
Setelah bercerai dengan Alina, 3 bulan yang lalu. Devan melamar Melissa, kini, keduanya sudah resmi berstatus tunangan. Melissa, seperti biasa menjaga Vino, calon anak sambungnya. Akan tetapi, saat dia sedang bermain bersama Vino, tiba-tiba saja, suara bel pintu membuatnya harus menghentikan aktivitasnya bersama Vino.
" Vino sayang, Mama mau buka pintunya dulu ya. Kamu, diam dulu disini! "
" Enggak mau, Vino mau ikut Mama ! "
Melissa, menghela napasnya.
" Baiklah, ayo kita pergi bersama! "
Akhirnya, Melissa dan Vino berjalan beriringan sembari bergandengan tangan. Saat dirinya membuka pintu, dia heran tidak ada siapapun di luar. Sementara itu, Alina dia menjauh dari pintu hanya ingin menguatkan dirinya saja . Sembari memegangi dadanya yang terasa sakit tersebut. Alina, akhirnya memberanikan diri.
" Rumah tanggaku hancur, bukannya dia ingin memperbaiki hubungan ini. Dia, justru mencari ibu baru untuk Vino. Kurang ajar kamu Devan ! " batin Alina.
Alina, dengan tergesa-gesa dia segera menabrak Mama sambungnya Vino. Dia, juga tidak segan-segan menjambak rambutnya, dan menampar pipi wanita cantik itu. Membuat Vino ketakutan, setengah mati, anak itu dengan segera menghubungi Papanya.
" Assalamualaikum anak Papa yang pintar, ada apa sayang ? "
" Papa tolong Mama , Hwaaaa! "
Kening Devan mengkerut,
" Tunggu sebentar, Papa akan pulang sekarang! "
Setelah itu, Devan dengan tergesa berlari menuju parkiran.
" Siang Pak Devan ! "
" Siang semuanya ! "
" Siang Pak ! "
" Iya ! "
__ADS_1
Dia yang panik, akhirnya terus berlari tidak ingin mempedulikan sapaan para pegawainya.
" Semoga Melissa baik-baik saja! " batin Devan.
Setelah perjalanan selama 5 menit, dari kantornya ke Apartemen City lofts Sudirman. Jadi, setiap harinya Devan tidak mengenakan kendaraan sama sekali. Hanya liburan saja, dia akan menggunakan mobil pribadinya.
" Ada apa ya? Aku jadi khawatir! " batin Devan.
Sesampainya di rumah, ternyata mantan istrinya sedang memukuli Mellisa. Saat, tangan mulus Alina hendak menampar pipi tunangannya, Devan segera menghampirinya dan menahannya.
" Wanita gila, apa yang kamu lakukan pada calon istriku ? "
" Aku tidak menyangka kamu adalah pria yang brengsek. Kamu tahu tidak, aku hampir gila karena perceraian ini. Sementara itu, kamu justru berbahagia dengannya! "
" Memang aku brengsek, tapi satu hal yang harus kamu tahu. Melissa, sangat menyayangi Vino, melebihi kamu yang merupakan ibu kandungnya. Aku ingin mempersunting dia karena aku jatuh hati pada sikapnya yang keibuan. Tidak seperti kamu, yang ada di otakmu itu hanya memuaskan suami saja. Sementara urusan Vino kamu abaikan, aku tidak butuh itu Alina. Sebaiknya kamu pergi dari rumahku, sebelum aku memanggil keamanan! "
" Devan, tidak bisakah kamu memberikan aku kesempatan? Aku, bersedia menjadi ibu yang baik untuk Vino, kumohon jangan begini! "
" Tidak, semuanya sudah terlambat. Kamu itu pendusta, sudah aku berikan kamu kesempatan berkali-kali, tapi kamu tidak pernah berubah. Cukup Alina, pergilah. Sayang, kita masuk ke dalam rumah, biarkan wanita itu sendiri! "
" Mengapa aku jadi seperti ini? Apakah mungkin aku sudah merebut Devan dari Adelia ? Sehingga, aku tidak bisa bahagia? " batin Alina.
Devan , merebahkan tubuh calon istrinya. Dia, segera mengambil kotak p3k dan mulai mengobati luka lebamnya .
" Akkkkh, sakit Mas ! "
" Maaf sayang, Mas akan lebih hati-hati lagi ! "
" Terimakasih Mas! "
Hari demi hari, telah berlalu. Tidak terasa, hari ini Rahman mengucapkan ijab qobul, untuk kedua kalinya setelah pernikahan pertamanya gagal. Tidak lupa, dia mengundang mantan istri, beserta suami barunya ke pernikahannya bersama Zaskia. Setelah ijab qobul, dia mencium kening Istri barunya itu. Lalu, dia berdoa untuk kebaikan istrinya tersebut. Acara pernikahan, berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kebetulan, Kakak iparnya Rangga, Usman, dan Septian datang memenuhi undangan. Kedua kakak iparnya sudah memiliki calon buah hati, alias istri-istri mereka sedang hamil. Sementara itu, Kakak iparnya yang pertama, mengaku menunda kehamilan dulu. Karena, mereka ingin fokus pada Gaffi, yang sedang bertumbuh kembang.
Dan, setelah memberikannya selamat, ketiga kakak iparnya itu meminta untuk menjaga adik mereka yang manja itu. Sementara itu, mantan istrinya terlihat begitu menyesal sudah bercerai darinya . Mungkin, Salsabila tidak menyangka, jika Rahman masih memiliki tabungan sebesar 100 juta untuk mahar Zaskia. Karena, pernikahan ini dilakukan ala kadarnya saja. Dan, Zaskia tidak mempermasalahkan hal itu. Salsabila, sempat meminta Rahman untuk bertemu dengannya, dan saat bertemu wanita licik itu menangis tersedu-sedu. Dia, mengaku menyesal telah berselingkuh dengan seorang pengacara. Diapun mengaku, jika suami barunya tersebut suka sekali membawanya ke rumah. Walaupun semuanya terpenuhi, akan tetapi sebagai seorang istri dia hany menginginkan suami yang baik. Yang, bisa menjaganya, dan juga menjadi tempatnya berkeluh-kesah.
__ADS_1
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Dan, penyesalan selalu datang terlambat. Tidak ada jalan lain lagi, selain dia harus sabar dalam menghadapi ujian rumah tangganya. Rahman, hanya bisa memberinya motivasi, karena, Rahman sudah berjanji untuk menjadi suami yang baik untuk Zaskia. Sementara itu, mantan istrinya tersebut hanya bisa menatapnya nanar dari kejauhan. Rahman, membuang mukanya. Dia, memfokuskan diri pada tamu undangan, yang memberikannya selamat.
Siang berganti sore, Rahman, berpamitan kepada kedua orang tua Zaskia karena dia anak yatim-piatu jadi, tidak ada orang tua yang hadir di pernikahannya. Tepatnya, 3 bulan yang lalu, ibunya baru saja menghembuskan napas terakhirnya. Karena, mendengar perceraian dirinya . Sementara itu, Ayahnya memang sudah lama tiada. Dan, yang hadir hanya ada Paman dan Bibi dari pihak Ayahnya. Kini, Paman dan Bibinya sudah pulang ke rumah.
" Ibu, Bapak Haji...
" Rahman, panggil kami dengan sebutan Mami dan Papi. Karena, kamu adalah menantu kami ! "
" B...Baik, Mami, Papi dan para Kakak ipar. Saya, meminta izin, untuk membawa Zaskia pulang ke rumah saya ! "
" Baik, kami izinkan kamu untuk membawa putri saya. Tapi, ingat jangan pernah menyakiti hatinya. Jika saya mendengar kamu memukuli, atau memperlakukan anak bungsuku dengan tidak baik. Maka, ingatlah keluarga Atmajaya tidak akan tinggal diam! "
" Baik Papi , saya paham ! "
Sementara itu, Zaskia menangis menubruk tubuh ayah dan ibunya. Dia, benar-benar tidak menyangka harus menikah secepat ini. Apalagi, usianya dan Rahman berbeda sangat jauh. Rahman yang berusia 30 tahun, sementara itu dia masih 20 tahun.
" Hwaaaa Papi, kenapa sih ini harus terjadi padaku! "
" Hei, apa yang terjadi? Rahman pria yang baik kok. Kakak, sebagai bosnya tahu jelas dia begitu baik dan cekatan! "
" Iya dek, jangan seperti itu. Ingat, kamu harus berbakti kepada suamimu ! "
" Aish, kalian memang tidak punya hati ya. Sudahlah, aku benci kalian . Rahman, ayo pulang ! "
" Hei, dia suami kamu. Dimanakah letak sopan santun kamu Zaskia? "
" Diam kau Kak Rangga, aku sekarang sudah bukan tanggung jawab kalian lagi. *Assalamualaikum! "
" W... Wa'alaikumusallam*! "
" Pa, lihat anak itu, dia jadi tidak menghormati kita . Ini semua karena Papi yang suka memanjakannya! "
" Septian, sudahlah sebaiknya kita pulang ke rumah masing-masing. Hari mulai gelap, kasihan Gaffi. Dan lagi, istri kalian berdua sedang hamil bukan? Pamali loh pulang terlalu larut ! "
__ADS_1
" Baik Kak Rangga ! "
Bersambung