Kisah Pria Sukses

Kisah Pria Sukses
Mediasi


__ADS_3

Fida mendekati mereka berdua tengah serius bicara bersama. Dengan perlengkapan perekam suara diberikan oleh direktur dibeli penasihat khusus perusahaan bernama Dio, dia mengeluarkan alat kecil diletakkan di jam tangan.


Kebetulan Rio melihat Fida dan memanggil untuk duduk disini dengan wajah tegang. Lalu berdiri menghampiri untuk duduk bersama.


Rio bertanya kepada Fida dengan wajah serius tentang rahasia bahwa mereka pelaku itu, dan menyampaikan alasan membongkar kejahatan mereka berdua kepada dia.


"Begini Rio, Sakti, kita harus mengakhiri kasus ini agar perusahaan dapat berjalan dengan baik. Karena saat ini perusahaan sedang mengalami reputasi buruk. Jika dibiarkan, maka gaji seluruh pegawai juga menurun. Kalian mau gaji semua pegawai turun?" ucap Fida kepada Rio dan Sakti.


"Kita tidak bahas perusahaan, tapi yang saya bahas adalah kenapa kami berdua kamu adukan kepada direktur?" ucap Rio kepada Fida.


Fida bingung dengan alasan mereka tidak ingin kasus itu diketahui, kalau mereka pelaku kejadian di gudang. Tapi dia terus memberikan langkah baik agar mereka mau mengakui itu di depan direktur.


"Jika kalian tidak mau terus terang, kalian harus menyerahkan diri kepada polisi." ucap Fida.


"Rio dan Sakti bangkit dari sini dan meninggalkan Fida sendirian di tempat makan warung makan.


Fida menyuruh mereka duduk disini, tapi mereka tetap pergi menuju kantor karena jam istirahat sudah mau selesai.


Fida bangkit dari duduk, mengikuti mereka dari belakang berjalan kaki. Lalu menyuruh mereka mengakui kesalahan dengan cara menyampaikan kejadian yang kalian lakukan di gudang tiga Minggu lalu.


Rio dan Sakti tetap mengabaikan hal itu, berjalan kaki menuju kantor. Sampai di kantor mereka berdua kembali ke ruangan masing-masing untuk bekerja.


Saat Fida masuk gerbang depan kantor, satpam menyapa mereka dengan senyuman berdiri di depan pos, berbicara bisik dengan menutup mulut dengan tangan kanan dan mencibir Rio dan Sakti dengan mata melirik ke arah kanan yang tadi baru saja masuk.


Fida berdiri dengan senyuman dan menerima cibiran satpam dengan tertawa ringan, lalu kembali berjalan kaki menuju ruang dapur.

__ADS_1


"Ya ampun, kok bisa pegawai ini masuk kerja lagi di perusahaan kita, padahal gara-gara dia gaji kita akan dikurangi." ucap dua pegawai kantor mencibir Fida.


Fida mendengar ucapan itu dan melakukan aktivitas seperti biasa dengan santai tanpa memikirkan dan melihat mereka berdiri dari jauh, serta melakukan pekerjaan tanpa memikirkan kejadian itu.


Namun selesai ini, Fida ingin menjumpai mereka di ruangan kerja. Setelah selesai Fida bergegas berjalan menuju ruangan Rio bertulis HRD, saat diketuk dan dibuka pintu, ternyata tidak ada dia di dalam.


Fida menuju turun tangga menuju ruangan Sakti, namun saat berjalan ke dapur, dia melihat ada mereka sedang duduk di kursi taman bunga sedang bercerita serius.


Rio dan Sakti sedang diskusi bersama menceritakan kelanjutan ini sambil meminum sebotol air mineral dengan seteguk.


"Bagaimana ini, apa kita harus diskusi saja supaya ada jalan keluar, soalnya kita sudah terpojok oleh direktur dan beberapa orang lain. Namun isu ini masih belum hilang sih." ucap Rio.


"Iya, sih dia menyuruh kita mediasi agar perusahaan ini tetap utuh dan berjalan bagus seperti biasa. Tapi risiko akan membuat kepercayaan diri terhadap orang lain menurun juga, apalagi lingkungan pegawai kantor." ucap Sakti.


Tak lama kemudian, Fida menghampiri mereka berdua berjalan kaki dengan wajah ramah duduk di tengah mereka sambil tersenyum dan mulai membahas hal ini kepada Rio dan Sakti.


"Rio, Sakti, saya adalah korban dari insiden di gudang kalian lakukan tanpa alasan dan sebab. Tapi saya baik hati untuk kompromi kepada kalian supaya bisa bekerja sama agar tidak mengulangi hal ini lain waktu." ucap Fida.


"Tapi Fida, saya masih kesal kepadamu karena saya dapat potongan gaji dan teguran skorsing kerja karena saya telah berbuat tidak baik kepada kamu." ucap Rio.


"Tapi, kalau kamu buat kejahatan di lingkungan perusahaan juga salah, karena akan ada yang menemukan saya dan informasi itu semua ini bisa menyebar ke lingkungan lain." ucap Fida kepada Rio dan Sakti.


Padahal Sakti dan Rio yang melakukan itu dengan menyebar kepada seluruh pegawai. Tak disangka juga investor juga tahu dan mempengaruhi nilai investasi, Rio mengucapkan dalam hati.


"Bagaimana Rio, Sakti apakah kalian masih mau menjelaskan dan mengakui kesalahan kalian kepada direktur. Tapi harus dibarengi dengan kejujuran dan tidak melakukan itu kepada saya lagi. Sanggup." ucap Fida kepada Rio dan Sakti.

__ADS_1


Rio dan Sakti saling melihat dan menatap wajah mereka tanpa berbicara dan melihat Fida lagi agar bisa melakukan hal itu untuk bisa menyingkirkan dia.


"Tidak, saya tidak mau mengakui kesalahan dan tetap melakukan itu kepada kamu. Karena kamu sudah mengingkari janji kepada kami." ucap Sakti sambil memegang kerah baju kebersihan Fida.


Fida diam dan memandang wajah Sakti penuh amarah dan dendam, serta Fida memegang tangan Sakti dengan wajah sedih karena dia masih berada di jalan yang tidak baik.


Rio juga memegang kerah baju Fida tepat di taman bunga dengan wajah marah. Saat itu kondisi kantor dilihat banyak pegawai dari atas di dalam kantor, dan mereka mencibir mereka bertiga bertengkar di taman bunga.


Fida berdiri dari duduk mereka dan berjalan santai menuju ke dalam ruangan kantor dengan wajah santai. Dan juga melakukan aktivitas kebersihan dengan amat baik. Tapi pegawai berdiri dihadapan mereka dan mencibir Fida adalah beban perusahaan.


Jerry masuk ke dalam ruangan direktur dan berdiri dihadapan untuk melapor, kalau Fida tadi sedang dihina oleh pegawai perusahaan karena sedang melakukan mediasi di taman, Rio dan Sakti melawan.


Suherman kaget dengan kondisi Fida karena Rio dan Sakti melakukan hal itu dengan cara tidak baik, apalagi di lingkungan perusahaan.


"Baik, terimakasih atas informasi yang bapak berikan kepada saya." ucap Suherman kepada Jerry.


Jerry pergi meninggalkan ruang direktur dan pergi menemui Fida di dapur, kebetulan dia sedang santai dan tidak melakukan apapun.


Suherman pun menelpon Dio untuk segera kemari untuk membicarakan hal ini di ruangan.


Dio masuk ruangan direkrur dan menemui mereka didalam dengan memberikan nasihat tentang tindakan Fida terhadap perusahaan.


Dio menyampaikan kondisi perusahaan sedang baik walaupun nilai investasi menurun, tapi Fida masih berusaha untuk melakukan kompromi. Namanya juga lama tapi, juga di arahkan ke tempat yang lain agar tidak terjadi di cibir oleh pegawai lain.


Suherman menerima nasihat itu dengan baik, dan membantu Fida memberikan nasihat agar tidak mediasi disini.

__ADS_1


Dio melihat Fida melakukan hal ini, karena waktu kerja yang tinggi, dari pagi sampai sore jadi mediasi pada mereka malam. Kalau hari Minggu masih dibilang tepat juga, tapi lama sekali menunggu hari Minggu. Menurut Dio, nasihat kepada Suherman, kalau Fida melakukan itu agar kasus cepat diselesaikan tanpa mengulur waktu.


__ADS_2