
"Hidup enak besok datang." ucap Handoko wajah gembira, bangkit dari tempat tidur dan mengunci ruang kamar yang sudah diminta di ruang kunci.
Dia bersiap untuk memulai bekerja besok dengan pulang kerumahnya. Namun sampai di area parkir kantor, Handoko ingin sekali ke tempat kost Fida, tapi dia bingung dimana alamat kost dia.
Handoko pun bertanya kepada seorang petugas keamanan. "Permisi Pak, saya mau tanya, bapak tahu alamat kost Fida dimana ya." ucap Handoko berdiri bertanya di pos satpam.
"Ini alamatnya." ucap seorang satpam memberikan alamat kost dalam bentuk kertas yang ditulis di meja.
"Terimakasih Pak." ucap Handoko menerima kertas untuk dibaca. Lalu dia pamit dari pos satpam naik motor di area parkir kantor dan naik motor melewati pos satpam kantor dengan menyapa dan senyum kepada seorang satpam berjaga sore ini.
Sampai di depan gang, Handoko masuk dengan pelan sampai di depan gerbang kost. Handoko masuk kedalam dengan buka pintu gerbang, berjalan kaki.
Kebetulan Fida sedang duduk didepan pintu kost di lantai. Handoko memanggil Fida keras.
Si Fida melihat Handoko dengan kaget karena tiba-tiba tahu alamat kost tanpa memberikan kabar. Fida pun berdiri melihat Handoko berada di dekat pagar kost.
Handoko berdiri di hadapan Fida berwajah marah. "Kamu kost disini ya. Pantesan aja." ucap Handoko melihat wajah sinis.
Fida diam melihat Handoko tiba-tiba disini. "Kamu ngapain disini, Ada perlu apa ya." ucap Fida bertanya dengan wajah baik dan sopan.
"Tidak apa-apa kok, saya mau lihat kamu saja, kok bisa kamu kerja di kantor Suherman. Padahal kamu hanya orang yang buruk, sudah melakukan kesalahan fatal sehingga direkrur marah kepada kamu." ucap Handoko memancing amarah Fida.
Fida diam menatap wajah Handoko dengan penuh amarah. Namun dia bisa menahan sabar. Namun Fida malah memancing amarah balik.
"Tidak apa-apa kalau direkrur marah, asal dia tidak pecat saya. Mungkin kejadian ini adalah hikmah dari apa yang saya lakukan agar lebih berhati-hati." ucap Fida nada lantang kepada Handoko menatap melotot.
Handoko berkata dalam hati kalau dia akan menerima akibat dan memastikan kalau dirinya akan mengeluarkan Fida dari kantor secepatnya. Muak saya melihat dia sambil menatap Fida dengan tajam.
__ADS_1
Fida pun menatap wajah Handoko dari dekat dan masuk kedalam kamar kost dengan menutup pintu dengan keras tepat didepan Handoko.
Handoko terkejut melihat reaksi Fida yang membuat amarah keluar.
"Saya pastikan kamu akan menerima akibatnya, Camkan itu!" ucap Handoko berteriak di jendela kamar kost dengan menunjuk tangan ke arahnya lalu menendang pintu kamar kost Fida dengan keras dan pergi meninggalkan kamar kost Fida.
Fida melihat itu kaget dan marah, lalu dia masuk ke kamar mandi, mengambil gayung berisi air dari keran dan berlari keluar kamar kost. Lalu Fida menyiram Handoko dengan air saat dia berjalan mau melewati pagar kost dari belakang.
"Suuurr..."
Seluruh badan Handoko basah semua disiram Fida dengan air dalam gayung dengan wajah marah.
Handoko terkejut melihat guyuran itu dan melihat Fida berwajah marah, lalu dia mengambil selang air dan menghidupkan keran itu yang diarahkan kepadanya.
Handoko mulai panik setelah guyuran air dari serang milik ibu kost diarahkan dengan keras. Sehingga tangan dia menghalangi agar wajah tidak kena semprotan air, itu membuat dirinya mulai berlari ke motor dan menghidupkan mesin dengan segera.
Seluruh tubuhnya basah semua, termasuk ponsel dikantong celana sebelah kanan dia, terkena siraman air selang Fida dengan deras. "Awas kamu ya, tahu akibatnya nanti." ucap Handoko dengan tancap gas meninggalkan tempat kost.
Namun Fida tidak ambil pusing mengenai hal ini. Fida lalu masuk kedalam kamar kost membawa gayung dan mengganti baju dan celana yang kotor dan basah tadi serta mengepel lantai kamar kost dan lantai koridor kost karena basah saat keluar menyiram Handoko tanpa alas kaki.
Kebetulan suasana kost sangat sunyi, penghuni kost tidak ada dikamar. Bahkan ibu kost juga tidak ada karena pintu rumah ibu kost tutup. Kebetulan depan tempat kost adalah tembok tinggi sebelah rumah kost dibagian kiri dan kanan ditembok tinggi oleh pemilik ibu kost jadi kejadian itu tidak ada yang melihat warga sekitar karena gang kost Fida sangat sunyi.
Fida merasa puas membalas itu dengan baik. Walaupun begitu, dia berpikir, "Tujuan dia datang kemari apa ya?" ucap Fida duduk di meja melihat kedepan kost.
Tapi Fida tak akan ambil pusing dengan hal ini karena semua ini dan akan masuk kantor besok pagi sekali untuk melihat ruang CCTV di kantor.
Malamnya Handoko kembali lagi ke tempat kost Fida dia mulai klakson tempat kost dengan keras pakai motor matic miliknya.
__ADS_1
"Tet... Tet... Tet..."
"Woi, keluar kamu Fida!" ucap Handoko berteriak sekeras mungkin tepat di pagar kost.
Kebetulan penghuni kost sedang ramai banyak yang duduk di depan pintu kost. Mendengar klakson yang menganggu, mereka semua berdiri dan berjalan melihat diluar kost.
7 orang penghuni kost muda mulai keluar melihat suara ribut itu. Handoko panik melihat banyak anak kost melihatnya dengan wajah melotot.
"Apa kamu lihat saya begitu, mau cari masalah kamu." ucap Handoko kepada anak kost muda berdiri wajah melotot.
Anak kost tidak menjawab respon Handoko, namun mereka semua mulai berjalan mendekati motornya dan duduk dibelakangnya. Satu orang mematikan motor dan mengambil kunci motor.
Handoko kaget melihat sikap anak kost Fida mulai seenaknya. Anak kost duduk dibelakang motor mulai melepas helm dari kepala dan mengambilnya.
"Hey, kok diambil helm saya. Loh kok dibawa masuk pulak kunci motor dan helm saya." ucap Handoko mulai kaget melihat tingkah anak kost Fida.
Handoko mulai turun dari motor dan anak kost lain mendorong pagar untuk ditutup dengan dan digembok.
Ibu kost pun mulai keluar mendengar keributan dihalaman rumahnya. "Hey kalian, kembalikan kunci dan helm miliknya." ucap Ibu Heni nada lantang kepada anak kost disini.
Mereka pun membuka pagar kost dan mengembalikan helm dan kunci motor milik Handoko dengan baik.
Handoko panik melihat tingkah anak kost Fida. "Terimakasih ya Bu." ucap Handoko kepada ibu Heni.
"Sudah, kamu cepat pulang ya Dek. Jangan kembali lagi ya." ucap Ibu Heni menyuruh pulang.
Namun saat mulai pergi dia melihat Fida mengintip dari balik tembok ujung kost menertawakan Handoko dan memberikan isyarat mulut, mampus kamu kepada Handoko.
__ADS_1
Wajah Handoko langsung marah dengan kepala kesamping kanan, saat motor miliknya mulai mengarah kedepan keluar gang kost.
"Awas kamu ya, jangan berlagak hebat kamu, Fida." ucap Handoko wajah marah dan menancap gas motor matic keluar gang kost.