Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea

Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea
Bagian 22


__ADS_3

Rangga, dan Adelia telah sampai di kota Bandung siang ini . Perjalanan selama kurang lebih, 3 jam lamanya. Adelia, tertidur selama perjalanan, dia kelelahan begitu pula dengan anaknya.


" Masyaallah, ini benar-benar pemandangan yang sangat indah. Terimakasih Ya Allah, engkau telah mempertemukan hamba dengan Adelia ! " batin Rangga.


Pria tampan, brewok itu, mengusap lembut pipi sang istri. Dia, menyentuh pipinya, dan mencubit hidung sang istri perlahan, agar dia terbangun. Adelia, mengerjapkan matanya, istri Rangga itu, menatap heran sang suami.


" Sayang, bangun yuk! "


" Mas, maaf ya aku ketiduran! "


" Tidak apa-apa sayang, Mas paham kok ! "


" Terimakasih, Mas Rangga! "


Adelia, mengulas senyumnya. Rangga yang gemas mencium bibir sang istri, akan tetapi Adelia tidak membalasnya, karena dia tidak tahu caranya. Gaffi yang terganggu karena Papanya, dia mendorong tubuh sang ayah supaya tidak terlalu dekat dengan ibu sambungnya.


" Mamam!"


" Mas, kamu sih, main nyosor aja. Ada anak kecil juga, dia kira mas sedang berbuat jahat padaku! "


" Maaf sayang ! "


" Aih, sudahlah! "


Rangga, merasa bersalah pada sang istri. Adelia, sampai marah dibuatnya. Wanita itu, turun dari mobil, mendahuluinya. Sementara itu, Gaffi anaknya tertawa lepas saat melihat dirinya yang sedang bimbang dengan perasaannya tersebut.


" Hehehe, Papa aku kerjain! " batin Gaffi.


Setelah itu, Rangga merayu sang istri agar mau memaafkannya.


" Sayang, kamu jangan marah dong ! "


" Mas sih, enggak punya adab. Gaffi, masih dipangku sama aku loh. Terus, kamu main cium aja, enggak tahu lah, kesel aku ! "


" Ya Allah, Del, gimana sih kan kamu istrinya Mas . Ya, wajar dong kalau Mas sentuh kamu ! "


" Baiklah, sudah ya jangan dibahas lagi. Adel juga minta maaf ! "


Adelia, berbalik dia tersenyum manis saat menatap wajah sang suami. Begitupun dengan Rangga, dia seolah tak percaya ketika sang istri tersenyum manis padanya. Rangga, menubruk tubuh sang istri, dia memeluk tubuh Adelia yang sedang menggendong anaknya tersebut.


" Papapap! "


" Mas, dia kepanasan kali. Sudah dulu ih, kasihan Gaffi ! "


" Iya maaf sayang! "


Rangga, terpaksa melepaskan pelukannya. Padahal, dia ingin lebih lama lagi bermesraan dengan sang istri.


" Ya Allah, Aku ingin memiliki anak bersama Adelia. Tapi, Gaffi masih kecil, aku harus bagaimana? " batin Rangga.


" Mas, kok melamun sih? "


" Adel, aku ingin kita memiliki anak. Tapi, Gaffi masih kecil! "


" Mas, fokus ke Gaffi dulu. Aku menikah dengan kamu juga karena dia. Kalau, tidak melihat Gaffi, aku tidak ingin menerima kamu ! "

__ADS_1


Rangga, mengerutkan keningnya.


" Maksudmu, kamu hanya ingin Gaffi merasakan cinta ibu sesungguhnya. Dan, terpaksa menikah denganku, begitu? "


Rangga, terlihat begitu kecewa. Berbeda dengan Adelia, dia tersenyum manis. Wanita cantik itu, menghampiri sang suami.


" Aduh, rupanya ada yang sedang kecewa nih ? Mas, aku hanya mengujimu, aku kira kamu hanya menganggapku sebagai pengganti Aradea saja. Ternyata, aku salah menilaimu maafkan aku Mas. Aku ingin memiliki anak bersamamu. Tapi, kita fokus pada Gaffi dulu ya, bertahap saja. Gaffi besar sedikit, baru kita punya anak. Artinya Begini, Mas pakai pengaman jika ingin melakukan hubungan intim. Aku kan tidak boleh memakai pil kontrasepsi, soalnya aku belum hamil. Takutnya, susah hamil kalau memakai itu ! "


Rangga, tersenyum sumringah.


" Sayang, terimakasih ya. Aku kira, kamu hanya terpaksa menikah denganku! "


" Memang terpaksa, tapi aku ingin kita menjadi suami istri sesungguhnya! "


Rangga, memeluk tubuh sang istri sekali lagi, dan mengecup keningnya.


" Tapi, kalau Mas minta jatah sekarang. Kayaknya enggak bisa deh, soalnya kita enggak bawa baby sitter! "


Rangga, menepuk jidatnya, dia benar-benar melupakan itu. Sementara itu, Adelia tertawa lepas.


" Dih, puas banget ya ngetawain Mas ? "


Rangga, menggelitik perut sang istri, sementara itu Adelia mencoba menghindari suaminya. Gaffi, tertawa riang melihat kebersamaan Ibu sambung dan Ayahnya tersebut.


Sementara itu, Adnan dan Zainab sedang makan siang bersama. Keduanya, tampak begitu canggung, karena semalam mereka sudah melakukan hubungan suami-istri pada umumnya.


" Sabar, dia kan suami kamu Zainab. Kenapa, harus canggung menghadapinya ? " batin Zainab.


" Zainab, aku sebentar lagi pergi ke kantor. Kamu mau ikut tidak ? "


" M... Memangnya boleh? "


Zainab berdiri,


" Aku sudah sembuh, mau ikut Mas ke kantor! "


Adnan, tersenyum manis, istrinya itu lucu sekali.


" Baiklah, siap-siap kita akan pergi ke kantor. Cuci piringnya nanti saja, sekalian aku bantu kamu ! "


" Baik, terimakasih ya Mas ! "


" Sama-sama! "


Di The Trans Luxury Hotel , Bandung. Besok, rencananya keluarga kecil Rangga, mereka akan berkeliling kota Bandung. Hari ini, mereka beristirahat sejenak setelah perjalanan cukup jauh. Gaffi, sedang tertidur pulas, sementara itu Rangga, sedang sibuk dengan laptopnya.


" Mas Rangga, sedang bekerja ya ? "


" Memantau saham saja, untuk saat ini masih stabil sih. Kamu kalau mau istirahat, istirahat dulu! "


" Adel, boleh lihat enggak ? "


" Boleh, sini sayang ! "


Rangga, menggeser tubuhnya di sofa panjang kamar hotel ini.

__ADS_1


" Wah, ini sih memusingkan kepala Mas ! "


" Enggak pusing, sini aku ajarin ! "


Rangga, membawa Adelia ke dalam pangkuannya. Dia, mengajari sang istri untuk melihat hasil sahamnya.


" Oh begitu? "


" Benar sayang! "


" Terimakasih Mas, sudah mengajariku ! "


" Sama-sama sayang,eh kamu mau kemana diam saja disini ! "


" Tapi, Adel enggak nyaman! "


Rangga, menyimpan laptopnya dan memutar tubuh sang istri supaya menghadap padanya.


" Sayang, kamu Istriku. Mengapa harus malu? Coba lihat wajahku! "


Adelia, menganggukan kepalanya dan menatap wajah sang suami.


" Sepertinya, posisi ini masih membuat kamu canggung. Baiklah, kita wudhu dulu ya! "


" W... wudhu? untuk apa? "


" Aku ingin, bermesraan denganmu walaupun tidak berhubungan intim! "


" Ah baiklah! "


Rangga, dan Adelia kini telah berwudhu. Dan, setelah berdoa, mereka berdua saling memagut bibir satu sama lainnya. Adelia, memancarkan pesona yang berbeda ketika dia melepaskan jilbabnya. Wanita cantik itu, masih mengenakan gamis.


" Kalau kita lakukan sekarang bagaimana? Mas, ingin kamu menjadi milik Mas seutuhnya Del ! "


" Gaffi bagaimana? Mas jangan takut, aku sepenuhnya menjadi milik Mas. Karena, aku istrimu! "


" Baiklah, sayang! "


Adelia, menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya dia memeluk tubuh sang suami. Begitupun dengan Rangga, dia benar-benar bahagia bisa menjadi suami Adelia.


" Kebahagiaan ini, semoga selamanya hingga kita berdua bisa bersatu di SyurgaNya Allah Ta'ala! "


" Aamiin Ya Robbal'alamiin! "


Adelia, mencium pipi sang suami.


" Aduh, gemes banget sih. Kenapa malu? Mas suka loh, kamu begitu. Ada sedikit kemajuan! "


Adelia, tersipu


" Ya udah, nanti Adel bakalan menjadi istri yang agresif. Pakai baju seksi kalau dirumah, supaya Mas Rangga yakin kalau Adel istri yang baik! "


" Janji ya, kalau pulang nanti kamu harus lebih berani oke! "


" Insyaallah, Mas ! "

__ADS_1


Adelia, kembali menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Sementara itu, Rangga, mengecup, dan membaui aroma rambut sang istri yang beraroma strawberry tersebut.


Bersambung


__ADS_2