Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea

Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea
Bagian 26


__ADS_3

" Ma, anda tidak seharusnya bersikap kasar pada istriku ! "


" Berhenti menasihatiku, Rangga. Sebaiknya kau ceraikan saja dia. Anak itu, tidak pantas denganmu. Aradea, pasti sedih kau telah mengkhianatinya ! "


" Maaf, anda tidak berhak mengatur hidup saya, karena wanita yang saya cintai. Anda harus tahu, Ma,Aradea sudah tiada. Dan satu lagi, Adelia istri saya, maka dari itu saya tidak akan pernah menceraikan dia. Maaf, saya harus pergi, Assalamualaikum ! "


Rangga, pergi menyusul istrinya yang entah berada di mana. Dia, akan mencari Adelia , di taman rumah sakit. Mungkin saja, istrinya itu berada di taman. Sementara itu, Firdaus masuk setelah Rangga pergi. Dia, mendengar semuanya, sehingga dia merasa kesal terhadap sang istri.


" Mau Sampai kapan kamu seperti ini Septi? Tidakkah kamu berpikir, jika menantu kita itu sangat mencintai Adelia? Astaghfirullah, kamu sudah Tuhan beri peringatan. Tetapi, kamu benar-benar tidak bisa sadar juga ! "


" Maaf Mas, aku ..! "


" Cukup Septi, aku tidak ingin mendengar alasan apapun lagi !"


Firdaus, pergi meninggalkan sang istri seorang diri.


" Kamu berubah Mas, tidak seperti dulu saat masih ada Ara. Memang Adelia adalah pembawa bencana, anak sialan itu harusnya mati bukan Ara...! " batin Septi .


Sementara itu, Rangga sedang mencari istrinya dia mencari sang istri kemanapun. Akan tetapi, Adelia tidak ada dimana-mana. Terakhir, dia yang hampir menyerah akhirnya kembali ke tempat parkir mobil. Dia, mendengar suara wanita sedang terisak. Ternyata, itu adalah istrinya sendiri.


" Sayang ! " panggil Rangga.


Adelia, menolehkan wajahnya dia yang terduduk di dekat ban mobil bangkit dan menubruk tubuh suaminya. Sementara itu, Rangga mengusap lembut punggung sang istri.


" Kita masuk ke dalam mobil dulu ya, kamu akan nyaman disana! "


Adelia, menganggukan kepalanya dia mengikuti apa yang suaminya mau. Begitu masuk dalam mobil, Rangga memangku tubuh sang istri. Kini, Adelia ada dalam pelukannya. Adelia, mengungkapkan semua perasaannya saat ini. Rangga, diam saja mendengarkan semua keluh kesahnya.


" Apa yang harus aku lakukan, supaya aku bisa seperti Aradea. Mengapa ibu kandungku sendiri, begitu membenciku ? Mengapa Mas ? hiks! "

__ADS_1


" Sayang, kamu sabar ya. Doakan Mama kamu, semoga Allah Ta'ala melembutkan hatinya. Supaya, beliau bisa melupakan masa lalu. Maafkan Mas, belum bisa membela kamu. Mas, laki-laki yang sangat buruk, Mas bingung harus bagaimana. Sementara itu, kalian adalah ibu dan anak . Itu, menjadi urusan kalian, tapi saat Mama meminta Mas menceraikan kamu. Mas tidak setuju, dan Mas katakan pada beliau, jika Mas hanya mencintai kamu! "


Adelia, menghentikan tangisannya. Dia, menatap wajah sang suami.


" Kalau kamu belum bisa tenang, maka menangislah sepuas hatimu ! "


Mendengar perkataan sang suami, Adelia kembali menyenderkan kepalanya pada dada bidang suaminya dia menangis sejadi-jadinya.


" Semenjak menikah dengan Mas Rangga, aku jadi begitu sensitif, dan lemah. Dimanakah Adelia yang dulu ? " batin Adelia .


Hari ini, Devan menjalani sidang perceraian yang pertama dengan Alina. Mata wanita itu begitu sembab, dan tubuhnya tampak begitu kurus dari sebelumnya. Alina, tidak terima Devan menceraikan dirinya. Diapun bertekad untuk mencari tahu tentang rumah baru Devan. Supaya dia bisa datang mengunjungi kediaman sang suami, dan merayunya kembali. Sehingga, mereka tidak akan bercerai. Setelah proses mediasi, hasilnya tetap sama. Devan, kekeuh untuk menceraikan istrinya. Dan, itu membuat Alina pingsan, tidak ada jalan lagi selain harus berpisah.


Beberapa saat kemudian, Alina, berlari memanggil Devan. Dia, berusaha menghalang-halangi pria itu supaya tidak pergi meninggalkan dia.


" Dev, aku bisa memperbaiki diri. Tolong, jangan bercerai. Beri aku kesempatan ke-dua, please! "


Dengan teganya, Devan mendorong tubuh Alina. Sehingga, dia jatuh terduduk di tanah.


" Aku akan berusaha untuk mendapatkan suamiku kembali. Aku, harus bisa bagaimanapun caranya. Semoga, Devan mencabut gugatan cerai itu ! " batin Alina.


Devan, pulang ke apartemen miliknya. Saat membuka pintu, Melissa sedang tertidur pulas sembari memeluk tubuh buah hatinya. Pria itu, tersenyum menatap wajah damai anaknya, dan juga Melissa. Gadis, yang beberapa waktu lalu menyatakan cinta padanya dan bertekad untuk menikah dengannya tersebut. Begitu cantik, dan juga keibuan. Walaupun, belum bisa memasak tetapi, wanita itu memiliki sikap yang sama dengan Adelia , mantan kekasihnya.


" Sebelum berjilbab, Adelia begitu mirip dengan Melissa. Apakah, ini yang disebut takdir? Jika memang dia adalah orang yang Tuhan kirim untuk menggantikan posisi Adelia . Maka, aku akan menerimanya dengan senang hati. Sudah saatnya aku melupakan Adelia, dia sudah bahagia dengan pria lain. Adelia, kamu akan selalu ada dalam hatiku. Tapi, bagaimanapun aku tidak ingin membuat Melissa sakit hati. Jadi, biarlah semua tentangmu aku akan membuangnya jauh-jauh. Agar, calon istriku nyaman tinggal bersamaku! " batin Devan.


Adelia, dan Rangga pulang ke rumah. Gaffi, masih ada di kediaman Atmajaya, bersama ayah dan ibu Rangga. Rangga, membaringkan tubuh sang istri yang sedang tertidur. Dia, melepaskan sepatu, dan beberapa kancing serta jilbab sang istri agar tidak kegerahan. Kemudian, dia ikut bergabung dengan istrinya, memeluk tubuhnya erat.


" Kamu begitu lama menangis, sehingga kamu tertidur begitu pulas. Sayangku, Mas akan selalu berada di sampingmu. Mas, tidak akan membuat kamu kecewa! " batin Rangga.


Beberapa Menit Kemudian, Rangga dibangunkan oleh sang istri. Adelia, merasa dadanya begitu sakit, dan terasa penuh. Biasanya, jam segini Gaffi akan meminum air susunya. Akan tetapi, kini anak itu tidak ada di rumah .

__ADS_1


" Mas sakit! "


Adelia, menangis saat mengatakan hal tersebut, membuat Rangga tersenyum manis dan merasa gemas dengan tingkahnya.


" Mas bantu kamu ya, sebentar Mas kunci pintu dulu . Takutnya, ada yang melihat lagi! "


" Mas mau ngapain? "


" Ya ampun Adel, kamu tuh polos apa gimana sih. Ya Mas, mau bantu kamu lah! "


" Mas mau menggantikan Gaffi maksudnya? "


Rangga, menganggukan kepalanya.


" Baiklah, kalau tidak boleh tidak apa-apa. Mas, pergi saja ! "


Saat Rangga hendak pergi, Adelia mencegahnya. Dia, sudah kehilangan akalnya. Karena, rasa sakit pada dadanya tersebut. Rangga, membuka beberapa kancing sang istri kemudian, dia melakukan apa yang seharusnya dilakukannya. Rangga, menahan hasrat lelakinya. Tapi, sepertinya ini akan gagal, karena dia tidak hanya melihat wajah sang istri. Akan tetapi, bagian lainnya juga .


" Adel, Mas mau kamu bagaimana? "


" Mas tapi kita belum wudhu, Mas juga enggak pakai pengaman! "


" Mas ada pengaman, Jadi bolehkah Mas ..."


" Oke, boleh tapi kita wudhu dulu. Adel seperti istri yang durhaka saja, mempertahankan diri ini. Padahal, Mas udah menikahi Adel!"


Setelah itu, Adelia dan Rangga pergi berwudhu. Di sore hari ini, untuk pertama kalinya kedua insan itu saling mengungkapkan perasaan cinta mereka satu sama lain.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2