Kisah Cinta Segitiga

Kisah Cinta Segitiga
Apartemen Marseille ananta Episode 23.


__ADS_3

Junior Erlangga begitu marah kepada Tiara, karena sudah menyebut sembarangan nama pria lain di saat mereka bersama niat nya hanya ingin memiliki waktu luang bersama nya dan mempercandai nya? saja karena ia tahu bahwa kondisi tubuh nya belum begitu pilih, untuk melakukan kewajiban nya sebagai istri maka dari itu ia hanya bisa mencoba cara nya sendiri dan tidak akan membuat nya merasa tidak nyaman dan pingsan seperti pada waktu itu.


Dan ingin berterimakasih kepada Tiara yang sudah membuat rayanza bahagia, yang selama ini tidak merasa kan kasih sayang seorang ibu dan semua itu didapat karena ada Tiara dan membuat rayanza Erlangga, bersemangat kembali pergi ke sekolah dan tidak perlu hawatir lagi tentang ejekan teman-temannya, karena ia tidak punya ibu dan membuat nya malu karena itu.


" Untuk besok malam tolong persiapan kamar untuk nyonya tidur, malam ini biarkan ia tidur di kamar ku saja aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan untuk besok" ujar junior Erlangga berbicara kepada Ricky pelayan rumah tangga nya yang sudah lama ikut bersama nya.


" Baik tuan junior!!!!" jawab Ricky menundukkan kepalanya di depan junior Erlangga.


" Maaf kan aku?" ujar Tiara berbicara kepada junior Erlangga merasa bersalah.


Junior Erlangga tidak memperdulikan perasaan nya, ia langsung pergi begitu saja tanpa menoleh ke belakang dan tidur di ruang baca.


Junior Erlangga marah sampai ia meninju tembok dengan tangan nya sendiri dan berbicara dalam hati nya" ckckck, kenapa dengan diri ku ini begitu kesal saat ia menyebutkan nama pria lain aku langsung marah kepada nya? apa mungkin aku mulai jatuh cinta pada Tiara dan menunjuk an rasa cemburuku terhadap nya ini tidak mungkin kan.... aku hanya mencintai Yasmine selama ini meskipun ia sudah mencampakkan ku dan anak kami dan pergi ke luar negeri selama bertahun-tahun ini, dan tidak pernah kembali lagi apa mungkin aku bisa menjalin hubungan baru dengan nya.


Sisi lain Tiara di dalam kamar ia menangis diam-diam, tanpa seorang pun yang tahu ia membayangkan kejadian pada waktu itu di saat ia dalam masalah yang sama ia hadapi saat ini.


Tiara berbicara dalam hati nya" Dulu setiap kali aku merasa takut, aku selalu memanggil nama itu, secara spontan mungkin karena aku sudah terbiasa.


Tiara membayangkan saat ia dan pak Handoko, duduk bersama dan di paksa untuk meminum beralkohol di klub malam tersebut dan di sana juga ada Marseille ananta? ia hanya melihat nya dan tersenyum saat Tiara di perlakukan seperti itu oleh orang lain.


Hanya saja saat nama itu terucap dari mulut, aku baru sadar, semua ingat an gelap itu sudah menjadi masa lalu aku bersama Marseille.


Tiara memejamkan mata nya, dan menangis tersedu-sedu sambil berbaring di tempat tidur milik junior Erlangga mengingat masa lalu nya bersama Marseille ananta.


" Marseille tolong hentikan, jangan pukul aku lagi.....


Dan sekarang aku sudah menjadi istri junior, aku harus belajar mulai terbiasa dengan status ku yang sekarang ini.... dan menjalani kehidupan yang lebih baik lagi.


Pagi berikutnya Tiara bangun tidur seperti biasa, dan turun untuk makan bersama di meja makan.


" Selamat pagi nyonya Tiara, tuan junior meminta aku untuk menyiapkan makanan sup bergizi ini untuk nyonya Tiara" ujar Hasna memberi kan semangkok sup bubur bergizi kepada Tiara begitu saja.


" Meskipun tuan junior, tidak mengungkapkan nya, kami sebagai pelayan rumah ini bisa melihat bahwa ia benar benar sangat peduli kepada nyonya Tiara" ujar Hasna berbicara lagi kepada Tiara dengan berterus terang dan menghargai keputusan tuan rumah.

__ADS_1


Setelah Hasna pergi dari hadapan Tiara, ia dengan tersenyum ramah dan kembali ke dapur.


" Sudah saatnya aku untuk mengucapkan selamat tinggal, pada masa lalu dan menjadi sosok yang baru mulai hari ini dan seterusnya" ujar Tiara berbicara sendiri sambil menikmati makanan yang di berikan Hasna kepada nya.


Setelah menghabiskan semangkok sup bubur bergizi, Tiara langsung menaruh nya di dapur dan berpamitan kepada pelayan rumah tangga nya.


" Ibu yeni aku akan keluar sebentar????" ujar Tiara langsung meninggalkan rumah dan memesan taksi.


Tidak lama kemudian pesan taksi nya datang dan membawa Tiara pergi untuk berjalan jalan di dalam mobil Tiara, langsung menelpon teman nya yang bernama Sofia, untuk bertemu di depan rumah Marseille ananta.


" Sofia, apakah kamu sedang tidak sibuk sekarang? ajak Vivi juga bersama mu sekali an bantu aku pindah rumah ya" ujar Tiara berbicara kepada Sofia di telpon sambil duduk di kursi belakang di dalam mobil.


" Tiara, akhirnya kamu sekarang rela pindah dari neraka itu ya? kami akan segera tiba di hadapan mu" jawab Sofia dengan senang hati langsung pergi menemui Tiara.


Ketika mereka bertemu bersama di depan apartement Marseille, mereka begitu serius berdiri tegak dan berjalan sambil berbicara satu sama lain.


" Tak disangka Tiara rela, meninggal kan si Marseille busuk itu? apa kau tahu betapa bahagianya kami," ujar Sofia berbicara kepada Tiara sambil tersenyum bahagia bersama mereka.


" Wah.... oleh karena itu aku meminta kalian menemani ku untuk ini" ujar Tiara dengan terharu sampai ia meneteskan air mata nya.


Kalau saja Kinanti masih ada, mungkin formasi kita lengkap deh" ujar Vivi membahas tentang Kinanti sambil membantu Tiara membereskan barang-barang nya dengan tersenyum.


" Jangan sebut lagi cewek matre yang sombong itu di hadapan ku Vivi" ujar Sofia berbicara kepada Vivi dengan emosi.


" Baik lah, ayo kita pergi dari sini" ujar Tiara langsung memotong pembicaraan mereka dengan membawa koper di tangan nya.


" Kakak apa kah kau sedang mencari di sini????" ujar Tasya dengan tiba tiba muncul di hadapan Tiara bersama orang tua Marseille Ananta.


Mereka tiba tiba muncul begitu saja, untuk membuat masalah kepada Tiara dan teman teman nya, Tiara langsung berbalik badan dan melihat mereka menghampiri nya.


" Tiara? kamu dan teman teman mu yang tidak jelas itu datang pagi pagi, ke sini saat tidak ada orang buat apa!....." ujar Margaretha berkomentar sambil menunjuk ke arah Tiara dengan emosi nya.


" Dasar wanita tua si*l*n! berani nya kamu menghina orang? oke, kalau begitu aku akan perlihatkan kehebatan teman teman yang tidak jelas ini!..." ujar Sofia dengan emosi nya ia langsung menggulung baju lengan panjang nya untuk bersiap siap namun di hentikan oleh Tiara.

__ADS_1


" Sofia biarkan aku saja, Tante kebetulan sekali kita perjelas saja hari ini? aku Tiara dan kalian Keluarga Marseille ananta, sudah putus hubungan mulai hari ini


mohon suruh Marseille agar tidak mencari ku lagi, mulai sekarang juga..." ujar Tiara berbicara kepada Margaretha dengan tegas.


" Berani nya kamu berbicara dengan ku dengan nada seperti itu!!!!! dasar kau pembawa si*l, kau membuat keluarga kami jadi bahan tertawa an orang orang, pada pertunangan waktu itu selama 5 tahun ini biaya makan dan tempat tinggal kamu di biayai oleh anak ku! mau pergi sekarang? bayar dulu 3 milyar sebagai ganti rugi nya baru bisa pergi.


Margaretha menghalangi jalan Tiara, dan mengungkit masa lalu mereka dengan menghampiri nya sambil menunjuk ke arah Tiara dengan emosi nya.


" Hehehe.... bayar 3 milyar kalau begitu apa kah kamu tahu, berapa banyak utang anak mu kepada ku" ujar Tiara sambil tersenyum sinis kepada Margaretha dengan tatapan dingin.


" Anak ku berutang kepada mu!!!! wanita si*l,apa kah kau bodoh" Ujar Margaretha dengan tatapan tidak percaya kepada Tiara.


" Tante bagaimana kau bisa di anggap mulia, dengan mulut mu yang kotor seperti itu! apa kau tahu kelakuan bintang seperti apa kelakuan anak mu itu???? selama 5 tahun ini, demi memperbaiki kesalahan yang aku pun tidak tahu itu, aku pun terus bertahan di sisi Marseille! membiarkan dia mengabaikan ku, menghina ku, memanfaatkan ku, menyiksa batin ku, meskipun sudah begitu dia terus menerus memghianati ku, demi keuntungan pribadi nya. bahkan mendorong diri ku ke ranjang pria lain, dengan tangan nya sendiri? sekarang aku sudah putus hubungan dengan anak mu, aku tidak lagi berhutang kepada mu apa pun kepada keluarga kalian, karena utang ku kepada kalian sudah aku balas seratus bahkan seribu kali lipat!!!!....


Tiara mengungkapkan segala nya di depan mereka semua, tanpa ragu ia berani membentak Margaretha sampai terdiam mendengar pengakuan Tiara tentang anak nya yang bernama Marseille ananta dan kejelekan nya Tiara berbicara tanpa henti membuat mereka terdiam tanpa berkata apapun lagi.


Sedang kan Tasya begitu kaget, ia mendengar Tiara begitu berani biasanya ia hanya bisa menangis, dan tidak berani untuk bicara seperti itu kepada orang yang lebih tua dari nya.


" Kamu..." ujar Margaretha menunjuk ke arah Tiara yang pergi begitu saja melewati nya.


" Sofia, Vivi ayo kita pergi dari sini" ujar Tiara mengajak teman teman nya untuk pergi sambil membawa koper nya.


Sofia dan Vivi begitu kagum melihat tingkah laku Tiara, yang berani angkat bicara di depan mereka berdua ia pun melihat ke belakang sambil tersenyum sinis kepada Margaretha dan Tasya.


" Tiara, kamu hebat sekali hari ini aku sampai jatuh cinta pada mu hahahaha" ujar Sofia berbicara kepada Tiara sambil memegang tangan nya dengan tersenyum.


" Hahahaha sahabat kita ini, aku tidak menyangka bisa seberani itu kepada mereka" ujar Vivi mengomentari sambil tertawa bersama di luar apartement.


Sedang kan Tasya setelah Tiara keluar dari apartemen, bersama teman teman nya ia langsung melihat dari jendela apartement di atas, ia melihat Tiara begitu bahagia bersama teman teman nya yang sudah datang begitu tiba tiba dan bertengkar dengan Margaretha didepan mata nya sendiri.


" Akhirnya aku bisa mengucapkan selamat tinggal kepada masa lalu, dan memulai kehidupan baru ayo aku ajak kalian bersenang senang...." ujar Tiara berbicara kepada mereka dengan tersenyum bahagia.


Tasya melihat ke arah Tiara dengan tatapan benci, ia bicara dalam hati nya" Tiara jangan senang dulu, sebentar lagi kau tidak akan pernah bisa tertawa lagi.

__ADS_1


Tasya tidak peduli meskipun mereka adalah saudara, tapi ia bukan saudara kandung ia sangat iri dengan kebahagiaan yang di miliki Tiara dan ingin sekali menghancurkan kebahagiaan nya itu.


Bersambung........


__ADS_2