Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea

Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea
Bagian 36


__ADS_3

Rahman, baru saja pulang ke rumah kontrakan sederhana miliknya bersama sang istri. Zaskia, istrinya tersebut menunggunya dengan setia. Meskipun keduanya menikah sudah agak lama, sekitar 5 bulan. Tapi, hingga saat ini, sang istri masih belum hamil. Karena faktor pekerjaan juga, kadang-kadang, saat sang istri mau dia enggan melayani istrinya. Begitupun sebaliknya, saat dia ingin Zaskia sibuk mendesain pakaian . Jadi, dia tidak ingin mengganggu istrinya tersebut.


Namun, meskipun demikian Rahman tidak pernah mempermasalahkannya. Dia tidak ingin menuntut sang istri harus segera hamil. Rahman, masuk ke dalam kamar ditemani oleh sang istri. Dia heran, biasanya sang istri setelah menyambut kedatangannya, dia akan meminta izin untuk mendesain pakaian. Tetapi, kini wanita cantik itu mengikutinya ke kamar keduanya.


" Mas, mau mandi, kamu masih mau mengikuti Mas ! "


Zaskia, tersenyum menggoda menanggapi ucapan sang suami. Hal itu membuat Rahman menaikan alisnya, merasa heran dengan tingkah istrinya tersebut.


" Mas mau makan tidak ?"


" Tidak sayang, Mas tadi ditraktir bos. Jadi, kita semua makan di restoran! "


" Oke, kalau begitu aku mau tidur ya Mas. Karena, aku mengantuk sekali, tadi aku mendesain pakaian seharian , capek ! "


" Ya sudah tidurlah sayang, Mas mandi dulu ya ! "


Zaskia, mengangguk sebagai jawaban. Sementara itu, Rahman mengusap lembut puncak kepala sang istri dan mengecupnya. Kemudian, pria itu bergegas menuju ke kamar mandi. Setelah Rahman pergi, Zaskia membuka piyama tidurnya. Dia, hanya mengenakan lingerie seksi guna menggoda pria tampan yang merupakan Suaminya tersebut.


Wanita cantik itu tersenyum manis, dia segera menyelimuti tubuhnya dan berpura-pura tidur. Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, pria tampan berkulit sawo matang dan juga tinggi yang ideal itu keluar dari kamar mandi. Dia, hanya mengenakan boxer miliknya, pria itu mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Setelah kering, dia segera bergabung dengan sang istri ke ranjang. Tetapi, saat dia hendak memeluk tubuh sang istri, dia dikejutkan dengan pakaian Istrinya tersebut. Juga, dia terkejut ketika sang istri membalikkan tubuhnya, hingga keduanya saling memandang wajah satu sama lain.


" K...kamu belum tidur? "


Zaskia mengangguk, dia bangkit dan mendorong tubuh sang suami. Sehingga, kini dia berada di atas tubuh Rahman.


" Sayang, apa ini. Katanya kamu mau tidur? "


" Aku mau punya anak, kita sudah lama tidak melakukan kewajiban sebagai suami istri. Bagaimana bisa, memiliki anak kalau gituan aja jarang . Bulan ini baru sekali, bulan kemarin juga sama . Mas enggak cinta aku lagi ya? Kok aku di diamkan saja, padahal aku selalu nungguin Mas buat minta jatah. Tapi, Mas enggak pernah mau sentuh aku ! "


Zaskia, akhirnya turun dari tubuh suaminya. Dia, memeluk tubuh suaminya dari samping. Membuat, Rahman merasa bersalah sekaligus bahagia. Kini, dia tahu mengapa Istrinya itu selalu menyibukkan diri. Dia, kemudian mengusap lembut puncak kepala sang istri.


" Kalau begitu, Mas minta jatah boleh ? "


" Boleh banget Mas, aku juga lagi pengen! "


" Nakalnya istriku, ya sudah kita baca doa dulu! "

__ADS_1


Setelah membaca doa, Rahman mulai mencumbui sang istri. Di, memberikan sentuhan-sentuhan ringan pada sang istri. Lalu, keduanya mematikan lampu dan memulai kegiatan intim mereka.


Adelia, dan Rangga memutuskan untuk menyudahi pemberian ASI untuk Gaffi. Usia Gaffi sudah 1,7 tahun . Jadi, sudah saatnya untuk meminum susu formula kembali. Adelia, sedih karena, dia tidak tega membuat Gaffi menangis meminta susu. Tapi, mau bagaimana lagi, Rangga yang menginginkannya. Dia bilang, cukup 6 bulan saja memberikan ASI-nya untuk Gaffi. Tapi, Adelia justru memberikan ASI pada Gaffi selama 7 bulan.


" Mas, enggak tega aku lihat Gaffi nangis terus! "


" Biarkan saja, nantinya dia akan terbiasa kok ! "


Adelia, hanya menatap nanar Gaffi yang saat ini merengek memanggil namanya.


" Mama,Gaffi mau Nen. Mama.... ! "


Gaffi merengek, memanggil Mama sambungnya.


" Sayang, biarkanlah Gaffi sendiri. Nani, tolong jaga Gaffi ya ! "


" Baik Pak Rangga ! "


" Mas, tapi... ! "


Adelia, dengan terpaksa mengikuti sang suami ke kamarnya. Sementara itu, Gaffi dibiarkan bersama pengasuhnya, di kamar barunya. Setelah keduanya mengganti pakaiannya masing-masing, Rangga dan Adelia kini shalat isya berjamaah. Lalu, setelahnya mereka memutuskan untuk pergi ke kamar Gaffi yang berada di sebelah. Ternyata, anak itu, sekarang sudah tidak menangis lagi. Dia, sedang tertidur pulas, mungkin saja dia kelelahan. Nina, sudah bisa pulang, dan sekarang saatnya Rangga, dan Adelia yang menjaga anak ini.


" Bu, Pak, saya pamit dulu ya Assalamualaikum! "


" Wa'alaikumusallam, Hati-hati ya Nina ! "


" Iya Bu ! "


Setelah, Nina berpamitan Adelia mendekati ranjang putra sambungnya tersebut. Dia, merasa sedih karena tidak menyusui Gaffi lagi. Gaffi, meskipun bukan anak kandungnya tapi, dia sangat menyayangi putra Rangga dan saudari kembarnya tersebut. Dengan penuh kasih sayang, Adelia mencium keningnya.


" Nak, tumbuhlah dengan baik. Mama Adel, akan selalu bersama Gaffi. Mama, akan selalu menyayangi Gaffi, seperti anak kandung Mama sendiri. Maaf sekali, Mama tidak bisa memberikan ASI Mama lagi. Semoga kamu baik-baik saja, Sayang! "


Rangga, terharu mendengar perkataan sang istri. Adelia, sungguh membuatnya ingin menangis. Pria itu, kini merangkul pinggang ramping istrinya. Membuat Adelia, terperanjat.


" Mas, apa yang kamu lakukan? "

__ADS_1


" Anak kita sudah tidur, dan aman. Jadi, kita berjalan-jalan dulu sebentar di sekitar taman. Hitung-hitung, kencan pertama setelah menikah! "


Adelia, menghela napasnya


" Baiklah, mari kita berjalan-jalan . Tapi ingat, hanya sebentar! "


" Iya sayang sebentar kok, takutnya Gaffi terbangun lagi ! "


Adelia, mengangguk kemudian dia mengajak Rangga untuk keluar dari kamar putra sambungnya tersebut. Ketika di taman, Rangga dan Adelia saling bergandengan tangan.


" Apa kamu bahagia bersamaku? "


Adelia, melirik sekilas dia kemudian tersenyum manis.


" Haruskah aku menjawab pertanyaanmu Mas ? Coba lihat, apakah aku tidak bahagia bersamamu? "


Rangga, tersipu malu mendengar perkataan sang istri.


" Baiklah, aku tahu. Terimakasih sayang! "


" Sama-sama! "


Setelah beberapa menit berjalan santai, akhirnya Adelia meminta sang suami untuk kembali ke dalam rumah. Karena, dia takut Gaffi pada akhirnya bangun dari tidurnya, dan tidak mendapati seseorang di sampingnya.


" Alhamdulillah, dia baik-baik saja Sayang! "


Adelia, menghela napasnya lega, dia bersyukur Gaffi baik-baik saja.


" Kalau begitu, kita kembali ke kamar dan beristirahat! "


" Mas, aku bingung sekarang aku sudah tidak menyusui lagi. Apakah ASIku akan tetap keluar atau tidak, sehari saja tidak menyusui Gaffi rasanya aneh, lalu harus bagaimana? "


" Nanti kita konsultasikan ke dokter. Tapi, hari ini, kamu pompa saja ASI-nya. Nanti, dimasukan ke lemari pendingin, untuk Gaffi ! "


Adelia, mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2