Kisah Pria Sukses

Kisah Pria Sukses
Ditemukan


__ADS_3

Petugas keamanan menghampiri Fida dan membuka ikatan tali yang terlilit di seluruh tubuhnya dalam keadaan pingsan.


Fida dibawa ke luar gudang oleh dua petugas satpam dengan perlahan menuju pos satpam.


Seorang petugas keamanan lain heran melihat ada orang mereka bawa kemari. "Loh siapa itu kalian bawa?" ucap satpam yang jaga di pos.


"Ini Fida, cepat letakkan dia di dalam pos satpam."


Mereka meletakkan dia di lantai pos satpam, dia kipas kepala pakai koran. Seorang petugas mau menelpon ke rumah sakit, tapi dilarang petugas lain karena yang bayar tidak ada.


"Ada uang kalian bayar ambulance dan rumah sakit?" ucap petugas keamanan kepada mereka.


Mereka pun sepakat menelpon Bapak Suherman melalui telepon seluler, seorang petugas mulai menelpon. Dia mengangkat telepon satpam kantor dan menyampaikan kepada bapak kalau Fida pegawainya pingsan di sekap di gudang.


Bapak Suherman terkejut mendengar hal itu dan menyuruh mereka segera menelpon ambulance.


Tak lama kemudian ambulance datang mengantar Fida ke rumah sakit ditemani oleh seorang satpam didalam mobil.


Sampai di rumah sakit, Fida ditidurkan di bed roda yang ditemani oleh perawat medis masuk ruang ICU.


Satpam berdiri saja di pintu ICU. Lalu Bapak Suherman datang menemui satpam yang berdiri.


Satpam menyampaikan, kalau dia kami temukan digudang belakang kantor dalam kondisi pingsan dengan tubuh di ikat tali tambang, ada didalam gudang.


Suherman kaget dan cemas dengan kondisi Fida, dia memikirkan perbuatan orang belum diketahui yang sudah membuat pegawai kantor mendapatkan perlakuan tidak baik begini.


Dokter keluar dari ICU lalu menyampaikan kondisi pasien, hanya kelelahan dan kekurangan oksigen, tapi dia telah dipasang alat bantu pernapasan oleh perawat.


Suherman dan satpam merasa lega dengan kondisi Fida, mereka masuk ke dalam melihat kondisinya belum sadar di ruang rawat.


Suherman sedih atas kejadian ini, begitu juga satpam. Lalu Suherman pulang untuk bekerja besok. Tapi satpam disuruh menjaga Fida disini secara bergantian dengan satpam lain.

__ADS_1


Sore hari, Fida membuka mata secara perlahan, melihat langit rumah sakit, lalu melirik ke arah seorang satpam yang sedang tidur sendiri di sofa.


Dia melihat sekeliling kalau dirinya sudah ditempat tidur rumah sakit dipasang alat bantu pernapasan. Fida hanya terbaring ditempat tidur saja karena tubuhnya masih lemas dan menutup mata lagi.


Suherman datang ke kamar Fida mengantarkan makanan dan buah untuk makan bersama, Suherman melihat kondisinya masih tertidur.


Suherman berbincang dengan satpam di dalam rumah sakit kalau dirinya sudah memeriksa tidak ada aktivitas mencurigakan di dalam kantor begitu juga ruang CCTV tersembunyi, hanya satpam, dirinya dan juga Fida yang mengetahui adanya kamera pemantau kantor tersembunyi. Tapi kamera tidak bisa memantau sampai ke arah gudang.


Mereka berdua hanya menunggu Fida sadar agar dapat mendengar penjelasan kejadian ini dengan duduk di sofa kamar rumah sakit. Bahkan semua pegawai tidak mengetahui kejadian ini. Lalu dia pamit pulang keluar kamar menuju area parkiran.


Suherman melihat Rio dan Sakti sedang berdiri dekat area parkir mobil dengan mengintip begitu. Dia memikirkan kalau dia adalah dalangnya, tapi tidak memiliki bukti atas tuduhan ini.


Suherman naik mobil menuju pulang kerumah dengan melihat mereka berdua saat lewat, mereka berdiri di dekat mobil dan mereka melihat mobil Suherman ke arah kaca supir mobil.


Setelah pergi, mereka berdua masuk kedalam rumah sakit untuk mencari kamar Fida dengan bertanya kepada bagian unit data pasien. Lalu mereka bertanya kepada suster atas nama Fida. Petugas mencari di layar komputer, ternyata tidak ada namanya Fida dan Suherman yang dirawat dirumah sakit.


Mereka pun menunggu kedatangan Suherman untuk menjenguk Fida ke rumah sakit dengan duduk diruang tungg, supaya tahu letak kamarnya.


Sementara itu, petugas satpam yang melihat Fida telah membuka mata. Satpam senang melihatnya sudah sadar dari tidurnya.


"Kamu dirumah sakit, Dek, jangan banyak bergerak dan bicara."


Satpam memanggil suster dan dokter dengan menekan tombol di dinding pasien. Tidak lama, dokter dan suster masuk kamar memberitahu kalau Fida sudah sadar.


Dokter meletakkan stetoskop di dada Fida dan memeriksa mata dengan senter. Suster memeriksa infus dan melihat monitor tekanan darah yang stabil.


"Maaf Pak, dia sudah sadar, tapi jangan banyak di ajak bicara ya?" ucap dokter kepada satpam."


"Baik, dokter, terimakasih."


Dokter dan suster pergi meninggalkan kamar pasien, satpam menelpon Bapak Suherman untuk memberitahu kalau Fida sudah sadar.

__ADS_1


Lalu Suherman malam ini akan menjaga Fida bersama dengan petugas lain secara bergantian, setelah mereka datang, petugas satpam akan kembali pulang untuk istirahat bekerja selama dua hari.


Malamnya, Suherman dan seorang petugas satpam lain datang kerumah sakit, turun dari mobil miliknya menuju ke kamar Fida. Dia melihat Rio dan Sakti sedang tertidur di ruang tunggu dengan wajah heran tanpa menegur, mereka masuk ke kamar Fida dengan membawa makanan malam dan cemilan untuk berjaga.


Lalu satpam yang berjaga sejak pagi hingga malam disuruh Suherman makan malam disini bersama-sama, sebelum pulang.


"Gimana Fida, sudah sadar?"


"Sudah Pak tapi dokter bilang kalau dia belum bisa di ajak banyak bicara."


"Begitu ya, saya lihat Rio dan Sakti juga dirumah sakit, tapi mau ngapain mereka kesini?" ucap Suherman kepada dua satpam.


"Mereka mungkin mau cari Fida, dan juga mereka mungkin telah mengikuti bapak kesini." ucap seorang satpam.


Mereka pun berdiskusi untuk memindahkan Fida ke tempat lain agar mereka tidak bisa mendatanginya. Namun satpam mengusulkan kalau menambah jumlah petugas disini. Tapi diskusi mereka sepakat kalau dia tidak perlu dipindahkan kerumah sakit lain.


Seorang satpam pun pulang dari rumah sakit dengan melihat Rio dan Sakti tertidur pulas di ruang tunggu dalam kondisi tubuh terduduk.


Suherman duduk dekat Fida sedang membuka matanya dan melihat dia dengan wajah sedih sambil mengelus kepala dia.


"Pak, saya mau sampaikan sesuatu." ucap Fida dengan suara pelan dan nada kata bicara lama.


"Iya, Dek sampaikan." ucap Suherman suara pelan.


Suherman mendekati telinga ke mulut Fida, tapi berhenti bicara karena tidak mampu untuk berkata lagi.


Suherman kembali melihat Fida, menyuruh berkata kejadian kemarin dengan pelan-pelan. Tapi Fida belum bisa berbicara lagi kepada Suherman.


Suherman terdiam dan melihat Fida, lalu dia duduk di sofa dengan memegang rambut pada kedua tangan kearah atas karena pusing soal kejadian ini.


Suherman mengambil segelas air mineral dan meminum dengan seteguk karena air digelas hanya sedikit sekali. Dan berkata kepada satpam berjaga malam ini.

__ADS_1


"Saya tak habis pikir ya." ucap Suhermann dengan alis berkerut.


"Tenang Pak, ada itu jalan keluarnya itu." ucap satpam.


__ADS_2