
Setelah Tiara berdebat dengan Luna tentang masalah jabatan yang baru saja Tiara terima, dari manajer Mariyono dan perdebatan itu berawal dari Luna iri kepada Tiara karena baru masuk kerja saja ia sudah di angkat menjadi ketua Tim! sedangkan ia dulu harus bersusah payah mengerahkan kemampuan nya, selama bertahun-tahun ini baru bisa diangkat menjadi ketua Tim 1 dan di percaya sampai sekarang.
Luna merasa kesal karena ia tahu jabatan itu tidak mungkin bisa di dapatkan secara semudah itu, jika tidak ada orang yang mendukung nya dari belakang dan itu ia berpikir!!!!..... itu mungkin Tiara sudah melakukan tidak sewajarnya untuk mendapatkan jawaban menjadi ketua Tim tersebut.
Luna bicara dalam hati nya" Tiara, aku mau lihat kamu bisa sombong sampai kapan!.....
Setelah Luna pergi dari hadapan Tiara, dan ia duduk kembali di kursi nya tiba tiba datang lah manajer Mariyono menghampiri Tiara sebagai ketua tim! untuk mengikuti rapat kerja di ruang rapat.
Prok.....prok.....prokk.....
Mariyono bertepuk tangan untuk peringatan kepada mereka dan memberitahu tentang rapat kerja tersebut.
" Tinggalkan pekerjaan kalian, sekarang pergi ke ruang rapat bersama ku" ujar Mariyono langsung memberi tau mereka tanpa basa-basi lagi.
Tiara yang baru saja masuk kerja pertama kali nya, ia kaget seketika terdiam sejenak mendengar perkataan Mariyono untuk rapat, ia belum siap untuk pergi bersama mereka namun mau nggak mau harus ikut rapat juga.
Tiara berbicara dalam hati" Rapat mendadak? tidak ada yang bilang kepada ku hari ini akan rapat????....
Mereka pun bersiap-siap dan Tiara akhirnya mengikuti mereka dari belakang menaiki lift untuk mengikuti rapat bersama mereka.
Ruang rapat, mereka duduk di masing masing tempat duduk nya dan di pimpin langsung oleh junior Erlangga sebagai pemilik perusahaan tersebut.
" Sekarang kita mulai rapat nya!..." ujar junior Erlangga berbicara kepada mereka yang hadir di rapat tersebut.
" Ketua Tim baru, dari divisi perencanaan kami, barusan bilang dia mempunyai ide yang bagus silakan Tiara?...." ujar Luna dengan sengaja menyerahkan nya kepada Tiara berniat ingin mempermalu kan nya di depan mereka semua.
" Maaf, aku.... belum siap?..." jawab Tiara langsung berdiri seketika mendengar Luna menyerahkan pertama rapat nya tersebut.
" Divisi perencanaan belakang an ini sangat santai? dan saat rapat seperti ini belum dipersiapkan" ujar junior Erlangga dengan serius menatap Mariyono sebagai manajer mereka.
" Kenapa diam saja? cepat di mulai...." ujar Mariyono memerintah kan kepada Luna yang sudah terbiasa dalam menyampaikan rapat tersebut.
Luna dengan tersenyum merasa bangga kepada dirinya sendiri, karena sudah jauh jauh hari ia mempersiapkan dokumen tersebut untuk di rapat kan.
" Direktur junior, proposal saya seperti ini....." ujar Luna maju kedepan dengan hormat dan menunjuk proposal nya melalui komputer nya yang bertema tentang.
Proposal implementasi pemasaran produk perusahaan....
Luna dengan detail nya ia menjelaskan kepada junior Erlangga, di depan mereka yang hadir di rapat tersebut. membuat Tiara dalam sekejap ia memperhatikan penjelasan Luna ia sudah tahu harus apa untuk kedepannya.
Tiara berbicara dalam hati nya" meskipun wanita ini suka Iri hati, tetapi dia memang punya kemampuan.
" Sekian dari saya.... mohon masukan nya" ujar Luna mengakhiri penjelasan tentang proposal yang telah iap buat untuk rapat tersebut.
" Tidak ada rencana lain lagi?...." ujar junior Erlangga menanya kan kembali kepada karyawan yang lain nya tentang rencana lain nya.
Luna saat mendengar junior Erlangga, angkat bicara ia tercengang karena kaget dan terdiam sejenak.
Tony, Desta dan Roni bicara dalam hatinya" kalau proposal kak Luna saja tidak bisa, kami mana berani bersuara....
" Ti..... tidak ada lagi?...." jawab Toni, Desta dan Roni dengan bersama sama sambil menggeleng kan kepalanya Bersama an.
" Senin depan, harus berikan proposal yang bisa membuat ku puas, rapat di tutup...." ujar junior Erlangga beranjak dari tempat duduknya dan meninggal kan ruang rapat.
__ADS_1
Semua yang hadir di rapat tersebut, terdiam sejenak duduk di kursi memikirkan tentang proposal yang akan di rapat kan untuk hari Senin nanti.
Luna merasa bersedih hati memikirkan tentang proposal yang ia tunjukkan kepada junior Erlangga, saat kembali ke tempat duduk nya" proposal ini sudah aku siapkan dengan susah punyah, selama berbulan-bulan lho.....
Di saat bersamaan Tiara lewat di depan meja kerja nya Luna dan Luna melampiaskan kekesalannya pada Tiara.
" Hmmm.... orang yang tidak punya rencana apa apa, sudah kembali?...." ujar Luna menegur Tiara menghampiri nya menghentikan langkah Tiara.
" Luna, selain bisa adu mulut kamu bisa apa lagi?" jawab Tiara tanpa basa-basi lagi kepada Luna membuat Luna semakin murah.
" Apa Kamu Bilang?.... aku bisa menjadi ketua Tim dengan kemampuan ku sendiri, kamu berani meragukan kemampuan ku!...." ujar Luna dengan emosi sambil mengepalkan tangannya, merasa kesal kepada Tiara.
" Kalau ingin bukti kan kamu bukan hanya pintar adu mulut saja, kita lihat saja kemampuan kita dalam rapat Senin depan bagaimana?...." jawab Tiara memberi tantangan kepada Luna sambil memegang selembar an kertas proposal tersebut.
" Hmmm, dasar tidak tahu dari?.... tetapi aku tidak suka persaingan yang tidak ada hadiah nya, orang yang kalah, segera pergi dari perusahaan, dan tidak boleh masak ke perusahaan lagi untuk selamanya bagaimana Tiara...." ujar Luna memberikan saran kepada Tiara agar ia tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut dengan penuh percaya diri dengan sombongnya.
" Apa kamu yakin akan bermain seperti ini?...." ujar Tiara menegaskan kembali kepada Luna dengan keputusan sepihak nya dengan Tiara sambil mendekati Luna.
" Kenapa kau?.... tidak berani kah" jawab Luna dengan menyindir Tiara sambil tersenyum sinis kepada Tiara.
" Baik lah, kalau begitu seperti itu saja?,..." ujar Tiara langsung menjawab sambil memegang kertas ditangan nya dan tidak memperdulikan pembicaraan Luna terhadap nya dan pergi meninggalkan tempat.
" Tiara, nikmati Minggu terakhir mu di perusahaan ini hehehe!...." ujar Luna bicara di belakang Tiara sambil menertawakan di belakang Tiara.
" Benar benar anak ingusan yang baru lahir, kemarin dia berani bersaing dengan Luna...." ujar Yunita mengejek kemampuan Tiara dari belakang.
" Memang tidak tahu dari?..."ujar putri berkomentar mengenai Tiara yang berdebat dengan Luna.
" Maaf, sudah membuat mu menunggu lama!..." ujar Tiara langsung masuk ke dalam mobil.
" Ya tidak apa-apa" jawab Irsyad asisten pribadi junior Erlangga.
" Berangkat pu...." ujar junior Erlangga dengan santainya dan di potong pembicaraan nya oleh Tiara.
" Jemput rayanza di sekolah?...." ujar Tiara dengan bersemangat memikirkan tentang rayanza.
Junior Erlangga kaget seketika terdiam membuka matanya yang terpejam mendengar Tiara berani memotong pembicaraan nya dengan Irsyad.
Tiba di sekolah rayanza junior keluar dari mobil melihat Tiara begitu bahagia bersama rayanza ia selalu memanjakan nya ia belum sadar juga.
" Kakak cantik, aku membuat sebuah nama panggilan khusus untuk mu, nama mu Tiara lain kali aku panggil kamu dengan sebutan Rara saja ya?...." ujar rayanza Erlangga langsung lari menghampiri Tiara dengan bahagia.
" Oke terserah kamu saja sayang" jawab Tiara langsung memeluk rayanza Erlangga didepan mata junior Erlangga.
Rayanza melihat ke samping Tiara ternyata papa nya ikut menjemput nya juga, yang begitu sibuk dengan pekerjaan nya dan ia kaget seketika itu namun di dalam hati nya ia begitu senang sekali papa nya menyempatkan diri untuk menjemput nya ke sekolah.
" cuih, kenapa kamu juga bisa ada di sini?..." ujar rayanza Erlangga dengan kesal nya ia pura pura tidak senang kepada papa nya.
" Bocah kecil minta di pukul ya!...." jawab junior Erlangga melihat tingkah laku rayanza Erlangga terhadap nya dan mengancam nya.
" Rara, ayo aku mau makan hamburger...." ujar rayanza Erlangga mengalihkan pembicaraan nya dan menarik tangan Tiara dengan emosi kepada junior Erlangga.
" Baik lah, kalau begitu, sekarang kita pergi beli bahan nya dulu, dan buat di rumah saja ya?...."ujar Tiara berbicara kepada rayanza Erlangga yang tidak sabar an menarik tangan Tiara dan mengabaikan keberadaan junior Erlangga saat bersama rayanza.
__ADS_1
Junior Erlangga emosi dan bicara dalam hati nya" dasar wanita sial, berani nya dia membiarkan suaminya disini....
Sesaat kemudian mereka berada di supermarket terdekat dan junior Erlangga tetap mengikuti Tiara dan rayanza dari belakang.
Dalam pikiran junior Erlangga" ini supermarket melihat dari kejauhan melihat Tiara dan rayanza sedang memilih bahan masakan nya,....
" Rara, aku mau itu, itu, itu...dan itu juga mau" ujar rayanza Erlangga menunjuk bahan masakan sesuai keinginan nya sendiri.
Tiara mengambil kan bahan masakan yang sudah di pilih langsung oleh rayanza Erlangga, dengan berjinjit perlahan lahan tapi tidak ia gapai soalnya itu berada di bagian paling atas lemari tersebut!.... dan tidak lama kemudian di bantu oleh junior Erlangga untuk mengambil kan nya, dan di beri kan kepada Tia.
" Terimakasih?...." ujar Tiara mengangkat kepalanya melihat kepada junior Erlangga.
Junior Erlangga bicara dalam hati nya" wanita ini saat bersama rayanza, dia selalu banyak bicara sedang kan kenapa saat bersama ku jadi diam saja....
" Masih perlu apa? aku bantu ambil kan...." ujar junior Erlangga mendekati Tiara sambil memegang pinggang Tiara.
" Lihat lah, mereka sekeluarga kelihatan nya bahagia sekali ya!.....
" Sungguh membuat orang Iri saja?....
Mereka melihat kedekatan Tiara bersama junior Erlangga dan anak nya, dan membicarakan di belakang mereka.
" Lepaskan tanganmu dari Rara?....."ujar rayanza Erlangga sambil menarik tangan Tiara berdebat dengan junior Erlangga.
Setelah beberapa menit kemudian rayakan melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Tiara dia melihat saputangan untuk memasak di dapur ia langsung mengambil kan nya untuk Tiara.
" Ini buat apa????" ujar Tiara bertanya kepada rayanza Erlangga, yang tiba-tiba mengambil kan nya untuk nya.
" Sarung tangan dapur, lain kali waktu Rara membuat makanan enak, untuk ku pakai ini saja, agar tangan Rara tidak akan terluka lagi" jawab rayanza Erlangga langsung memasukkan nya ke dalam keranjang belanja an.
" Rayanza sayang, penuh perhatian...." ujar Tiara merasa terharu kepada rayanza Erlangga, sambil tersenyum dan memeluk nya.
Rayanza Erlangga berbalik badan dan melihat kearah junior Erlangga dengan tersenyum dan bicara dalam hati nya" Bagaimana papa!!!!......
Junior Erlangga merasa tidak senang dan ia langsung mengeluarkan kartu andalan nya.
" Kartu kredit ini tidak ada batasan, nilai pemakaian kalau ada barang yang kamu sukai, tidak perlu tanya aku kamu tinggal gesekan saja kartu ini?...." ujar junior Erlangga langsung memberikan nya kepada Tiara dengan percaya diri.
Eh ini?????" ujar Tiara menatap nya dengan kebingungan an harus bagaimana.
" Cuih, Hanya pakai uang saja tidak perlu seperti itu papa ku sayang" ujar rayanza Erlangga mengejek nya dengan halus kepada junior Erlangga.
junior Erlangga dengan emosi bicara dalam hati nya" Bocah kecil awas aku....
" Suami ku, ayo kita pulang masuk di rumah rayanza sudah lapar...." ujar Tiara berbicara kepada junior Erlangga tanpa ia sengaja mendekati junior Erlangga sambil mencubit pipi nya dengan tersenyum bahagia.
" Suami????" jawab junior Erlangga langsung memegang tangan Tiara dengan muka memerah ini pertama kali nya Tiara bicara seperti itu kepada nya.
Setelah itu Tiara pun tersadar dan ia merasa malu, kepada junior Erlangga sudah bersiap seperti itu kepada nya dan salah tingkah membuat nya merasa gugup seketika itu.
Bersambung.......
Mohon Maaf 🙏🙏🙏 Kepada Pembaca, Di Episode Ini Bila Ada Kesalahan Dari Saya Mohon komentar nya ya, Dan klik favorit Anda Bila Suka Dengan Karya Novel Ini Dan Mohon Kerelaan Hati Anda Untuk Memberikan vote Di Karya Yang Menurut Anda suka 😘😘😘 Ok Salam untuk Anda semua 👋👋👋.
__ADS_1