Kisah Cinta Segitiga

Kisah Cinta Segitiga
Kanto Polisi Episode 25.


__ADS_3

Junior Erlangga mendengar Tiara terlibat sampai ke kantor polisi, ia pun langsung meninggalkan urusan penting di kantor nya hanya untuk memastikan bahwa Tiara bisa terbebas dari jeratan hukum itu demi anak tersayang nya! ia tidak ingin rayanza tahu bahwa Tiara di tahan oleh polisi junior Erlangga langsung, mengerahkan asisten pribadi nya untuk ikut bersama nya, ke kantor polisi ia ingin tahu kebenaran nya.


Saat ia sampai di kantor polisi ia melihat dengan mata sendiri Tiara sedang di caci maki oleh orang tua Marseille ananta, dan sempat hendak di pukul jika ia tidak datang mungkin ia sudah kena pukul an.


" Mama, apa yang kamu lakukan?...." ujar Marseille berteriak melihat Margaretha ber jongkok di depan mata sendiri memohon kepada junior Erlangga.


" Junior, kau jangan keterlaluan" ujar Marseille lagi hendak menghajar junior Erlangga dari belakang.


Junior selalu membawa beberapa bodyguard nya, untuk selalu waspada jika ada yang membahayakan keselamatan nya dan keluarga nya! bodyguard itu langsung melumpuhkan pergerakan lawan membuat nya tersungkur di lantai.


" Kau kesini " ujar junior Erlangga menyuruh Tiara mendekati nya sambil memainkan jarinya di depan Tiara.


Disaat seperti ini Tiara merasa takut sampai ia gemetar, melihat sikap junior Erlangga yang bersikap dingin.


Didalam pikiran Tiara, ia berbicara dalam hati nya.


" Apakah ia akan menghukum ku, karena sudah mempermalukan keluarga nya didepan publik? hiks....


" Dasar penakut." ujar junior Erlangga sambil mengelus kepala Tiara didepan semua orang yang melihat mereka berdua begitu mesra.


Setelah itu junior Erlangga langsung berbalik badan, dan pergi meninggalkan tempat tersebut bersama asisten pribadi nya dan orang orang nya, kembali ke rumah nya ia sudah lega melihat Tiara dalam keadaan baik baik saja.


" Bos, saat nya berangkat" ujar Richard sambil membuka kan pintu mobil untuk junior Erlangga.


" Iya " ujar junior Erlangga dengan singkat ia langsung masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja.


" Oh tuhan! Tiara.... kamu jangan bilang dia itu suami mu?...." ujar Sofia ber teriak kepada Tiara dengan kaget mengetahui kebenaran di depan mata sendiri.


" Tiara, apa kah kau menyelamatkan orang itu pada 5 tahun lalu? pria sempurna seperti ini bisa kamu dapatkan! tidak boleh, suami mu harus traktir kami di restoran ternama di kota ini!...." ujar Vivi langsung berkomentar dengan berteriak dan berbicara sembarang an kepada Tiara.


" Baik lah, tapi kali ini utang dulu ya, aku pergi dulu jemput anak pulang sekolah..." ujar Tiara berbicara kepada mereka sambil mohon maaf kepada Sofia dan Vivi.


" Pergi lah, jadi ibu tiri emang tidak gampang, apa lagi ibu tiri keluarga kaya" ujar Sofia menyuruh nya pergi sambil melambaikan tangan nya kepada Tiara.


Tiara langsung memanggil taksi, dan meninggal kan mereka di depan kantor polisi dan pergi naik mobil.


Sore hari nya Tiara bersama rayanza Erlangga, pulang ke rumah membawa belanjaan rayanza begitu senang sekali sampai ia tertawa lepas bersama Tiara! ia membawa belanjaan di tangan nya sendiri sebagai junior Erlangga melihat beperbax di tangan rayanza Erlangga melewati papa nya sambil berjalan ke ruang tamu.


" Apa yang kamu bawa?...." ujar junior Erlangga bertanya kepada rayanza Erlangga, dengan penasaran.


" Ini pakaian yang di beli kan kakak cantik untuk ku, kamu tidak boleh menyentuh nya" jawab rayanza Erlangga dengan bangga ia memamerkan nya kepada junior Erlangga.


" Nyonya junior benar benar ibu tiri yang baik! punya ku di mana..." ujar junior Erlangga mendekati Tiara dan bertanya kepada Tiara apa kah dia membeli kan untuk nya juga atau tidak.


" Apa ini? terlalu besar, aku tidak mau!...."ujar rayanza Erlangga langsung membuka beperbax tersebut di meja ruang tamu tersebut.


BRUK!!!!........


Rayanza Erlangga melempar pakaian tersebut kelantai dan di lihat oleh junior Erlangga, Tiara merasa begitu canggung melihat nya.


" Selera mu ini?...." ujar junior Erlangga ia langsung mengambil pakaian nya dan menilai pilihan Tiara sendiri.

__ADS_1


" Kalo kamu tidak suka, kembali kan kepada ku...." ujar Tiara berbicara terus terang kepada junior Erlangga sambil menarik pakaiannya.


" Barang yang sudah di berikan mana boleh di minta kembali? cuci dulu, antar kan ke kamar ku" ujar junior Erlangga melempar nya ke belakang dan di tangkap oleh Richard.


" Baik tuan junior!..."ujar Richard dengan patuh.


Ke esok an pagi Nya di ruang keluarga rayanza Erlangga, menunjuk an pakaian yang di beli Tiara kemarin untuk nya ia memakai nya dan ingin mendengar pendapat nya apa kah cocok pakaian itu untuk ia pakai.


Stelan baju yang di pakai rayanza Erlangga, baju putih memakai jas hitam, celana jins hitam, sepatu hitam garis putih memakai aksesoris kalung yang di berikan junior Erlangga sejak kecil, dan kecamatan hitam di kepala nya.


" Kakak cantik, aku memakai baju ini bagus tidak?" ujar rayanza Erlangga menunjukkan penampilan nya kepada Tiara, sambil bergaya dengan percaya diri.


" Ya ganteng sekali...." jawab Tiara sambil tersenyum dan bertepuk tangan memuji penampilan rayanza Erlangga.


Junior Erlangga melihat Tiara memuji rayanza Erlangga, ia pun tidak mau kalah ia juga ingin di puji juga penampilan nya oleh Tiara.


Junior Erlangga yang memakai setelan baju, kemeja putih memakai dasi warna merah, jas hitam, celana hitam,dan sepatu hitam.


" Bagaimana dengan ku?...." ujar junior Erlangga bertanya kepada Tiara dengan berharap ia di puji oleh Tiara.


" hmmm ini....." jawab Tiara dengan kaget ia melihat junior Erlangga tiba-tiba mendekati nya.


Junior Erlangga bicara dalam hati nya dengan raut wajah yang kesal kepada Tiara" wanita si*l*n, apa kah bisa mati memuji ku sekali saja.


" Ikut lah aku ke kantor, aku sudah mengatur pekerjaan untuk mu?...." ujar junior Erlangga langsung berbalik badan dan pergi dari hadapan Tiara.


" Eh kau sudah????..."jawab Tiara dengan melihat ke arah junior Erlangga dengan penasaran.


Setelah beberapa jam kemudian mereka pun sampai ke perusahaan grup Erlangga, dan berjalan ke tempat kerja terbesar di seluruh kota tersebut.


Ruang divisi perencanaan grup Erlangga, Irsyad menemui manajer di ruang an nya dan membawa Tiara ke sana juga untuk memperkenalkan nya dan mereka membicarakan tentang pekerjaan untuk Tiara tempati.


" Asisten Irsyad tentang saja, aku akan mengatur kan nya untuk mu, depan hal ini juga untuk mu" ujar manajer yang bernama Mariyono dengan menundukkan kepalanya di depan Irsyad dengan patuh.


" Hmmmm.... bagus lah kalo begitu" jawab Irsyad dengan percaya diri dengan mempercayai nya.


" Kalau begitu aku pergi dulu, kalau anda perlu apa saja, tolong kasih tau kenapa ku saja" ujar Irsyad berbicara kepada Tiara didepan Mariyono sambil menunduk kan kepalanya tanda menghormati Tiara.


" Terimakasih, aku sudah merepotkan mu" Tiara berbicara kepada Irsyad dengan sopan.


Mariyono kaget melihat Irsyad begitu menghormati orang baru yang tidak lain, Tiara ia rela menundukkan kepalanya kepada orang asing! pikir Mariyono dengan tercengang.


Mariyono bicara dalam hati nya" orang baru ini, bukan orang biasa.


Setelah Irsyad pergi Tiara di serahkan kepada manajer yang bernama Mariyono, dan ia memperkenalkan Tiara kepada mereka semua yang berada di divisi perencanaan yang sama juga dengan mereka! ia langsung memberi kan pekerjaan, yang terbaik untuk Tiara di divisi perencanaan tersebut.


" Mohon perhatian semua nya, saya sebagai manajer di sini saya akan memperkenalkan rekan baru kalian! yang akan bekerja di divisi perencanaan sebagai ketua kalian, ini rekan baru di divisi kita Tiara. mulai hari ini, dia akan menjadi ketua Tim 7...." ujar Mariyono menunjuk Tiara sebagai ketua divisi perencanaan tersebut membuat mereka seketika itu berkomentar mengenai Tiara.


! ! ! ! ! ! !


" Manajer, ketua tim kita semua nya sudah bekerja lebih dari 3 tahun!.... dia baru masuk sudah langsung menjadi ketua Tim seperti nya, dia tidak pantas?.....

__ADS_1


" Atau mungkin dia sudah berpengalaman, dan di rekrut dari tempat lain?.....


" Hemmm kalau emang begitu, tunjukkan kemampuan mu untuk meyakini kita bahwa kau bisa.....


" Manajer, aku hanya orang baru, baru mulai bekerja sudah menempati posisi yang begitu penting, seperti nya tidak pantas mohon di pertimbangkan kembali apa yang anda bicarakan tadi" Tiara menjawab keluhan mereka yang mengomentari hal yang merendahkan kemampuan Tiara.


" Sudah soal ini sudah saya tetap kan, semua nya lanjutkan bekerja!..." ujar Mariyono berteriak kepada semua karyawan di divisi perencanaan tersebut, sambil bertepuk tangan tanda peringatan kepada mereka semua dengan tegas.


" Tempat kamu di sebelah sana, aku akan bawa kamu kesana ayo ikuti aku...." ujar Mariyono berbicara kepada Tiara untuk menunjukkan tempat duduk nya, dan meninggal kan mereka semua.


" Seperti nya dia dapat dukungan dari atas an, hari pertama masuk sudah jadi ketua tim, ambisi nya besar juga ya!.....


" Buat apa mempunyai ambisi besar, bisa saja suatu hari nanti dia tersandung sendiri hahaha....


Semua karyawan yang bekerja di divisi perencanaan, mengomentari tentang kemampuan yang dimiliki Tiara dan merendahkan harga diri nya di belakang nya.


Tiara berbicara dalam hati nya" Mereka merasa di perlakukan tidak adil, ini juga wajar hah aku bersabar saja.....


Tiara duduk di kursi yang sudah di siapkan, sambil menyeka keringat di dahinya.


" Hey, ketua Tim siapa nama nya? coba sampai kan kepada kami apa ide kamu untuk rencana periode ini? tolong penjelasannya" ujar Luna bertanya dengan sengaja kepada Tiara untuk menguji kemampuan nya.


" Tema periode ini apa ya????....." jawab Tiara dengan kebingungan melihat ke arah Luna melihat ke kerah baju nya yang bertuliskan, ketua Tim 1 Luna.


" Hehehe, tema saja tidak tahu. panggil aku bos' aku kasih tahu kamu....." ujar Luna dengan percaya diri berdiri di depan Tiara dengan posisi tegak.


" Bos?!...." jawab Tiara dengan sedikit bersabar.


Hahahaha...... Hahahaha...... Hahahaha....


" Wah, dia benar benar panggil, apakah biasa nya terlalu sering panggil bos di ranjang, otak nya jadi bodoh?....


Hahahaha.....


BRUKKK!!......


Tiara mendengar mereka berbicara dan menertawakan nya, di belakang ia langsung memukul meja dan mengagetkan Luna dan berdiri seketika itu, dengan emosi dan terdiam sejenak.


" TADI AKU BER SABAR KARENA MENGHORMATI MU, TETAPI JANGAN KETERLALUAN, KALAU KAMU TIDAK BISA TERIMA, GUNAKAN KEMAMPUAN MU UNTUK BERSAING. ATAU BAGI MU WANITA WANITA YANG NAIK KE POSISI INI SEMUA NYA, KARENA MELAYANI PRIA?.... KALAU BEGITU, BERAPA PRIA YANG DI LAYANI DI ERLANGGA GRUP, BARU BIASA NAIK KE POSISI INI?...." ujar Tiara berbicara langsung didepan umum kepada Luna membuat nya terdesak dan terpojok oleh perkataan Tiara, yang emosi kepada Luna.


" Omong kosong, aku bisa mencapai posisi ini karena kemampuan ku?.... kamu tidak pantas meragukan ku seperti itu" jawab Luna dengan kaget dan melangkah mundur melihat Tiara berubah begitu tegas, dan terpancing oleh perkataan Luna yang begitu percaya diri di depan Tiara.


" KALAU BEGITU, KAMU YANG TIDAK TaHU APA APA TENTANG AKU, KENAPA BERANI MEMPITNAH AKU SEPERTI ITU?.... ujar Tiara berkomentar kembali sambil berjalan ke arah Luna selangkah demi selangkah.


" Orang baru saja sudah begitu sombong, hari ini aku akan merobek mulut mu!...." ujar Luna berdebat dengan Tiara sambil menggulung lengan panjang nya didepan Tiara.


" Kalau kamu tidak takut, orang di atas langsung mendepak mu dari sini dalam hitungan menit saja, kalalu kamu berani silahkan saja" jawab Tiara dengan mengancam Luna yang ingin melakukan kekerasan terhadap dirinya.


" AKU....!" Luna dengan merasa takut mendengar ancaman Tiara ia langsung menjaga sikap nya terhadap Tiara.


Luna mendengar perkataan Tiara i langsung pergi meninggalkan nya dan tidak lagi mengganggu, Tiara bekerja karena ia sudah susah punyah mendapatkan posisi nya sebagai ketua tim dan ia tidak ingin kehilangan posisi tersebut.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2