Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea

Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea
Bagian 31


__ADS_3

Rangga, tiba-tiba saja teringat dengan Aradea. Dimana, dulu Aradea dan dirinya tinggal bersama saat di Amerika. Tidak hanya itu, dia dan Aradea tidur satu ranjang. Rangga biasa saja, karena dia sudah menganggap Aradea adik. Kedua orang tua mereka juga mempercayai keduanya. Jadi, bisa dipastikan mereka tidak akan berbuat hal yang tidak-tidak.


Suatu ketika, tanpa sepengetahuan Rangga, Aradea dipengaruhi oleh teman-temannya. Jika, seseorang yang mencintai kita, dia pasti akan mengajak bercinta. Padahal, pikiran seperti itu tidak ada dalam agama. Yang namanya anak muda, pasti mudah terpengaruh. Lalu, temannya yang nakal ini, memberikan Aradea sebuah DVD untuknya . Dengan hati gembira, Aradea menerimanya dengan baik. Dia, kemudian menonton film tersebut. Tidak disangka, ternyata itu adalah film dewasa.


Awalnya Ara merasa jijik, akan tetapi kelamaan dia merasa nyaman. Jadi, dia ingin mempraktekkan hal tersebut pada Rangga. Lalu, Dia mengikuti model yang ada di dalam acara tersebut. Mengenakan pakaian tidur yang seksi, berdandan begitu cantik. Dan duduk menunggu, Rangga masuk ke dalam kamar.


Singkatnya, Rangga tergoda oleh penampilan seksi adik sahabatnya tersebut. Kemudian, mereka melakukan hubungan intim, walaupun Rangga tahu itu salah . Tetapi, dia tetap melakukannya, keesokan harinya Rangga menghindari Aradea . Tetapi, dasarnya Aradea orang yang tidak mudah menyerah. Dia, terus-terusan menggoda pria itu. Hingga, Aradea hamil anak pertama Rangga, dia meminta Rangga untuk bertanggung jawab. Akhirnya, Rangga mau menikahinya, dan bertanggung jawab atas perbuatannya.


Sayangnya, bayi tersebut keguguran, tapi akhirnya. Rangga, menjadi kasihan pada Aradea, dan mereka menjadi sepasang kekasih setelah anak pertama mereka tiada. Setelah Aradea lulus, dirinya diamanati menjadi CEO di perusahaan Atmajaya. Setelah mapan, Rangga melamar kekasihnya, dan menikah dengan wanita cantik itu. Saat itu, usia Aradea 25, tahun, dan dirinya sudah berusia 33 tahun.


Gaffi, atau Arga dia adalah anak ke-dua Rangga dan Aradea. Jika yang pertama hasil dari Zina, Gaffi berbeda, dia murni hasil pernikahan mereka. Dan, Aradea meninggal dunia saat berusia 26 tahun, ketika melahirkan Gaffi satu tahun yang lalu. Jika teringat itu, Rangga jadi menangis secara tiba-tiba. Karena, dia teringat akan dosa-dosanya jaman dulu.


Adelia, yang sedang tertidur pulas memeluk tubuh Gaffi. Dia terbangun, saat ada suara seseorang yang sedang menangis. Dia, mengerjapkan matanya, kemudian mengucek matanya. Dilihatnya, Rangga sedang menangis sesenggukan. Wanita itu, segera menaruh guling, agar anak sambungnya itu tidak terjatuh. Lalu, dia bangkit dan menghampiri suaminya.


" Mas, istighfar Mas! "


" Astaghfirullah'aladzim! "


" Minum dulu, tenangkan pikiranmu. Kalau mau menceritakan semuanya padaku, kamu boleh melakukannya. Aku, akan berusaha menjadi pendengar yang baik untuk kamu! "


" Bolehkah aku menceritakan semuanya Del? "


Adelia, menganggukan kepalanya, dia meyakinkan Rangga supaya mau menceritakan segalanya. Dan, setelah itu Rangga, menceritakan semuanya pada sang istri. Adelia, hanya diam dan mengusap lembut punggung sang suami. Rangga, berkali-kali meminta maaf padanya, karena dia bukanlah orang yang suci seperti yang dia tahu. Adelia, melepaskan blazer piyamanya sehingga yang tersisa hanyalah dress tank top saja. Dadanya yang seksi itu terlihat, dan dia merobek dress tidur itu. Rangga, bergeming, Adelia menaiki tubuh suaminya. Dia melepaskan pakaiannya.


" Apa yang kamu lakukan? "


" Mas bilang kalau kamu bukanlah orang suci kan ? Begitupun dengan aku, sama saja denganmu. Kita, tidak ada perbedaan, sebab akupun sama. Aku nakal, hanya saja aku masih bisa menjaga kesucian ku sampai aku menjadi istrimu. Aku tidak peduli, seberapa besar kesalahan yang kamu buat di masa lalu. Tetapi, ingat jika aku istrimu Mas, aku bukan orang lain. Jadi, ceritakan semua keluh kesahmu, akupun sama jika memiliki masalah pasti aku akan menceritakannya padamu ! "


" Maafkan Mas sayang! "


Adelia, mengangguk sebagai jawaban. Dia, melepaskan pelukannya, dan berganti pakaian karena, tidak nyaman memakai pakaian terbuka seperti ini, walaupun dia hanya di kamar saja .

__ADS_1


" Tidurlah, besok kan Mas kerja ! "


Rangga, mengangguk


" Benar, ah iya lupa. Besok, kamu ikut aku ke kantor ya. Aku, sedang ingin bermesraan dengan kamu. Kita, jarang bermesraan loh, besok pagi Gaffi, sudah mulai sekolah. Dia, akan dilatih sejak dini, supaya dia paham dengan aktivitas sehari-hari! "


" Ya Allah, aku juga bisa mengajarinya Mas ! "


Adelia, tampak tidak suka. Mungkin, karena dia sudah sering menyusui Gaffi. Alhasil, dia jadi memiliki keterikatan batin dengan anak sambungnya tersebut.


" Sayang, kita juga harus memiliki anak bersama kan?"


" Mas kok gitu sih? Gaffi masih kecil! "


" Dia sudah satu tahun, bulan ini dia ulang tahun! "


" Baiklah, tapi walaupun aku hamil. Masih boleh menyusui Gaffi kan ? "


Rangga, memilih mengalah, Adelia ingin fokus mendidik Gaffi. Jadi, niatnya ingin memiliki anak bersama Adelia harus ditundanya.


Zaskia, sedang menunggu Rahman pulang bekerja. Suaminya itu, lembur hingga pukul 21.30. Jadi, dia dengan setia menunggunya . Tidak berselang lama, seseorang mengetuk pintu rumah, sembari mengucapkan salam.


" Assalamualaikum ! "


" Wa'alaikumusallam, Mas lapar tidak ? "


" Iya sayang, tapi Mas mau mandi dulu! "


" Ah, kalau begitu aku masakin air panas buat Mas Mandi! "


" Mas ikut ya, takutnya kamu kenapa-napa lagi! "

__ADS_1


Rahman, menutup pintu dan menguncinya. Lalu, dia merangkul pinggang ramping istrinya tersebut. Sembari mengecup keningnya. Zaskia tersenyum, karena memang dia belum pernah pacaran sehingga dia sangat bahagia bisa menjadi seorang istri. Dan, ditambah dia memiliki suami seperti Rahman, pria lembut dan perhatian.


" Mas, kalau kita punya anak. Mas akan menyayangi dia kan ? "


" Ya Allah, tentu saja Sayang. Kenapa kamu bertanya seperti itu? "


" Iya Maaf, aku soalnya sudah sayang banget sama Mas. Ya, walaupun kita menikah baru beberapa hari ! "


Zaskia, menundukkan kepalanya, dia tidak ingin melihat wajah sang suami. Rahman, mengulas senyumnya, dia kemudian memeluk tubuh sang istri.


" Mas beruntung bisa menikah dengan kamu sayang. Mas, janji akan menjadi suami yang baik untuk kamu, terimakasih ya sudah mencintai Mas ! "


Rahman, mencium kening sang istri, lalu turun ke hidung, dan bibir sang istri. Zaskia, tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Dia, memejamkan matanya, dan mengalungkan lengannya pada leher sang suami. Sampai suara kompor berbunyi karena airnya bergambar, menghentikan aktivitas mereka. Rahman, dengan segera mematikan kompor gas tersebut.


" Alhamdulillah, Maaf sayang. Tadi Mas, mendorong kamu kasar ya ? "


Bukannya kesal didorong oleh suaminya, Zaskia justru begitu bangga pada Rahman. Bagaimana tidak, karena suaminya itu dengan sigap mematikan kompor disaat keduanya sedang saling mencumbu.


" Mas, aku enggak apa-apa kok. Mandi gih, aku siapkan makanan untuk Mas ! "


" Oh iya, Mas sudah meminta cuti. Dan, lusa sudah boleh cuti. Kita akan mengunjungi makam orang tuaku, sekalian kita menghilangkan penat. Di kampung Mas, suasananya masih asri. !"


" Sekalian, bikin anak ya Mas . Kia, susah tidak sabar memiliki anak dari pria tampan seperti Mas ! "


" Iya, pulang dari sana kamu pasti hamil. Mas , mandi dulu ya sayang! "


Zaskia, mengangguk sebagai jawaban.


" Yey, punya anak sama Mas Rahman. Ah, duda yang satu ini sangat menggoda, aku benar-benar menyayangi dia, apalagi setelah malam pertama kami ! " batin Zaskia.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2