
Tiara sudah tidak mempermasalahkan lagi, tentang junior Erlangga yang mengetahui bahwa ia pernah melahirkan anak waktu 5 tahun lalu bahkan ia bersyukur sekali bahwa junior Erlangga menerima nya, tanpa syarat apapun itu dan tidak mempermasalahkan masa lalu Tiara lagi.
Ia begitu senang sekali bahwa baru kali ini ada seorang yang mempercayai nya dan mendukung nya, dan tidak peduli tentang apa yang di bicarakan teman nya itu dan ia mulai menyukai sikap Junior Erlangga yang teguh dengan pendirian nya dan bisa menerima nya dengan senang hati meskipun! ia begitu dingin dan cepat emosi an tapi ia peduli kepada keluarga nya
Tiara berpikir bahwa seharusnya istri nya yang bernama Yasmine, itu bersyukur memiliki suami seperti junior Erlangga yang begitu menyayangi nya dan peduli terhadap hubungan mereka.....ia malah meninggalkan suami dan anak nya hanya untuk cita cita nya sebagai model tapi, mungkin itu ceritanya tidak sesederhana itu.
Pasti ada yang janggal di balik hubungan mereka, memang orang kaya seperti junior Erlangga yang mempunyai perusahaan di mana mana membuat orang menjadi penasaran akan cerita keluarga nya!.....bila di jadikan film mungkin akan lebih menarik pikir Tiara.
" Silahkan nyonya Tiara?...."ujar Richard membuka pintu mobil untuk Tiara di luar rumah sakit.
" Terimakasih...." jawab Tiara langsung masuk ke dalam mobil bersama junior Erlangga.
Jimi mengantar mereka sampai ke luar rumah sakit, dan melihat mobil yang di mengendarai mereka berjalan menjauhi rumah sakit tersebut.
Jimi bicara dalam hati nya" Oh tuhan.... pesona Tiara memang hebat, kalo begitu dia akan segera bisa keluar sepenuhnya dari bayangan gelap Yasmine terhadap nya.
Sesampainya di rumah Tiara langsung di sambut dengan hangat oleh rayanza Erlangga, ia berlari menghampiri Tiara dengan tersenyum bahagia......
" Rara, kamu sudah pulang ya! aku sangat merindukanmu...." ujar rayanza Erlangga langsung berlari dari atas ke bawah hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian dari Tiara.
" Aku juga merindukan mu sayang...." jawab Tiara langsung hendak memeluk rayanza Erlangga namun di hentikan oleh junior Erlangga.
" Huaa????
Tiara langsung di tarik oleh junior Erlangga, dan tidak sempat untuk memeluk rayanza Erlangga ia begitu kecewa dengan sikap nya itu terhadap anak sendiri yang terlalu keras mendidik anak setiap hari.
" JUNIOR, KAU!!...." ujar rayanza Erlangga dengan kesal ia langsung memanggil nama papa nya dengan sebutan langsung junior.
" Berani langsung memanggil nama ku? tuan muda rayanza seperti nya minta di pukul ya!.. jawab junior Erlangga berbicara kepada rayanza Erlangga dengan mengancam nya.
" AKU TIDAK PEDULI PADA MU LAGI?!...." ujar rayanza Erlangga langsung berbalik badan dan pergi dengan kesal naik ke atas menuju kamar nya.
" Kamu jangan selalu bersikap begitu kepada nya....
Tiara membela rayanza Erlangga, dan berbicara kepada junior Erlangga agar ia jauh lebih peduli dan menyayangi anak nya.....ia tidak salah dengan perbuatan Yasmine kepada nya.
" Apakah istri ku sedang menyalah kan aku...." jawab junior Erlangga melihat sikap Tiara yang begitu baik terhadap anak nya sebagai ibu tiri.
" Lepas kan tangan ku, aku akan pergi tenang kan dia.
Tiara begitu kesal dengan sikap junior Erlangga yang tiba-tiba marah kepada rayanza Erlangga, yang hanya ingin memeluk nya karena seharian tidak bertemu.
" Ibu Hasna, makanan nutrisi otak untuk tubuh yang aku minta buat nyonya sudah di siapkan? mulai hari ini 1 hari 3 kali dan di tambah makanan tengah malam berikan terus ke pada nya....
Junior Erlangga tiba-tiba, berbicara menjadi serius untuk mengalahkan pembicaraan Tiara agar ia tidak menyusul rayanza Erlangga? hanya itu agar ia bisa istirahat.
" Tuan junior, sudah aku siapkan?...." jawab Hasna memberi tahu kepada junior Erlangga.
" APA?....." ujar Tiara dengan kaget mendengar makan bergizi tersebut dari mulut junior itu sendiri.
Tiara bicara dalam hati nya" Aku benci junior.... dia anggap aku sebodoh apa? 1hari meminum sup bergizi 3 kali di bayangkan saja sudah sangat melelahkan.
Pranggg.....
__ADS_1
Suara mangkuk di taro di atas meja, dengan cepat.
" Apakah boleh tidak minum lagi? aku sudah hampir muntah minum sup ini...." ujar Tiara bertanya kepada junior Erlangga dengan memohon agar ia merasa kasian.
" Kekurangan saat lahir harus di perbaiki kemudian, harus di minum terus! selain itu.... beberapa hari lagi proposal kamu akan memasuki tahap syuting, tiba saatnya nanti kamu harus pergi, ke Thailand untuk mengikuti syuting.
Junior Erlangga langsung memberi tahu Tiara, tentang proposal yang ia buat waktu itu dan membantu nya untuk kegiatan kerja pertama kali nya di perusahaan.
Tiara bicara dalam hati nya" Oh iya setelah ke Thailand
tidak usah minum lagi sup bergizi otak sialan ini lagi.
Tiara begitu senang ia bisa terbebas dari minuman yang menurut nya tidak enak saat di minum.
" Jangan senang dulu, sup nutrisi tetap harus di minum
Junior Erlangga dengan serius menatap Tiara, ia langsung bicara terus terang karena itu juga untuk kesehatan dan kebaikannya agar ia bisa menghadapi berbagai rintangan nanti nya.
" Istri ku sayang, apa kah kamu tidak merasa seharusnya kita manfaatkan beberapa hari ini dengan baik.
Junior Erlangga dengan sengaja mendekati Tiara, dan mencoba untuk menggoda Tiara dengan tersenyum.
" Uh....
Tiara tidak berbicara apapun lagi ia tidak berdaya sama sekali, karena saat ini ia adalah seorang istri dan harus menuruti apa perintah suami nya..... junior Erlangga langsung membawa Tiara ke kamar nya ia meletakkan tubuh Tiara di tempat tidur nya.
Dan melakukan seharusnya mereka sebagai suami istri lakukan di kamar tersebut, Tiara hanya bisa menikmati suasana hati junior Erlangga yang begitu senang dan berinisiatif untuk membuat nya merasa bahagia ia tidak berani untuk menolak apa lagi itu sudah sewajarnya?.... di malam itu junior dan Tiara seperti serasa dunia hanya milik berdua tidak ada seorang pun yang menggangu mereka.
Tiara merasa di malam itu junior begitu agresif sekali, seperti sudah lama ia tidak pernah melakukan berhubungan!..... dan membuat nya tersiksa setiap saat meskipun begitu ia tidak berani untuk bicara dan menolak keinginan suaminya itu karena dia lah yang selalu mendukung nya di saat ia dalam kesulitan, waktu menghadapi karyawan di perusahaan tersebut agar tidak mendapatkan kesulitan dalam bekerja.
Akhirnya syuting iklan produk di Thailand tiba juga dan ia sedikit terlambat, Tiara begitu terbaru buru berlari langsung ke tempat syuting tersebut.
Dengan memakai baju berwarna merah cerah, memakai sepatu hak tinggi,dan riasan wajah yang cantik ia menghampiri mereka semua di tempat syuting film tersebut.
" Mohon maaf semuanya, pesawat nya tertunda, kita bisa mulai sekarang" ujar Tiara menghampiri semua karyawan perusahaan tersebut.
" HMM, SIAPA TAHU SEMALAM KAMU TIDUR DENGAN PRIA LAIN YANG TIDAK DIKENAL, MANA LAGI SAMPAI TERLAMBAT.
Yunita berniat untuk mempermalukan Tiara di depan semua orang yang berbeda di lokasi syuting, Semua orang begitu kaget mendengar pembicaraan Yunita yang begitu keras berbicara didepan semua nya.
" Benar kata mu, aku tidur bersama direktur, sekarang badan ku masih pegal...." jawabTiara langsung bicara terus terang kepada Yunita di depan mereka semua sambil tersenyum malu memegang wajah nya.
"KAMU..... BENAR BENAR MeMANG TIDAK TAHU MALU" ujar Yunita berteriak kepada Tiara yang begitu saja mengakui nya tanpa ragu.
" BERANI NYA DIA MENGHINA DIREKTUR KITA, WAKIL DIREKTUR DESI APA KAMU MENDENGAR NYA TADI.
Yunita begitu marah dan berteriak kepada Tiara, sampai menunjuk nunjuk nya dan mengadukan nya kepada Desi yang tepat di belakang nya?!.... selalu diam tanpa mempermasalahkan apa pun karena Desi tahu bahwa Tiara adalah istri junior Erlangga.
" Aku mendengar nya, terus kenapa? semalam memang dia tidur bersama direktur?...." jawab Desi duduk di kursi sambil memegang naskah iklan produk tersebut melihat ke arah Yunita dan Tiara.
Yunita begitu kaget mendengar langsung dari Desi sendiri, dan ia tidak percaya Desi mengakui perkataan Tiara yang sembarang an berucap itu.
Yunita bicara dalam hati nya" Mana mungkin.....
__ADS_1
Desi bicara dalam hati nya" Aku memang tidak senang kalau Tiara menikah dengan junior, kamu masih mengingat kan ku kamu sendiri yang minta di marahi.
" Dan kamu, Yunita, setiap hari bukan nya kerja baik baik, hanya bisa cari masih!.... kalau kamu masih berbuat masalah yang menunda pekerjaan kita lagi lihat bagaimana cara aku menghukum mu!.
Desi seketika itu meletakkan kertas tersebut di meja dan berdiri, menunjuk ke arah Yunita.
" Ya.....ya aku tidak akan mengulangi nya lagi.
Yunita seketika itu ia menunduk kan kepalanya di depan Desi dan Tiara, ia merasa akan di keluarkan dari pekerjaan tersebut.
Yunita bicara dalam hati nya" Tiara tidur dengan direktur? jangan bercanda! apa yang di lakukan Tiara kepada wali direktur Desi? kenapa dia memihak kepada Tiara, kak Luna sudah mengalah..... kamu jangan sombong ini bukan di kantor, tidak ada yang mendukung mu! lihat bagaimana aku mengerjai mu.
Yunita melihat Tiara sedang bicara dengan orang lain, ia begitu terkejut melihat Tiara begitu akrab dengan orang tersebut.
" Apakah semua nya sudah siap? sudah bisa mulai syuting ' kan?" tanya tiara menghampiri salah satu pelaksanaan syuting yang bernama Yudi Setiawan.
" Itu, sementara syuting masih....." jawab Yudi Setiawan dengan ragu berbicara kepada Tiara.
Di sisi lain ada artis model terkenal yang di sewakan, untuk menjalankan syuting iklan! ia begitu arogan dan sombong terhadap siapapun dan selalu kasar kepada orang lain.
ia bernama Vialli ia sedang duduk di kursi khusus artis papan atas.
" ADUH MINUM AN APA INI ? APA KAMU MAU MEMBUAT AKU KEPANASAN?.... AKU INGIN MINUM AN DINGIN!.....
Vialli selalu di layani dengan sepenuh hati oleh asisten pribadi nya, yang bernama Ujang Vialli sangat lah keterlaluan kepada Ujang dan Unang yang selalu ada di sampingnya untuk mengipasi nya!.....
Ia begitu marah saat Ujang membeli kan air minum menurut nya itu tidak dingin jelas jelas air minum itu begitu dingin ia meremas botol minum tersebut sampai tumpah ke mana mana.
" Ini.... ini minum an dingin...." jawab Ujang dengan terbata bata memberikan kepada Vialli.
" MENURUT MU AKU ATAU KAMU YANG SALAH? AKU BILANG TIDAK DINGIN YA TIDAK DINGIN!" ujar Vialli memarahi Ujang sambil melempar botol air minum tersebut.
" Ma... maaf, aku akan beli lagi....
" Sutradara aku kepanasan, kita syuting nya besok saja
Vialli menghampiri sutradara film, yang bernama Martin Luther ia meminta untuk tidak syuting karena cuaca yang begitu panas.
" Aduh nona Vialli, ini wilayah tropis cuaca sepanjang tahun memang begini?!...." jawab Martin Luther menjelaskan kepada Vialli yang menolak untuk syuting
" Tetapi hari ini terlalu panas, kalo begini terus, aku bisa sakit karena kepanasan besok kita mulai syuting nya lebih pagi saja...." ujar Vialli memegang kepala nya dengan memohon kepada Martin Luther.
" Ah.... baik lah kalau begitu, besok kita mulai lebih pagi...." ujar Martin Luther mengalah ia tidak bisa membantah Vialli saat berucap.
" Nona Vialli jam 8 pagi adalah waktu di saat tubuh manusia merasa paling energik, dan paling nyaman, sebaiknya kita harus selesai kan tugas hari ini, dengan demikian seterusnya, bisa istirahat lebih awal oke?....
Tiara tiba tiba menghampiri Vialli dan bicara dengan ramah kepada Vialli, namun apa yang di dapat kan oleh pendapat Tiara sendiri ia malah kena imbasnya ia malah di bentak dan kena marahi Vialli.
" SIAPA KAMU? BERANI BERANINYA SURUH SURUH AKU?....
Vialli dengan emosi ia membentak Tiara, dan berbalik badan melihat kepada Tiara dengan berbicara ketus ia merasa tidak pernah di atur oleh siapapun dan terkecuali itu permintaan dari Wakil direktur atau bos yang memimpin perusahaan tersebut.
Bersambung........
__ADS_1