Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan

Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan
Jamu


__ADS_3

Sebelum membaca, cuma mau mengingatkan ada beberapa kata yang vulgar, bagi yang masih di bawa umur boleh skip saja.


Setidaknya saya sudah mengingatkan


Bijaklah dalam Membaca.


****


"Semoga mereka seperti ini terus ya Allah. Jangan sampai kembali terlihat asing seperti dulu." Ucap Bi Tuti tanpa sadar.


Mendengar itu Mama Nita dan Mama Rika langsung menatap Bi Tuti penuh tanya. Bi Tuti yang menyadari lisan'nya asal berucap langsung merutuki mulut'nya sendiri.


"Maksud nya gimana ya, Bi." Tanya Mama Nita. Sedangkan mama Rika hanya menatap Bi Tuti menuntut jawaban.


"......"


Akhirnya Dengan terpaksa Bi Tuti mencerita kan semua yang dia tahu kepada Rika dan Nita. Semoga ini yang terbaik pikir Bi Tuti.


"Jadi Bi. Kira-kira mereka Uda itu.... atau belum" Ucap Mama Nita sambil memain kan kedua jari telunjuk nya. Pada ngerti lah ya kan masa ga ngerti.


"Kalau itu saya kurang tau nyonya." Jawab Bi Tuti.


Mereka kemudian beralih memandang Khaira dan Michael. kemudian Mama Nita dan Mama Rika saling tatap. Sepertinya mereka tengah memikirkan hal yang sama.


"Bi, Mau bantu kami ga." Tanya Mama Nita sambil tersenyum jahil. Begitu juga dengan mama Rika. Bi Tuti yang melihat hal itu bergidik ngeri sendiri.


Dan akhirnya mereka berkutat di dapur entah apa yang mereka lakukan


***


Lala dan Aldo sudah pulang, kini Khaira dan Michael juga sudah ada di kamar, Mama Nita dan Mama Rika berencana menginap malam ini.


Michael tengah duduk bersandar pada kepala ranjang. Sedangkan Khaira sudah pasti ada di dekapan Michael.


"Capek ya." Tanya Michael sambil mengelus rambut Khaira.


"iya. Kamu lain kali jangan nge-prank gitu lagi ya. Aku beneran takut tau, mas." Ucap Khaira sambil mengerat kan pelukan nya.


"Iya maaf ya. Liat nih mata kamu sembab, pasti kebanyakan nangis kan." Ucap Michael yang kemudian mengecup mata istrinya bergantian.


"Mas, Haus." Ucap Khaira dengan nada sedikit manja.


"Ya Uda bentar ya biar mas ambil minum ke dapur." Ucap Michael melepaskan pelukan nya melihat Khaira Yang diam lantas Michael langsung turun dari ranjang dan keluar kamar.


Sampai di dapur Michael bertemu dengan 3 perempuan paruh baya. Siapa lagi kalau bukan Rika, Nita, dan Tuti.

__ADS_1


"Eh Michael. Ingin sesuatu?." Tanya Mama Nita.


"Engga, Ma. Cuma mau ambil minum untuk Khaira." Ucap Michael.


Michael berjalan ke arah meja tempat air minum berrada, ia mengambil gelas dan perlahan menuangkan air minum ke dalam nya. Sedangkan ketiga wanita paruh baya tersebut hanya memperhati kan apa yang di lakukan Michael.


"kenapa mereka ini. Apa ada yang aneh dari aku." Batin Michael.


Michael hanya acuh saja. Saat melihat gelas nya sudah terisi hampir penuh Michael langsung menyudahi kegiatan menuang air minumnya dan berbalik untuk menuju ke kamar lagi. Namun saat Michael baru saja akan menapak kan kaki nya di anak tangga pertama Mama Nita sudah memanggil Michael kembali.


"Michael. Tunggu." Panggil Mama Nita. sambil membawa sesuatu di tangan nya.


"Kenapa, Ma." Tanya Michael heran


"Engga. Kamu pasti haus juga kan." Tanya Mama Nita.


"Iya tapi ini kan Michael sudah bawa minum." Ucap Michael.


"Kamu pasti capek kan. Ini Mama buatin kamu jamu." Ujar Mama Nita.


"Ini jamu apa, Ma." Tanya Michael heran. Pasalnya Michael si paling anti jamu.


"Jamu...." Mama Nita tampak berfikir,,


*FLASHBACK ON


"Kalau itu saya kurang tau nyonya." Jawab Bi Tuti.


Mereka kemudian beralih memandang Khaira dan Michael. kemudian Mama Nita dan Mama Rika saling tatap. Sepertinya mereka tengah memikirkan hal yang sama.


"Bi, Mau bantu kami ga." Tanya Mama Nita sambil tersenyum jahil.


"Bantuin apa, Nya." Tanya Bi Tuti.


"Bibi bisa buat jamu kan." Tanya Mama Rika.


"Bisa sih, Nya. Saya bisa buat jamu untuk pegal linu bisa, jamu beras kencur, jamu pahitan, jamu temulawak, jamu...." Ucapan Bi Tuti terpotong.


"Bukan jamu ya itu, Bi. Tapi Yang kita maksud itu jamu,,,." Ucap Mama Nita sambil memandang Khaira dan Michael.


"Oh iya, Nya. Saya paham. Bisa saya, Tenang saja, dijamin tahan sehari semalam." Ucap Bi Tuti. Mendengar itu Kedua besan hanya tersenyum jahil.


*Flashback off.


Michael mengernyit bingung melihat Mama nya hanya diam sambil tersenyum. Michael melambai kan tangannya di depan Mama Nita.

__ADS_1


"Ma." Panggil Michael sambil terus melambai kan tangannya.


"Eh iya."


"Jamu apa, Ma. Apa itu Jamu yang membuat orang jadi senyum-senyum sendiri seperti Mama." Ucap Michael sambil terkekeh.


"Bukan, ini jamu pegal Linu kok. Abis minum ini di jamin bakalan dapat kebahagiaan sehari semalam." Jawab Mama Nita Sedangkan Michael hanya mengernyit heran. Apa Maksud Mamanya ini pikir Michael.


Mama Rika dan Bi Tuti yang menonton dari arah dapur hanya terkekeh melihat kebingungan Michael.


"Uda cepat minum." Ucap Mama Nita sambil menyerah kan Jamu tersebut. Michael Hanya menerima dan langsung menenggak nya sampai tandas dengan cepat, malas terlalu banyak basa basi karena Michael tahu bahwa Khaira sudah menunggunya.


"Sudah." Tanya Mama Nita sambil menerima gelas kosong yang di berikan Michael. "Ya sudah sana ke kamar. Khaira pasti sudah menunggu mu." Ucap Mama Nita sambil menahan tawa nya. rasa nya mama Nita ingin lompat-lompat sendiri.


Michael hanya menuruti, ia mulai menaiki tangga, sedangkan Mama Nita langsung kembali ke dapur. Sampai di dapur mereka bertiga terkekeh bersama.


Sedangkan Michael, ia merasa tubuhnya terasa panas, sepanjang jalan ke arah kamar ia hanya mengipas tubuh nya mengguna'kan tangan nya.


"Kok panas sih. Perasaan tadi biasa saja. Sebenarnya jamu apa tadi." Ucap Michael sebelum masuk ke kamar.


Perlahan Michael membuka pintu kamar dan masuk ke dalam. Michael melihat sekeliling dan tidak menemukan Khaira di mana pun. Michael lantas mencari remote AC dan menyalakan nya. AC sudah menyala tapi kenapa Michael malah semakin merasa panas dalam tubuh nya. "Akhh. kenapa malah semakin gerah."


Michael berteriak memanggil nama Khaira. "Khaira, Kamu dimana." Teriak Michael.


"Sayang." Teriak Michael lagi.


Khaira keluar dari kamar mandi dengan raut wajah kesal. Khaira keluar dengan kimono handuk yang hanya sebatas di atas lutut. Hal itu membuat Michael semakin merasa panas di tubuh nya. Hal ini sangat menyiksanya.


"Ada apa sih, Mas. Kok teriak-teriak." Ucap Khaira sedikit kesal.


Michael berjalan mendekati Khaira perlahan sambil memandang Khaira dengan mata sayu. Khaira merinding sendiri melihat Michael seperti ini. Khaira mundur perlahan sampai dirinya mentok ke dinding. Michael terus berjalan ke arah Khaira.


"Mas, Kamu kenapa." Tanya Khaira. Michael hanya terus melangkah mendekati Khaira sampai jarak mereka hanya tinggal beberapa senti.


Michael semakin dekat, perlahan namun pasti sekarang kening dan hidung mereka sudah bersentuhan. Khaira memejamkan matanya, Michael semakin mendekat kan wajahnya, Khaira merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya. Michael mulai ******* bibir Khaira. Sampai satu menit Khaira mendorong Michael karena Khaira sudah kehabisan nafasnya. Khaira menarik nafas sebelum berbicara.


"Mas, kamu kenapa. Kenapa badan kamu panas." Ucap Khaira sambil memegang lengan Michael. Michael mengecup bibir Khaira singkat.


"Boleh ya, Malam ini." Ucap Michael dengan mata sayu. Khaira iba melihat nya. Khaira teringat dia pernah janji bahwa jika suaminya minta haknya kapan saja dia akan siap.


Khaira menatap Michael, perlahan dia memastikan bahwa ini pilihan tepat, Khaira mengangguk perlahan. Melihat jawaban Khaira, Michael langsung kembali ******* bibir Khaira. Selesai dengan kegiatannya Michael menggendong Khaira ala bridal style kemudian merebahkan Khaira di ranjang.


Kembali ******* bibir Khaira namun tangannya yang tidak tinggal diam membuka Kimono Khaira. Khaira hanya pasrah dengan yang di lakukan suaminya. Bukan kah ini adalah ibadah.


Mereka menghabiskan malam ini dengan bercumbu, bisa di bilang ini adalah Malam pertama yang tertunda untuk mereka.

__ADS_1


Biar kan saja mereka melanjutkan kegiatannya ya. Kita gk perlu tahu kelanjutan nya itu kan private, xixi.


BERSAMBUNG....


__ADS_2