Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan

Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan
Ikhlas??


__ADS_3

"Namanya, Michael.." Khaira dan Lala menunggu lanjutan dari ucapan salah satu suster tersebut. "Michael Anugeraha."


Seketika Khaira seolah memiliki kehidupan lagi saat mendengar jawaban tersebut, ibarat bunga yang layu mendapat siraman air hingga akhirnya mekar kembali. Dan tepat saat itu ponsel Lala kembali berdering.


"Panggilan dari Tante Rika." Ucap Lala kemudian mengangkat telepon nya.


"Hallo, Tan."


'hallo, Lala.' jawab seseorang di seberang sana yang sudah pasti itu adalah Rika Mama nya Michael.


"Iya hallo, ada apa tan." Tanya Lala


'Kalian dimana, La." Tanya balik seorang di seberang sana


"rumah sakit, Tan." Jawab Lala


'Rumah sakit mana.'


"Rumah sakit 'Cinta Abadi' Tan." Ujar Lala menjawab pertanyaan dari orang yang menelponnya.


'ya ampun, kami ada di rumah sakit Cipta Bakti Nak.'


"kok Tante gk bilang dari tadi sih."


'ya sudah, kalian cepetan kesini aja ya. Michael manggil-manggil Khaira saja dari tadi.' ucap Rika


"Iya, Tan."


Setelah itu panggilan di akhiri, Lala langsung bangkit dari duduk nya. Khaira melihat itu langsung ikutan bangkit.


"Ada apa, La." Tanya Khaira


"Kita salah rumah sakit ternyata." Jawab Lala


"Jadi dimana, mereka." Tanya Khaira lagi.


"Kata Tente Rika Mereka ada di Rumah sakit Cipta Bakti. Sudah ayo." Ujar Lala kemudian berjalan keluar dari rumah sakit dan di ikuti oleh Khaira.


'ya Allah, semoga suami hamba tidak kenapa-kenapa ya Allah. Jika dia memang tidak kenapa-kenapa hamba janji akan menuruti keinginan nya untk meminta hak pada hamba ya allah.' Khaira berdo'a dalam hati. Kalian semua bantu Khaira berdo'a juga ya biar Michael tidak kenapa-kenapa. Semoga.


Lala dan Khaira sekarang tengah berada di mobil, Lala sibuk menyetir dan fokus pada jalanan sedangkan Khaira, dia diam saja sambil terus merapal 'kan doa untuk suaminya.


"La, Suami aku ga kenapa-kenapa kan.' Tanya Khaira tiba-tiba sambil membalik kan tubuh nya menghadap ke arah Lala.

__ADS_1


"Semoga aja ya. Kita harus berdoa, Ra. Karena untuk saat ini hanya itu yang bisa kita lakukan." Jawab Lala seadanya dan di barengi dengan senyum manis nan tulus untuk khaira. Dia mengerti perasaan sahabatnya saat ini. Walau pun Lala belum pernah menikah namun ia mengerti bagaimana perasaan sahabatnya sekarang. Karena kehilangan seseorang yang kita sayang, apalagi kepergian yang tanpa pamit, rasanya memang sesakit itu.


Lagi dan lagi mereka berdua yang sudah pasti mereka adalah Khaira dan Lala, mereka kejebak macet, sungguh mengesalkan sekali. Kembali mereka dengar suara klakson yang bersahut-sahutan. Dalam keadaan seperti ini, Khaira ingin sekali memiliki kekuatan yang bisa membawanya langsung ke tempat dimana suaminya yaitu Michael berada.


Lala membuka google Maps, dan ya ternyata yang berwarna merah panjang banget. Lala hanya mampu menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya kasar.


"Panjang banget." Kata Lala.


"Ah, apanya yang panjang, La." Tanya Khaira.


"Liat nih." Ucap Lala sambil menyodor 'kan Hp nya agar dapat di lihat Khaira. "Ini semua membuat ku mendadak ga suka warna merah." Ujar Lala kesal. Dia tidak terlalu suka dengan situasi seperti ini, tapi sepertinya memang tidak ada yang suka pada situasi seperti ini terlebih mereka yang lagi terburu-buru seperti Khaira dan Lala sekarang. Lala tidak suka menunggu, tapi kalau menunggu Aldo sepertinya dia akan siap walau harus memakan waktu bertahun-tahun. Doain aja semoga segera resmi.


"Ya Uda, nanti cari jalan pintas aja." Ucap Khaira.


"Tapi kita harus mutar panjang jika harus lewat jalan pintas, Ra. Dan itu akan melewati rumah kamu lagi." Ucap Lala


"Kalau kita terus menetap pada kemacetan, yang ada kita terjebak sampai malam disini." Ucap Khaira.


Oh ayo lah kenapa mereka malah berdebat, di situasi yang seperti ini sepertinya tidak tepat kalau hanya berdebat. Tolong berikan solusi untuk Lala dan Khaira.


Hingga saat ini Khaira dan Lala kembali pada keheningan mereka masing-masing, namun kembali buyar saat suara klakson kembali bersahut-sahutan, Lala terus fokus pada jalan dan akhir'nya dia memutus kan untuk mengambil jalan pintas.


Namun siapa sangka, na'as nya mereka kali ini, di depan sana ada perbaikan jalan. Apa boleh buat, mereka hanya menggeram tertahan.


"Kita pulang ke rumah ku dulu saja, La. Nanti kita lewat jalan pintas yang dekat dari rumah ku." Jawab Khaira.


"Kamu tahu jalannya kan." Tanya Lala.


"Tahu, Uda ke rumah ku dulu saja. Nanti kita naik motor saja." Ujar Khaira


"Kita akan putar balik, mungkin akan terkena macet beberapa meter." Ucap Lala.


"Ga papa." Jawab Khaira lagi dengan nada lemah.


Lala menatap Khaira lekat, ia merasa iba dengan sahabatnya ini. Khaira yang biasanya selalu tampil ceria dan rapi, senyum yang biasanya selalu mengembang sekarang penampilan yang seperti orang yang habis kehilangan dunianya. Semua wajar kan, Michael adalah dunia Khaira saat ini, mau bagaimana pun Michael adalah Suami Khaira.


"La, kok bengong." Ucap Khaira membuyarkan lamunan Lala.


"Ah,, oh iya." Ucap Khaira Kemudian kembali melanju kan mobilnya.


Khaira menyender kan kepalanya. Sungguh dia ingin segera Sampai ke tempat dimana Michael berada, ingin segera memeluk Suaminya dan mengatakan bahwa ia sangat mencintai dan takut kehilangan suaminya itu. Ia sesekali menyeka air matanya, kenapa kali ini rasanya begitu sesak, dia terlalu takut. Banyak kata Andai dan bagaimana jika yang dia takut kan terjadi, kata kata itulah yang tengah menghiasi pikiran Khaira.


Sampai suara dering handphone Lala kembali membuyarkan pikiran Khaira.

__ADS_1


"Ra, tolong angkatin ya." Ucap Lala. Khaira hanya diam saja kemudian mengambil Handphone milik Lala.


Tante Nita nama itulah yang tertera di handphone Lala.


'hallo, Ma.' Ucap Khaira.


'Hallo, Khaira. Kalian sudah sampai mana, Ra.' Tanya Mama Nita dari seberang sana.


'Ini di jalan mau ke rumah sakit Ma.' Jawab Khaira seadanya


'Kalian jangan ke rumah sakit lagi ya, Nak.'


"Kenapa, Ma."


'Michael akan kami bawa pulang.'


"Kenapa di bawa pulang, Ma. Apa Michael sudah sembuh dan sudah di perbolehkan untuk pulang." Tanya Khaira sedikit antusias. Ia berharap jawabannya sesuai dengan yang ia harapkan.


"Ma, Jawab Ma." Ucap Khaira


'Ya sudah, intinya langsung ke rumah kalian saja ya. Dan kamu harus ikhlas ya Khaira.' Ujar Mama Nita. Sungguh saat itu juga Khaira ingin teriak, apa maksud dari perkataan Mama mertuanya.


"Maksud nya apa ya, Ma."


'tidak ada, kalian hati-hati di jalan ya.' Ucap Mama Nita kemudian mematikan telepon sepihak.


"Ma, Hallo Ma." Khaira melihat ternyata teleponnya sudah mati, Khaira mencoba menelpon kembali Mama mertuanya. Namun handphone nya malah tidak aktif.


"Kenapa, Ra."


"Mama nyuruh kita untuk pulang ke rumah aku aja, La. Dan dia bilang kalau aku harus ikhlas." Ucap Khaira sambil menunduk.


Khaira mengangkat kepalanya menatap Lala. "La, Michael ga mungkin..."


"Nggak, Michael pasti ga kenapa kenapa. Kamu harus yakin itu, Ra." Jawab Lala. Ia tak ingin membuat sahabatnya makin sedih. Walaupun nantinya dia tidak tahu apa yang akan terjadi.


Khaira kembali menyender kan kepalanya. Ia memejamkan matanya mengingat apa yang di ucapkan mertuanya tadi.


"Ikhlas?? Ikhlas dalam bentuk apa?. Ya Allah, semoga Michael tidak kenapa-kenapa." Batin Khaira.


B E R S A M B U N G......


Jika Michael memang....

__ADS_1


Kalian Ikhlas ga???


__ADS_2