Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan

Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan
Rumah Anandita


__ADS_3

Hari terus berlalu, tergilas oleh waktu. (berasa nyanyi Thor)😂. Hari berjalan seperti biasa, dengan Michael dan Khaira yang sudah mulai saling membuka hati. Dan sekarang kembali lagi pada hari sabtu.


(Di kediaman Papa Adi dan Mama Nita)


Saat ini Mama Nita tengah menonton televisi bersama suaminya yaitu Papa Adi. Mereka tetap mesra walau umur sudah tua, kalau kata mereka sih umur boleh tua tapi jiwa harus tetap muda.


Hari Sabtu dan Minggu biasanya kantor selalu libur, itu kenapa Papa Adi ada di rumah. Sepertinya Michael juga sedang libur. Mereka akan ke kantor di hari Sabtu Minggu kalau memang ada tugas yang mendadak atau penting saja.


"Pa, Mama kangen deh sama Michael dan mantu mama." Ucap Mama Nita


"Ya sudah telepon aja." Jawab Papa Adi.


"Iya deh. Mama mau suruh mereka menginap disini. Besok tidak sibuk kantor kan, Pa?." Tanya Mama Nita.


"Tidak."


Mendengar jawaban dari suaminya, Mama Nita langsung mengambil benda pipinya dan menelpon Khaira. Dia yakin jika menelpon dan meminta ke Michael sudah dapat di pastikan anaknya itu bakalan menolak tanpa mau mendengar bujukan apapun. Tapi sepertinya jika Khaira yang meminta semoga saja mereka mau.


Tutt.. tuttt panggilan tersambung


"Hallo assalamualaikum, Nak Khaira."


"......."


"Kamu apa kabar nak. Mama rindu sama kalian berdua."


"......."


"Jadi gini, Ra. Mama mau kamu sama Michael kesini ya, nginap disini, kan bsok libur. Kamu bilang ya ke Michael. Mama bakalan siapin banyak makanan untuk kalian berdua."


"......."


"Ya Uda mama tutup ya, Ra Assalamualaikum."


Setelahnya panggilan di akhiri


...****************...


Khaira tengah berleha leha di balkon kamarnya sambil memainkan handphone nya. Tak tau apa yang tengah di lihat nya.


Tiba tiba ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk. Ternyata dari Mama Nita, masih ingat kan Nita siapa? Iya dia ibunya Michael. Melihat itu Khaira langsung mengangkat nya.


"......"

__ADS_1


"waalaikumussalam, Maa. Ada apa Ma."


"........."


"Alhamdulillah sehat, Ma. Khaira juga rindu sama Mama."


"......."


"Oh iya Ma, Nanti Khaira sampaikan ke Michael. Mungkin sore kami akan kesana,Ma."


"......."


"Iya Ma, waalaikumussalam."


Setelah nya sambungan telepon mati. Khaira langsung keluar kamar berniat menemui Michael.


...****************...


Tokk.. tok... tok...


"Michael. Chel...." Khaira terus memanggil Michael dan mengetuk pintunya tapi Michael tak kunjung keluar.


" Michael." Tokk .. tokk..... tokkkk


Sampai akhirnya Michael membuka pintu. Tapi jangan lupakan wajahnya yang merupakan khas wajah orang bangun tidur.


"Kamu baru bangun tidur?" Tanya Khaira dan Michael hanya membalasnya dengan deheman. "hemm. Kenapa?." tanya Michael


"Ah, iya. Tadi mama Nita nelpon..."


"terus." potong Michael


"Ihhh kamu ini. dengerin dulu kalo aku lagi cerita." Ucap Khaira kesal.


"Ya Uda lanjutin."


"Terus Mama Nita nyuruh kita untuk kesana dan Mama mau kita menginap disana." Jelas Khaira.


"Terus."


"Iss kamu kok terus terus aja sih." Ujar Khaira yang lagi lagi di buat kesal oleh Michael. Michael yang melihat itu malah terkekeh.


"Kan kok malah ketawa sih." Ucap Khaira.

__ADS_1


"Jadi mau nya gimana cantik." Ucap Michael sambil mengacak rambut khaira. Hal tersebut membuat Khaira langsung diam dan tegang sendiri di tempatnya. Michael melakukan dan mengatakan itu? cantik? benarkah ini Michael? atau Michael lagi kerasukan? ntah apa saja yang ada di pikiran Khaira.


Michael lagi lagi hanya terkekeh melihat keterdiaman Khaira. Michael tidak tahu saja jantung Khaira hampir lompat dari tempatnya karena perilaku Michael.


"Ish. Michael. Kok di berantakan sih rambut aku." Ucap Khaira setelah sadar dan membenahi rambutnya yang tadi di buat berantakan oleh Michael.


"Ya Uda sana siap siap. Setelah itu kita berangkat ke rumah mamah." Ucap Michael. Setelah mengatakan itu Michael langsung masuk ke kamar nya dan menutup pintu. Meninggalkan Khaira yang masih kesal.


"Dasar Michael. Pagi pagi dan bahkan dia baru bangun tidur saja sudah membuatku kesal." Ucap Khaira. Michael yang sebenarnya masih berada di balik pintu hanya senyum senyum sendiri.


"Sepertinya aku sudah jatuh cinta padanya." Ucap Michael dalam hati sambil tangannya memegangi dadanya merasakan detak jantung nya yang berdetak lebih cepat setiap berada di dekat Khaira.


...****************...


Kini Khaira dan Michael tengah berada di mobil menuju ke rumah Orang tua Michael. Hening hening dan hening. Khaira sibuk memainkan ponselnya dan Michael sibuk menyetir dan fokus pada jalan.


"Chel, kita ga bawa apa apa?." Tanya Khaira.


"mau bawa apa emang nya. Bukannya kamu Uda bawa kue buatan kamu." Ucap Michael. "Lagian ini macet parah. Mau berhenti pun dimana." Lanjut Michael.


"Iya sih. Ya Uda deh." Ucap Khaira. Setelahnya keheningan lagi yang tercipta.


Dan setelah sekitar hampir 1 jam setengah perjalanan mereka sampai di kediaman keluarga Anandita. Tampak mobil Michael memasuki perkarangan rumah megah itu. Khaira yang tertidur tidak juga bangun. Michael yang tidak tega membangunkannya karena kelihatannya Khaira kecapekan jadi Michael memutuskan untuk menggendong Khaira ala bridal style memasuki rumah nya.


"Eh kalian sudah datang." Ucap Mama Nita. "sstttt." kata Michael saat mendengar suara ibunya dan membuat Khaira sedikit menggeliat. Tapi tak membangunkan nya.


"Oh, Khaira tidur." Ucap Mama Nita memelankan suaranya. "Ya Uda bawa aja ke kamar terus kalian istirahat dulu." Lanjut mama Nita. Setelahnya Michael langsung berjalan menaiki tangga dan menuju ke kamar nya tanpa membalas ucapan Mama Nita.


"Dasar kulkas, lebih tepatnya mirip tembok." ucap Mama Nita sambil geleng geleng karena melihat kelakuan anaknya yang masih saja sama.


Sampai di kamar Michael langsung menidurkan Khaira ke ranjangnya secara perlahan dan menyelimuti tubuh Khaira sampai perut. Dan diam diam Michael mengecup kening Khaira lalu tersenyum.


...****************...


Sorenya Khaira terbangun, sedikit menggeliat dan membuka mata perlahan, melihat sekeliling ternyata dia sudah berada di kamar Michael. Kemudian Khaira terkejut karena pinggangnya terasa berat dan ternyata ada tangan yang melingkar di pinggangnya. Melihat ke samping tenyata Michael masih tidur di sampingnya.


'kapan kami sampai. Dan bagaimana aku sudah ada di kamar Michael. Kenapa Michael tidak membangun kan aku, dan sekarang apa apaan ini kenapa dia malah memelukku. Tapi nyaman.' Khaira berkata dalam hati. Ingin bangkit, Namun Khaira masih enggan untuk bangun, terlalu nyaman di posisi ini. Khaira terus menatap wajah Michael, Michael yang sebenarnya sadar sedang di tatap hanya diam saja dan masih pura pura tidur. Sampai Khaira akhirnya berniat untuk bangkit namun di cegah oleh Michael dengan cara mengeratkan pelukannya sehingga saat ini Khaira benar benar sedang di dekap oleh Michael. Khaira hanya pasrah dan karena nyaman ia membalas pelukan itu hingga ia terlelap kembali.


**Bersambung......🌼🌼🌼🌼🌼


Gimana? Ga sesuai ekspektasi kah???


Masih berusaha memberikan yang terbaik, azek.....

__ADS_1


Segini duluuuuu....


See you my love ♥️♥️♥️♥️**


__ADS_2