Kisah Pria Sukses

Kisah Pria Sukses
Masuk Kerja


__ADS_3

Fida berjalan keluar gang mencari makanan untuk dibawa pulang. Sampai kamar kost dia makan dengan lahap sambil melihat suasana kost dari jendela, namun Hans berdiri di depan jendela Fida dengan wajah marah.


Fida kaget melihat Hans berdiri dan menyuruh untuk masuk ke kamar kost, duduk kasur.


Sambil makan, Fida bertanya alasan melihat dengan wajah marah. Hans duduk diam dan tetap melihat dengan wajah seperti itu.


"Sudah, kamu jangan tengok saya kek gitu. Kamu harus senyum, saya ini penghuni kost juga disini. Apa perlu satu tahun, baru kamu bisa senyumin saya?" ucap Fida memegang bajunya saat Hans duduk di kasur.


Hans mulai senyum kepada Fida dan mulai berbicara dengan nada ramah dan meminta maaf kepadanya karena sudah risih terhadap perbuatannya, kemudian pamit pulang dengan sangat ramah.


Fida juga senang melihat Hans penghuni kost juga sudah baik dan ramah. Namun masih ada banyak anak kost disini melihat dengan wajah marah, dan itu sangat lelah sekali, kalau di tegur tiap kamar.


Dia menutup pintu kamar kost, mandi, makan, dan rebahan di kasur untuk bersiap masuk bekerja besok.


Pagi hari, Fida berangkat bekerja dengan berdiri di pintu kamar kost, terlihat Hans dan Fajar senyum dan menegur kepadanya, tapi penghuni kost lain masih menatap dengan wajah marah.


Fida senang melihat dua anak kost ramah padanya dan tidak emosi lagi melihat dengan ekspresi wajah marah.


Sampai di kantor, Fida menyapa satpam di pos jaga.


"Dek, kondisi perusahaan sudah baik dan semua kembali normal, tidak ada apapun yang terjadi lagi." ucap satpam.


Fida mengucapkan terimakasih kepada satpam dan berjalan masuk ruangan dapur penuh semangat. Lalu sampai di dapur, Jerry menemui Fida karena di panggil ke ruang direkrur.


Fida menuju ke ruang direkrur, didalam ada Rio dan Sakti duduk berbicara kepada Suherman. Fida duduk di samping Sakti, Suherman membicarakan kepada mereka bertiga.


"Rio, Sakti, Fida Hari ini kondisi kantor sudah normal, nilai investasi kembali normal dan kepercayaan perusahaan juga meningkat. Lalu suasana kantor sudah membaik. Investor asing senang, karena perusahaan dapat menyelesaikan masalah ini dengan amat baik." ucap Suherman berwajah senang.


Mereka bertiga mendengar dengan wajah gembira saling melihat satu sama lain.


"Rio, Sakti, Fida sudah bisa bekerja lagi seperti biasa ya dan kalian berdua bisa kembali bekerja. Sementara Fida tetap duduk disitu."


Fida duduk dikursi dengan wajah tenang. Suherman berterimakasih kepada Fida sudah mengembalikan kondisi perusahaan seperti sedia kala.

__ADS_1


"Sama-sama Pak, itu atas usaha bapak juga." ucap Fida.


Suherman menyuruh Fida kembali bekerja seperti biasa dan dia berdiri menjabat tangan dengan wajah ramah, meninggalkan ruangan direkrur untuk ke dapur kembali bekerja seperti biasa.


Sampai di dapur Fida di datangi oleh Handoko sesama petugas kebersihan yang datang duduk di dapur Fida saat sedang menyiapkan secangkir teh kepada pegawai.


Handoko melihat Fida dengan wajah marah membicarakan kepadanya kalau dia ingin tukar tempat ruang dapur.


Fida menjawab kalau tukar ruangan tidak bisa karena sudah ditentukan pihak manajemen kantor.


Handoko mulai memecahkan secangkir teh dihadapannya dengan berkata ingin tetap bekerja di dapur ini dan mengancam akan membuat dirinya dipecat dari sini.


Fida terdiam melihat ucapan Handoko yang telah pergi dari dapur. Namun Fida tetap bersabar terhadap sikap Handoko pegawai baru sesama petugas kebersihan.


Saat mengantarkan cemilan dan secangkir teh, Fida melihat suasana kantor dipenuhi oleh banyak pegawai sedang sibuk melihat layar komputer dan mengetik di keyboard.


Dia berharap kalau dirinya bisa bekerja di ruang pegawai seperti ini dengan gaji yang baik.


Setelah meletakkan pesanan pegawai, Fida pergi meninggalkan ruang pegawai yang sibuk.


Fida mendatangi Handoko duduk sendirian di meja makan warung. Dan mereka pesan makan siang bersama.


Saat menunggu pesanan, Handoko ingin kalau dapur kerja bisa jadi miliknya dibandingkan ruang kerja di dapur harus berbagi dengan beberapa petugas kebersihan lain dihalaman gedung.


Karena Handoko melihat dapur Fida ada ruang istirahat, bekerja hanya didalam gedung tidak kepanasan, dan tidak capek melakukan kebersihan.


Fida kaget mendengar reaksi Handoko dengan wajah kesal. Dan mengatakan kalau pekerjaan sudah dibagi masing-masing.


Handoko akan tetap mengambil pos kerja dapur agar dapat melakukan dengan nyaman.


Fida tetap melihat dengan wajah sinis. "Jika kamu mengambil pos dapur saya, maka saya akan laporkan kamu kepada Jerry." ucap Fida dengan nada marah dan dilihat banyak pengunjung makan.


"Silahkan, saya tidak takut, karena pos dapur kamu akan saya dapatkan dengan sangat mudah." ucap Handoko.

__ADS_1


Handoko meninggalkan warung makan dan membawa pesanan yang dibungkus itu menuju dapur kerjanya.


Fida kesal dengan ucapan Handoko dan menikmati makanan sendirian di meja. Selesai makan Fida kembali ke kantor dan pergi ke ruangan Jerry dan Suherman. Namun mereka berdua tidak ada di ruangan masing-masing.


Fida kembali bekerja seperti biasa dengan membersihkan ruang dapur, namun saat seorang pegawai pria masuk kamar mandi, dia terpeleset dan meminta tolong.


Fida mendengar teriakan itu dan berlari menuju ke kamar mandi. Terlihat pria sudah tergeletak, Fida membangunkan pria dengan memegang tangan dengan perlahan, berdiri menuju ruang istirahat di dapur Fida dan menyiapkan secangkir teh kepadanya.


Lalu Fida memanggil, satpam untuk membantu datang ke ruang dapur melalui telepon kantor.


Dua satpam datang ke ruangan dapur melihat seorang pegawai tergeletak kesakitan.


"Kenapa dia?"


"Terpeleset di kamar mandi Pak."


Satpam menghubungi ambulance, pria itu di angkat bagian tubuh secara perlahan oleh mereka bertiga turun menuju area parkiran untuk dimasukkan kedalam ambulance yang sudah datang.


Ambulance pergi mengantar pria itu bersama seorang satpam di dalam mobil. Fida melihat kejadian ini, pergi naik lantai dua mengecek lantai kamar mandi dengan jari tangan ada air yang bikin terpeleset di area pintu masuk kamar mandi.


Fida heran dengan kejadian ini dengan berdiri di depan kamar mandi, Handoko datang dan melihat dengan wajah sinis.


Fida pun melihat dengan wajah kaget sekali, ada Handoko.


Lalu Handoko bertepuk tangan kepada Fida dan pergi menuju lift kantor dengan bertepuk tangan.


Lalu Rio datang menemui Fida, telah mengetahui informasi ini. Walaupun tadi tidak ada yang melihat, perlahan semua pegawai akan tahu kejadian ini. Karena kelalaian Fida saat bekerja.


Fida terdiam dan bertanya kepada Rio tentang Suherman dan Jerry. "Suherman dan Jerry tadi pergi keluar kantor untuk memantau proyek baru oleh investor.


Fida mulai panik dengan kejadian ini, dan duduk di dapur dengan membuat secangkir teh dengan meminum sedikit untuk menenangkan diri bersama Rio yang menemani dia.


Rio menyuruh Fida untuk bersabar terhadap kejadian ini. Fida masih kaget dan wajah panik karena membuat pegawai cedera di kamar mandi.

__ADS_1


Lalu Fida pergi ke rumah sakit, ditawarkan Rio naik mobil untuk mengetahui kondisi pegawai.


__ADS_2