
Selesai makan mereka disuruh ke ruang televisi untuk menonton tayangan menarik.
Mereka duduk bersama, menikmati cemilan kecil di dalam toples cemilan sambil berbincang dan tertawa duduk di karpet yang luas dengan televisi layar lebar.
Suherman berbicara kepada Fida tentang Rio dan Sakti ketidaksanggupan untuk mediasi soal kejadian itu, karena perusahaan butuh kepastian.
Fida menjawab untuk lebih bersabar karena sedang berusaha menyelesaikan dengan baik.
Suherman memberikan ide agar Fida, Rio dan Sakti diliburkan dari kantor agar proses kompromi berjalan baik.
Fida menerima ide ini dengan bijaksana, namun alasan libur supaya Rio dan Sakti agar tidak ketahuan perlu dipikir lagi.
Suherman memberikan alasan cuti Rio dan Sakti supaya lebih produktif dalam bekerja. Fida menerima masukan itu dengan baik dan berharap waktu ini dapat memberikan kompromi yang tenang.
Suherman akan menyuruh petugas keamanan kantor selama proses kompromi berjalan, akan ditemani oleh mereka supaya lebih aman.
Fida sepakat dengan ide Suherman dan menerima seluruh masukan dengan baik. Dia menyampaikan jika keadaan ini berhasil maka perusahaan akan menjadi lebih kuat lagi.
Mereka pun pulang di antar Suherman, ke kantor lagi dan Fida di antar pulang sampai di depan gang kost. Lalu pamit pulang dan mengucapkan terimakasih.
Fida membuka pintu kamar kost, meletakkan tas, lalu mandi, setelah itu rebahan di kasur sambil memainkan handphone dengan kondisi tubuh telentang.
Rio dan Sakti mengetuk pintu kamar kost Fida, mereka masuk, duduk di kursi tulis. "Saya heran lihat kamu, selalu selamat saja dalam hal apapun." ucap Rio.
Fida tetap bersikap santai kepada Rio dan Sakti dengan bermain ponsel dan mulai merekam suara mereka menggunakan kamera ponsel dipegang.
Tak lama kemudian, Fida mulai duduk dan marah kepada mereka berdua. "Mau sampai kapan kalian harus begini terus, kantor gaji kalian, direktur sudah tahu kejahatan kalian berdua, masih diperbolehkan lagi bekerja disini!" ucap Fida.
Fida berdiri, melihat mereka berdua dengan wajah marah dan menarik kerah baju mereka berdua, untuk menyelesaikan kasus ini besok.
Rio dan Sakti diam tidak bereaksi, tapi Fida menatap dengan berwajah marah dan menyuruh mereka berdua pulang dari kost.
Pagi hari, Fida masuk kerja, menuju ruangan dapur menyiapkan secangkir teh, kemudian dia bawa masuk ke ruangan direktur kebetulan belum datang, jadi dia meletakkan itu di meja.
__ADS_1
Saat ingin keluar dari ruangan, Suherman masuk ke dalam dan melihat Fida dengan wajah biasa.
Suherman menyuruh duduk di meja, dan Fida memulai cerita kalau hari ini Rio dan Sakti akan mengakui kesalahan kepada bapak Suherman.
Fida permisi keluar ruangan dan kembali kepada pekerjaan masing-masing.
Tidak lama, Rio dan Sakti menghadap direktur, duduk di kursi untuk mengakui perbuatan itu dengan nada suara halus.
Direktur di dampingi Jerry penasihat perusahaan dan Fida dibelakangnya marah dan berdiri ingin menampar mereka berdua tapi dihalangi Fida untuk menahan amarah.
Suherman pun melontarkan kata kasar kepada mereka berdua tengah duduk menundukkan kepala karena memiliki pegawai yang tidak baik, tapi Suherman ingin memecat mereka berdua. Namun Fida menasihati agar tetap sabar.
Sekitar jam 10 pagi, seluruh pegawai berkumpul di ruang aula tengah duduk tanpa tahu alasan, oleh perintah Suherman.
Tampak entertainment juga hadir meliput kejadian ini yang sengaja di panggil Suherman untuk merekam Rio dan Sakti.
Fida dan pelaku kejadian di gudang bersama direkrur berdiri di pentas aula sudah dilengkapi perekam suara dan kamera video berdiri tegak di depan kursi, untuk membuktikan ini agar bisa bersihkan nama baik perusahaan.
Suherman menyuruh untuk buka mulut dihadapan mereka dan kamera yang sudah terletak di depannya.
Suherman, Jerry, Fida berdiri dengan wajah tegang melihat Rio yang harus mengakui semua kesalahan mereka.
"Saya Rio, mengakui bersalah atas kejadian di gudang itu dan telah menyekap Fida, karena saya marah kepadanya." ucap Rio kepada seluruh pegawai yang duduk.
Seluruh pegawai yang mendengar itu merasa bingung dengan Rio. Tapi seorang pejabat tinggi yang duduk di depan berdiri dan memarahi Rio dengan kasar karena tidak pantas masuk kerja lagi disini.
Seluruh pegawai tampak gelisah dengan reaksi seorang pejabat tinggi dan mencibir Rio.
Rio diam dan duduk saja melihat mereka dengan wajah datar. Lalu Suherman berdiri untuk menenangkan seluruh pegawai yang mulai gelisah.
Seluruh pegawai tenang, Fida menyuruh Rio bangkit dari duduk dan Sakti duduk bergantian dengan menghadap kamera di depan kamera.
Sakti mulai mengakui kesalahan kepada semua pegawai dan dihadapan kamera video sudah on.
__ADS_1
Sakti tampak gugup melihat wajah seluruh pegawai dan pejabat tinggi yang duduk. Begitu juga entertainment meliput Sakti.
"Saya Sakti, mengaku bersalah karena telah menyekap Fida di gudang. Dan saya berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi.
Semua pegawai tampak bersorak termasuk pejabat tinggi perusahaan menghujat Sakti dari atas pentas aula.
Suherman menyuruh mereka tenang dengan menggunakan microphone suara. Seluruh pegawai tampak tenang dan duduk mendengarkan perintah Suherman.
Suherman menyuruh Sakti bangkit dan keluar dari tempat duduk dan pergi ke dapur di dampingi oleh dua satpam.
Fida pun berdiri menghadap seluruh pegawai dengan microphone dan kamera video serta entertainment sedang merekam.
Suherman tampak berdiri dibelakang Fida, Jerry, dan pemimpin satpam berdiri dengan wajah tegang.
Seluruh pegawai dan pejabat tinggi melihat Fida dengan wajah tegang. Dia berdiri di atas pentas dengan seragam petugas kebersihan.
Fida mulai menyampaikan hal ini kepada seluruh pegawai yang duduk dengan berharap dia mengubah seluruh pegawai ini menjadi baik.
"Selamat pagi semua, kejadian ini memang jadi pelajaran buat kita semua. Namun saya sebagai korban memang marah kepada mereka berdua, Tapi kita harus memaafkan perbuatan itu dengan lapang dada. Jadi saya menyampaikan bahwa Rio dan Sakti tidak akan perpanjang di kepolisian." ucap Fida.
Seluruh pegawai yang mendengar ini tampak bingung dengan maksud Fida menyampaikan hal itu dan mencibir.
Suherman tampak diam dan melihat seluruh pegawai yang gelisah.
Fida berdiri menghadap seluruh pegawai, dan sudah menduga dalam hatinya kalau semua tidak senang dengan hal ini. Tapi dia diam dan tetap tenang.
Fida kembali ke dapur dan di bimbing oleh dua satpam yang memegang dia. Suherman pun berjalan ke depan dengan bijak dan mulai menenangkan mereka semua.
Semua pegawai tampak berdiri dan kembali ke ruangan masing-masing tanpa komentar apapun dari mereka, karena dilarang oleh Suherman dan kembali bekerja seperti biasa.
Suherman berada di ruangan bersama dengan penasihat perusahaan membicarakan hal ini di meja kantor dengan secangkir teh.
Dia melihat grafik investasi masih belum berjalan naik, walaupun sudah ada entertainment, tapi merasa tidak mungkin kepercayaan perusahaan ini kembali normal.
__ADS_1