
Semakin hari, Septi semakin lancar dalam bacaan shalatnya. Tidak hanya itu, dia juga bisa membaca Al-Qur'an sedikit demi sedikit. Dan lebih mengejutkannya lagi, Septi ingin mengenakan jilbab seperti Adelia. Mendengar perkataan sang Ibu, Adelia benar-benar bahagia. Karena, akhirnya ibunya tersebut bisa berubah. Dia juga meminta izin pada ibunya, agar dia bisa mengunjungi ustadzah Faridah dan suaminya, atau ayah dan ibu angkatnya. Guna memastikan adiknya baik-baik saja. Kebetulan, ustadzah Faridah sudah melahirkan seorang putra, bernama Muhammad Fadhilah, dia tampan dan juga cerdas seperti Abi dan Ummi nya. Septi, tentu saja, mengizinkan dia, untuk mengunjungi orang tua angkatnya. Bagaimanapun juga, mereka sangat berjasa besar dalam merawat Adelia, dari kecil hingga menikah dengan Rangga.
Hari ini tujuannya adalah mengunjungi adik angkatnya tersebut, dia meminta izin pada suaminya, tapi Rangga justru ingin ikut bersamanya. Mendengar perkataan sang suami, Adelia sangat bahagia, karena kebetulan Mamanya sedang, mengantarkan Kakak iparnya periksa kandungan. Tadinya, dia ingin sendiri tapi justru Suaminya ingin ikut, tentu saja Adelia sangat senang. Apalagi, sekarang Gaffi, juga mau ikut bersama keduanya kebetulan sekali, anak itu tidak ada kegiatan.
" Mas, aku mau pergi ke rumah Ummi boleh ? "
" Boleh, sekalian aja yuk. Mas juga, mau lihat adik Fadhil ! '
" Baiklah, Ayo Mas kita berangkat! "
Setelah melihat adik kecilnya ,Adelia dan keluarga kecilnya datang mengunjungi adik Rangga yaitu Zaskia. Kabarnya Zaskia sedang mengidam. Jadi, keduanya membantu, untuk memeriksakan kehamilannya. Karena, Rahman saat ini sedang bekerja, jadi sebagai kakak dan kakak iparnya. Adelia,dan Rangga membantu sang adik. Dan, Alhamdulillah janinnya, sehat melihat itu, Adelia merasa sedikit iri.Dia, ingin memiliki seorang anak dari Rangga.
Tidak terasa, Waktu berlalu begitu cepat istri Adnanpun melahirkan dengan selamat. Kini, setelah 2 bulan dia dan Zainab resmi mendapatkan restu dari Septi. Keduanya, sudah sah menikah secara Hukum dan mengadakan pesta pernikahan mereka. Tamu undangan 300 orang datang ke pesta megah keduanya. Hal ini, membuat Adelia, tersenyum bahagia, melihat kebahagiaan Kakak dan juga Kakak iparnya tersebut. Dia, saat ini sedang menggendong putri kandung kakaknya, yang bernama Fatimah Az-Zahra binti Adnan. Namanya mengingatkan akan nama Putri Rasulullah Saw, yaitu Sayidah Fathimah Az-Zahra.
Bukan tanpa alasan memberikan nama tersebut. Karena, Zainab sangat mengagumi sosok Sayidah Fathimah Az-Zahra. Wanita shalihah, yang kelak akan menjadi pemimpinnya para wanita di surgaNya nanti. Wanita yang memiliki banyak julukan ini, menjadi panutan, bagi Zainab maupun Adelia. Dimana, di jaman sekarang pergaulan semakin bebas, sehingga kita harus berpegang teguh pada agama, dan menjadikan wanita shalihah sebagai panutan. Itulah, yang membuatnya kekeuh untuk, memberikan nama Fathimah, karena nama adalah doa.
" Kamu seneng banget gendong, Fathimah ? " ujar Rangga berbisik.
Adelia, tersenyum menatap wajah sang suami.
" Kalau kita bikin aja gimana? "
" Dibikin emang kue ? Mas ini ada-ada aja! "
" Ya kan, ikhtiar sayang. Bismillah, semoga kita bisa punya anak perempuan! "
" Ah baiklah, kalau begitu malam ini enggak pakai pengaman, ya ! "
" Benarkah? "
Adelia, mengangguk sebagai jawaban.
" Ya tentu saja, aku pengen Gaffi punya Adik. Sekarang kan, Gaffi sudah bisa berbicara. Dan, dia sudah tidak rewel masalah ASI lagi. Aku rasa, mungkin ini saatnya kita memiliki anak. Aku, sudah jauh-jauh hari ingin memiliki anak dengan Mas. Semenjak, mengantarkan Zaskia ke rumah sakit memeriksakan kehamilannya! "
__ADS_1
Rangga, menatap wajah sang istri. Dia, tersenyum bahagia.
" Papa...! " panggil Gaffi,.
Rangga, dan juga Adelia menolehkan wajahnya.
" Eh sayang, gimana seru enggak main sama Opa dan Oma ? " tanya Rangga.
" Ru, Affi ain Kuda-kudaan ( Seru, Gaffi main kuda-kudaan! ) "
" Gaffi, harus sering diajak berbicara. Supaya, dia bicaranya lancar, Mas ! "
" Iya sayang, nanti juga dia lancar kok! "
" Baiklah, aku akan mengembalikan Fatimah dulu, sebentar ya! "
Adelia, berpamitan pada suami dan juga anaknya. Kini, dia mengembalikan Fatimah pada kedua orang tuanya. Kebetulan, pesta pernikahan juga, sudah selesai. Jadi, sudah saatnya mereka pulang ke rumah dan beristirahat.
" Aamiin, terimakasih ya Kak . Doain Adik supaya bisa segera memiliki anak bersama Mas Rangga ! "
" Aamiin Ya Robbal'alamiin ! "
Setelah berbicara beberapa menit bersama Kakak dan juga kakak iparnya, Adelia kembali pada sang suami kini mereka berencana untuk pulang. Tapi, sebelum pulang, Ayah dan Ibu Adelia berpesan, agar Rangga menjaga Adelia dengan baik. Adelia, sangat bersyukur, karena Ayah dan Ibunya kini sudah sadar, dan sangat menyayanginya. Bahkan, keduanya kini sudah bertaubat, hal itu tentunya, membuat Adelia merasa semakin bahagia.
" Mama, dan Papa tenang saja. Rangga, tidak akan pernah menyakiti Adelia. Rangga, justru sangat menyayangi bidadari surga ini, Alhamdulillah Rangga bersyukur bisa menjadi suami untuk Adelia!"
" Alhamdulillah, Mama bersyukur mendengar perkataan mu. Tolong, jangan kamu sakiti anak kami, dan maaf dulu Mama sudah menyakitinya!"
Adelia, menggenggam tangan sang Ibu. Dia, menciumi punggung tangan Septi. Dia berkata, bahwasanya dia sudah baik-baik saja, dan ibunya jangan mengkhawatirkan tentangnya .
" Mama, dan Papa harus menjaga dirinya dengan baik. Karena, Adelia, sudah memiliki suami, dan sebentar lagi Adel akan memiliki anak bersama dengan Mas Rangga!"
Ayah, dan Ibu, Adelia tersenyum bahagia keduanya, mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
Usaha, tidak akan mengkhianati hasil, dokter mengatakan jika janin yang ada dalam rahim Adelia adalah seorang anak perempuan. Begitu mendengar perkataan sang Dokter, Rangga sangat terharu. Pria tampan itu, bahkan menangis sembari memeluk sang istri. Hari ini, jadwal pemeriksaan kandungan Adelia, dan dia kebetulan hari ini dia bisa mendampingi sang istri. Biasanya, Adelia, selalu ditemani oleh Ibu mertuanya, atau Ibu kandungnya. Alhasil, ketika mendengar Adelia yang sebentar lagi melahirkan anak pertama keduanya, yang berjenis kelamin perempuan membuat Rangga bahagia.
" Kenapa kamu tidak mengatakannya pada Mas? Kamu sengaja ya, membuat Mas menangis? ,"
Adelia, mengusap pipi, sang suami , sembari mencubitnya gemas.
" Karen, kalau Adel bilang, namanya bukan kejutan. Padahal, rencananya Adel, mau menyembunyikannya hingga Adel melahirkan anak ini !"
" Aih, dasar . Tapi, kejutanmu membuat Mas bahagia, terimakasih sayang !"
" Sama-sama Mas !"
Hari berganti hari, bulanpun silih berganti. Tidak terasa, Adelia melahirkan anak pertamanya. Rangga, yang berada disampingnya terus mendampingi nya, sembari berdoa menguatkan sang istri. Bersyukur, Adelia bisa melahirkan dengan selamat. Kini, bayi Rangga, sudah lahir, dan pria itu segera mengadzani anaknya. Setelah satu jam lamanya, bayi itu disusui oleh ibunya.
" Mas mau memberikan namanya siapa ? ".
" Raeline Pratami Atmajaya!"
Adelia, mengerutkan keningnya
" Aku, menggabungkan nama kita Rangga Adelia nenya itu In Love, dan Pratami artinya anak pertama Atmajaya tentunya marga keluarga ku !"
" Ya Allah, ada-ada aja Mas ini. Baiklah, terserah deh , jadi namanya adalah Raeline ya. Gaffi, kemana Mas aku tidak lihat dia dari tadi? "
" Tenang, jagoan kita itu, sedang berada di luar bersama Mama dan Papa, Ummi, Abi dan juga Mami dan Papi !"
" Baiklah, Mas bolehkah sekarang aku tidur? Capek banget nih !"
" Sekarang sudah diperbolehkan sepertinya!"
Memaafkan, seseorang yang mendzolimi kita akan membuahkan hasil yang baik. Itulah yang dialami oleh Adelia, meskipun kedua orang tuanya sudah mendzolimi nya, tetapi dia dengan sabar memulihkan kondisi mentalnya selama bertahun-tahun lamanya. Tidak lupa, dia juga dibesarkan oleh orang tua angkat, yang sangat menyayangi dia yang mendidiknya dengan agama. Alhasil, dia mengenali Tuhannya, serta menjadikan shalat dan sabar sebagai pegangan hidupnya.
Selesai
__ADS_1