Kisah Pria Sukses

Kisah Pria Sukses
Penculikan


__ADS_3

Suherman menerima saran Jerry dengan wajah senang, namun dia menyuruh untuk terus memantau kemajuan mereka, supaya investor dapat meningkat.


"Sejauh ini Pak, investor masih menunggu kepastian kasus ini. Untuk proyek masih berjalan. Hanya kepercayaan konsumen dan investor menurun akibat kondisi pegawai yang konflik." ucap Jerry.


Suherman sudah menerima penuh kepastian perusahaan terhadap konflik pegawai. Namun dia menunjukkan penasihat untuk mengubah kondisi ini menjadi lebih baik dan jangan terlalu lama.


Jerry sudah menerima instruksi Suherman agar bisa lebih kuat dalam memahami persoalan ini dengan wajah serius. Lalu mereka meninggalkan ruangan untuk kembali ke pekerjaan masing-masing. Namun Suherman pergi menemui Fida di ruang dapur.


Sampai di dapur mereka mengobrol bersama dengan secangkir teh hangat dibuat oleh Fida di dapur. Dan meminta bukti rekaman suara agar bisa di proses sebagai bukti untuk dibawa ke kantor polisi.


Fida menerima rekaman ini dan mulai mendengar melalui handphone. Kebetulan rekaman suara terhubung ke Handphone, jadi saat proses rekaman selesai, suara dapat diputar.


Suherman mendengar itu bahwa mereka pelaku kejadian di gudang itu dengan memasukkan suara bentuk handset kedua telinga, lalu mendengar ucapan Rio dan Sakti.


Mendengar hal itu, Suherman berwajah marah dan ingin segera membawa ini ke kantor polisi dengan berdiri dari kursinya.


Fida mencegah dengan memegang tangan dia dan memberi saran untuk bersabar. Karena mediasi jalan bagus agar tidak terjadi kerugian. "Kalau dilaporkan ke polisi maka, investor akan cap perusahaan memiliki pegawai yang buruk, dan kalau mediasi sukses maka perusahaan akan bersih dari pegawai buruk." ucap Fida kepada Suherman sambil menyuruh untuk bersabar.


Fida menyuruh untuk mengembalikan bukti itu kepadanya dan menyimpan itu dengan penuh senyuman.


Suherman menerima semua itu dan mempercayakan kepadanya, berdiri dari kursi dengan wajah menahan sabar.


Fida menyuruh Suherman untuk fokus kepada pekerjaan dan berbagai aktivitas kantor. Begitu juga dengannya agar bisa memberikan kecepatan mediasi kepada Rio dan Sakti.


Suherman pergi kembali bekerja masuk ruangan dan melakukan aktivitas kantor seperti biasa.

__ADS_1


Rio dan Sakti berdiskusi bersama di dapur aula yang kebetulan tidak dipakai pegawai. "Gimana kalau lebih baik di culik saja si Fida agar dia tidak bisa melaporkan kasus ini ke polisi, lagian dia korban, jadi tidak bisa bersaksi." ucap Sakti kepada Rio.


"Saya setuju kalau si Fida diculik saja sepulang bekerja, kita bawa dia pakai mobil dan dibungkus dalam karung. Lalu di biarkan dalam hutan." ucap Rio kepada Sakti.


Fida sedang menyiapkan teh dan cemilan di dapur, datang Suherman untuk mengajak makan malam dirumah sepulang bekerja. Dia menerima tawaran dengan wajah senyum, menjabat tangan.


Fida kembali bekerja mengantar makanan ke meja pegawai, lalu saat masuk ke dalam ruangan, banyak pegawai kantor melihat dengan wajah sinis. Dia gugup dan meletakkan meja di pegawai dengan berkata permisi kepada seorang pegawai pria dan kembali berjalan keluar dengan melihat banyak pegawai melihat dengan wajah sinis.


Dia kaget di perlakukan seperti seorang penjahat, tapi sabar dan tenang menghadapi mereka yang belum tahu apapun dan menutup pintu pegawai dengan tenang.


Fida berdiri dengan mengelus dada dan berkata sabar dan tabah menghadapi ini dengan penuh semangat. Dia lalu pergi kembali ke dapur mencuci piring dan gelas dengan membilas pakai air keran.


Sore pun tiba, Fida bersiap turun dari tangga pegawai, saat sedang berjalan kaki ke halaman kantor, Rio dan Sakti memanggil dia, menyuruh kesini mendekati mobil.


Suherman berjalan menuju pintu keluar, dia mengintip mereka berdua sedang mengobrol di area parkir mobil, berada dibalik kaca gedung, berdiri di dekat pintu keluar. Lalu ada pesan di handphone masuk dan melihat isi Fida yang dikirim untuk membatalkan makan malam hari ini.


Suherman menyuruh dua satpam untuk membantu mengikuti Fida dari belakang naik mobil dia karena merasa curiga dengan ajakan Rio dan Sakti.


Mereka pergi naik mobil keluar gerbang kantor menuju area perhutanan di pinggir kota. Suherman juga mengikuti bersama dua satpam kantor, satu satpam mengendarai mobil dengan melaju kencang. Suherman duduk di belakang, merasa curiga dengan Rio dan Sakti berwajah panik.


Fida duduk dibelakang, Rio dan Sakti duduk di depan membawa mobil melaju kencang. "Mau kemana kita?" ucap Fida.


Rio dan Sakti tetap diam dan melaju kencang mobil itu menuju area perhutanan yang sunyi dan dingin kebetulan turun hujan gerimis. Fida merasa takut dengan memegang pintu mobil dengan wajah panik.


Sampai dipuncak hutan, mereka turun bersama Fida juga Disuruh Rio untuk turun dari mobil, kebetulan dia supir dan membuka pintu mobil di pintu belakang dan menarik Fida turun dengan wajah bingung.

__ADS_1


Rio dan Sakti berdiri dihadapan Fida kelihatan bingung karena seharunya makan di warung kota sambil diskusi. Namun Rio menyampaikan diskusi disini dan Rio mengambil karung dan tali rafia di jok mobil.


Lalu Rio menyuruh Fida masuk ke dalam karung dengan paksa. Namun dia menolak karena sudah aneh sekali.


Lalu Rio meletakkan karung itu diatas kepala dan Sakti memegang kedua tangan untuk di ikat pakai tali. Fida memberontak dengan menendang kaki dan menggoyangkan seluruh tubuh agar lepas.


Suherman turun dari mobil bersama dua satpam dan berlari menuju Rio dan Sakti, mendorong mereka berdua kebelakang dan kemudian mereka berlari menuju mobil.


"Kamu tidak apa-apa?" ucap Suherman berlari menghampiri Fida.


"Tidak Pak, terimakasih sudah menyelamatkan saya."


Rio dan Sakti kelihatan panik melihat direktur dan masuk mobil, memundurkan mobil dan meninggalkan mereka di tengah hutan.


Suherman menyuruh Fida masuk ke dalam mobil bersama dua satpam kantor dan memulai perjalanan pulang menuju ke rumah Suherman tepat malam hari.


"Begini Pak, Rio dan Sakti bercerita kepada saya kalau dia masih ingin bahas hal itu. Tapi saya heran kok mereka bawa saya kehutan yang jauh dan memasukkan saya kedalam karung dan di ikat tali. Tapi beruntung saja saya diselamatkan oleh bapak kebetulan datang, saya berterima kasih sama bapak." ucap Fida kepada Suherman menceritakan sepanjang perjalanan.


Sampai di rumah Suherman, Fida menyuruh untuk ganti baju di kamar mandi dan memberikan pakaian dia yang muat untuk dipakai, satpam juga diberikan pakaian ganti.


Mereka pun menuju meja makan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan asisten rumah tangga bersama dengan satpam.


Fida senang melihat bapak Suherman peduli dengan para pegawai dengan menjamu makan malam dengan hormat.


Fida pun berbincang kepada Suherman tentang acara kesukaan dan aktivitas kegiatan sehari-hari sambil menikmati makanan enak. Satpam pun ikut tertawa mendengar saat Fida mulai sedang bercanda tawa kepada Suherman dan dua satpam.

__ADS_1


__ADS_2