
"Kamu kok Uda pulang." Tanya Khaira setelah mereka sampai di kamar.
"Kenapa emangnya. Ga senang aku pulang cepat." Jawab Michael.
"Bukan gitu, ah tau ah terserah kamu aja." Ucap Khaira kesal. melihat itu Michael hanya terkekeh.
"Kenapa belum tidur, Hmm?. Kenapa malah nonton film. Nungguin aku ya."
"Iya." Jawab Khaira. Mendengar itu Michael merasakan jantungnya berdesir.
"Ya Uda aku ganti baju dulu. Setelah ini kita tidur oke." Ucap Michael dan Khaira hanya menganggukan kepala.
Setelah beberapa menit Michael keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian menjadi pakaian tidur. Michael melihat Khaira yang tengah melamun sambil bersandar di pinggiran kasur .
"Lagi mikirin apa sih." Ucap Michael sambil merebahkan tubuhnya di samping Khaira.
"Ah, engga. Cuma lagi mikir aja tentang hubungan kita. Ga mungkin kita terus terusan begini. Pernikahan bukan mainan, Chel." Ucap Khaira.
Khaira memang berniat membuka hati untuk Michael, terlebih lagi setelah mengetahui bahwa Michael adalah Chael. Tapi Khaira tidak tahu tentang isi hati Michael.
"Jadi mau nya gimana." Tanya Michael lembut. Kemudian dia bangkit dan duduk menghadap ke Khaira. Begitupun Khaira yang duduk di hadapan Michael.
"Aku ga tau. Menurut mu gimana." Tanya Khaira balik.
"Ya kita jalani aja dulu."
"Ya kita sudah jalani Chel. Tapi aku ga tau harus gimana kedepannya." Ucap Khaira
"Ya Uda sekarang kita mulai membiasakan diri dulu. Saling membuka hati dan belajar mencintai satu sama lain. Jujur aku sudah mulai membuka hatiku. Kamu mau kan memulai bersama dengan ku. Kita mulai saja jika di muka umum kita adalah seorang pacar jika kamu masih ragu untuk mengumumkan hubungan kita sampai dimana waktu yang tepat bakalan kita umumkan." Ujar Michael. Khaira menjawab nya dengan anggukan antusias dan senyum mengembang. Kemudian mereka saling memeluk satu sama lain. Dan pada akhirnya mereka terlelap dengan saling berpelukan.
...****************...
Malam telah berganti pagi dan sekarang pagi juga telah berganti siang. Sekarang tempat pukul 10.00 pagi menjelang siang, Dan sekarang Khaira dan Michael tengah berpamitan kepada orang tua Michael.
"Kami pulang dulu ya, Ma." Ucap Khaira sambil memeluk mama Nita.
"Iya, hati hati ya. Jangan lupa cucu mama segera di hadirkan." Ucap Mama Nita sambil terkekeh kecil. Khaira dan Michael hanya tersenyum.
Setelah selesai berpamitan mereka berdua masuk mobil dan Michael mulai melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah megah Anandita.
(Di mobil, di tengah perjalanan)
"Ini kita mau langsung pulang." Kata Michael.
"Ya terserah." Ucap Khaira.
__ADS_1
"Cewek memang gitu ya, Ra. Kalau di di tanya jawabnya selalu terserah."
"Kamu nanyea." ucap Khaira
"Iya aku bertanya tanya." Jawab Michael sambil mencubit pipi Khaira
"ihhh Michael. sakit tau." ucap Khaira sambil mengusap pipinya yang tadi di cubit Michael.
"abisnya kamu ngeselin. Tapi gemesin." Ucap Michael sambil terkekeh. Khaira yang mendengar hanya diam saja sambil menahan senyumnya dengan cara memanyunkan bibirnya.
"Apaan itu bibirnya kaya gitu. Minta di cium." Ucap Michael jahil
"Engga. Lagian coba aja kalo bera..." belum selesai melanjutkan kalimatnya, Michael sudah mencium bibir Khaira singkat.
Khaira yang terkejut langsung memegangi bibirnya. "Ihhh Michael, dasar mesum." Michael hanya terkekeh mendengarnya.
"Kalo sama istri sendiri itu ga mesum namanya, Khaira. Bahkan itu adalah pahala."
"Tau ah." Ucap Khaira sebel lalu menghadap ke jendela. Sebenarnya dia senyum senyum sendiri sambil terus memegangi bibirnya.
Kemudian keheningan terjadi, Michael dan Khaira sama sama diam. Sampai Michael membelokkan mobilnya ke sebuah mall.
"Kita mau ngapain kesini." Tanya Khaira.
"Terserah mau apa aja. Kamu mau belanja sepuas kamu juga boleh. Sekalian nanti kita makan disini." Ujar Michael.
"Iya, Sayang. Hari ini aku akan belanjain kamu sepuas kamu." Ucap Michael. Mendengar itu Khaira berbinar. Wajar cewek. Mendengar kata bahwa suaminya akan bayarin dia shopping hari ini sudah pasti hatinya berbunga - bunga sekarang.
Michael menggandeng tangan Khaira posesif saat memasuki mall tersebut, selayaknya seorang ayah yang takut anaknya hilang. Khaira masuk ke dalam sebuah toko pakaian, dia sibuk memilih milih pakaian sedangkan Michael duduk di sebuah sofa yang tersedia di toko itu.
"Michael, cantikan yang mana. warna biru atau cream." Tanya Khaira sambil memperlihatkan dua dress dengan model sama namun beda warna.
"emm, cantikan biru. Cream juga cantik." Ucap Michael.
"Hmm." Khaira tampak bingung
"Ya Uda beli saja dua duanya." Ucap Michael.
"Kamu serius. Ga deh, yang warna biru aja. Kebetulan kamu juga warna kesukaan kamu juga biru kan." Ucap Khaira.
"Kamu tahu dari mana." Tanya Michael.
"Hehe,,, nebak aja." Ujar Khaira nyengir.
Setelah puas belanja. Khaira dan Michael memutuskan untuk makan di sebuah restauran di mall tersebut. (makan di skip).
__ADS_1
Selesai makan, Khaira dan Michael berjalan keluar dari restoran tersebut. Namun, mereka malah bertemu dengan Selina. Ya Selina Kamalia, masih ingatkan? dia mantannya Michael. Si perempuan Pemburu hartanya Michael, upss.
"Michael. Bebyy." Ucap Selina dengan nada manja tak tahu malu seolah dia masih jadi pacar Michael.
Michael tak menanggapi, ia hanya datar dan malah mendekap Khaira dengan sebelah tangannya dan membawa Khaira pergi dari hadapan Selina.
Selina kesal karena dia di abaikan begitu saja oleh Michael seolah dia adalah kotoran. "Siapa perempuan yang bersama Michael. Aku harus cari tau dan segera menyingkir kan dia agar aku bisa mendapatkan Michael dan hartanya kembali." Ucap Selina dalam hati dan kemudian tersenyum bak iblis.
...****************...
Sampai di parkiran Michael langsung membukakan pintu mobil untuk Khaira dan meletakkan barang yang tadi mereka beli di kursi belakang. Tanpa ada ba bi bu lagi Michael langsung melajukan mobilnya.
"Perempuan tadi siapa, Chel." Tanya Khaira penasaran. Ga salah kan kalau dia nanya, toh lagian Michael kan suami dia.
"Bukan siapa siapa. Cuma fans ga penting." Jawab Michael.
"Ohhh."
"Kamu ga ada yang mau di beli lagi?." Tanya Michael.
"Engga, ini aja cukup. Aku pengen cepat sampai rumah dan merebahkan tubuh ku." Jawab Khaira.
"Mulai nanti malam kamu tidur di kamar aku, ya." Ujar Michael.
"Hmm, bukannya biasanya kita tidur sendiri sendiri." Jawab Khaira.
"Bukan kah kita mau belajar untuk menerima satu sama lain mulai sekarang." Ucap Michael.
"Baiklah." Jawab Khaira.
"Besok kamu pindahin barang kamu ke kamar aku, kalau ada yang mau kamu rubah dari kamar aku rubah aja sesuai yang kamu mau. Untuk hari ini sampai rumah kita istirahat dulu aja." Ucap Michael panjang lebar.
Khaira yang mendengar itu Hanya mengangguk kan kepalanya. Setelah itu memeluk Michael dari samping. Michael mengusap rambut khaira dengan sebelah tangannya dan tangan sebelah nya di gunain untuk menyetir.
**BERSAMBUNG ♪♪♪♪♪♪
•
•
•
Huaaaa,,,, Ceritanya makin kesini makin ga jelas ya?? Ada yang pernah ngerasain banyak nulis terus tangan sampe sakit sebelah ga sih?? Di tambah harus mikir 'mau di bawa kemana hubungan kitaaa, jika kau terus menunda nunda dan tak pernah katakan cinta.' eh eh eh malah nyanyi🤣
ya Uda segini dulu ya BESTie
__ADS_1
Muach 😘❤️🌼
See you next part**