
Khaira kini duduk santai dengan bersandar di kepala ranjang. Dia ingin menelpon Bali Michael. Mereka kini sedang melakukan panggilan video.
"Hallo, Mas." Khaira mulai membuka percakapan.
"Tadi kenapa." Tanya Michael di seberang sana.
"Tidak, hanya ketumpahan jus." Jawab Khaira
"Kenapa ceroboh banget sih." Ucap Michael. Terlihat dari suaranya bahwa Michael tengah khawatir. Khaira yang melihat itu tersenyum.
"Tidak sengaja, Mas."
"Ya sudah, bentar lagi aku pulang. Mau di beliin apa, hmm." Tanya Michael.
"Engga pengen apa apa. Eh mau martabak dong. Yaaaa." Jawab Khaira.
"Uda itu aja, Ga ada yang lain." Tanya Michael lagi
"Emm, sama kalau ada sih pengen sate bakar." Ucap Khaira.
"Oke nanti aku cariin ya. Mau apa lagi." Tanya Michael.
"Tidak usah, itu saja sudah lebih dari cukup." Jawab Khaira.
"Oke baiklah." Setelah Michael mengatakan itu panggilan di akhiri. Khaira meletakkan hp nya di atas nakas. Dia mulai menuruni tangga menuju dapur.
"Eh, Non Khaira." Sapa Bi Tuti.
"Iya, Bi. Eh bibi masak?." Tanya Khaira.
"Belum, Non." Jawab Bi Tuti.
"Ga usah masak deh, Bi. Khaira sudah kenyang, Michael juga nanti pulang bawa makanan, atau nanti kalau Michael mau makan biar Khaira masakin sendiri saja." Ujar Khaira.
"Baik, non."
__ADS_1
Setelah itu Khaira berjalan ke arah ruang keluarga, dia duduk di situ sambil menonton film.
Setelah sekitar setengah jam Khaira menonton film, tanpa sadar ternyata Michael sudah masuk ke dalam rumah. Film yang Khaira tonton adalah film romantis, saat ini Michael berada di belakang Khaira dan Khaira belum sadar. Michael memperhatikan Khaira yang terkadang senyum senyum sendiri bahkan terkadang memeluk bantal sofa. Terhitung sudah lebih dari 3 menit Michael berada di belakang Khaira.
Lampu ruang keluarga memang Khaira matikan, ia ingin menonton film yang seolah suasananya ada di bioskop. Capek berdiri
" Ekhem." Michael berdehem membuat Khaira terkejut bahkan langsung lompat dari sofa.
"Ihhhh, ya ampun Michael. Kamu buat aku terkejut." Ujar Khaira, mendengar nada kesal dari Khaira, Michael hanya terkekeh.
"Nonton film apa sih, serius banget. Samapi - sampai suaminya sudah ada di belakang selama 5 menit tidak sadar." Ucap Michael.
"Film terbaru, Uda sini. Mana martabak dan sate pesanan aku." Ujar Khaira.
"Ini dia, pesanan nyonya Khaira Anandita." Jawab Michael sambil meletakkan makanan pesanan Khaira di meja.
Jika kalian berpikir yang di beli oleh Michael adalah pesanan Khaira saja, kalian salah. Bahkan Michael membelikan beberapa makanan lainnya. Ada Takoyaki, desert, salad buah, dan ada juga beberapa makanan ringan lainnya. Saat di telepon Khaira tadi sebenarnya Michael sudah ada di jalan, karena terlalu khawatir dengan pesan Khaira dia langsung pulang tadi.
"Banyak banget, Chel. Siapa yang mau makan." Ujar Khaira.
"Kita, Uda makan aja perlahan. Buat yang bisa di simpan di lemari es simpan saja dulu jika tidak habis." Ucap Michael.
"Engga, ambil minum saja, setelah itu kembali lah segera." Ucap Michael.
"Oke." Ucap Khaira dan ia segera menuju ke dapur.
Setelah kembali dan mendudukan diri nya di samping sebelah kiri Michael, Khaira langsung mulai memakan, Michael juga ikut menikmati, mereka akhirnya menikmati makanan sambil menonton film. Tangan kiri Michael merangkul pinggang Khaira, karena sudah terbiasa di perlakukan seperti ini oleh Michael, Khaira hanya diam saja, dia juga nyaman.
Mereka terus menonton film, sampai saat dimana ada adegan dimana pemeran utama berc**man. Seketika Khaira dan Michael menegang, Khaira tidak tahu jika ada adegan seperti ini di film, karena ini film baru dia blm pernah nonton sebelum nya. Sampai dimana Khaira dan Michael saling pandang. Perlahan Michael mendekat kan wajahnya ke Khaira sampai dimana muka mereka dekat dan jaraknya hanya tinggal beberapa senti, Sampai akhirnya tubuh Khaira terhuyung ke belakang dan tertidur di sofa, Khaira memejamkan matanya. Michael terus mendekat kan wajahnya, sampai Khaira merasa ada benda kenyal menyentuh bibirnya. Michael mulai ******* bibir Khaira, Khaira diam tapi tidak membalas juga tidak menolak. Toh Michael Uda jadi suaminya, jadi tidak salah. Seandainya pun malam ini Michael meminta haknya mungkin Khaira akan memberikan nya.
Lama kelamaan ci*ma* Michael lebih menuntut, perlahan Khaira mulai membalas lumayan itu. Akhirnya mereka mengakhiri adegan mereka karena keduanya sudah kehabisan nafas. Setelah itu Michael mengecup dahi istrinya.
"Sudah, lanjutin lah." Ucap Michael.
"Ehm, hah. Apanya yang di lanjutin." Ucap Khaira sedikit gerogi. Khaira ini sama suami sendri pun gerogi.
__ADS_1
"Makan nya lah, emang apanya yang mau di lanjutin." Ucap Michael dengan nada menggoda. Dia ingin melihat reaksi Khaira. Dan benar saja, pipi Khaira memerah bak kepiting rebus.
Karena sedikit malu, Khaira langsung melanjutkan makannya yang sempat tertunda, mereka akhirnya kembali menonton film yang mereka tonton.
...****************...
Pagi ini Khaira sudah bangun, dan tengah bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Tapi hari ini sebelum ke rumah sakit Khaira akan ke kampus dulu, kebetulan hari ini ada jadwal kuliah. Oh iya, tadi malam selesai makan dan menonton film karena kecapekan mereka memilih langsung tidur di kamar. Ternyata belum di unboxing 🤣
"Michael, bangun. Sudah siang, apakah kamu tidak ke kantor." Ucap Khaira mencoba membangun kan Michael. Khaira menggoyangkan lengan Michael namun Michael tak kunjung bangun.
"Michael, bangunnn ihh." Ucap Khaira mulai kesal, namun bukannya bangun Michael malah menarik tangan Khaira dan akhirnya Khaira jatuh di atas dada bidang Michael, Dan Michael langsung mendekap Khaira.
"Ihh Michael apaan sih, lepasin. Aku mau pergi, ihh kan nanti rambut dan baju aku berantakan Michael. Ucap Khaira sedikit merengek.
"Kalau mau lepas cium dulu." Ucap Michael. Khaira pasrah dan akhirnya mencium pipi Michael.
"Uda kan."
"Kok di pipi sih." Ucap Michael
"Jadi dimana" Ujar Khaira
"Ini." Ucap Michael menunjuk bibir nya.
Akhirnya Khaira pasrah dan mencium bibir Michael, niatnya mencium sekilas. Tetapi Michael malah menarik tengkuk leher Khaira dan ******* bibir Khaira. Awalnya Khaira diam, tapi tak beberapa lama Khaira mendorong dada Michael dan menjauh kan diri dari Michael.
"Ihh apaan sih, Liat kan jadi berantakan. Uda ah tau terserah kamu mau bangun atau tidak. Ucap Khaira kesal kemudian keluar kamar meninggalkan Michael
Michael yang melihat itu hanya terkekeh. Sepertinya bibir Khaira sudah jadi candu untuk Michael. Setelah kepergian Khaira beberapa menit akhir nya Michael bangun dan pergi ke kamar mandi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
B E R S A M B U N G....
Huaaaa, pengen up banyak, sebenarnya Uda di usahain up banyak dan cepat. Tapi maaf ya, lagi ada problem, dan jaringan juga sungguh menganggu. Bukan cuma kalian kok yang pengen up nya cepet, author juga pengen, tapi apalah daya.
__ADS_1
Tapi kedepannya bakalan di usahain kok.
See you next part sayang ku😘❤️