
Pagi telah tiba, Fida bersiap mandi, memakai pakaian dan keluar dari pintu kost dengan wajah yang segar dan semangat berangkat bekerja.
Namun, saat Fida berdiri di depan pintu kost, anak muda kost masih melihat dengan wajah marah. Fida tidak melihat wajah mereka, tapi melihat pandangan lain supaya tidak terkejut lagi karena masalah kemarin belum hilang dari ingatan.
Lalu saat berangkat keluar kost, Fida disapa oleh Fajar. "Selamat pagi, Mas." Melihat wajah dia, hati Fida langsung terhibur dan perlahan melupakan kejadian kemarin.
"Ayo kita pergi sama-sama, Mas keluar gang saja. Fida dan Fajar pergi keluar gang berjalan kaki, perasaannya semakin baik saat ditemani dia.
Sampai di kantor, Fida menuju ruang dapur dan mengambil kain pel untuk membersihkan lantai Koridor sendirian dengan wajah biasa.
Tidak lama kemudian, Rio datang menemui Fida dengan wajah masam. "Ayo kita ke ruangan acara, kamu harus siapkan konsumsi." Fida diam dan pergi ke aula sendirian.
Sampai di dapur Fida masuk ke dalam dapur dan meletakkan beberapa konsumsi di meja tamu acara luar negeri.
Sakti melihat Fida dengan wajah melotot, tapi dia diam saja dan melanjutkan penyusunan konsumsi buah dan air mineral di meja tamu.
Setelah Fida selesai menyusun, Fida duduk di luar aula untuk menunggu kedatangan tamu luar negeri.
Tidak lama kemudian Suherman menyambut kedatangan tamu luar negeri dan membimbing mereka menuju kedalam aula oleh pejabat tinggi. Ruang aula ditutup acara perusahaan tidak dapat di dengar.
Fida kembali ke pos dapurnya, seorang pegawai menunggu Fida karena sudah ada pesanan untuk di antar ke ruangan pegawai. Fida langsung menyiapkan sarapan pagi roti dan teh ke meja pegawai.
Sampai di dalam Fida meletakkan di mejanya dan memuji Fida dengan baik. Fida merasa senang dan terus melupakan kejadian kemarin.
Pada saat Fida kembali ke dapurnya, Rio dan Sakti melihat Fida dengan wajah marah dengan berdiri dihadapan dapurnya. Dia terkejut dan memalingkan wajahnya dari mereka.
Lalu pada saat Fida meletakkan ember berisi air. Rio malah menendang ember itu hingga becek lantainya. Dia hanya melihat mereka berdua dengan tatapan marah dan mereka malah mengejeknya.
Rio dan Sakti kemudian pergi meninggalkan Fida dengan tertawa keras. Sementara Fida terlihat diam dan membersihkan lantai yang ditendang Rio hingga becek.
__ADS_1
Selesai mengepel Fida duduk sambil minum teh dan kopi. Lalu dia menerima telepon kantor di dapurnya dan disuruh untuk membersihkan aula yang kotor.
Fida turun menuju ruang aula, pada saat melakukan aktivitas kebersihan, Sakti menganggunya dengan sengaja mengenai sapu ke kaki kirinya secara berulang kali.
Tapi Fida tetap diam dan pergi membersihkan aula di tempat lain. Sakti mendekati lagi dan pura-pura membersihkan aula dekat dia, tapi sengaja senggol sapu ke arah kaki kanan lagi.
Fida tetap diam, dan pergi lagi bersihkan aula tempat lain. Namun Sakti menganggu lagi. Tak lama kemudian Jefry memanggil Sakti untuk memijit punggungnya. Fida terdiam dan terus bersihkan aula.
Selesai bersihkan aula, Fida duduk di pinggir aula sambil meminum air mineral. Lalu Rio dan Sakti dekati dia dan duduk disebelah kiri dan kanan untuk menganggunya.
Lalu jam istirahat tiba, Fida tidur di dapurnya yang memang disediakan kantor untuk istirahat. Fida tertidur sendiri disitu dengan mengunci pintu, untuk menenangkan diri.
Tapi Rio dan Sakti mendatangi dapur Fida untuk menganggunya. Mereka berkerumun didapur dengan memeriksa kondisi dapur.
Namun Suherman kebetulan lewat, dan menegur mereka berdua sedang tidak bekerja. Lalu keduanya dibawa ke dalam ruang direktur.
Mereka berdua dimarahi direktur karena telah bolos kerja. Akhirnya mereka berdua di mendapatkan surat peringatan pertama telah bolos kerja dari direktur Suherman.
Fida terdiam dan melotot kepada mereka, berdua. Lalu dia memegang kerah baju mereka berdua dengan dua tangan sambil memberikan ancaman kepada mereka untuk tidak menganggu saya saat bekerja.
Rio dan Sakti malah makin memarahi dengan perkataan kasar. Fida terdiam dan pergi ke toilet, mengisi air, lalu mereka berdua mengikuti kedalam toilet.
Lalu setelah ember air penuh, Fida menyiram ember ke arah wajah mereka berdua dengan cepat. Mereka berdua pun terkejut atas tindakan Fida. Mereka terdiam dan tak bisa berkata.
"Makanya jangan menganggu orang, basah kan." ucap Fida kepada Rio dan Sakti.
Fida pun pergi ke dapurnya menyiapkan cemilan untuk pegawai. Seorang pegawai datang mengambil cemilan di piring dapur yang disediakan. Lalu pegawai itu pergi membawa ke dalam kantor.
Lalu Fida mendapatkan surat elektronik untuk pegawai perusahaan bekerja melalui pesan email Fida. Bahwa seluruh pegawai mendapatkan bonus 2 kali lipat dari gaji untuk bulan ini.
__ADS_1
Fida tampak senang melihat bonus akan diterima akhir bulan ini. Dan Fida tampak kembali bersemangat untuk memulai aktivitasnya.
Namun Rio dan Sakti tidak menerima bonus karena mendapatkan surat peringatan dari Suherman dengan wajah merengek saat keluar dari kamar mandi dengan wajah basah disiram Fida.
Jefry, mendatangi Fida tapi dia melihat mereka berdua diguyur air dengan basah. Dia memarahi sakti karena tidak berpakaian bersih saat bekerja. Sementara pegawai lain yang lewat melihat mereka basah dengan tertawa.
Fida dan Jefry terus tertawa melihat mereka berdua basah dan kotor dengan duduk di dapur pegawai. Lalu mereka berdua lari turun.
Sore hari Suherman berdiri menghadap Rio dan Sakti dimarahi karena berpakaian kotor saat bekerja.
Fida kebetulan pamit pulang melihat mereka berdua dimarahi, dia berdiri dengan mendengar pembicaraan mereka berdua bahwa mereka dapat surat peringatan bolos kerja. Fida tertawa mendengar itu dan menghampiri mereka berdua di depan direktur dengan wajah senang.
Rio dan Sakti melihat Fida dengan wajah kaget dan malu melihat dirinya dimarahi direktur.
Lalu Fida pergi dengan mengucapkan permisi pulang kepada direktur penuh ramah yang dibalas senyum ramah oleh direktur.
Sampai di kamar kost Fida, melihat anak kost mulai berdiri di depan pintu kamar kost.
Fida berdiri saja dan menahan sabar untuk tidak bertindak sembarangan. Lalu dia melaporkan ke ibu kost.
Ibu kost menghampiri mereka berdua dan memarahi anak kost itu. Lalu mereka masuk kemari, tapi mata masih marah kepada saya tanpa sebab.
"Mereka memang begitu, Dek, kepada kamu karena masih baru disini. Tapi mereka gak begitu sebenarnya pada orang baru. Tapi tidak apa-apa, kamu masuk saja, jangan takut ya.
"Iya Bu makasih sudah menolong saya."
Fida masuk kamar kost dan mandi karena lelah bekerja. Di tempat tidur Fida rebahan dengan hati bahagia karena sudah mendapatkan bonus.
Namun seperti biasa, anak kost disini malah mengintip saya dari balik jendela dengan wajah marah. Fida pun malah balik melihat mereka berdua dari tempat tidur dengan wajah marah juga.
__ADS_1
Tatapan mata pun terjadi, 5 menit Fida menatap mereka dari jendela, mereka pun pergi.
Bersambung