Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan

Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan
Kepulangan


__ADS_3

Khaira dan Lala kini sudah sampai di rumah milik Michael. Karena merasa sangat capek, lemah, letih, lesuh, mereka kembali masuk ke kamar khaira, dan sekarang mereka berdua sibuk kembali dengan ponsel mereka masing-masing. Seolah tidak ada kejadian shopping beberapa waktu lalu di antar mereka. Sebab sekarang mereka kembali pada posisi sebelum pergi shopping.


Lala yang sedang asik mensecroll beranda sosmed nya, tiba-tiba mendapat notifikasi pesan dari Aldo. Yang mengatakan Bahwa Aldo dan Michael sudah pulang dan sekarang sudah menuju ke arah rumah Michael.


Lala yang mendapat pesan tersebut langsung terperanjat dan duduk dengan posisi tegak. Lala mendadak bingung sendiri harus apa. Lala melirik ke arah Khaira yang sudah hampir memejam kan mata nya dengan menutup nya mengguna kan lengan.


"Emmm, Ra." Panggil Lala.


"Apa'an. Jangan bilang gabut dan ngajak shopping lagi." Sahut Khaira


"Hehe. Stay Calm dong. Cuma manggil doang kok." Ucap Lala sambil cengengesan.


"Bener-bener kamu ya." ucap khaira sebal.


"Eh Ra. Kamu ga ada niatan nyobain yang tadi aku beliin." Ucap Lala.


"Engga. Ga minat." Jawab Khaira tanpa mengalihkan pandangannya pada handphone miliknya. Khaira mengerti kemana arah pembicaraan Lala.


Iya ke itu, inget kan yang tadi Lala pilih-pilih waktu di mall.


"Kenapa? Karna Michael belum pulang ya." Goda Lala. Sedangkan Khaira yang di goda mendadak jadi blushing.


"Apaan, sih. Ngaco kamu." Jawab Khaira


"Ga papaa kali, Ra. Uda cobain aja dulu. Di pilih mana yang mau di pakai duluan." Ucap Lala kembali sambil cengengesan.


Khaira tidak berniat menjawab, ia hanya mendengus kesal. Lagi-lagi Lala tertawa kecil karena berhasil menggoda sahabat sekaligus iparnya.


"Oke deh. Aku pergi dulu ya." Ucap Lala tiba-tiba. Membuat Khaira mengernyit keheranan.


"Kamu mau kemana." Tanya Khaira.


Lala bingung harus membuat alasan apa. Dia yakin bahwa khaira tidak tahu bahwa Michael sudah pulang dan mungkin sekarang sudah mau sampai rumah.


"Emm, mau keee. Mau ke klinik ada pasien mendadak. Kasian Ra, anak kecil pasien kali ini. Aku pergi dulu ya, daaah." Ucap Lala kemudian keluar kamar dan meninggalkan Khaira begitu saja dengan segala kebingunga'nya.

__ADS_1


Lama memandangi pintu setelah kepergian Lala. Sekarang pandangan Khaira tertuju pada paper bag di atas sofa. Dia memikirkan percakapan nya dengan Lala tadi untuk menyuruhnya mencoba pakaian yang tadi di beli. Dengan perlahan Khaira melangkah mendekat dan mengambil paper bag tersebut kemudian berjalan ke arah Walk in Closet.


****


Saat Lala keluar dari rumah Michael. tepat saat itu sebuah mobil memasuki perkarangan rumah. Lala tersenyum karena ia tahu itu adalah mobil Michael.


"Eh tuan Michael Jordan Anandita. Selamat datang kembali di kediaman Anandita." Ucap Lala saat Michael sudah berada di teras rumah bersama Aldo. Sedangkan Michael hanya menganggap ucapan Lala hanya angin lalu. Namun saat Michael ingin melangkah kembali suara Lala menghentikan langkahnya.


"Kebetulan saya memiliki kejutan untuk anda wahai tuan Michael yang terhormat. By the way, langsung masuk kamar aja dan jangan lupa kunci pintu ya." Ucap Lala dengan nada menggoda. Michael Kembali menganggap ucapan itu hanya angin lalu dan langsung melangkah masuk meninggalkan mereka berdua.


Lala yakin bahwa khaira pasti beneran akan mencoba pakaian yang tadi mereka beli, ia tahu persis isi pikiran sahabatnya. Membayangkan hal terserah Lala terkekeh sendiri.


"Kenapa sih, kok senyum-senyum sendiri." Ucap Aldo.


"Hah.. ah itu ga ada apa-apa. Jomblo ga boleh kepo." ujar Lala.


"Kaya kamu ga jomblo aja." Jlep perkataan Aldo memang benar adanya. Lala langsung diam mendengar penuturan Aldo.


"Kok diam sih. Ketawa lagi dong. Ketawa kamu bagus aku suka." Mendengar perkataan Aldo membuat pipi Lala jadi memerah.


***


Khaira yang tengah asik dengan kegiatan'nya hanya senyum-senyum sendiri di depan cermin sambil memutar-mutar badannya. Dia terkekeh geli sendiri dengan penampilan'nya saat ini.


Cukup Lama Khaira memandangi dirinya sendiri. Dan mencoba semua baju kurang bahan yang tadi di belikan oleh Lala. Akhirnya dia memutuskan untuk langsung mandi saja. Namun ia melupakan sabun dan berbagai barang keperluan mandi lainnya yang tadi ia beli. Semua nya masih ada di sofa kamar nya.


Perlahan Khaira membuka pintu kamar mandi mengeluarkan sedikit kepalanya dan melihat ternyata kosong, tidak ada orang.


"Aman." Ucap Khaira dan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian kurang bahan milik nya yang berwarna merah itu.


Saat Khaira sedang mengambil barang-barang nya di sofa, Khaira benar-benar tidak menyadari bahwa ada seseorang yang memperlihatkan nya.


Ya sedari tadi Michael sudah berada di dalam kamar. Saat khaira celingukan melihat sekitar tadi Michael sedang berjongkok di samping ranjang mencari pin dasi nya yang terjatuh.


Saat khaira membalikkan badannya, Khaira terkejut sehingga menjatuhkan barang yang tadi ia ambil. Khaira terkejut sebab ternyata Michael berada di dalam kamar.

__ADS_1


"Ma-as, kamu sudah pulang?. S-sejak kapan kamu ada di kamar Mas?." tanya khaira terbata bata.


Bukannya menjawab Michael malah menelan Saliva nya kasar. Michael berjalan mendekati khaira dengan ekspresi tak tertebak.


Setelah dekat Michael langsung merengkuh pinggang istrinya posesif. Kemudian berbisik dengan suara beratnya yang membuat khaira semakin kehilangan kata-kata.


"Apakah kau sengaja menggodaku, sayang." Bisik Michael sambil menciumi leher istrinya.


"Mas, aku ga bermaksud. Aku ga tau kalau kamu sudah pu...mh" Belum sempat Khaira melanjutkan kata-katanya bibirnya sudah di bungkam terlebih dahulu oleh Michael dengan ciuman yang brutal.


Selanjutnya pasti kalian tahu dong apa yang mereka lakukan. Mau ngintip?? NO. Ga boleh ya, biar mereka lanjutin aja, kita nunggu keponakan kita hadir aja ya.


***


Lala dan Aldo sedang berada di sebuah kafe. Ya, setelah keluar dari rumah Michael mereka mampir ke kafe terlebih dahulu. Entah bagaimana dan sejak kapan mereka jadi akrab.


"Kalian kok cepet banget, katanya sampai seminggu di surabaya." Ucap Lala membuka obrolan.


"Seminggu itu kan perkiraan paling lama kami disana, La." Jawab Aldo.


"Oh."


"Kenapa? Lo ga seneng ya kami pulang cepat." Tanya Aldo.


"Eh ah bukan gitu. Maksudnya itu.."


"Iya iya aku ngerti kok."


Mereka kembali melanjutkan makannya, sambil suara Aldo kembali memecah keheningan mereka.


"La." Panggil Aldi. Lala yang merasa di panggil langsung menatap Aldo.


"Ada apa."


Aldo terlihat menarik nafas sebelum mengatakan. " Lo mau ga jadi pacar gue."

__ADS_1


B E R S A M B U N G.......


__ADS_2