Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea

Kisah Cintaku: Adelia Dan Aradea
Bagian 25


__ADS_3

Adnan, menggenggam erat tangan sang istri. Hari ini, dia akan mengadakan meeting dengan klien, jadi dia meminta restu dari sang istri agar dia dapat memenangkan tender.


" Aku akan mendoakan kamu Mas, semoga kamu bisa memenangkan tender kali ini! "


" Aamiin. Terimakasih, Zainab! "


" Sama-sama, Mas ! "


Menikah satu bulan dengan Adnan, kini Zainab sedang hamil anak pertama keduanya. Zainab, adalah anak yatim-piatu, sehingga dia tidak memiliki keluarga. Tetapi, dia masih memiliki Kakek dan Nenek di kampung. Jadi, sesekali Adnan akan mengajaknya ke kampung halamannya. Adnan, sudah sangat menyayangi Zainab. Rasa cinta itu tumbuh dengan sendirinya, bagi Adnan Zainab berbeda dengan wanita lainnya. Selain paham agama, Zainab juga wanita yang tegar walaupun hingga detik ini, sang Ibu masih belum bisa menerima kehadirannya.


Berbeda dengan keluarga kecil Rangga, mereka kini sudah saling mencintai. Walaupun Adelia masih belum bisa memberikan kesuciannya pada sang suami. Akan tetapi, rasa cintanya terhadap Rangga kini mulai tumbuh walaupun sedikit. Adelia, juga sangat manja pada suaminya dan kini, dia seperti kehilangan jati dirinya yang terdahulu. Dimana, dia sangat kuat dalam menghadapi apapun, akan tetapi kini dia selalu menceritakan semuanya pada suaminya dan sudah ketergantungan bercerita pada Rangga, suaminya.


Namun, hal tersebut membuat Rangga bahagia. Dengan begitu, Adelia sudah mencintai dirinya, walau sedikit saja. Dan, saat ini Adelia sudah bisa menyusui anak sambungnya. Awalnya begitu sakit, karena Gaffi sudah hampir tumbuh gigi, tapi lama-kelamaan dia jadi terbiasa. Sudah 1 Minggu dia menyusui Gaffi, dan anak itu begitu bahagia, bisa merasakan ASI walaupun itu bukan ibu kandungnya sendiri.


Berbeda dengan Melissa dan Devan, kini keduanya sudah akrab tidak ada kecanggungan lagi. Devan, mengajari Melissa untuk memasak karena, wanita itu memintanya untuk mengajari dia memasak. Dan sekarang, Melissa sudah bisa memasak sendiri. Walaupun hanya telur mata sapi, dan memasak nasi. Juga, sudah pandai memasak nasi goreng. Hanya saja yang lainnya belum bisa.


" Mas Devan ! "


" Iya kenapa? "


" Kita menikah saja yuk, aku siap untuk jadi ibunya Vino. Dan, aku juga mau memberikan Adik untuk Vino ! "


" Tunggu, kamu sedang melamar saya ? "


" Ya begitulah, jadi tolonglah terima lamaran saya ! "


" Ah iya baiklah, tapi saya masih belum bisa melupakan mantan kekasih saya bagaimana? "


" Alah, itu masalah gampang. Saya juga sama, tapi tidakkah Mas ingin memberikan Vino keluarga yang lengkap dan bahagia? "


Devan, menatap lembut wajah gadis yang sikapnya mirip dengan Adelia sebelum berjilbab. Dia, mengulas senyumnya.


" Baiklah, tunggu surat keterangan cerai saya jadi. Maka, kita akan menikah! "


" Yey, akhirnya! "

__ADS_1


Melissa tersenyum kegirangan, dia mengecup bibir Devan. Tetapi, Pria itu tidak ingin membalas. Karena, bisa saja dia khilaf dan melakukan hal yang tidak-tidak.


" Melissa, jaga sikapmu. Nanti kalau kita sudah menikah, barulah kita bisa melakukan skin ship! "


" Oke Mas Devan, maaf ya ! "


" Iya tidak apa-apa! "


Berbeda dengan Rahman, dan Zaskia mereka belum bisa bertemu sama sekali. Dan, memang Zaskia tidak ingin menikah dengan Rahman. Tapi, dia tidak bisa membantah keinginan kedua orang tuanya. Rahman, saat ini sedang melakukan sidang pertamanya. Tadi, sempat hakim ingin mendamaikan kedua belah pihak. Akan tetapi, tidak ada yang ingin berdamai . Salsabila, membawa pengacaranya tidak lain adalah selingkuhannya sendiri. Jadi, Rahman tidak bisa berbuat apapun. Pria itu juga, sudah malas bicara, dan tidak ingin lagi berumah tangga dengan istrinya tersebut.


" Kamu akan kalah Mas Rahman, jadi menyerahlah! "


" Tidak apa-apa aku kalah, aku pun sudah memiliki pengganti kamu. Dia, wanita ayu dan lembut yang jelas tidak seperti kamu yang hobinya menghamburkan uang, dan selingkuh di belakang suami! "


" Oh iyakah, setelah kita resmi bercerai tunjukanlah siapa wanita yang kamu maksud. Memangnya, ada ya wanita yang mau dengan kamu yang lemah ini ? "


" Baiklah, lihat saja nanti! "


Sedangkan, putra ke 2 dan 3 keluarga Atmajaya, masing-masing sudah menikah. Baik Septian, maupun Usman keduanya melangsungkan pernikahan secara bergantian . Usman memilih tinggal di Turki, sembari melanjutkan pendidikannya di sana. Dan, Septian mereka tinggal, di Amerika.


" Ada apa sih kau ini, Astaghfirullah. Septi, kau tidak apa-apa? "


" Mas, sakit, aku tidak bisa bergerak sama sekali! "


" Baiklah, tunggu sebentar! "


Firdaus, segera memanggil penjaga keamanan. Dia, meminta bantuannya , agar menggendong tubuh sang istri yang saat ini sedang merintih kesakitan.


" Terimakasih , Sarjo! "


" Sama-sama Pak, Bu !"


Setelah itu, Firdaus segera menghubungi dokter pribadi keluarga. Tidak berselang lama, dokter tersebut datang dan segera memeriksa istri Firdaus.


" Nampaknya, ibu harus dirawat di Rumah Sakit ! "

__ADS_1


" Loh memangnya kenapa ? "


" Ini sudah parah Bu, kaki anda membengkak. Mungkin, ini memerlukan perawatan khusus! "


" Astaghfirullah, Baiklah Dok. Tolong istri saya ya! "


" Baik, saya akan memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Fatmawati! "


" Terimakasih, Dokter! "


" Sama-sama Bu ! "


Setelah mendapatkan surat rujukan dari Dokter. Firdaus, segera membawa ke rumah sakit.


Rangga, dihubungi oleh Firdaus, jika ibu mertuanya itu sedang dirawat di Rumah Sakit. Karena, terjatuh di kamar mandi. Akibatnya, tulang belakangnya patah. Dan, harus dirawat inap , dia memberitahu sang istri.


" Astaghfirullah'aladzim, Mas kita harus segera pergi ke rumah sakit! "


Adelia, begitu panik mendengar kabar tentang ibu kandungnya tersebut. Walaupun sang ibu sudah mendzolimi dirinya. Dia, tetap tidak bisa mengabaikan orang tuanya. Karena, berbakti kepada kedua orang tua, adalah kewajiban setiap anak. Jangan sampai menyakiti hati mereka, karena ridho-Nya Allah Ta'ala tergantung pada ridho nya orang tua.


Rangga, segera menjalankan mesinnya. Dia, dan Adelia berangkat hanya berdua , sementara itu, Gaffi ditinggalkan bersama Nenek dan Kakeknya. Kedua orang tua Rangga, tidak keberatan sama sekali. Karena, rumah sakit bukanlah tempat yang baik untuk anak kecil, apalagi batita seusia Gaffi.


Begitu sampai di rumah sakit, Adelia segera turun dari mobil. Rangga, ikut menyusulnya berlari mengejar sang istri. Adelia,yang panik menanyakan pada resepsionis rumah sakit. Adelia dengan cepat berlari menuju kamar inap vip ibu kandungnya tersebut.


"Ya Allah, sembuhkanlah Mama ! " batin Adelia.


" Sayang, tunggu sebentar. Kamu jangan berlari seperti itu, tenanglah! "


" Bagaimana bisa aku tenang, sementara ibuku sedang menderita! "


" Mas tahu kamu pasti mengkhawatirkan ibumu, tapi jangan kamu menyiksa dirimu sendiri!"


" Baiklah! "


Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Adelia dan Rangga, sampai di kamar inap Septi. Akan tetapi, saat Septi melihat wajah Adelia, wanita itu begitu murka. Dia, meminta Adelia untuk pergi dari kamar inapnya . Hal tersebut, membuat Adelia sakit hati, dan menangis karena perbuatan yang tidak menyenangkan dari Ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2