Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan

Kisah Cinta Dokter Cantik Dan CEO Tampan
Birthday


__ADS_3

Dalam perjalanan Khaira hanya memikir kan perkataan mertuanya saja, ia bener bener tidak mengerti apa yang harus ia lakukan sekarang salain memejam kan mata dan Manahan tangis walau terkadang air matanya jatuh tanpa di minta. Doa tak henti-hentinya ia rapal kan. "sungguh se-sesak ini rasanya ya Allah." Batin Khaira sambil mengusap air matanya yang jatuh.


Khaira dan Lala baru sampai di rumah Khaira dan Michael. Mereka turun dari mobil dan berjalan ke arah rumah. Kenapa suasananya sepi dan kenapa author ngerasa ada ketegangan di dalamnya. Khaira perlahan membuka pintu rumah nya. Dan...


.


.


.


.


.


.


.


"HAPPY BIRTHDAY." Ucap mereka semua yang ada di dalam rumah, Khaira di kejutkan dengan surprise bertopeng prank ini. Sungguh, jika Khaira tahu dia akan di prank, ia ingin request untuk tidak memakai kata kecelakaan lagi. Dia sungguh takut tadi.


Tapi Khaira melupakan itu semua, Dia menatap lekat wajah suaminya yang saat ini sudah ada di depannya sambil memegang kue dengan lilin angka 24 di atas nya. Bahkan Khaira sendiri sampai lupa bahwa ini adalah ulang tahunnya.


Di rumah nya sudah banyak hiasan


Khaira mencubit lengannya pelan dan kegiatan nya itu tidak ada yang mengetahui, dia takut ini hanya sekedar mimpi jadi ia ingin memasti kan dulu. Michael yang melihat Khaira hanya menatap nya akhir nya mulai bersuara.


"make a wish dulu, sayang." Ucap Michael lembut. Khaira yang langsung tersadar mulai menutup matanya dan berdoa, ya Michael akan selalu ada di sampingnya mungkin adalah doa utama dia kali ini. Selesai berdoa Khaira langsung meniup lilin tersebut Michael langsung menarik Khaira ke pelukannya sebelum itu Kue sudah di berikan ke Lala yang tepat ada di dekat mereka. Michael mencium kening Khaira setelah itu berbisik "Happy Birthday Sayang." Setelah itu mereka semua yang ada di situ memberi kan tepuk tangan.


Jika kalian tanya siapa saja yang ada di rumah Michael, tentu saja sudah ada Kedua orang tua Khaira yaitu Mama Rika dan Papa Rafi, Ada Mama Nita dan Papa Adi, ada Aldo, dan ada Mira beserta suaminya. Mereka semua ikut andil dalam prank di ultah Khaira saat ini.


"Sudah dong pelukan nya, kita potong kue dulu ayo." Ucap Lala di sertai kekehan dari mereka semua. Pasalnya Khaira dari tadi memeluk Michael dengan sangat kencang dan bahkan tak ingin lepas, Khaira tak ingin melewatkan momen ini sedetik pun sepertinya.


Akhirnya Khaira melepaskan pelukannya setelah itu Michael merangkul dan menuntun istrinya ke meja dimana kue tadi sudah di letakkan. Momen ini sederhana namun bagi Khaira ini adalah momen bersejarah di dalam hidupnya. Ulang tahun pertama yang ia rayakan bareng Michael setelah sekian lamanya. Ya dulu saat masih kecil Chael sering memberinya kado dan mengucap ultah padanya. Ada satu momen dimana Khaira tidak pernah lupakan itu. Dan Khaira tengah mengingat hal itu sekarang.

__ADS_1


*FLASHBACK ON


Khaira kecil tengah menutup matanya atas perintah Chael. Saat ini mereka berdua ada di halaman rumah Chael.


"Lia, buka mata kamu." Ucap Chael


"Chael kamu jangan ngerjain aku ya."


"Engga akan Lia. Sudah cepat buka mata kamu." Ucap Michael.


Khaira hanya menuruti dan mulai membuka matanya perlahan.


"Happy Birthday Lia cantik." Ucap Michael sambil membawakan sebuah donat yang di atasnya ada sebuah lilin. "Berdoa dulu dong." Ucap Chael dan Lia hanya menuruti ucapan Chael saja. Setelah selesai berdoa Lia kemudian meniup lilin tersebut.


"Terima kasih ya Chael." Ucap Lia.


"Ia sama sama. Ini hadiah untuk kamu." Ucap Chael sambil menyerahkan sebuah kalung dengan mainan huruf-huruf.


"K&M." Ucap Lia heran melihat kalung tersebut.


"Ini kamu buat sendiri, Chael?." Tanya Lia. Dan Chael hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Terima kasih sekali lagi ya Chael." Ucap Lia kemudian memeluk Chael.


"Iya sama sama Lia." Jawab Chael membalas pelukan Lia.


Setelah itu mereka berdua menikmati donat tersebut berdua, iya satu di bagi dua. Romantis sejak dini ya mereka, xixi.


FLASHBACK OFF*


"Sayang, kok melamun. Ayo cepat potong kuenya." ucap Michael membuyarkan lamunan Khaira.


Khaira tersenyum kemudian menuruti ucapan Michael yaitu memotong kue. Potongan pertama sudah pasti untuk suaminya dong. Mereka semua bertepuk tangan.

__ADS_1


Sekarang mereka sedang ada di meja makan, makan dengan hikmat dan tanpa ada suara, selesai makan Mira dan suaminya pamit pulang karena suami Mira ada urusan mendadak di kantornya.


Setelah kepergian Mira dan suaminya, Yang lainnya sekarang tengah berada di ruang keluarga. Tunggu, tidak semua karena Mama Rika dan Mama Nita sepertinya tidak ada di antara mereka. Dimana mereka berdua.


Tapi setelah beberapa menit Papa Adi dan Papa Rafi pamit karena ada beberapa urusan yang mendesak. Dan sekarang hanya tinggal mereka berempat. Ya mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Michael, Khaira, Lala dan Aldo. Khair yang duduk di samping Michael dan jangan lupakan Michael yang dari tadi merangkul pundak Khaira. Sedangkan Aldo duduk di samping Lala.


"Jadi tadi kamu ikut andil nge-prank aku, La." Tanya Khaira. Sedangkan yang di tanya hanya cengengesan. Melihat itu Khaira langsung melempar bantal sofa ke arah Lala.


"Noh, suami kamu yang punya rencana." Ucap Lala kemudian bergantian melempar bantal tersebut ke arah Michael.


"Bukan saya yang punya ide. Di Aldo yang ngasih ide." Ucap Michael yang langsung melempar bantal ke arah Aldo.


"Kan demi Bu bos juga." Jawab Aldo dan sudah bersiap untuk melempar bantal ke arah Khaira namun urung melihat tatapan tajam Michael yang juga sudah siap siaga melindungi istrinya.


"Apaan sih kok jadi lempar lemparan bantal gini." Ucap Lala. Kemudian mereka berempat tertawa bersama.


Tanpa di sadari, Mama Rika dan Mama Nita memperhatikan mereka berempat sedari tadi. Hati keduanya adem melihat anak-anak mereka bisa akur seperti itu.


"Adem banget liat nya ya, Nit." Ucap Mama Rika sambil memegang bahu Mama Nita.


"Iya bener." Jawab Mama Nita tanpa mengalihkan pandangannya dari mereka berempat.


Mama Nita dan Mama Rika ikut tersenyum melihat mereka tertawa. Tanpa di sadari BI Tuti juga ikut melihat mereka.


"Semoga mereka seperti ini terus ya Allah. Jangan sampai kembali terlihat asing seperti dulu." Ucap Bi Tuti tanpa sadar.


Mendengar itu Mama Nita dan Mama Rika langsung menatap Bi Tuti penuh tanya. Bi Tuti yang menyadari lisannya asal berucap langsung merutuki mulutnya sendiri.


"Maksudnya gimana ya, Bi." Tanya Mama Nita. Sedangkan mama Rika hanya menatap Bi Tuti menuntut jawaban.


"......"


B E R S A M B U N G.....

__ADS_1


Uda lama banget ga up, ga tau deh masih ada yang mau baca atau engga. Semoga masih setia ya....


__ADS_2