang dengan tergesa ke arah Khaira. Khaira yang terkejut dibuat heran.
__ADS_1
"Kamu kenapa, La." Ucap Khaira panik.
"Itu, ii... itu."
"itu apa." Khaira sudah mulai panik.
"Itu, Mi...Michael." Ucap Lala dengan nafas terputus-putus.
"Michael, Michael kenapa, La." Tanya Khaira yang sudah mulai panik. Dia takut apa Yanga ada di pikiran nya benar terjadi. 'michael ga kenapa-kenapa kan'. batin Khaira.
"Michael...."
"Jawab, La. Michael kenapa." Ucap lahiran yang sudah semakin panik
"Mobil Michael kecelakaan." Deg, mendengar penuturan Lala seketika Khaira langsung terduduk lemas di lantai.
***
Khaira dan Lala sudah berada di dalam mobil, mereka sedang menuju ke tempat dimana Michael kecelakaan. Namun sayang sekali, jalanan terlalu macet. Suara klakson bersahut-sahutan. Membuat Khaira semakin panik, rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya.
"Akhh, kenapa pake macet segala sih." Ucap Lala ambil menekan klakson.
"Ada apa sih di depan." Ucap Khaira
"Dari Tante Nita, Ra. Tolong angkatin dong." Ucap Lala. Khaira langsung mengambil ahli ponsel Lala.
"Halo, assalamualaikum Ma." Ucap Khaira
'halo, Khaira. Kalian dimana.' ucap Mama Nita di seberang sana.
"kami lagi di jalan, Ma. Kejebak macet."
'jalan mana.'
"jalan ke tempat Michael kecelakaan."
'Michael sudah dibawa ke Rumah sakit. Kalian langsung kesini saja.'
"Rumah sakit mana, Ma."
'Rumah sakit Ci....' tutt,, tutt,,,tutt. (Telepon mati)
"Ci, Ci apa, Ma. Hallo,,, Hallo. Kok mati sih." Ucap Khaira.
"Kenapa Ra." Tanya Lala.
__ADS_1
"Ga tau, aku telpon balik coba, ya."Jawab Khaira kemudian ia mencoba menghubungi Mama Nita lagi. Namun sayangnya ponsel Mama Nita tidak aktif. "Apaan sih. Di saat seperti ini kenapa malah ponsel mereka semua pada ga aktif." Ucap Khaira yang sebal di campur panik.
"Emang tadi kata Tante Rika apa, Ra." Tanya Lala
"Michael sudah di bawa ke rumah sakit, tapi saat aku tanya rumah sakit mana, Telepon nya mati." Jawab Khaira.
"Ya sudah, kita cari di rumah sakit terdekat saja." Ucap Lala, kemudian ia melajukan mobilnya kembali. Dan syukurnya jalanan sudah mulai renggang. Sama kaya hubungan kamu dan dia. Eh Upss.,,. ya Uda kita lanjut ya...
Khaira dan Lala tengah mencari rumah sakit terdekat, Saat menemukan rumah sakit Lala langsung membelok kan mobil nya ke arah rumah sakit. Mereka sampai dan langsung turun dari mobil, Lahiran dan Lala memasuki rumah sakit tersebut dengan tergesa-gesa. Mereka mendatangi resepsionis dan bertanya.
"Sus, disini ada Pasien atas nama Michael. Korban kecelakaan." Tanya Lala.
"Sebentar ya, saya lihat dulu."
"Iya, Cepetan ya, Sus."
"Emm, dengan keluarga Michael ya, Kak. Korban baru saja meninggal, kak."
Deg, mendengar itu Khaira langsung terduduk lemas. Seketika Khaira langsung menangis, Lala yang melihat sahabat nya seperti itu langsung mencoba untuk menenangkan Khaira.
"La, Michael La. Michael." Ucap Khaira sambil sesenggukan.
"Iya, Ra. Kamu tenangin diri kamu dulu ya. Allah lebih sayang sama Michael, Ra. Kamu yang sabar ya." Ucap Lala sambil menenang kan Khaira. Lala memeluk Khaira, sedangkan Khaira, dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Ba,, bagaima..na a,,aku bisa te..nang... La. Mi.... Michael. Michael, La. Diaaa..." Khaira tidak sanggup melanjut kan ucapan nya.
Rasa nya hari ini seperti mimpi, jika benar ini mimpi, Khaira ingin segera bangun dan melihat Michael di samping nya dan langsung memeluk suami nya itu.
"Sudah ya, Ra. Kamu ikhlas kan, Dia. Inis udah takdir, Ra." Ucap Lala sambil terus mengelus punggung Khaira.
Tiba tiba seorang perawat datang ke arah resepsionis dan bertanya.
"Sus, tadi yang baru saja meninggal atas nama pasien siapa, ya." Tanya nya pada seorang suster penjaga resepsionis.
"Namanya, Mi......."
BERSAMBUNG ......
gimana, ada yang rela kalau Michael pergi??
Ikuti terus kelanjutan nya ya
jangan bosan ya
Hari ini double up ya, jangan lupa kritik dan sarannya ya gaes ya....
__ADS_1