Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea

Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea
Bagian 35


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang, Adelia membangunkan sang suami. Keduanya kini sudah terbangun, sementara itu Gaffi masih tertidur pulas. Adelia, bergegas mandi, dan segera setelahnya shalat subuh. Sementara itu, Rangga setelah mandi dia pergi ke mushala setempat. Sang istrilah yang mengatakan padanya, jika dia sebaiknya shalat di mushala. Sebab, pahalanya lebih banyak. Padahal, Rangga sendiri ingin shalat dirumah saja, berjamaah dengan sang istri. Tapi, jika Adelia ingin seperti ini, maka dia juga tidak dapat menolaknya.


Setelah shalat subuh, Adelia dikejutkan dengan tangisan putra sambungnya. Dia, berlari mendekati ranjang, dan Gaffi memeluknya erat. Anak itu, benar-benar ketakutan, karena di samping kanan dan kirinya tidak ada kedua orang tuanya. Sehingga, dia berteriak memanggil ibu dan ayahnya.


" Mama disini Nak, kenapa kamu takut ya ? "


Gaffi, mengangguk


" Fi, akut Mama ! "


" Assalamualaikum...! "


" Wa'alaikumusallam..., tuh lihat Papa sudah pulang ! "


Rangga, mengerutkan keningnya.


" Kenapa Sayang em ? "


Pria tampan itu, segera bergabung dengan istri dan anaknya. Gaffi, kemudian melepaskan pelukannya pada Ibu sambungnya, dia kemudian menghambur ke dalam pelukan sang Ayah. Adelia, kemudian menceritakan semuanya pada sang suami, jikalau Gaffi sangat ketakutan karena, tidak ada siapapun di samping ranjang. Rangga paham, diapun menggendong tubuh anaknya.


" Papa disini, jangan menangis oke ! "


Rangga, menepuk punggung Gaffi, dia juga mengusapnya lembut. Gaffi, tertidur kembali dipelukannya.


" Sepertinya, Gaffi masih mengantuk Mas. Biarkan dia tidur, dulu ! "


" Iya Sayang, sebentar lagi Nani akan tiba. Jadi, Mas siap-siap dulu ya, tolong bantu siapkan pakaian untuk Mas ! "


Adelia, tersenyum manis


" Oke, mau pakai kemeja warna apa nih ? "


" Mas pengen kemeja warna biru sayang. Oh iya, nanti kamu ikut Mas ke kantor. Gaffi sa Nani aja, karena hari ini ada pertemuan dengan klien. Jadi, mereka juga membawa pasangan masing-masing. Masa iya, Mas tidak membawa kamu ! "


" Baiklah, jadi kita pakai baju couple nih ceritanya? "


" Tentu saja ! "


" Ya sudah, Mas mandilah. Aku, mau menjaga Gaffi dulu ! "


" Oke ! "

__ADS_1


Pria tampan itu, tersenyum bahagia. Bagaimana tidak, kemarin dia dan sang istri bertengkar hebat, kini keduanya sudah baikan kembali. Bertengkar adalah hal yang wajar dalam berumah tangga, akan tetapi jangan sampai berlarut-larut. Sebab, ketika kita bertengkar dengan pasangan 3 hari saja, sudah sangat berdosa. Jadi, sebaiknya memang tidak boleh terlalu lama, dan harus ada yang mengalah.


Ketika, Rangga bersiap-siap, dan memakai pakaian. Adelia, kini mandi agar sang suami tidak menunggunya terlalu lama. Setelah itu, pasangan suami-istri itu, kini turun ke bawah bersama Gaffi yang sudah bangun dari tidurnya.


" Nani sudah datang, tuh lihat! " kata Rangga sembari menunjuk pengasuh putranya.


" Nani, tolong jaga Gaffi ya. Kami sedang ada urusan, jadi kami memanggil kamu lebih pagi ! "


" Tidak apa-apa Ibu, saya mengerti! "


" Terima kasih ya ! "


" Sama-sama! "


Rangga, menoleh ke arah istrinya.


" Sayang, kita lihat keadaan Mama dulu. Setelah itu, barulah kita berangkat! "


" Tidak usah Mas, aku malas berhadapan dengan beliau. Mama, tidak pernah menginginkan kehadiranku di hadapannya! "


Rangga, menatap nanar netra sang istri. Dari matanya, tersimpan kekecewaan. Rangga, mengusap lembut punggung Adelia. Dia, memberikan kekuatan untuk istrinya yang sedang putus asa itu.


" Baiklah, lupakan, anggap saja Mas tidak menanyakan hal tersebut padamu sayang! "


" Maaf sudah membuat Mas khawatir! "


" Iya, tidak apa-apa sayang ! "


Alina, dan Daffa baru saja selesai melakukan hubungan intim. Keduanya, bertekad untuk menikah. Walaupun tidak ada cinta di hati Alina, tapi dia akan berusaha untuk menjadi istri yang baik bagi duda berusia 40 tahun itu.


" Kau hebat sayang, aku baru tahu kau begitu lihai dalam urusan ranjang! "


Alina, tersipu malu saat mendengar perkataan sang kekasih. Dia, memeluk tubuh Daffa begitu erat, sehingga pria itu bergairah kembali.


" Sayang, kau tidak boleh seperti itu. Kita baru saja, melakukannya dua ronde, kau sudah membuatku bergairah kembali ! "


Ya, karena keduanya sedang berendam bersama. Sehingga, kulit mereka saling bersentuhan.


" Maaf honey, aku memang sengaja hehehe ! "


Daffa, mencubit hidung Alina dengan gemas .

__ADS_1


" Dasar kamu ! "


Setelah beberapa menit berendam, Alina dan Daffa kini menyudahi kegiatan mereka. Lalu, Daffa dengan senang hati menggendong tubuh sang kekasih, ala bridal style. Pria tampan berusia matang tersebut, kini membaringkan tubuh kekasihnya, dan memakaikan pakaian untuk kekasih mudanya tersebut.


" Kapan kau akan melamarku Honey ? "


" Secepatnya, aku akan melamarmu ! "


" Aku tunggu! "


Sementara itu, Devan dan juga Mellisa hidup bahagia bersama Vino. Keduanya, kini sudah tinggal di Medan, guna menghindari Alina. Kejadian tempo lalu, membuat Devan trauma. Kini, keduanya memulai usaha baru, Mellisa dengan salonnya, sedangkan Devan dengan usaha showroom mobilnya.


" Mama, Vino tadi belajar bahasa Inggris loh ! "


Melissa ,mengusap lembut puncak kepala anak sambungnya tersebut.


" Oh ya, bagaimana contohnya Mama mau tahu ! "


" Hello Friends, my name is Vino ! "


" Pintarnya anak Mama ! "


Melissa, mencium pipi putra sambungnya tersebut.


" Mama, kapan Adek keluar dari perut Mama ? "


" Ah itu, sabar ya sebentar lagi juga dia keluar! "


Melissa, hamil anak pertamanya dengan Devan. Dan, itu merupakan adik dari Vino. Dokter bilang, usia kandungannya sudah 3 bulan. Ya, Melissa dan Devan menikah baru 4 bulanan. Tadinya dia ingin bermesraan dulu dengan sang suami, akan tetapi takdir berkata lain. Dia sangat beruntung, bisa memiliki anak dengan cepat.


" Sayang, sekarang kamu tidur siang dulu gih. Nanti, sore bangun dan mandi setelah itu kita jalan-jalan ke taman! "


" Baik Mama ! "


Melissa benar-benar beruntung, putra sambungnya itu, penurut dan sangat menyayanginya. Tidak ada kekhawatiran baginya, untuk merawat anak dari Devan dan Alina. Dia bersyukur, bisa mendapatkan pria idaman pengganti Adnan Januzaj Firdaus tersebut.


Malam ini, Daffa datang untuk melamar sang kekasih. Awalnya, banyak yang menentang hubungan keduanya. Karena, perbedaan usia yang sangat jauh. Tetapi, karena Alina berbohong, jika dia sangat mencintai Daffa. Alhasil, mereka terpaksa menyetujui hubungan keduanya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ayah Alina memanggil penghulu. Keduanya, resmi menikah pada malam ini secara siri. Karena, kedua orang tua Alina takut jika pada akhirnya Alina, hamil duluan seperti dulu. Jadi, mereka, segera mengesahkan pernikahan keduanya.


Padahal, tanpa mereka tahu Alina sudah sangat sering melakukan hubungan intim dengan Daffa. Sejak keduanya bertemu, dan Daffa mengajaknya menikah. Pria tampan yang berbeda usia 13 tahun dengannya itu sangat baik dan benar-benar mencintainya. Sehingga, Alina kasihan pada pria itu, dan mau menerimanya. Alina, ingin memulai dengan pacaran terlebih dahulu, dan tidak terasa setelah 2 bulan pacaran akhirnya mereka menikah.


" Aku bahagia sekali, malam ini hubungan kita sudah resmi menjadi suami istri! " ujar Daffa.

__ADS_1


Pria itu, berbisik pada telinga Alina. Lalu, dia mencium kening sang istri. Tidak ada pesta pernikahan, yang ada hanya beberapa saksi saja, dan kebaya seadanya. Akhirnya, mereka resmi berstatus sebagai suami istri.


Bersambung.


__ADS_2