
Haiiii
Aku kembali lagi
Lama banget kan ga up
Sekali up cuma satu
Jangan lupa tinggalin jejak ya....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#perjalananbisnis
_-_
Waktu terus berjalan seolah tidak mengizinkan para human untuk bersantai lebih lama lagi. Lain halnya dengan pasutri yang satu ini. mereka menikmati malam dengan bercerita di atas kasur mereka setelah makan malam.
"Sayang." Panggil Michael.
"Iya." Jawab Khaira
"Besok aku mau ke Surabaya untuk urusan bisnis." Ujar Michael.
Khaira yang mendengar sedikit terkejut, kenapa dadakan pikirnya.
"Maaf ya sayang aku bilang nya mendadak." ucap Michael dengan raut wajah sedih sambil mengelus kepala istrinya.
"Berapa lama." Tanya Khaira.
"Paling lama seminggu, tapi aku usahain akan pulang lebih cepat kok" Ucap Michael.
"Janji ya."
"Iya sayang." Jawab Michael kemudian memeluk istrinya.
Tak berapa lama mereka tidur dengan posisi saling berpelukan.. Eh tapi tunggu dulu, sepertinya tidak.
"Sayang,, apa kamu sudah tidur." Tanya Michael.
Khaira hanya menjawab dengan gelengan kepala di dalam pelukan suaminya.
"Boleh kan...."
Ya, mereka kembali menikmati malam dengan Saling bercumbu mesra. Kita pergi saja ya jangan ganggu olahraga malam mereka.
__ADS_1
***
Pagi kembali datang, Michael sudah bersiap untuk pergi, Khaira masih betah berada di pelukan suaminya seolah tidak mengizinkan suaminya itu pergi. Padahal sudah sekitar 20 menit mereka berpelukan.
"Sayang, sudah ya aku pergi dulu. Takut ketinggalan pesawat" Ucap Michael dengan lembut.
"Tapi kan pesawat pribadi milik kamu." Ucap Khaira polos
"Iya, tapi kan penerbangan tetao sudah di jadwalkan sayang." Jawab Michael lembut sambil mengecup dahi istrinya.
Akhirnya perlahan khaira melepaskan pelukannya pada Michael.
"Kamu hati-hati ya, kalau sudah sampai bilang." Ucap Khaira.
"Iya sayang. Kamu juga di rumah jaga diri ya." Ucap Michael kemudian mengecup kening istrinya kemudian turun dan mengecup bibir khaira cukup lama. setelah itu Michael membungkuk mensejajarkan wajahnya dengan perut khaira kemudian mengecup dan mengelus nya.
"Cepat hadir ya anak, Daddy." Ucap Michael membuat Khaira terkekeh.
Setelah cukup lama mengucapkan salam perpisahan. Michael akhirnya pergi meninggalkan Khaira.
"Kenapa aku takut ya, Apa karna sejak menikah ini adalah pertama kalinya aku di tinggal keluar kota." Ucap Khaira.
****
Hari demi hari sudah di jalani, Michael telah pergi selama 3 hari, setiap malam pasutri ini tidak pernah absen untuk video call. Rasa rindu bahkan tidak hilang sedetik pun yang ada malah semakin menumpuk dan menunggu waktu meledak bagai bom waktu.
Sejak hari itu pula Lala menginap di rumah Khaira. Kadang Lala jengkel sendiri melihat sahabat sekaligus istri sepupunya ini uring-uringan cuma karena rindu pada suaminya. Padahal kan baru beberapa hari.
Saat ini Lala dan Khaira gabut berdua di kamar milik khaira. Mereka sudah meraton film drakor bahkan sudah 3 film sendiri tapi yang ada malah tambah bosan.
Akhirnya mereka di sibukkan pada ponsel mereka sendiri. Khaira berada di ranjang sedangkan Lala berada di Sofa. Hening menyelimuti.
"Ra." Lala mulai membuka suara.
"gabut nih." ucap Lala
"lima.." sahut Khaira. yang membuat lala mengernyitkan dahi.
"kok lima sih."
"Iya lima. Uda lima kali lo dirimu bilang begitu. Dalam kurun waktu 15 menit. Setiao tiga menit sekali itu yang kamu bilang, La." Jawab Khaira tanpa mengalihkan pandangannya pada handphone.
"Ah tau ah. Gabut." Ucap Lala bangkit menuju meja rias.
"Eh, Ra. Shopping yuk." Ucap Lala tiba-tiba.
Mendangar itu, Khaira langsung bangkit tanpa mengatakan apapun dan pergi menuju Walk in Closet.
"Lah.. kok.." Lala hanya tercengang. Bingung sebenarnya Khaira kenapa. Akhirnya Lala hanya berdiam diri di tempat selama beberapa saat sampai Khaira keluar dan sudah berganti pakaian. Yang semakin membuat Lala kebingungan.
"Kok bengong. Tadi ngajak shopping." Ucap Khaira kemudian duduk di depan meja rias dan mulai memoles wajahnya dengan make up natural ala Khaira Angelia.
******
Disini lah mereka sekarang. Sebuah mall besar yang ada di kota tersebut. Mereka bahkan sudah berkeliling kurang lebih 45 menit namun tidak membeli apapun. Sungguh membingungkan ya para kaum hawa. Ga letih kakinya kalau di untuk keliling mall.
Sampai mereka berhenti di depan sebuah toko yang ada di dalam mall tersebut.
"Eh Ra tunggu. Masuk yuk." Ucap Lala yang tanpa mendengar persetujuan dari Khaira langsung menarik tangan sahabatnya itu ke dalam.
"Kamu mau cari apa sih, Ra disini."
__ADS_1
"Ssttt. Ikut aja uda ayo." Jawab Lala
Bagaimana Khaira tidak bingung, Lala mengajaknya kesini. Lala kan belum nikah, kenapa dia harus mencari...
"Lingerie?." Tanya Khaira. Lala hanya mengangguk polos sambil memegang sebuah baju yang ga bisa di bilang baju sebab benar benar kekurangan bahan. Oh no, bahkan Khaira tidak bisa membayangkan alasan apa Lala membeli hal ini.
"Kamu mau beli ini, La?." Tanya khaira heran
"Siapa bilang ini buat gue." Jawab Lala sambil terus memilih milih lingerie yang menurutnya cantik.
"Jadi kalau bukan untuk kamu untuk sia...." Belum sempat Khaira melanjutkan Kalimat'nya Lala sudah menoleh padanya dengan tatapan yang benar benar sulit di artikan "...akuu." Ucap Khaira sambil menunjuk dirinya sendiri.
Sedangkan Lala dia hanya mengangguk dengan senyum yang entah kenapa kali ini sungguh menyebalkan bagi Khaira.
"Tapi untuk apa."
"Untuk di pajang aja depan pintu kamar kamu." Jawab Lala kesal.
"Ga boleh La. Dosa. Apa kata orang nanti." Jawab Khaira polos yang membuat Lala semakin gemas sendiri.
"Ah udah. Nurut aja. Anggap aja kado dari Aku, Ra. Sesekali nyenengin suami, Ra. Pahala ituuu. Biar aku ceoat dapat ponakan unyu."
Mendengar penuturan Lala, Khaira hanya pasrah. Mau bagaimana pun Khaira tahu kalau sahabat nya ini sudah niat maka tidak bisa ada penolakan.
***
Selesai membeli apa yang mereka mau, bahkan bukan hanya sekedar lingerie. Mereka sudah menenteng banyak paper bag dengan berbagai macam jenis isinya. Mulai dari Baju, heels, tas dan segala jenisnya dengan catatan New release, alias keluaran terbaru. Disini lah mereka sekarang. Toko perhiasan, ga lengkap dong wanita cantik istri CEO tanpa berlian (kata Lala). Terlebih sekarang Khaira sudah menjadi nyonya Anandita.
Sebenarnya khaira tidak terlalu tertarik dengan semua itu, namun Lala yang memaksanya.
Selesai memilih dan membeli apa yang mereka inginkan, sekarang mereka berada di sebuah cafe di samping mall tempat mereka shopping tadi.
Sekarang dua insan ini lagi kecapekan plus kelaparan. Sungguh melelahkan tapi sepertinya shopping memang membuat mereka bahagia.
"La. Gimana hubungan kamu sama, Aldo." Ucap khaira tiba-tiba. Mendengar itu Lala yang masih mengunyah makanannya akhirnya tersedak
"Uhukk.. uhukkk."
"Minum, La. Makan itu pelan-pelan." Ucap Khaira yang mengatakan hal tersebut seolah tanpa beban.
"Lagian kenapa sih kamu tiba-tiba nanya seperti itu." Ucap Lala sambil melanjutkan makannya kembali.
"Pengen aja." Jawab Khaira sambil nyengir kuda.
"Ga gimana-gimana. Biasa aja." Ucap Lala.
"Ga usah bohong. Aku tahu kok kalau selama ini kalian sering jalan bareng bahkan pernah menghadiri acara bersama kan." Ucap Khaira kembali yang lagi-lagi membuat Lala melotot tak percaya bahwa sahabatnya bisa mengetahui hal tersebut.
"Kamu tau dari mana." Tanya Lala
"Kamu lupa kalau dimana ada Aldo pasti disitu juga ada Michael. Dan dimana ada Michael sudah pasti ada..." Ucap Khaira sambil menaikkan alisnya.
"Kamu." Ucap Lala.
Sungguh, Lala merutuki dirinya sendiri karena melupakan hal tersebut. Lala lupa bahwa Michael adalah atasan'nya Aldo.
.......
Gimana gaes
Ada yang setuju kapal Lala&Aldo berlayar?
__ADS_1
Jangan lupa komen Ya