
Tiara mengajak teman teman nya untuk berbelanja bersama di mall, untuk merayakan terbebas nya dari masa lalu yang membuat nya merasa jenuh dengan teman-teman nya beberapa tahun lalu dan tidak ada waktu untuk bermain bersama karena Marseille selalu mengawasi nya? dan selalu diam di saat teman teman nya memberikan ia solusi untuk meninggalkan tempat tersebut.
Kini ia begitu senang sekali, sudah terbebas dari hubungan nya itu dan dari utang yang di sebabkan oleh keluarga nya itu yang tidak adil kepada nya selama beberapa tahun lalu.
" Tunggu dulu, buat apa kamu pergi ke area pakaian anak anak?..." ujar Sofia bertanya kepada Tiara dengan menghentikan langkahnya.
" Aku mau beli pakaian buat anak ku!..." jawab Tiara langsung berbalik badan melihat Sofi dan Vivi.
" Apakah anak mu yang hilang selama 5 tahun, sudah di temukan" ujar Sofia berteriak kepada Tiara dengan kaget ia bertanya kembali.
Vivi sampai stok mendengar Tiara berbicara tentang anak nya, karena mereka tahu bahwa Tiara hamil pada waktu itu.
" Bukan itu!... aku sudah menikah dia anak dari pihak pria..." ujar Tiara menjawab pertanyaan Sofia langsung mengakui nya.
" Kamu masih begitu muda, kenapa menikah dengan pria yang sudah bercerai dan mempunyai anak, serta menjadi ibu tiri buat anak itu" ujar Sofia berbicara sambil memegang bahu Tiara dengan serius.
" Kenapa aku tidak boleh menikah dengan pria yang sudah mempunyai anak?... kalian semua tahu bahwa aku seumur hidup ini, aku mungkin tidak akan bisa melahirkan anak lagi..." ujar Tiara berbicara kepada Sofia dengan sedih mengingat kan kembali pada mereka.
" Tiara...." ujar Sofia langsung terdiam sejenak.
" Sofia jangan bersedih karena aku, pihak suami sangat baik kepada ku" ujar Tiara memotong pembicaraan Sofia dengan memegang tangan Sofia dan tersenyum bahagia.
" Hemmm, siapa yang begitu beruntung bisa menikahi Tiara?.... aku harus menghajar nya! ujar Sofia langsung membelakangi Tiara dan berjalan menuju toko baju.
" Kalo begitu berapa umur anak mu? seberapa tinggi badan nya, aku bantu kamu pilih....kamu jangan beli hanya untuk anak saja, suami juga harus di manjakan" ujar Vivi memberikan saran kepada Tiara sambil memilih pakaian didalam toko.
Tiara begitu kebingungan mendengar kata suami, karena baru pertama kali nya ia belanja untuk mereka.
dan berbicara dalam hati nya" Semua pakaian junior di buat secara khusus, pakaian yang di pusat perbelanjaan mungkin dia tidak suka ya?....
Tiara dengan tersenyum menutupi kebohongan nya dengan hanya cengengesan saja, Sofia dan Vivi membantu Tiara untuk memilih pakaian di dalam toko tidak sengaja Tiara melihat Tasya dan Marseille dari kejauhan sambil gandengan tangan sangat bahagia membuat nya termenung sejenak.
" Marseille, aku tahu kamu paling suka gaya pakaian di toko ini, aku sudah mesan model terbaru tahun ini untuk mu" ujar Tasya berbicara kepada Marseille dengan mengganeng nya sambil tersenyum.
" Baik lah cepat tunjukkan? dimana terdapat nya aku tidak punya banyak waktu untuk mu...." jawab Marseille dengan tidak sabar an menurut kepada Tasya.
" Aduh, kakak ternyata di sini juga ya kebetulan sekali, kita bertemu disini!...." ujar Tasya menyapa Tiara dengan sengaja menunjuk an kemesraan nya dengan Marseille di depan Tiara.
Tiara males meladeni Tasya ia tanpa berbicara kepada nya langsung balik badan dan pergi dari hadapan Tasya.
" Tasya, kamu sibuk sekali ya! pagi temani ibu nya pamer, sore temani anak nya' membeli pakaian huh! dan sempat sempat nya menyapa orang" ujar Sofi berkomentar dengan emosi melihat tingkah laku Tasya
" Kak, kamu juga datang ke sini untuk membeli baju ya? Marseille paling suka pakaian di toko ini" ujar Tasya menghampiri Tiara dan berbicara kepada Tiara yang sedang memegang baju pria di tangan nya.
" Kak, baju yang kamu ambil ini bagus" ujar Tasya merebut baju tersebut dari tangan Tiara.
__ADS_1
" Marseille, model ini sangat cocok untuk mu" Ujar Tasya langsung pergi menunjuk kan pilihan Tasya kepada Marseille dengan mengedipkan sebelah matanya.
Tiara dalam sejenak ia melihat Tasya bersama Marseille, setelah itu ia tidak memperdulikan lagi mereka.
" Bahkan pakaian ini cukup bagus" ujar Tiara berbicara sendiri dengan menilai pilihan an nya kaos berwarna merah dan ada tulisan berwarna hitam dengan serius.
Marseille berbicara dalam hati nya sambil melihat ke arah Tiara." Baru beberapa hari tidak melihat nya, dia kelihatan.... semakin menawan.
" Marseille!..." ujar Tasya berteriak kepada Marseille dengan marah.
" Aduh, dasar Marseille bodoh! jangan lihat lagi, Tiara sudah menikah dengan pria yang sempurna, dan orang itu sangat menyayangi nya! tidak seperti mu yang selalu membuat nya menderita..." ujar Sofia berbicara kepada Marseille dengan sengaja ia memberi tahu nya agar ia menjatuhi Tiara dengan melambaikan tangan nya didepan Marseille ananta.
" Kamu sudah menikah!..." ujar Marseille bertanya langsung kepada Tiara dengan tidak percaya dengan kata kata Sofia ia langsung memegang erat tangan Tiara dengan emosi.
" Ya.... jadi, lepaskan tanganmu, suami ku tidak suka pria lain pegang aku" ujar Tiara menjawab pertanyaan Marseille ia langsung mengakui status nya yang sudah menikah.
" Siapa? siapa pria si*l*n itu?.... ujar Marseille bertanya kepada Tiara sambil berteriak memegang kedua bahu Tiara dengan tatapan mata yang marah.
" Bukan kah kamu sudah melihat nya, di depan hotel pada waktu itu" jawab Tiara langsung mengingat kan Marseille kembali pada beberapa hari lalu.
" Itu tidak mungkin! kalian baru kenal beberapa hari saja, mana mungkin menikah" ujar Marseille dengan emosi yang tidak bisa ia tahan lagi marah kepada Tiara.
" Kami memang baru kenal, tetapi dia orang yang pantas aku percayai seumur hidup! tidak seperti orang lain, meskipun sudah kenal seumur hidup.... tetapi seperti orang asing bagi ku" ujar Tiara berbicara terus terang kepada Marseille dan menatap nya dengan tatapan dingin.
" Jaga kata kata mu itu????? apa hubungan kamu dengan ku, apa hak kamu untuk meminta ku bercerai lepaskan tanganku sekarang juga" ujar Tiara berbicara kepada Marseille sambil menarik tangan nya dari Marseille untuk melepaskan diri.
" Aku ini tunangan mu!.... kamu berutang kepada ku, sebelum aku puas menyiksa mu kamu tidak boleh pergi kemana mana!...." ujar Marseille memaksa Tiara hendak memeluk nya didepan umum.
" Apa yang kamu lakukan?.... kamu sudah gila ya cepat lepaskan aku." ujar Tiara dengan memberontak menolak Marseille mendekati nya.
" Sofia, Vivi, bantu aku melaporkan ke polisi" ujar Tiara berteriak memanggil teman teman nya untuk membantu nya melepaskan diri dari Marseille.
" Berani beraninya kau?... Marseille bajingan!" ujar Sofia membantu Tiara memukul badan Marseille dengan tangan nya sendiri.
" Kau berani memukul kak Marseille! ujar Tasya membantu Marseille menarik tangan Sofia yang memukul badan nya.
" Halo kantor polisi ya?...." ujar Vivi langsung menelpon kantor polisi untuk membantu teman teman nya.
1 jam kemudian di dalam kantor polisi, mereka melaporkan Marseille ananta melakukan kekerasan terhadap Tiara dan memaksa nya untuk pergi bersama dan Tiara menolak ajakan Marseille tersebut.
" Kalian bertiga sudah boleh pergi dari sini???....
" Terimakasih pak polisi" ujar Tiara, Sofia dan Vivi bersama an bicara kepada polisi dengan berjabat tangan polisi tersebut.
" Sofia, Vivi maaf kan aku yang sudah melibatkan kalian karena ini..." ujar Tiara berbicara kepada mereka berdua dengan rasa bersalah.
__ADS_1
" Hey.... apa yang kamu katakan Tiara! hari ini aku puas sekali, apa kamu lihat bekas cakaran tangan ku di wajah Marseille!.... itu karya aku" ujar Sofia berbicara kepada Tiara menunjuk ke belakang nya dengan bangga.
" Bagus Sekali Tiara...." ujar Margaretha tiba tiba muncul di hadapan mereka dengan berteriak dari kejauhan.
Tiara dan teman teman nya kaget, dan berbalik badan melihat Margaretha datang menghampiri nya.
" Tadi pagi aku memperingati kamu, sore nya kamu membuat anak ku masuk ke kantor polisi, kalau ini bukan di depan kantor polisi, aku pasti sudah memukul mu...." ujar Margaretha menunjuk kepada Tiara sambil memarahi nya didepan teman teman nya.
" Tante, sebaiknya kamu membawa rantai untuk mengekang anak mu,.... jangan biarkan dia mengganggu ku lagi?..." jawab Tiara dengan berani menyuruhnya untuk merantai Marseille membuat nya semakin marah.
" Dasar wanita tidak tahu dari?.... hari ini aku akan memukul mu" ujar Margaretha menghampiri Tiara dan bersiap untuk memukul nya.
" Silahkan pukul saja!..." jawab junior Erlangga tiba-tiba ia berjalan bersama Richard menghampiri mereka di depan kantor polisi.
" Tuan muda junior Erlangga????" ujar Margaretha berhenti sejenak, melihat melihat ke samping kiri nya.
Tiara dan teman teman nya pun, kaget melihat kedatangan junior Erlangga dengan secara tiba-tiba berada di kantor polisi.
" Kenapa anda diam? cepat lakukan?!.... ujar junior menyuruh nya untuk memukul Tiara di depan mata nya dengan sengaja.
Margaretha bicara dalam hati nya membenci Tiara dan kesepakatan nya untuk memukul Tiara" Huh aku kira pembawa si*l ini dekat dengan tuan muda junior, ternyata dia pernah menyinggung tuan muda junior, baik kalau begitu aku akan menampar wajah nya kali ini.
Margaretha langsung mengangkat tangan nya didepan mereka semua untuk memukul Tiara dengan tangan nya sendiri.
Tiara melihat ke arah junior dengan kaget mendengar perkataan nya kepada Margaretha sambil menghindar melangkah mundur.
" Berani nya kau! berani sentuh pemegang saham grup Erlangga" ujar junior langsung menghentikan Margaretha dengan berteriak dengan keras.
" Tu.... tuan muda junior, tadi kamu yang menyuruh ku memukul nya...." menjawab dengan terbata bata, melihat ke arah junior Erlangga yang sedang marah.
" Aku suruh kamu pergi mati, apa kah pergi?.... minta maaf pada nya" ujar junior Erlangga dengan tatapan mata yang begitu membuat orang takut kepada nya.
" Aku tidak... mau" ujar Margaretha langsung menunduk kan kepalanya di depan junior Erlangga.
" Bagus sekali, sampai kan kepada keluarga ananta menghina pemegang saham grup secara terang-terangan, mulai hari ini blokir keluarga ananta sepenuhnya" ujar junior Erlangga bicara kepada Richard sambil berbalik badan melangkah pergi dari hadapan Margaretha.
Bruk!.....
Margaretha langsung jatuh ke lantai karena lemas, mendengar perkataan junior Erlangga ia langsung ber jongkok memohon kepada junior Erlangga di depan semua orang.
" Tuan muda junior, maaf kan aku.... aku yang tidak bisa menilai ini, salah ku...aku minta maaf sekarang'juga!...." ujar Margaretha bicara kepada junior Erlangga dengan tidak berdaya.
Junior Erlangga berbalik badan dengan tatapan mata yang dingin, penuh dengan amarah terhadap keluarga ananta yang sudah memarahi Tiara didepan nya sendiri.
Bersambung.......
__ADS_1