Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan

Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan
Malam Minggu


__ADS_3

HAII HAIII...


SEBELUM BACA, CUMA MAU BILANG


DI PART INI, MARI KITA BERNYANYI BERSAMA, xixixi


......................


Lala baru sampai di rumah Khaira dan Michael, Lala langsung di sambut oleh Khaira, Mereka akhirnya saling berpelukan.


"Kamu ga bareng sama Aldo?." Tanya Khaira.


"Tidak, apakah dia akan ke sini." Tanya Lala dan lahiran hanya menjawab nya dengan anggukan kepala.


Setelah itu terdengar suara mobil memasuki perkarangan rumah Khaira dan Michael. Ya itu mobil Aldo.


"Ekhem, Sana samperin." Ucap Khaira sambil menyenggol lengan Lala. "semoga berhasil ya. Aku ke dalam dulu." Lanjut Khaira kemudian masuk ke dalam rumah. Meninggalkan Lala sendirian. Saat masuk Khaira bertemu dengan Michael di dalam


"Mereka belum da...." Tanya Michael, namun terpotong kata Khaira menutup mulutnya. "ssttt."


"Kenapa." Tanya Michael memelankan suaranya.


"Sini." ucap Khaira menarik Michael ke arah jendela. Dan ya kalian pasti tahu apa yang di lakukan oleh mereka berdua. Sudah jelas mengintip.


Lala berjalan menghampiri mobil Aldo saat terlihat Aldo mulai keluar dari mobilnya.


"Lala." Ucap Aldo. Lala hanya menjawabnya dengan senyuman.


"Kamu sudah dari tadi." Tanya Aldo.


"Tidak, baru saja."


"Kenapa tidak bilang, kan bisa bareng." Ucap Aldo.


"Aku tadi dari klinik langsung kesini." Jawab Lala


"Oh, Ayo." Ucap Aldo berjalan ke arah rumah Khaira, di ikuti Lala di belakangnya.


Khaira yang melihat mereka akan masuk langsung menarik Michael, dan naas nya Khaira malah tersandung kaki nya sendiri.


"Khaira." Ucap Michael yang terkejut lalu dengan sigap menangkap Khaira yang akan terjatuh. Tepat saat itu Lala dan Aldo masuk.


"Uwaw. Baru juga sampe depan pintu. Uda di suguhin sama yang mesra mesra aja." Ucap Aldo, dan dengan segera Khaira dan Michael berdiri sempurna.


"Tau tuh. Hargai kami sebagai jomblo dong." Ucap Lala.


"Ya kalau gitu kalian berdua jadian aja, biar ga jomblo lagi." Goda Khaira.


"Belum." Ucap Aldo refleks dan tanpa sadar. Setelah sadar Aldo langsung merutuki mulutnya sendiri. Mereka yang terkejut langsung memandangi Aldo dengan raut wajah bertanya.


"Ah, sudah ayo." Ucap Michael kemudian berjalan ke arah tangga.


Mereka semua tengah menikmati acara kecil-kecilan yang mereka buat, biarpun hanya berempat namun mereka terlihat bahagia sekali. Kini mereka baru selesai makan, mereka pindah ke ruang karaoke.


"Ayo siapa yang mau nyanyi duluan." Tanya Khaira.


"Michael, suara dia bagus." Jawab Aldo, seketika tatapan Michael langsung tajam, Aldo langsung menciut melihat nya.


"Emang nya iya, Mas. Kok aku ga pernah denger. Ayo dong nyanyi." Ucap Khaira.


"Ayo, Michael ayo." Ucap Lala


"Ayo dong mas." Melihat Khaira yang membujuk, akhirnya Michael menuruti kemauan Khaira.


"Baik lah, tapi duet sama kamu." Ujar Michael


"Aku tidak pandai bernyanyi, mas."


"Bohong, Khaira pandai nyanyi. Suara dia juga bagus." Ucap Lala.


"Tuh, liat. Lala aja bilang suara kamu bagus, Uda ayo." ucap Michael


"baiklah."


"Mau lagu apa." Tanya Lala yang sudah siap mencarikan lagu untuk mereka.


"Indah Cintaku. Lagunya Nicky Tirta dan Vanesa Angel." Jawab Khaira.

__ADS_1


"Ku ingin kau tahu


Ku ingin kau selalu


Dekat denganmu setiap hariku" Michael mulai bernyanyi


"Sudahkah kau yakin


Untuk mencintaiku


Ku ingin hanya satu tuk selamanya" Sambung Khaira


Mereka kemudian bernyanyi bersama


"Ku tak melihat dari sisi sempurnamu


Tak perduli kelemahanmu


Yang ada aku jatuh cinta


Karena hatimu"


"Cintaku tak pernah memandang siapa kamu


Tak pernah menginginkan kamu lebih


Dari apa adanya dirimu selalu"


"Cintaku terasa sempurna karena hatimu


Selalu menerima kekuranganku


Sungguh indah cintaku"


Khaira dan Michael menyanyikan lagu dengan saling pandang dan saling bergandengan. Mereka berdua melanjutkan nyanyiannya sampai selesai.


"Kami sudah, gantian kalian dong." Ucap Khaira.


"Kamu mau nyanyi, Al." Tanya Lala. Aldo hanya menjawabnya dengan anggukan.


"Lagu apa?." Tanya Lala


Suara musik terdengar, Aldo menarik nafas panjang kemudian mulai bernyanyi.


~Waktu pertama kali


Kulihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu


Hari hari berganti


Kini cintapun hadir


Melihatmu memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu

__ADS_1


Hitam panjang rambutmu anggung terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu~


Aldo terus melanjutkan, sambil sesekali ia mencuri pandang ke arah Lala, Aldo membayang kan awal pertemuan nya dengan Lala, setiap hal yang di lakukan bareng Lala. Mereka jarang berinteraksi, namun kenapa setiap di dekat Lala Aldo merasa ada sengatan listrik di dadanya.


Lala mendengarkan Aldo bernyanyi dengan seksama, Lala benar benar menikmati suara nyanyian Aldo. Tapi dalam hati Lala takut, takut lagu ini bukan untuknya, dia takut terlalu berharap. Lala takut jatuh, terlalu banyak kata takut untuk perasaan Lala saat ini, sungguh tidak bisa di jelaskan.


"Kamu ga nyanyi, La." Tanya Aldo saat selesai bernyanyi.


"Aku tidak pandai bernyanyi."


"Sudah ayo, kita duet." Ucap Aldo.


Mereka berempat melanjutkan kegiatan menyanyi mereka, sampai akhirnya mereka harus berpamitan karena sudah malam. Khaira dan Michael mengantar Lala dan Aldo ke teras rumah mereka.


"Kamu yakin mau pulang, La. Ga mau nginap disini aja. Ini Uda malam loh, ga takut apa ada apa-apa di jalan." Ucap Khaira.


"Kamu pulang ke rumah atau apartemen, La." Tanya Michael.


"Apartemen aja, yang lebih dekat." Jawab Lala


"Biar Lala sama, saya." Ucap Aldo, mereka bertiga serempak melihat ke Aldo.


"Kamu, Yakin." Tanya Lala


"Bukankah kita searah. Bahkan tinggal di apartemen yang sama." Ucap Aldo.


"Benarkah kalian tinggal di apartemen yang sama?." Tanya Khaira penasaran.


Lala mengangguk "iya, kamu juga tau nya saat pulang dari kampus kamu hari itu." Jawab Lala.


"Ya sudah, kalau gitu hati-hati ya, Kalian mau naik mobil siapa?." Tanya Khaira.


"Mobil Lala aja. Mobilku besok pagi akan ku ambil." Ucap Aldo.


"Oke, jagain Lala ya, Al. Jangan di apa-apain. Kalau sampai kenapa-kenapa kamu adalah orang pertama yang aku cari." Ucap Khaira.


"Iya, Aman." Ucap Aldo. 'gue ga mungkin nyakitin orang yang gue sayang.' ucap Aldo dalam hati. (Cieee, Aldo sudah mulai terang terangan nih Yee sama perasaan nya.)


"Kalau gitu kita pamit ya. Bye." Ucap Lala


"Hati hati Ya. Jagain Lala ya, Al." Kali ini Michael yang angkat bicara.


"Iyaa, kenapa sih pada ga percaya amat sama Saya." Ucap Aldo.


"Bukan ga percaya, Al. Anak gadis orang ini." Ucap Khaira.


"Ya Uda, pulang dulu kami." Ucap Aldo.


Aldo dan Lala berjalan ke arah mobil. Michael dan Khaira memperhatikan mobil yang di kendarai Aldo sampai mobil tersebut hilang dari pandangan mereka.


"Kamu bahagia?." Tanya Michael saat melihat senyum istrinya tidak luntur sejak tadi.


"Mestilah."


"Ya Uda ayo, sekarang kamu harus istirahat. Ayo masuk, angin malam ga bagus. Atau masih sakit perut nya?." Tanya Michael


"Mas, satu satu dong kalau ngomong. Aku tuh bingung harus mencerna yang mana dulu." Ucap Khaira


"Sudah ayoo." Ucap Michael kemudian menarik lembut tangan Khaira dan masuk ke dalam rumah.


**BERSAMBUNG........

__ADS_1


Yang merasa makin kesini ceritanya makin kesana. Iya bener, karena makin kesini juga pikiran aku tuh makin entah kemana. Imajinasi mendadak buyar gitu. Ada yang masih masukan???😘😘🌼🌼🌼**


__ADS_2